
Li Tian segera mengambil pedang, tetapi pada saat menyentuh ada suara lain terdengar di belakangnya.
”Aku ingin membeli pedang ini.” Seorang pemuda rambut panjang baju berwarna ungu dan di belakangnya adalah seorang pembantu yang sudah tua, siapa tahu kekuatannya seperti apa.
“Anak muda sebaiknya kamu menarik tanganmu itu, aku akan membeli pedang ini 3x lipat dari sebelumnya.” Pemuda itu berkata arogan dan angkuh.
Li Tian mendengar ini mengerutkan kening dan berbalik siapa yang menganggunya, melihat pemuda di depannya melihat dengan jijik ke arahnya. Li Tian melihat pembantu di belakang pemuda itu, kekuatannya hanya tahap Xuanyuan 5 hanya sedikit terobosan lagi dia akan masuk tahap Xuayuan 6. Adapun pemuda melihatnya jijik, Li Tian mengabaikannya, seekeor semut cepat atau lambat akan mati menyinggungnya.
“Enyahlah!” Li Tian acuh tak acuh.
Pemuda itu mengerutkan kening, dimana-mana dia selalu dihormati dan dikagumi hal tentu saja membuat sombong. Dan ini baru pertama kalinya ada seseorang menyuruhnya untuk pergi, hal ini membuat martabatnya menghilang dan membuatnya sangat marah.
“Semut beraninya kamu!” Pemuda itu meninju dengan kekuatan tahap Xuanyuan tingkat 2.
Li Tian menyipit matanya melihat serangan ini, sungguh lelucon. Li Tian mempunyai basis kultivasi tahap Xuanyuan 2 dengan lawan sejajar dengannya hanya satu kata mati, Li Tian memukul seperti pedang menusuk. Aura yang dibawa membawa kematian menuju sungai kuning.
Bang!!
Pria berbaju ungu itu terpental dan menabrak dinding lalu meludahkan seteguk darah. Pelayan yang selalu di samping Pria itu terkejut dan segera bangun lalu bergegas ke Tuan Mudanya.
“Tuan Muda Feng Yu!” Pelayan itu melihat kondisi Tuan Mudanya yang buruk, lalu memberinya pill untuk memulihkan cederanya.
Setelah menerima pill penyembuhan, Feng Yu melihat pemuda di depannya melihat dengan jijik seperti seekor semut. Melihat ini Feng Yu sangat marah.
“Tua Shen bunuh dia untukku sekarang juga!” Feng Yung berteriak dengan kejam. Pelayan Tua itu berdiri dan melihat pemuda di depannya, bocah jangan salahkan aku salahkan dirimu karena meyinggung Tuan Muda.
Pelayan Tua itu mengangkat tangannya pada saat itu kekuatan Xuan terbentuk sebuah pedang dari butiran cahaya kecil, lalu mengarahkan ke arah Li Tian.
Li Tian melihat serangan ini menuju kepadanya membuat dia sekali lagi tertawa lelucon dalam hatinya, trik kecil seperti ini. Li Tian dengan hentakan kakinya pedang xuan yang hampir mengenainya berhenti.
Akan kuhancurkan!
Bam!
Walaupun Li Tian sekarang memiliki kekuatan hanya tahap Xuanyuan 2, tetapi dengan pengalaman yang dia miliki jauh melebihi orang di Benua YuanCloud dan kekuatan jiwa masih tetap sama seperti tingkat kehidupan sebelumnya Jiwa Pedang Kaisar. Siapa Li Tian dia adalah Kaisar Pedang, bahkan seorang kaisar dari sebuah negara harus hormat terhadapnya.
“Karena kamu sudah bergerak maka giliranku sekarang!” Li Tian acuh tak acuh, maju depan cepat dan mengarahkan pukulan ke arah pelayan tua.
Baak! Buk! Buuk! Baak! Bak!
Bang!!
Setiap pukulan Li Tian mengenai titik kelemahan pelayan tua itu, adapun pelayan tua itu dia tersambar petir. Serangan yang di lancarkan Li Tian membuat dia merasakan seperti dihantam palu besar ke tubuhnya, hal ini membuat gerakannya kaku dan tidak bisa membalas pukulan Li Tian.
__ADS_1
Banngg!!
Pelayan Tua itu ikut terpental dan menabrak dinding seperti Tuan Mudanya dan meludahkan seteguk darah, Li Tian memukul dadanya terlalu keras membuat tubuhnya terluka cukup parah.
Feng Yu melihat pelayan tua terluka cukup parah bahkan dengan basis tahap Xuanyuan puncak 5 masih tetap kalah, tidak pernah dipikirkan bahwa ada seseorang bisa mengalahkan tahap Xuanyuan puncak 5 dengan tingkat kultivasi Xuanyuan 2. Pada saat Partiak Feng memberi pelayan tingkat Xuanyuan puncak 5 tidak pernah terpikirkan bahwa keesokan harinya dia di dihormati dan dikagumi namun sekarang dia melihat dia dan pelayan tua di kalahkan oleh orang di depannya yang berumur 14-15 tahun.
Hal ini membuat Feng Yu ketakutan dan untuk pertama kalinya dia merasakan keputusaan dalah hidupnya ini.
“Apa kamu tahu siapa aku? Jika kamu membunuhku ayahku akan membunuhmu!” Feng Yu ketakutan dan putus asa.
“Berisik”
Bang!
Li Tian menendang Feng Yu, ‘Hmph’ pada akhirnya semut tetaplah semut. Li Tian segera mengalihkan pandangan ke arah pelayan tua itu, merasakan pandangan mengarahnya segera membuat dia bergidik. Dia tahu bahwa pemuda di depannya sangat mengerikan bahkan dia juga tahu kelemahanku walaupun tingkatnya hanya tahap Xuanyuan 2 tapi memberikan perasaan bahwa jika dia melawannya lagi dia pasti akan mati.
Pelayan tua itu melihat Tuan Mudanya pingsan akibat tendangan, segera lari membawa Tuan Mudanya dan keluar dari tempat ini. Adapun masalah ini dia akan melaporkan kepada Partiak.
Li Tian melihat kedua orang lari dengan acuh tak acuh setelah itu berbalik dan mengambil Pedangnya. Li Tian melihat pedang dalam genggamannya siapa tahu bagaimana ekspresi para bijak dewa kuno dan iblis kuno bahwa pedang yang di takuti akan kembali muncul.
Chen Lin Xuan melihat pertarungan di samping terkejut, tidak pernah terpikirkan bahwa Li Tian di depannya sangat kuat yang selalu dia permainkan. Mengalahkan tahap Xuanyuan puncak 5 hanya dengan tingkat kultivasi Xuanyuan 2. Bahkan jika itu jenius klan-klannya tidak bisa melawan dan melawannya hanya mati, karena sungguh perbedaan jauh tingkat Xuanyuan 2 dan tingkat Xuanyuan puncak 5.
“Ba-bagaimana kamu melawannya? Kamu bisa mati!” Chen Lin Xuan terbata-bata untuk pertama kalinya, jika terjadi sesuatu dia mungkin yang akan di salahkan atas kejadian.
Chen Lin Xuan mendengar ini memutar matanya, lalu dia melihat pedang yang diambil oleh Li Tian membuat dia penasaran.
“Pedang apa yang kamu ambil? Bukankah itu sudah usang dan retak.” Chen Lin Xuan bertanya dengan penasaran.
“Pedang ini adalah Pedang Qi Dragon Divine Heaven, pedang melahap segala kekuatan dengan membunuh.” Li Tian menjawab dengan lembut dan membelai dengan lemah.
“Baiklah, ayo kita kembali.” Li Tian menjawab dengan tergesa-gesa.
Li Tian pergi diikuti Chen Lin Xuan di belakangnya yang sedang memikirkan sesuatu, adapun pria berbaju merah itu menjadi patung. Kejadian di depannya benar-benar diluar pikirannya.
…..
Kediaman Li.
Li Tian yang telah kembali dari Pavilion Sun Sky benar-benar tidak percaya dirinya akan mendapatkan senjata tabu para dewa kuno dan iblis kuno, Li Tian merasakan jantungnya berdebar-debar dan tidak sabar menginteregasi dirinya dan pedang ini.
Huft! Huft!
“Sebaiknya aku harus mengedalikan diriku, godaan ini terlalu besar. Kekuatan besar akan membawa tanggung jawab besar, jika orang lain tahu pedang ini maka itu akan membawa malapetaka bagi Keluargaku.” Li Tian bergumam. Li Tian melihat pedang di depannya dengan rumit, apapun itu malapetaka, aku akan menghancurkannya. Li Tian dengan tegas dan matanya memancarkan sinar cemerlang seperti dia telah dirasuki.
__ADS_1
Li Tian menusuk jari telunjuknya lalu mengulurkan tangannya ke Pedang Hitam dan membiarkan darahnya terjatuh.
Hong! Hong!
Li Tian merasakan pikirannya meledak seperti dia ditusuk ribuan tombak kearahnya, tubuhnya juga merasa lemah karena aura menindas dari Pedang hitam yang dikeluarkan. Li Tian segera meditasi untuk mengkondisikan kekuatan yang datang dari Pedang hitam, segera Li Tian masuk ke Alam Jiwa pikirannya. Li Tian melihat jiwanya diserang oleh aura hitam dan ingin menghancurkannya. Li Tian meluncurkan serangannya.
Fist Broken Ancient Ape!
Bang!
Pukulan itu melenyapkan aura hitam menjadi debu, tak lama kemudian aura hitam itu muncul kembali dan menyerang Li Tian. Li Tian melihat aura hitam terbentuk lagi dan menyerangnya langsung.
Telapak Penghacur Bumi!
Hong!
‘Siapa yang menggangguku!’
Suara itu menggelegar di benak Li Tian dan membuat dia merasa sakit kepala, Li Tian merasa dirinya hancur berkeping mendengar suaranya saja. Sebuah banyangan terbentuk dari aura hitam, membentuk seorang Kakek Tua. Bayangan Kakek Tua itu melihat sekitar dan melihat seorang bocah menatapnya dengan mata seperti dia tahu akan terjadi seperti ini.
“Bocah apa kamu yang membangunkanku?” Bayangan Kakek Tua menyipitkan matanya.
Li Tian melihat kejadian di depannya, sepertinya dia tak sengaja membangunkan kesadaran ilahi dalam pedang hitam.
“Ya! Aku yang membangunkanmu.” Li Tian dengan acuh tak acuh, melihat situasi di hadapannya membuat dia waspada.
“Apa kamu tahu siapa aku?” Suara Kakek Tua itu menggelegar di benak Li Tian lagi, ini membuat Li Tian tidak bisa berkutik dan hanya bisa menerima perasaan menyakitkan dalam pikirannya.
“Tentu kamu adalah Jiwa dari Pedang hitam, Pedang Qi Dragon Divine Heaven.” Li Tian dengan berbicara lambat dan waspada terhadapnya.
Kakek Tua itu menyipitkan matanya lebih dalam melihat bocah ini, setelah melihat lebih dalam dia tetap tidak bisa melihat bocah ini. Seakan bocah ini berbeda dengan bocah kecil lainnya, bahkan aura yang dipancarkan berbeda apalagi dia juga tahu nama pedang ini.
Bahkan pakar kuno hanya sedikit tahu tentang Pedang Hitam yaitu Pedang Qi Dragon Divine Heaven, karena keberadaan yang tabu membuat pakar kuno tinggi mengubur sejarah dan nama pedang hitam.
Menghilang seakan dunia tidak pernah menyebutkan tidak ada senjata pedang hitam di masa lalu kelam, namun bocah ini tahu nama Pedang hitam tanpa sedikit keraguan.
“Bocah aku tidak tahu siapa kamu, tapi kamu harus tahu keberadaan senjata ini. Jika para kuno mengetahui senjata itu hidup kembali, mereka pasti akan menghancurkan kamu dari dunia."
“Dan juga aku tidak tahu bagaimana kamu menyembunyikan takdirmu, bahkan aku sendiri tidak bisa melihat masa depanmu.”
Kakek Tua merasa aneh melihat bocah di depannya, bahkan dirinya tidak bisa melihatnya dengan kebijaksanaan yang di peroleh selama tak terhitung waktu era.
“Menarik!”
__ADS_1