
“Bahkan jika mereka tahu pedang ini, aku akan menghancurkan mereka lebih dulu.” Li Tian di penuhi dengan niat membunuh. Menyakiti keluarganya sama saja menarik batas bawahnya dan dia akan mengejar orang itu bahkan ujung bumi.
Niat membunuh yang sangat besar, bahkan melebihi orang biasa. Niat membunuh itu meledak dan memperngaruhi sekitar, bayangan Kakek Tua merasakan niat membunuh yang di pancarkan bocah ini benar-benar sangat kuat.
‘Sepertinya bocah ini memiliki sesuatu rahasia dalam tubuhnya dan bahkan indra ilahiku tidak bisa mencarinya’
“Baiklah bocah sepertinya kamu memiliki tekad yang kuat, aku akan memberi pedang ini padamu. Tapi kamu harus memenuhi kondisiku.”
“Katakan kondisimu?” Li Tian mendengar ini terkejut, tidak pernah terpikirkan bahwa dirinya bisa dengan mudah mendapatkan pengakuan dari Jiwa Sisa Pedang Qi Dragon Divine Heaven. Mendengar Kakek Tua itu membutuhkan sesuatu, tentu Li Tian akan setuju dan memenuhi kondisinya.
“Sekarang keadaanku melemah dan kekuatanku hanya sedikit, aku membutuhkan energi darah hewan.”
“Tentu semakin tingkat kultivasi tinggi hewan buas semakin cepat kekuatanku penuh, jika kamu mempunyai ramuan obat ilahi juga akan membantuku pulih jika menyerap ramuan obat ilahi, senjata, pill, dan sebagainya jika aku makan.”
Li Tian berkata, “ Baiklah aku akan memenuhi kondisimu.”
Kakek Tua itu tersenyum lalu melambaikan tangannya, sebuah simbol terbentuk dan memasuki tubuh Li Tian lalu membentuk tato pedang pada dada kirinya.
“Sebaiknya kamu memenuhi kondisiku dan memulihkan kekuatanku dengan cepat, aku akan tidur terlebih dahulu.” Kakek Tua itu menghilang.
Li Tian merasakan dirinya dan Pedang Qi Dragon Divine Heaven terhubung satu sama lain, dengan dirinya semakin kuat begitu juga Pedang Qi Dragon Divine Heaven semakin kuat juga. Dan pada akhirnya itu tergantung kekuatan Li Tian.
Li Tian mengambil nafas sesuap panjang, lalu menghembuskan dengan tenang dengan mata tertutup. Li Tian membuka matanya, mata itu memancarkan niat membunuh, acuh tak acuh, dan kepercayaannya.
“Sekarang aku sudah mendapatkan Pedang Qi Dragon Divine Heaven ini, sebaiknya aku harus membuat rencana untuk kedepannya.”
Li Tian merasakan sakit kepala untuk pertama kalinya dalam kehidupan baru ini, karena dia sudah mendapatkan pedangnya. Tentu dia harus berhati-hati, jika para bijak berkeliaran dan tahu pedang ini. Li Tian pasti akan diburu oleh banyak para dewa kuno dan iblis kuno untuk mengambil Pedang Qi Dragon Divine Heaven.
Li Tian keluar dari dalam Alam Jiwa Pikirannya dan tertidur, karena kelelahan setelah semua yang dia lalui.
……..
Di pagi cerah menyinari Kediaman Li.
Seorang pemuda berjalan, jubah hitamnya yang berkibar oleh angin, matanya memancarkan kedalaman misterius, rambut hitamnya berterbangan dengan indah, tangannya dibelakang punggung. Pemuda itu memancarkan keangkuhan, pemuda itu adalah Li Tian. Li Tian ingin keluar dan memberi makan darah untuk pedangnya.
__ADS_1
Li Tian melihat sekitar banyak tokoh,kios dan lainnya penuh dengan barang kultivasi dan suara dimana-mana, Li Tian kemudian menuju ke arah tokoh di depannya. Tokoh itu adalah Tokoh Beast Master. Seorang paruh baya melihat ada orang menghampiri tokohnya membuat dia senang.
“Adakah yang bisa kubantu Tuan?” Pria paruh baya itu tersenyum membuat orang sekitarnya merasa ramah.
“Aku ingin membeli kuda.” Li Tian acuh tak acuh, dan memberi 10 uang emas.
Pria paruh baya itu melihat uang emas di depannya membuatnya sangat senang dan bahkan senyumnya melebar membuat orang curiga dan waspada.
“Hehehe.. Tuan Muda, tunggu sebentar aku akan mengambil kuda yang terbaik.” Pria paruh baya itu mengambil uang emasnya dan menghilang.
Li Tian kemudian keluar dari tokoh dan menunggu kudanya, tak lama kemudian pria paruh baya itu muncul dengan seekor kuda di sampingnya. Li Tian tersenyum melihat kuda di depannya kuda itu memiliki otot yang kuat dan bahkan membuat orang berpikir itu akan meledak, kuda itu berwarna coklat kemerahan bahkan dengusannya terdengar bisa menghancurkan kios kecil.
“Tuan Muda ini kudanya, kuda ini adalah Kuda Api yang memiliki kekuatan besar dan kelincahan. Semoga Tuan Muda senang dengan Kuda Api ini.” Pria paruh baya itu menyerahkan Kuda Api.
Kuda Api itu melihat orang di depannya dengan mendengus, adapun Li Tian melihat Kuda Api hanya tersenyum kecil. Li Tian menembak cahaya kecil dari dahinya kearah Kuda Api itu, Kuda Api merasakan kekuatan memasuki pikirannya. Kuda Api merasakan pikirannya hampir hancur dan ketakutan. Kuda Api tertunduk ke arah pemuda di depannya. Li Tian melihat ini tersenyum dan membelai kepala kuda itu, lalu menaikinya dan mencambuk tali lalu pergi meninggalkan debu.
Pria paruh baya melihat kejadian di depannya dengan tidak percaya, melihat Kuda Api tertunduk bahkan dirinya tidak bisa dan Kuda Api itu sendiri tidak mau menaatinya. Tapi karena berkat usaha Grandmaster Beast dia bisa melihat Kuda Api tertunduk walaupun ada sedikit perlawanan.
Adapun Li Tian dia menunggangi Kuda Api dan memikirkan sesuatu dalam pikirannya, untuk berpergian ke Hutan Sungai mungkin akan membutuhkan waktu 1 hari dari segi kekuatan Kuda Api.
“Sialan kejar anak muda itu dan bunuh dia!” Seorang pria botak berbadan besar berteriak kesakitan dan mengutuk.
“Aa..Aku tidak mau mati.” Seseorang tertabrak dan terpental akibat benturan Kuda Api meratap kesedihannya dan penyesalannya menjadi bandit.
“Bajingan kejar orang itu beraninya dia membunuh saudara kita.” Semua bandit berteriak dan mengutuk dengan keras dan mengejar Kuda Api, tapi semua itu percuma mereka tidak bisa mengejar bahkan bayangannya dan hanya bisa mengutuk kehidupan orang yang menunggangi Kuda Api.
Teriakan itu terus berlanjut di sepanjang jalan menuju Hutan Sungai, adapun Li Tian dia hanya menutup matanya dan acuh tak acuh mengabaikan teriakan di belakangnya.
Li Tian kemudian berhenti karena hari sudah malam cukup berbahaya jika dia melanjutkan. Li Tian menepi dan mencari tempat perlindungan luas. Li Tian kemudian menyiapkan tenda untuk tidur setelah selesai kemudian dia mengumpulkan ranting untuk memanggang, untuk berpergian tentu dia harus menyiapkan untuk kebutuhan hidup jika tidak mungkin akan menjadi masalah.
Li Tian memanggang daging dan memakannya dengan perlahan dan memikirkan sesuatu untuk perjalanan kedepannya.
Kediaman Li.
Malam menyelimuti Kediaman Li, walaupun hari sudah gelap namun di Kediaman Li itu sangat terang. Lentera di gantung sepanjang tempat, bahkan Kota Danau Hijau juga terang dan masih banyak orang berjualan walaupun tidak seramai di siang hari.
__ADS_1
“Hahaaha.. Saudara Chen kita sudah tua sebaiknya kita harus membiarkan generasi muda menggantikan yang tua.” Suara memancarkan kebahagian dan kesedihan, dan tentu suara itu adalah suara Partiak Li.
“Hahh… Ya kita sudah tua generasi muda akan memimpin jalannya dan untuk yang tua kita hanya bisa membimbingnya menjadi lebih baik.” Partiak Chen dengan menghela nafas dan meneguk minuman.
“Juga sudah lama kita tidak mabuk seperti masa muda dan anakmu Saudara Chen sangat cantik mirip seperti ibunya, Berbahagialah Saudara Chen.” Partiak Li menepuk bahu saudaranya.
“Heng anakmu juga sama Saudara Li kau telah di berkati anak yang baik dan kuat dan juga Saudara Li anakmu dimana?” Partiak Chen menepuk juga bahu saudaranya.
Mendengar Saudaranya mencari anaknya, Partiak Li melihat sekitar. Melihat bahwa anaknya tidak ada di tempat perjamuan membuatnya marah, Partiak Li. “ Panggil Li Tian datang ke perjamuan “.
Tak lama kemudian seorang pria paruh baya muncul, Partiak Li melihat pria paruh baya di depannya adalah Li Wenjun yang mengurus keuangan menghampirinya membuat dia sedikit kerutan tapi itu dengan cepat menghilang kerutannya karena dia adalah anggota Keluarga Li.
Li Wenjun membisikkan Partiak Li, Partiak Li mendengar bisikan Li Wenjun secara bertahap membentuk kerutan dalam dan wajahnya menunjukkan gelap.
Klank!
Sebuah suara gelas pecah mendengar ini semua orang mengarahkan perhatian kepada Partiak Li, Partiak Li berdiri kemudian keluar dan berteriak.
“ LI TIAN!! “ Suara itu bergemuruh dan membuat bergetar Kediaman Li bahkan orang-orang yang berjalan mendengar suara keras berasal dari Kediaman Li.
“Bawa Li Tian!” Partiak Li merasakan amarah kemudian dia menenangkan amarahnya karena malam ini adalah perjamuan untuk Saudaranya.
Seorang pelayan tua menghampiri Partiak Li dan memberinya surat, Partiak Li membuka surat itu dan membacanya. Ayah aku ingin pergi keluar selama beberapa hari atau bahkan lebih, adapun kemana saya pergi saya menuju ke arah Hutan Sungai untuk mencari pengalaman dan juga untuk uang yang ku ambil Li Tian membutuhkannya, semoga ayah memiliki hari yang baik. Partiak Li membaca surat anaknya membuatnya menenangkan amarahnya lebih lanjut.
“Guo Ye!”
Seorang berpakaian hitam muncul di belakang Partiak Li dan menunduk.
“Pergilah ke Hutan Sungai dan lindungi Li Tian di saat hidupnya terancam.” Partiak Li mendesah.
“Baik Tuan!” Orang berpakaian hitam itu menghilang.
Acchoo!
Li Tian menggosok hidungnya, siapa yang mengutukku di malam hari ini.
__ADS_1