
“Wow! Lihat ini adalah mayat Harimau Taring dan Ular Kayu, Heheh... Bocah kamu pasti mengambil untuk dirimu. Sebaiknya kamu mengeluarkanya mungkin kami akan meluangkan hidupmu bocah.” Salah satu dari orang menunjuk mayat dan tersenyum mengejek.
“Hahaha… Benar Bocah sebaiknya kamu mengeluarkan, mungkin kami akan meluangkan hidup kamu bocah.” Feng Hao tersenyum sinis dan mencemoh.
Semua orang memandang Li Tian dengan pandangan menghina,mengejek. Li Tian mengerutkan kening lalu kembali normal kemudian menghela nafas. Pada akhirnya aku harus melawan mereka.
“Jangan berharap kamu mengambilnya, jika kamu ingin mengambilnya kamu bisa mengambilnya sendiri.” Li Tian mengejek.
Semua orang tertegun mendengar ini, mereka pikir Li Tian ketakutan dan memberi cincin spasial dengan bodoh. Tapi tak pernah terpikirkan bahwa bocah di depan mereka jauh lebih bodoh dari apa yang mereka bayangkan. Bahkan bocah itu mengejek mereka. Ekspresi jelek terpampang di wajah mereka masing-masing.
Kematian!
“Bocah awalnya kami berbelas kasihan karena kamu tersesat di Hutan Sungai Dalam, tapi karena kamu tidak tahu arti hidup, maka mati!” Pria kekar itu menghina dan mencibir pada bocah, lalu mengarahkan tinjunya ke arah bocah di depannya dengan ganas.
Pukulan itu sengit bahkan udara menyelimuti tangan Pria kekar itu. Semua orang tertawa melihat pandangan ini mengejek akan perilaku bodohnya dan menghina.
Li Tian dengan tenang melihat serangan menghampirinya. Jika itu orang lain mungkin orang itu akan basah celana dan mati akan kemalangannya. Li Tian maju dan menggeser tubuhnya kesamping sedikit lalu mengulurkan tangan kirinya. Pria kekar itu mencemoh melihat tindakannya, Hahaha.. Biarkan aku menghancurkan menjadi pastah daging.
Tangan Li Tian mendekat berhadapan dengan tangan Pria Kekar kemudian dia dengan cepat gerakan tangan melingkar dan menahan ke atas lalu menekan titik Nei Guan. Pria kekar itu terkejut lalu tubuhnya tiba-tiba menjadi lemah dan kekuatannya terkikis menghilang. Pukulan sengit itu digantikan menjadi tangannya melintir.
Li Tian mengeluarkan pedang putih dari cincin spasialnya lalu menusuk leher menuju ke otak. Pria kekar itu ingin berteriak kesakitan namun tidak ada suara, Pria kekar hanya bisa berteriak di dalam kepalanya.
Merasakan angin dingin menusuk lehernya. Pria kekar itu meringis ketakutan melihat sebuah pedang putih menuju ke arahnya dengan cepat tanpa ragu-ragu. Adapun ekspresi Li Tian hanya memasang niat membunuh dingin seolah dia membunuh ayam liar.
__ADS_1
Mati!
*Tusuk*
Pria kekar merasakan ketakutan yang belum pernah dia rasakan, yah itu perasaan kematian. Tanpa di duga kematian akan dengan cepat menghampirinya, apalagi itu mati di bawah tangan bocah. Penyesalan karena dirinya terlalu impulsif bahkan dirinya tidak bisa menikmati akan duniawi ini, namun itu semua sudah berlalu bagaimanapun dia sudah mati.
Semua orang masih tertawa terbahak-bahak, bagaimana mungkin seorang bocah bisa menahan pukulan sengit itu dengan kekuatan tahap Kultivasi 6. Mereka menantikan adegan penghancuran daging pastah.
“Sigh! Mati dengan kebodohan gila…” Salah satu orang menggeleng kepalanya.
“Heng dia hanya seorang bocah idiot, berpikir dirinya terlalu tinggi karena terlalu lama dalam kehidupan mewah, namun tak pernah terpikirkan bahwa dirinya hanyalah seekor semut.” Salah satu kelompok mencemoh.
“Haahaa.. Bai Zhe sebaiknya kamu tidak menghancurkannya terlalu kejam dan juga jangan menghancurkan cincin spasialnya.” Feng Hao.
Mendengar cincin spasial membuat semua orang dengan tampilan serakah, mungkin mereka menemukan sesuatu yang berharga untuk menaikkan basis kultivasi mereka.
Merasakan keanehan mereka tidak mendengar penghacuran daging pastah.
Semua orang melihat tubuh Bai Zhe terdiam. Mereka hanya bisa melihat punggung Bai Zhe dan tidak tahu proses pembunuhan diam.
“Bai Zhe!” Feng Hao berteriak.
Melihat Bai Zhe terdiam dan tidak menanggapinya. Feng Hao mendekat.
__ADS_1
Bang!
Tiba-tiba tubuh Bai Zhe terbang ke arah Feng Hao. Feng Hao yang tidak tahu situasi tidak bisa merespon dan hanya bisa melihat tubuh Bai Zhe terbang ke arahnya seperti Meriam.
Buuk!
Suara hantaman keras terdengar beserta suara jeritan. Feng Hao terpental oleh hantaman tubuh Bai Zhe yang kekar lalu berguling di tanah. Wajah Feng Hao terlihat pucat dan penuh kotor berantakan. Membuat semua orang tertegun.
“Bai Zhe! Apa yang terjadi denganmu…” Feng Hao berdiri dan berteriak mengamuk.
Namun saat Feng Hao melihat Bai Zhe di depannya menjadi mayat mati. Matanya penuh ketakutan dan penyesalan, darah menetes dari leher. Kematian yang sangat menyedihkan.
Tubuh Feng Hao merinding kemudian digantikan menjadi amarah besar.
"BAI ZHE!"
“HABISI BOCAH SIALAN ITU!!”
Feng Hao berteriak keras. Semua orang memakai wajah dingin, kemudian melihat bahwa bocah itu sudah menghilang dengan cepat tanpa diketahui semua orang. semua orang mengambil tindakan cepat berlari mengambil pengejaran untuk membunuh bocah.
Li Tian menendang tubuh Bai Zhe dengan keras ke arah Feng Hao. Melihat semua orang memandang Feng Hao berguling di tanah. Li Tian dengan cepat kabur dan masuk ke pepohonan Hutan Sungai.
Li Tian berlari dengan cepat kemudian menancap kakinya dalam pohon dan terus berlari di atas batang pohon tanpa memandang belakang.
__ADS_1
Swoosh!
Sebuah panah melesat kearah Li Tian dengan dua arah. Melihat serangan anak panah mendekati, dia mengeluarkan pedang putih lalu menebas anak panah dengan mudah dan menyimpan pedang putih lalu berlari dengan kencang.