Heavenly Li Tian

Heavenly Li Tian
Chapter 6 : Membunuh Ular Kayu dan Harimau Taring


__ADS_3

Bang! Bang!


Ekor Ular Kayu menghantam tanah dan mengguncang dengan keras. Kayu terbang ke langit dan jatuh ke bawah, debu menyebar mengepul area sekitar.


Harimau Taring merobek daging kepala Ular Kayu dengan marah. Darah segera keluar dari kepala Ular Kayu menyembur dengan banyak membentuk hujan darah jatuh.


Buuk!


Mayat Ular Kayu jatuh, darah keluar dari kepalanya membasahi tubuh dengan darah dan darah Ular Kayu mengalir ke sela-sela pohon.


Harimau Taring mengaum dengan keras, semua hewan buas mendengar aumannya dari kejauhan membuat banyak semua hewan buas bergidik dan berlari kabur.


Harimau Taring berjalan dengan lemah, lukanya sangat parah akibat pertarungan dengan Ular Kayu. Kemudian Harimau Taring berjalan ke kedalaman Hutan Sungai untuk menyembukan lukanya di dalam Gua.


*Langkah Kaki*


Sebuah bayangan hitam melintas dengan cepat ke arah Harimau Taring. Harimau Taring merasakan insting bahaya medekatnya lalu melihat sedikit samping sebuah sinar putih menyinari matanya membuat Harimau Taring tidak bisa melihat ataupun mengelak akibat lukanya yang cukup parah.


“Slash Ancient Sky!”


Sinar putih memotong leher Harimau Taring semudah memotong tahu.


‘Puft!”


Darah menyembur dan sebuah kepala terbang di udara. Harimau Taring tidak menyangka bahwa dirinya akan terbunuh dengan cukup menyedihkan dalam hidupnya ini. Apalagi kematian itu akibat serangan menyelinap dari belakang, membuat dia tidak bisa menghindar karena lukanya sangat parah dan bahkan Harimau Taring tidak bisa melihat siapa yang membunuhnya.

__ADS_1


Harimau Taring hanya merasakan penglihatan putihnya menjadi hitam dan pikirannya menjadi kosong.


Bayangan hitam itu menebas ke bawah untuk menghilangkan darah menetes dari pedangnya, kemudian mendekat ke mayat Harimau Taring.


“Akhirnya aku membunuhnya dengan sekali tebasanku” Bayangan hitam itu tersenyum.


Bayangan hitam itu adalah Li Tian. Li Tian melihat Harimau Taring membunuh Ular Kayu lalu menunggu celah kecil, melihat Harimau Taring mengaum lalu pergi ke kedalaman hutan. Li Tian melihat celah kecil ini dan langsung pergi dengan cepat.


Li Tia mengeksekusi teknik gerakannya, “ Shadow Steps Moon “


Segera Li Tian berlari dengan cepat menuju Harimau Taring menjadi bayangan hitam, walaupun matahari menyinari Hutan Sungai. Li Tian berubah menjadi banyangan hitam, kecepatan itu sangat cepat menjadi hitam.


Li Tian melompat ke arah Harimau Taring dan memutar tubuhnya untuk meminjam kekuatan tubuh. Pedang Li Tian kemudian menjadi panjang seperti Saber dengan sinar putih menyelimuti pedang putihnya. Lalu memotong kepala Harimau Taring.


Jika seseorang melihat seorang pemuda bocah 14 tahun membunuh Harimau Taring orang itu pasti mengganggapnya gila, mana mungkin seorang bocah seperti itu bisa membunuh Harimau Taring tahap Xuanyuan 9. Namun itu berbeda untuk Li Tian, dia adalah Kaisar Pedang. Orang yang mengalami keajaiban surga reinkarnasi.


Li Tian tersenyum kecil, setelah menunggu lama pertarungan Harimau Taring dan Ular Kayu. Akhirnya Harimau Taring membunuh Ular kayu dan Li Tian telah membunuh Harimau Taring. Membunuh dua burung dengan satu batu.


Li Tian mengeluarkan Pedang Qi Dragon Divine Heaven lalu menyerap darah Harimau Taring setelah itu menyerap darah Ular Kayu. Dia juga mengambil Inti Core di kepala Harimau Taring dan Ular Kayu, Inti Core sangat berguna untuk menaikkan kultivasi dan bukannya hanya menaikkan kultivasi. Inti Core juga bisa dijadikan sebagai bahan formasi,jimat,penyulingan dan masih banyak kegunaan lainnya.


Melihat Inti Core Xuanyuan tahap 9 membuat Li Tian tersenyum puas dengan hasil menjarahnya. Dengan Inti Core Xuanyuan tahap 9, dia bisa menaikkan kultivasi ke tahap Xuanyuan 6.


*Langkah Kaki*


Li Tian merasakan aura seseorang mendekatnya lalu melihat sekelompok orang menuju ke arahnya. Aura yang di keluarkan sekelompok masing-masing dengan tingkat kultivasi Xuanyuan tahap 5 menengah, Xuanyuan tahap 6 dan yang paling kuat adalah Xuanyuan 8. Dengan kekuatannya sekarang ini Li Tian tidak bisa membunuh mereka.

__ADS_1


Dia hanya bisa membunuh tingkat kultivasi 6 puncak dan untuk di kultivasi di atasnya dia hanya bisa mengalah. Bagaimanapun juga jika orang lain memprovokasinya dia akan melawannya dengan Teknik terlarangnya atau menghindar.


Adapun dia menggunakan Teknik Terlarangnya. Dia tidak akan menggunakan Teknik Terlarangnya dan menggunakannya apabila hidupnya terancam. Teknik Terlarang itu sangat merusak dan menghancurkan basis kultivasi seseorang.


Li Tian menyembunyikan Pedang Qi Dragon Divine Heaven di dalam cincin spasialnya lalu menyipit matanya pada sekelompok. Segera 5 laki-laki dan 1 perempuan itu tiba di depan Li Tian.


Mereka awalnya di tugaskan untuk pengalaman kultivasi dan mencari ramuan untuk menyelesaikan misi Sekte. Semua orang terkejut mendengar auman hewan buas, mereka memperkirakan kekuatan dari suara hewan buas itu lalu mereka bergegas untuk melihat. Suara auman hewan buas mulai tidak terdengar, membuat mereka mempercepat, tak lama kemudian mereka melihat situasi kacau berantakan, banyak pohon tersebar dimana-mana. Segera mereka menyelidiki kejadian ini. Sekelompok itu menyelidiki situasi lalu melihat seorang bocah di depan dan kedua mayat hewan buas yaitu Ular Kayu dan Harimau Taring.


Seorang Pria kekar mendekat, “Bocah apa kamu tahu apa yang terjadi disini?”


Semua orang melihat bocah, hal ini juga membuat mereka curiga mana mungkin seorang bocah memasuki Hutan Sungai dalam. Jika seorang bocah memasuki Hutan Sungai mereka pasti akan mati seribu kali lipat apalagi memasuki Hutan Sungai dalam.


Li Tian mengangkat bahunya, “Aku tidak tahu, aku hanya mendengar auman keras lalu mendekat setelah itu aku hanya melihat kedua mayat mati dan selebihnya aku tidak tahu.”


“Lalu bagaimana kamu memasuki Hutan Sungai dalam?”


“Oh.. Aku tersesat dan terpisah dari kelompok.” Li Tian tergesa-gesa layaknya orang takut.


Mendengar penjelasan Li Tian semua orang mengangguk, yah pada umumnya untuk tersesat dan terpisah dari kelompok itu sudah biasa setelah memasuki Hutan Sungai. Lagipula mereka sudah melihat banyak pemandangan orang mati di Hutan Sungai. Mayat manusia berhamburan, kepala menancap di batang pohon dan tubuh menggantung.


“Meskipun begitu kami masih curiga, biarka kami melihat isi dalam cincin spasial.” Semua orang melihat pemuda tampan, wajahnya angkuh dan disebelahnya seorang wanita cantik menggoda dengan tubuh membentuk S di sekitar pemuda itu.


Semua orang dalam kelompok dengan tampilan hormat dan menyanjung melihat pemuda di depan mereka. Feng Hao melihat tampilan mereka membuat dia tersenyum mengejek dan menggoda perempuan cantik di sampingnya membuat sekelompok merasakan kering.


Melihat ini semua orang iri. Namun semua orang tidak berani melawan pada Feng Hao. Dia adalah anak dari Panatua Hukum dalam Sekte. Kemudian semua orang melihat bocah di depan mereka lagi.

__ADS_1


__ADS_2