
Chapter 23: Pohon dan Buah Misterius
Li Tian mengambil kendi yang berisi air di cincin spasialnya, lalu membuang semua isi air dalam kendi. Kemudian dia mengambil semua Anggur Monyet, tidak menyisakan sedikit tetesan kecil.
Huft!
Dia membuang napas legah, mengambil Anggur Monyet cukup sedikit waktu. Waktu sedikit itu sangat berharga, karena dia sendiri sedang berada di dalam sarang musuh besar. Li Tian bahkan merasa cemas, siapa tahu Raja Kera masuk ke dalam gua. Mengabaikan Guo Ye. Seseorang bisa tahu apa yang terjadi jika Raja Kera memasuki guanya, bisa-bisa menghancurkan segalanya karena melihat kolam Anggur Monyetnya telah habis menghilang entah kemana.
Li Tian juga melihat di sekelilingnya, dia melihat pohon aneh tumbuh dalam gua. Pohon itu cukup besar bagi seukuran gua, dan yang lebih mengejutkan lagi terdapat buah yang tergantung di pohon itu.
*Meneguk udara*
Li Tian terkejut melihat ada buah di dalam gua, tidak semua pohon bisa tumbuh dalam gua gelap ini, menghasilkan buah. Yang tidak terkena dalam sinar matahari, yang hanya ada kegelapan menyelimuti semuanya. Dia mendekat memandang buah, meskipun dia melihat buah di depannya ini. Dia masih tidak mengenali buah apa ini?.
“Cukup Misterius.” Suara kecil Li Tian.
__ADS_1
Dia memetik buah dengan cepat lalu memasukkan ke dalam cincin spasialnya, dia juga mengambil tiganya buah yang sama. Memadang pohon ini. Li Tian menyipit matanya, tetapi dia masih tidak bisa melihat informasi tentang pohon ini.
“Mungkin di masa depan, aku akan kembali lagi kesini dan mencari banyak informasi.”
Sekali lagi dia melihat sekelilingnya lagi, mencari sesuatu yang berharga. Li Tian sudah melirik semua tempat, dan tidak ada yang berharga atau bisa dikatakan kosong.
Tidak berpikir terlalu banyak Li Tian berlari cepat keluar dari gua, dan sekali lagi dia memandang pohon misterius itu untuk mengecap dalam ingatannya.
Awoo! Aooo!
Raja Kera mengambil batu besar, otot pada lengannya bisa dilihat ingin meledak. Raja Kera melirik bintik hitam, yaitu Guo Ye. dia melemparnya dengan keras, seperti rudal roket menembak dengan kecepatannya super cepat.
Guo Ye memandang Raja Kera besar ini, dengan dingin. Tapi segera kedinginan itu di gantikan ketakutan membuat dia lari dan melompat sekuat tenaga ke samping, dia melihat batu besar dengan kecepatan cepat mendekat ke arahnya.
BANG !!
__ADS_1
Tempat pepohonan yang dulunya lebat, di gantikan tempat bersinggahnya batu besar.
“Sialan! Binatang terkutuk ini menembak batu besar” Guo Ye mengutuk Raja Kera, dia cukup lelah melawan binatang tak waras ini. Kekuatannya hampir habis, tak lama dia tidak bisa menahan serangan atau membeli waktu untuk Tuan Mudanya. Meskipun begitu dia tetap gigih, dia adalah Bawahan terpercaya Klan Li. Dia tidak akan meninggalkan Tuan Mudanya, hidupnya milik Klan Li.
“Tuan Muda apa kamu sudah selesai? Aku tidak memiliki kekuatan terlalu banyak untuk menahan binatang gila ini.” Guo Ye berteriak kencang, dia tahu suaranya sendiri tidak akan sampai pada gua gelap itu. Dia sendiri sudah masuk ke dalam gua, dan tahu betapa panjangnya jalan gua itu.
Dia hanya berteriak untuk melampiskan frustasinya saja, melawan Raja Kera membuatnya hampir mati seketika. Awalnya dia memiliki kepercayaan diri begitu melihat Raja Kera gila, yang hanya menghancurkan sana-sini. Dia mulai maju dan mengerahkan seluruh kekuatannya pada pukulannya ini, tapi siapa tahu Raja Kera juga membalas serangan Guo Ye. Pukulan Raja Kera bersinar emas seperti Tuan Mudanya yang bertarung melawan orang sesat. Walau begitu dia tetap melancarkan serangannya, dan pada saat dia beradu dengan Raja Kera.
BAM !!
Suara menggelegar menggema, dari aduan tersebut. Tubuh Guo Ye terbang atau terlempar cepat dengan kejam menghantam tanah, yang sehingga membuat tanah menjadi hancur. Aduan itu membuat tubuh Guo Ye menjadi mati rasa, organ dalamnya seperti hancur meledak. Akibat dia tidak menahan serangan gelombang dari aduan itu, dia membuang seteguk darah. Tangannya juga sedikit patah atau retak. Fisik Raja Kera sangat menakutkan yang tidak bisa dibandingkan dengan fisik manusia.
Hal Ini membuat dia sedikit menyesal tentang keputusan melawan Raja Kera secara berhadapan langsung. Dia hampir mati, dan hampir di kirim ke Sungai Kuning.
Guo Ye masih tidak ingin mati dengan cepat, dia masih memiliki pertumbuhan untuk menaikkan kekuatannya. Dia ingin melihat kejayaan Klan Li yang akan di bawa Tuan Mudanya, Li Tian.
__ADS_1