
Dimana hujan turun langit membasahi bumi di tanah, banyak orang berjualan/pejalan kaki pergi ke Restoran Makanan dimana semua orang menunggu hujan turun selesai. Restoran Makanan itu sangat ramai, semua orang berbicara dengan kesibukan mereka sendiri.
“Apa kamu dengar bahwa Partiak Chen dan Putrinya datang ke Kediaman Partiak Li sekarang ini.”
“Dari mana kamu mendengarnya?”
“Penjaga gerbang yang memberitahuku, karena aku mempunyai teman di penjaga gerbang jadi aku mengetahui hal ini dengan tidak sengaja dan berita ini juga menyebar di Kota Danau Hijau.”
“Menurutmu kenapa Partiak Chen dan Putrinya datang ke Kediaman Partiak Li, bahkan hari ini cuacanya buruk.”
“Tentu saja, Tuan Partiak Chen dan Putrinya datang ke Kediaman Partiak Li untuk pertunangan. Konon di saat Partiak Chen dan Partiak Li masih muda mereka adalah saudara perjuangan, Lalu Partiak Chen dan Partiak Li membuat keputusan bahwa jika di antara mereka mempunyai anak laki-laki dan perempuan maka keduanya akan menjalin pertunangan dan jika kedua memilki anak masing-masing perempuan maka mereka akan menjadi saudara perjuangan begitu pun sebaliknya.”
“Ohhh aku baru tahu tentang ini, pantas saja aku melihat orang-orang dari Kediaman Li semuanya menyiapkan sesuatu yang besar.”
“Tentu saja banyak semua orang tahu tentang ini, dan menjadi bahan topik panas di bicarakan.”
…………..
Kediamam Keluarga Li.
Semua pelayan sibuk menyiapkan penyambutan atas kedatangan Partiak Chen datang ke Kediaman Li.
Seorang Pria paruh baya berjalan melihat dekorasi penyambutan dan mengangguk, semua orang melihat Pria paruh baya ini dengan tertunduk dan menyambut.
“Partiak Li!”
“Bagus!, jika kalian merasa lelah kalian bisa beristirahat dulu.” Kata Partiak Li, lalu berbalik masuk ke dalam.
“Fuihh! Partiak Li sungguh baik dan kuat, aku merasakan tekanan yang kuat datang dari Partiak Li.”
“Tentu saja Partiak Li adalah orang yang terkuat di Kota Danau Hijau, dan bahkan membawa Klan Li menjadi Klan No.1 di Kota Danau Hijau.”
“Lebih baik kita selesaikan pekerjaan kita dengan cepat!”
Waktu dengan cepat berlalu, seekor kuda putih berlari dengan membawa gerbong merah yang indah, melihat ini banyak orang berpikir dengan mendalam. Melihat kuda itu membawanya menuju Kediaman Li, orang yang didalam gerbong merah itu pasti adalah Partiak Chen dan Putrinya.
Kediaman Li.
Partiak Li mendengar bahwa saudaranya telah tiba di Kota Danau Hijau dan akan segera tiba ke Kediaman Li-nya, Partiak Li dan semua tetua keluar di depan dan menyambut kedatangan saudaranya.
Tak lama kemudian muncul kuda putih membawa gerbong merah, dan menuju ke arah Partiak Li. Orang yang mengendarai kuda putih itu berbisik ke gerbong merah dan membuka pintu gerbongnya.
Pintu gerbong merah terbuka, seorang pria paruh baya muncul di ikuti wanita muda cantik, rambut hitam menawan berkibar sedikit, wajah cantik nan putih, mata hitam yang memancarkan pesona wanita elegan, tubuhnya melengkung seperti surga memahat tubuhnya dengan hati-hati, bagian bawahnya memancarkan godaan sendiri,kaki yang panjang nan putih. Inilah Putri Partiak Chen.
“Hahahaaa..!! Saudara akhirnya kau tiba di Kediaman Li dengan selamat.” Partiak Li tertawa terbahak-bahak dan juga senang.
“Haaha..! Sudah lama Saudara Li kita tidak bertemu selama beberapa tahun.” Partiak Chen atau bisa disebut Kepala Keluarga Chen, Partiak Chen tertawa bahak-bahak juga dan berpelukan sebentar dengan Partiak Li.
“Saudara Li lihat siapa yang aku bawa!” Partiak Chen tersenyum.
“Tentu saja saya tahu, Saudara Chen kamu benar-benar memiliki anak perempuan yang cantik.” Partiak Li tersenyum dan juga menghela nafas.
“Hahahaa..!! Bagaimana Putriku sangat cantikkan dan juga aku mendengar bahwa kamu memiliki Putra Saudara Li, ngomong-ngomong dimana Putramu? Dan juga dimana Istrimu?”
“Sigh! Putraku dia.. mungkin sebaiknya kita masuk kedalam terlebih dahulu, kita bisa membicarakannya di dalam dan untuk Istriku sedang pergi ke rumah keluarganya.” Partiak Li menghela nafas.
Partiak Chen melihat keadaan Saudaranya tidak bagus, dia memikirkan sesuatu. Partiak Chen menggelengkan kepalanya dan mengikuti Saudaranya masuk ke dalam dan juga Putrinya.
Partiak Li membawa Partiak Chen ke tempat bersantai, tempat itu sangat indah dan hijau walaupun hujan turun kecantikan danau itu tidak hilang. Dan membentuk keindahan alam tertentu.
Partiak Li memanggil pelayannya membawa teh tingkat tinggi dan memanggil anaknya datang ke tempat Danau Li.
Wanita cantik itu terpesona akan keindahan danau itu karena kecantikan danau itu seperti alam yang menata dengan sendirinya dan indah.
“Saudara Li apa yang terjadi dengan anakmu kenapa kamu sedih?” Partiak Chen merasa saudaranya aneh dan tidak membantu bertanya tentang keadaannya.
“Anakku dia sungguh keras kepala, aku menyuruhnya untuk tinggal di Klan Li terlebih dahulu untuk menyambut kedatanganmu tetapi dia pergi entah kemana dan juga dia selalu membuat masalah.” Partiak Li mendesah.
Partiak Chen menyipit matanya, kemudian tertawa.
“Haha.. bukankah dulu ketika kamu masih muda juga selalu membuat masalah saudara.”
……..
Di suatu tempat tertentu.
__ADS_1
Seorang Pria Muda sedang duduk di atas batang pohon dan menikmati pemandangan di depannya sambil memegang pedang.
“Tuan Muda Li, Partiak memanggil kamu untuk datang secepat mungkin ke Klan Li.”
Pelayan itu berteriak ke atas, Pria Muda itu mendengar bawahannya kemudian berdiri dan menyarungkan pedangnya.
“Baiklah, Aku akan kesana!” Pria Muda itu berteriak ke pelayannya, mendengar jawaban Tuan Mudanya pelayan itu kemudian pergi.
Pria Muda itu adalah Li Tian, Li Tian melihat bahwa dirinya telah kembali ke masa lalu. Mendapati dirinya berada tahap Realm Xuanyuan 2, dia tidak pernah menyangka kejadian ini menimpanya ‘hidup kembali’. Jika para dewa itu tahu Li Tian ‘hidup kembali’ para dewa itu pasti mengejarnya ke ujung dunia, dan menginterogasi dirinya bagaimana Li Tian ‘hidup kembali’.
Li Tian melihat kejauhan memikirkan sesuatu, mungkin aku harus menyelesaikan secara bertahap. Li Tian menggelengkan kepalanya.
“Xi’er tunggulah aku.”
Li Tian dengan perasaan rumit, tidak ada yang tahu pikirannya selain dirinya dan dia.
“Yosshh! Mungkin sebaiknya aku kembali.” Li Tian meregangkan tubuhnya dan menghilang seperti tidak ada orang yang pernah duduk disana, jika seseorang melihat ini mereka pasti berpikir diri mereka berhalusinasi.
Tak lama kemudian Li Tian tiba di Klan Li, lalu berjalan-jalan ke tempat tertentu dengan bersiul. Pria Muda itu kemudian membuka pintunya.
Li Tian itu melihat kedua pria paruh baya tersenyum dan tertawa membicarakan hal tidak jelas, di sisi satu dia Ayahnya dan di sisi lainnya dia adalah Partiak Chen. Tetapi bukankah mereka seharusnya datang satu bulan nanti, kenapa mereka datang dengan awal?. Li Tian melihat semua kejadian di masa lalu berubah dengan cepat.
Partiak Li melihat anaknya di depan pintu bengong disana.
“Kemarilah!” Partiak Li bertaka dengan marah.
Li Tian itu berjalan ke Ayahnya dan tidak sadar melihat seorang wanita cantik di belakang Partiak Chen, melihat tubuh,wajah dan keseluruhannya Li Tian berpikir dalam-dalam tidak ada yang tahu apa isi pikirannya itu.
Wanita cantik itu merasakan dirinya dilihat oleh Pria Muda di depannya dan menyipitkan matanya.
Li Tian melihat wanita cantik dan pandangan mereka bertemu satu sama lain, kemudian Pria muda itu terkekeh.
Ppakk!
“Apa yang kamu terkekeh dan juga apa kamu tidak mendengar ucapan ayahmu tadi?” Partiak Li kesal dan mengetuk kepalanya dengan keras.
“Sigh! Ayah kenapa kamu selalu memukul kepalaku dengan keras dan juga bukankah aku sudah datang.” Li Tian merasa kesal dengan ayahnya mengetuk kepalanya berkali-kali.
“Hmph! Saudara Chen ini adalah Putraku Li Tian.” Partiak Li mendengus sebentar dan tersenyum.
Li Tian dan Chen Li Xuan saling memandang satu sama lain, Chen Li Xuan merasa tidak senang dengan Ayahnya.
“Karena kedua Anak kita sudah berkumpul, kalian berdua akan menjadi menantu keluarga Chen dan Li” Partiak Chen berbicara.
“APA!!!”
Li Tian dan Chen Li Xuan memandang kedua orang tua di depannya.
“Oioioi! Ayah apa maksudmu ini menantu? Aku tidak pernah mendengar soal pembicaraan ini.” Li Tian merasa lebih kesal, dia datang-datang kesini malah mendengar lelucon orang tua.
Li Tian tahu soal ini di masa lalu, waktu itu dia merasa sedikit senang. Tetapi Li Tian sekarang bukan yang dulu, dia adalah Kaisar Pedang. Li Tian sudah melihat tak terhitung wanita cantik peri, dan hanya satu perempuan memasuki matanya.
Chen Li Xuan mendengar perkataan Li Tian merasa dirinya juga terpuruk. ‘Apa maksudmu apakah aku tidak cantik, apakah aku rendah? Justru kamu yang rendah di mataku ini’.
“Benar Ayah jelaskan apa maksudmu dengan pertunangan ini? Dan juga aku tidak ingin menjadi menantu orang apalagi dia.” Chen Li Xuan berkata dengan kesal dan menunjuk Li Tian.
Li Tia mendengar perkataan wanita ini merasa dirinya terhina. ‘Fvckk, Ayahmu ini sungguh tampan, semua wanita yang melihatku akan jatuh cinta denganku, dibandingkan kamu cuihh’.
“Menghela nafas!” Kedua orang tua menghela nafas dan merasakan sakit kepala, bukankah meraka seharusnya senang dengan pertunangan ini. Kenapa mereka tidak senang, jika ini orang lain mungkin orang lain itu akan senang dengan pertunangan ini.
“Baiklah-baiklah, kalian tenang terlebih dahulu lalu kalian bisa mengatakan apa yang kalian inginkan.” Partiak Li berbicara.
“Tentu saja aku tidak bertunangan dengannya” Kedua orang saling menunjuk satu sama lain.
“Hmph! Jangan harap aku menjadi tunanganmu” Chen Li Xuan mencibir.
“Kamu pikir aku ingin menjadi tunanganmu, tolong lihatlah langit diatas dan kau akan tahu rasanya.” Li Tian mencibir.
Melihat kedua orang anak muda bertengkar satu sama lain membuat kedua orang tua juga merasakan sakit kepala dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
“Menjadi tunanganmu? Hmph! Jangan harap dengan kekuatanmu itu kau tidak pantas menjadi tunanganku bahkan jika kamu kuat, jangan harap aku ingin menjadi tunanganmu.” Chen Li Xuan mendengus.
“Fvckk! Kamu pikir ayahmu ini ingin menjadi tunanganmu, dengan sifat perempuan itu ayahmu ini tidak ingin menjadi tunangan wanita seperti kamu.” Li Tian mencibir lagi.
“Apa kamu ingin bertarung?” Chen Li Xuan sangat marah dan kesal.
__ADS_1
“Ayahmu ini tidak takut, ayo kita bertarung.” Li Tian sangat kesal dengan wanita ini dan ingin memberi pelajaran.
Kedua pemuda menghilang dari pandangan kedua orang tua, Partiak Li dan Partiak Chen melihat satu sama lain dan menggeleng kepalanya.
“Mendesah!”
“Ayo kita melihat, semoga tidak terjadi apa-apa.” Partiak Li menghela nafas.
..
Di Arena beladiri Kediaman Li.
Seorang wanita muda cantik berdiri di arena memegang pedang dan di depannya adalah seorang pemuda tampan di arena memegang pedang juga, kedua orang saling melihat satu sama lain dan mendengus.
Partiak Li dan Partiak Chen melihat kedua orang akan bertarung di arena beladiri.
“Mari kita duduk dan melihat pertarungan generasi muda.” Partiak Li menyarankan.
Suasana arena menjadi serius, kedua orang saling memfokuskan mata mereka pada musuh.
Chen Li Xuan bergerak maju dan mengangkat pedangnya kemudian menebas ke arah Li Tian, Li Tian melihat pergerakan merasa lucu, dalam pandangannya dia meliat seorang anak kecil bermain pedang secara acak.
Li Tian menangkis dengan pedangnya dan terkekeh, kemudian melonggarkan kekuatan pada pedangnya dan pedang Chen Li Xuan menebas ke tanah. Di sisi lain Li Tian mundur.
‘Mungkin dengan ini permainan akan berakhir’
“Aiyoo!, kenapa pedangmu menebas ke tanah, aku benar-benar merasa sedih dengan pedang di tanganmu ‘Sigh!’” Li Tian terkekeh. Kamu pikir kamu siapa, ayahmu ini adalah Kaisar Pedang bahkan jika Bei Yun yang disebut sebagai Dewa Pedang butuh beribu-ribu tahun agar bisa menahan serangan pedangku.
Mendengar perkataan provokasi Li Tian, Chen Li Xuan merasa malu,kesal dan sangat marah.
“Karena kamu ingin begitu cepat kalah maka jangan salahkan aku!” Chen Li Xuan berkata.
Chen Li Xuan membuat kuda-kuda dimana pedang dan kepala hampir berdekatan dan menunjuk pedangnya kearah Li Tian.
“Pedang Menusuk Bayangan Es!”
Chen Li Xuan menusuk pedangnya ke depan dan membentuk sebuah Bayangan Pedang Es. Li Tian melihat Bayangan Pedang menghampirinya dia terkekeh.
Li Tian memegang pedang dengan erat dan berlari kearah bayangan pedang es, Pedang Li Tian bersinar redup. Li Tian kemudian menusuk pedangnya kearah leher.
Chen Li Xuan melihat serangan ini mengarah tenggorokannya, merasakan aura kematian mendekatnya. Chen Li Xuan ragu-ragu dan mengakibatkan kekuatannya berkurang, Li Tian melihat ekpresi musuhnya ragu-ragu dia tersenyum dan mengambil kesempatan ini.
Pedang Li Tian hampir mengenai leher Chen Li Xuan, dengan satu 1 cm dari pedang Li Tian. Chen Li Xuan akan menghilang dari dunia untuk selamanya.
Chen Li Xuan melihat pemandangan ini merinding, hampir saja nyawaku hilang. Dengan pengalaman yang dia alami dari pertarungan membuat dia agak takut.
“Hehehhe..! sekarang aku menang, dengan kekuatan ini kamu ingin mengalahkanku, Mimpilah! Bahkan jika seratus tahun atau seribu tahun kamu..”
Ppaaaakkk!!
Li Tian merasa pusing, dia tahu Ayahnya datang kepadanya tapi siapa diduga bahwa Ayahnya menampar kepalanya dengan keras.
“Sialan Bocah! Kamu hampir membuat Ayahmu mengalami serangan jantung, apa kamu ingin Ayahmu mati dengan cepat.” Ayah Li Tian marah dengan pertarungan putranya apalagi dia bahkan hampir membunuh anak saudaranya sendiri.
“Ayah.. Aku..” Li Tian dengan kaku tersenyum.
Ppaaakkk!!
Kepala Li Tian dipukul lagi oleh Ayahnya.
“Cepat minta maaf kesalahan yang kamu buat.” Ayah Li Tian menampar kepalanya lagi.
Partiak Chen turun dan melihat Putrinya baik-baik saja apa tidak, setelah melihat bahwa Putrinya tidak mengalami cedera. Partiak Chen menghela nafas.
“Li Tian memohon minta maaf Partiak Chen atas kecerobohannya.” Li Tian tersenyum kaku dan malu, baru kali ini aku mengalami bahwa aku akan meminta maaf. Jika hal ini diketahui di masa lalu orang-orang
mungkin tidak ada yang percaya, siapa Li Tian? Dia adalah Kaisar Pedang. Dengan tebasannya pegunungan,laut,dan langit terbelah puluhan ribuan mill bahkan lebih ekstrem.
Ppaaaakkk!!!
“Minta Maaf kepada tunanganmu juga.” Ayah Li Tian memukul lebih keras lagi.
Li Tian yang selalu dipukul kepalanya merasa dirugikan, ‘Sighh! Kenapa diriku selalu dipukul’.
“Li Tian memohon minta maaf kepada miss Chen Lin Xuan atas kekasaranku di pertarungan” Li Tian dengan tersenyum pahit.
__ADS_1
Chen Lin Xuan menyipitkan matanya, tidak ketahui apa yang dipikirkannya. Melihat ini Li Tian tertawa pahit dalam hatinya.