
Chapter 22 : Menghilangkan Sekawanan Monyet
Jalan panjang yang gelap, memiliki suasana berbeda. Seperti mereka tanpa disadari di telan oleh kegelapan. Terdengar suara kaki lembut, suara langkah kaki tidak begitu terdengar. Tapi jika orang mendengar lebih dekat, ada suara langkah kaki layaknya air menetes pada laut.
Li Tian melihat cahaya di depannya, kemudian mengerahkan kekuatannya semaksimal mungkin. Karena Guo Ye tidak bisa membelikan waktu banyak, jadi dia harus dengan cepat menyelesaikannya.
Setelah sampai gua itu sedikit besar, dan keterangan redup bisa di lihat dari bebatuan. Li Tian mencium bau Anggur Monyet dekat dengannya, dia kemudian bergegas dan mengikuti aroma bau Anggur Monyet. Tak jauh darinya, terlihat kolam kecil sedikit besar tak jauh darinya.
Tapi dia berhenti, karena di area sekitar kolam Anggur Monyet terdapat banyak sekawanan monyet berkumpul memandang kolam di depan mereka dengan air liur menetes kebawah.
Li Tian mengambil batu kecil dan melempar secara acak mengenai kepala salah satu monyet.
Aooo! Aoo!
Monyet itu mencari siapa yang melempar batu mengarah kepalanya, monyet kecil kemudian melihat manusia tersenyum.
Aooo!
__ADS_1
Monyet itu berlari menuju Li Tian untuk menyerang, namun sebelum mengenainya sebuah pedang menebas dengan cepat mengarahnya.
Swoosh!
Kepala monyet terbang ke atas, menunjukkan ekspresi tidak tahu. Kepala itu jatuh ke tanah, dan suara kepala jatuh itu menarik perhatian sekawan monyet. Melirik suara berasal, sekawanan monyet melihat kepala teman mereka jatuh pada tanah, membasahi tanah dengan darahnya.
Awooo! Aoo! Aoo!
Sekawanan monyet mulai berteriak, lalu mereka melihat manusia juga di depan mereka. Segera mereka menyerang manusia itu dan mengelilinginya.
Salah satu monyet maju dan menyerang Li Tian dengan ganas, ingin mencabik tubuh Li Tian dan memakannya. Tapi sebelum mengenainya muncul pedang menusuk mengenai dadanya.
Aooo!
Dengan cepat Monyet itu jatuh dan bergabung dengan teman satunya pertama. Banyak monyet satu teman mereka lagi jatuh, mereka menyerang secara bersamaan.
Li Tian melihat adegan ini hanya tersenyum, layaknya pemandangan ini hanyalah rumput yang mudah di tebas.
__ADS_1
Shinng!
Suara siulan angin pedang menyerang sekawanan monyet sekaligus, dimana Li Tian lewat disitu siulan dan pedang datang. Para monyet terus mengejar bayangan Li Tian, serangan mereka tidak mengenai sedikitpun benda pada tubuh Li Tian. Seperti serangan mereka menembus ketiadaan, hanya ruang kosong.
Li Tian menyerang dengan cepat, dia tidak mempunyai waktu banyak. Dan juga kekuatannya tidak sebanding 1% kehidupannya dulu. Jika dia melawan Raja Kera hidupnya mudah menghilang.
Tubuh para monyet jatuh berserakan, suara tebasan dan teriakan terdengar dalam gua. Sekawanan monyet terus menyerang bahkan jika mereka tidak bisa melawannya, mereka tetap melawannya. Karena di belakang mereka adalah tempat suci bagi para monyet, dan tempat terlarang yang hanya bisa dimasuki oleh Raja Kera.
Karena itu mereka menyerang dan mengelilinginya sekali lagi, tapi usaha itu sia-sia. Tubuh mereka di tebas oleh pedang yang mereka tidak bisa melihat tebasan pedang itu, tebasan pedang itu sangat cepat bahkan dengan mata telanjang mereka dengan melotot, mereka masih tidak bisa melihat lintasan pedang.
Lamanya waktu berlalu di dalam gua. Li Tian akhirnya membasmi semua sekawanan monyet tanpa tersisa. Pemandangan ini layaknya pemandangan mengerikan bagi orang lewat melihatnya. Tumpukan mayat menjadi gunung, darah keluar mengalir dari tubuh ke tubuh.
Dia berjalan menuju kolam Anggur Monyet, bagaimanapun juga Anggur Monyet ini sangat berharga baginya. Dengan anggur monyet ini dia bisa dengan menaikkan kekuatannya berkali lipat, tetapi dia harus bersabar. Karena luka pada Dantiannya dia tidak bisa meminum Anggur Monyet dengan mudah.
Jika dia meminum banyak itu hanya membuang limbah, membuang banyak sumber daya surgawi.
Setelah tiba dekat dengan kolam Anggur Monyet, dia memandang kolam Anggur Monyet. Air yang keunguan pekat, tapi itu bersinar layaknya berlian, bau-nya yang harum mengundang banyak cultivator merasakan surga duniawi. Li Tian juga sedikit ingin meminum Anggur Monyet ini di depannya. Tapi dia membuang pikirannya karena dia tidak memiliki banyak waktu di dalam gua, atau dia sendiri tidak memiliki waktu untuk menikmatinya.
__ADS_1