
Chapter 21 : Menarik keluar Raja Kera
“Mari kita mulai!.”
Guo Ye berjalan dan memasuki pintu gua, setelah dia memasuki gua. Segera kegelapan menyelimuti lorong, dan itu hanyalah kegelapan. Guo Ye bisa melihat dalam gelap, karena dia memiliki kekuatan Realm Xuanyuan Violet, sehingga dia bisa fokuskan kekuatan pada matanya. Walaupun gelap, tidak apa jika bisa di lihat.
Tak jauh dari lorong gelap, muncul cahaya sedikit dari depannya. Guo Ye tanpa berpikir panjang berjalan cepat menuju cahaya itu. Misinya adalah menarik perhantian dan membeli waktu untuk Tuan Mudanya. Cahaya semakin dekat, dia berjalan menjadi cepat. Segera dunia diterangi cahaya putih. Guo Ye melihat sekawanan monyet yang dia lihat pada pertempuran Tuan Mudanya.
Awooo!
Suara keras terdengar, mendengar suara ini Guo Ye menyipit matanya memandang kejauhan. Tubuh besar dengan kelap-kelip emas, giginya panjang yang tajam, otot dalam pergelangan tangannya seperti bisa meledak kapan saja, bulunya yang bersinar itu menerangi gua menjadi emas. Dia adalah Raja Kera.
Aooo! Awooo!
Monyet kecil berteriak pada Raja Kera begitu juga yang lainya, dengan melompat. Raja Kera melirik monyet kecil hanya mendengus. Tangan besar datang ke arah monyet kecil, angin seperti kertas membuat siulan tajam.
Menampar!.
Bang!
Tubuh monyet kecil menjadi remuk di tangan besar Raja Kera, seperti dia menampar lalat kecil mengganggunya. Raja Kera membanting kedua tangannya pada tanah, menghancurkan.
Awoooo!
Dengan teriakan Raja Kera suasana menjadi mencekam, keheningan menyelimuti dalam gua. Banyak monyet kecil diam dan ketakutan menggigil dalam seluruh tubuh mereka. Raja Kera telah menghabisi bawahannya layaknya kubis, di dalam kebun belakang.
__ADS_1
Raja Kera mengulur tanganya dengan sebuah wadah mangkuk, lalu mengambil air pada kolam, menenggaknya, ekpresinya menjadi berubah gembira. Aroma dari Anggur Monyet membuat banyak sekawan monyet kecil meneteskan air liur mereka. Tapi tidak ada dari mereka yang mengambil Anggur Monyet di tangan Raja Kera, mengambil Anggur Monyet mereka akan langsung lenyap dari dunia.
Guo Ye yang melihat ini dari jauh, juga meneteskan air liur. Aroma Anggur Monyet tak tertahankan baginya seorang cultivator.
“Mencium baunya saja membuat orang mabuk dan harum.”
Guo Ye menekan iblis batin nafsunya terhadap Anggur Monyet. Tidak sekarang waktunya, aku harus menarik perhatian Raja Kera. Dia menarik napas dengan dalam.
Dia menarik kekuatan dan memunculkan bayangan pedang dalam kehampaan, bayangan pedang kekuatan itu di hasilkan dari Kekuatan Energi Xuan. Bahkan jika itu sebuah bayangan pedang, tapi itu memiliki kekuatan Realm Xuanyuan Violet sehingga bayangan pedang hampir seperti pedang asli dunia nyata.
Menembak!
Bayangan pedang terbang ke arah Raja Kera yang sedang mabuk. Raja Kera yang sedang mabuk merasakan serangan datang ke arahnya, dengan naluri binatang buas. Raja Kera tersadar. Bayangan pedang menancap pada tubuh bersinar ke-emasan, menodai warna emas menjadi gelap merah.
Raja Kera membuka matanya dan melotot, tubuhnya yang selalu dia jaga dengan baik. Kini di nodai dengan kotor, apalagi itu diserang dalam serangan menyelinap yang dalam keadaan mabuk. Marah, Raja Kera berdiri dan melihat siapa yang menyerangnya.
Serangan!
Bayangan pedang xuan terbang lagi ke arah Raja Kera. Tentu saja kali ini dia tidak dalam keadaan mabuk. Raja Kera menghempaskan dengan tangannya, angin berkecamuk menghampiri Guo Ye.
Bam!
Batuan kecil terbang dimana-mana. Sosok jubah hitam terungkap, Raja Kera melihat ini menderu marah memukul dadanya dan berlari.
Guo Ye melihat Raja Kera terpancing mengejarnya, dia berlari keluar.
__ADS_1
Bang! Bang!
Jalan yang di lewati Raja Kera menjadi hancur, batuan kecil berterbangan. Kamu tahu tak banyak orang mau memainkan amarah Raja Kera, amukan Raja Kera bisa-bisa menghancurkan segalanya. Tetapi tidak dengan penyergapan, namun kali ini Guo Ye tidak memiliki kekuatan atau bawahan untuk menyergap Raja Kera. Dia di perintah untuk menahan serangan Raja Kera, orang bisa tahu bagaimana nasib sial Guo Ye melawan Raja Kera.
Guo Ye juga terus menembak bayangan pedang dengan menyalurkan kekuatan xuan di sekelilingnya lalu menembak ke arah Raja Kera, agar dia terpancing. Sebenarnya Raja Kera sudah terpancing, tapi dia takut Raja Kera akan berbalik, sehingga dia terus menembak dengan waktu yang tepat.
Mengeluarkan kekuatan xuan juga menguras pasokan energy pada tubuhnya, dia tidak bisa terus menerus membentuk dan menembak sesuka hatinya. Apalagi dia masih belum melawan Raja Kera.
Awooo! Bang! Bang!
Raja Kera menghempas batuan di dekatnya mengarah pada Guo Ye. Guo Ye melihat Raja Kera melempar batu dengan ukuran sedang kepadanya, segera dia mempercepat kakinya, karena di depannya tidak jauh dari luar.
Bang!!
Debu keluar dari arah gua. Sosok manusia hitam terungkap begitu juga Raja Kera mengikuti dari belakang.
Dua sosok saling memandang. Satu manusia, satu binatang buas. Manusia itu memakai tudung jubah hitam, yaitu Guo Ye. Sedangkan yang lain binatang dengan tubuh bulu emasnya, yaitu Raja Kera.
Tak Jauh dari kedua orang itu. Li Tian muncul di dekat pintu gua, dia mengacungkan jempol pada Guo Ye.
Guo Ye melihat Tuan Mudanya mengacungkan jempol ke arahnya. Mata Guo Ye berkedut.
Li Tian langsung masuk, karena Raja Kera terpancing keluar. Sisanya semua diserahkan kepada Guo Ye, membelikan waktu untuk mengambil.
“Anggur Monyet.”
__ADS_1