
Nesya Ishana Laquitta gadis berusia 18 tahun yang saat ini sedang bersekolah di SMA NUSA BANGSA kelas XII IPA 2 harus mengalami sebuah kecelakaan saat dalam perjalanan pulang dari sekolah. Naasnya dia juga harus meregang nyawanya saat hendak dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kedua orangtuanya dan keluarganya sangat sedih ketika mendapatkan kabar bahwa Nasya telah meninggalkan mereka untuk selamanya. "Pa, kenapa Nesya pergi secepat ini. Mama masih nggak percaya pa, Nesya itu anak yang baik kenapa dia harus meninggal dengan cara seperti ini pa"kata Sandra ibu dari Nesya "ya mungkin sudah takdirnya Nesya meninggal seperti ini ma. Mama yang ikhlas ya kasihan Nesya kalo mama nangis kayak gini"kata Bima ayah Nesya yang mencoba menenangkan istrinya. "Iya ma, mama ikhlasin Nesya ya biar dia bisa tenang disana"kata Nando kakak Nesya yang juga mencoba menenangkan ibunya "lebih baik kita mengurus pemakaman Nesya"kata Bima pada istrinya.
__ADS_1
************
__ADS_1
Namun tanpa disangka jiwa Nesya berpindah pada seorang Putri dari Dinasti Joseon yang telah tidak sadarkan diri selama 2 Minggu karena tenggelam di sungai saat sedang bermain di tepian sungai. Nesya mulai mengerakkan kedua tangannya dan perlahan-lahan mulai membuka matanya "Tuan Putri sudah bangun, syukurlah kami semua khawatir dengan keadaan Putri yang sudah tidak sadar selama 2 Minggu"kata pelayan itu setelah melihat pergerakan dari Tuan Putri Seo Young. melihat sekeliling dengan tatapan bingung *what, gue ada dimana ini. Seharusnya gue udah meninggal kok malah pindah zaman sih. Gue harus gimana ini, gue jadi siapa dan dimana ini terus dia panggil gue Tuan Putri *batin Nesya yang bingung kenapa dia bisa berpindah zaman padahal seharusnya dia sudah meninggal karena kecelakaan tadi. "Kenapa Tuan Putri hanya diam saja apa ada yang sakit"tanya pelayan itu melihat Nesya hanya diam saja tak berbicara "maaf saya ada dimana, terus kamu itu siapa"tanya Tuan Putri Seo Young dengan raut wajah yang bingung membuat pelayan itu terkejut mendengar perkataan Tuan Putrinya. "Apa Tuan Putri hilang ingatan. Tuan Putri benar tidak ingat apa-apa"tanya pelayan itu memastikan Tuan Putri Seo Young hanya menganggukkan kepalanya "astaga, Tuan Putri benar tidak ingat apa-apa. Tuan Putri ini Dinasti Joseon, nama Tuan Putri Seo Young, terus saya Jihan pelayan pribadi Tuan Putri"jelas Jihan pada Tuan Putri Seo Young *astaga ternyata gue ada di Dinasti Joseon. Terus apa gue Tuan Putri, aduh gue harus gimana kenapa juga gue harus ada disini*batin Tuan Putri Seo Young yang terkejut mendengar penjelasan dari Jihan. "Lebih baik Tuan Putri minum dulu, nanti saya bawakan makanan untuk Tuan Putri"kata Jihan menyodorkan minuman pada Tuan Putri Seo Young "iya, bisakah kamu mengambilkan saya makanan" Tuan Putri Seo Young memerintahkan Jihan untuk mengambilkan makanan "baik Tuan Putri"kata Jihan lalu segera keluar mengambilkan makanan. Tuan Putri Seo Young mengambil minuman yang diberikan Oleh Jihan tadi "astaga, minuman apaan ini. Mereka mau gue mati perlahan gitu. Awas aja Lo ya, gue akan kasih perhitungan sama Lo" Tuan Putri Seo Young menyadari ada yang aneh dengan minumannya . Tuan Putri Seo Young melihat ada kaca lalu mengambilnya dan betapa terkejutnya dia "ini, kenapa wajah gue kok kayak gini sih. Aduh wajah mulus gue ini pasti ada yang ngerjain gue. Awas aja akan gue pastikan wajah gue mulus kayak dulu lagi" Tuan Putri Seo Young melihat wajahnya yang terdapat bintik-bintik merah di seluruh wajahnya. Tak lama kemudian Jihan masuk membawakan makanan untuk Nesya "ini Tuan Putri saya membawakan makanan untuk tuan putri"kata Jihan tersenyum pada Tuan Putri Seo Young "iya makasih ya Jihan" Tuan Putri Seo Young membalas senyuman Jihan. Tuan Putri Seo Young Kemudian mulai memakan makanannya secara perlahan *lumayan jugalah, tapi masih enak masakan mama. Pasti mama sedih karena gue udah ninggalin dia untuk selamanya. Maafin Nesya ma selama ini Nesya banyak salah sama mama. Semoga mama bisa ikhlasin Nesya*batin Tuan Putri Seo Young teringat mamanya tanpa sadar air matanya menetes "Tuan Putri kenapa menangis apa makanannya tidak enak"tanya Jihan melihat Tuan Putri Seo Young meneteskan air matanya "oh tidak kok, makanannya enak saya cuma senang saja bisa sadar lagi" Tuan Putri Seo Young berbohong pada Jihan lalu melanjutkan makannya lagi. *Setelah Tuan Putri sadar kenapa jadi sedikit aneh ya*batin Jihan dengan perubahan sikap Tuan Putrinya *mungkin karena kejadian waktu itu, Tuan Putri jadi sedikit berubah*batin Jihan mengingat kejadian waktu itu. Setelah selesai makan Tuan Putri Seo Young menatap Ke arah Jihan "Jihan saya mau tanya siapa yang mengasih minuman ini sama saya"tanya Tuan Putri Seo Young pada Jihan "yang memberikan minuman itu Selir Moon Hee kemarin saat Tuan Putri masih belum sadar"kata Jihan memberi tahu bahwa yang memberikan minuman itu adalah Selir Moon Hee. *Oh ternyata dia yang ngasih minuman ini ke gue dasar selir sialan. Awas aja Lo tunggu pembalasan gue*batin Tuan Putri Seo Young dengan sedikit kesal dan akan membalas perbuatannya. "Ada apa Tuan Putri kenapa menanyakan itu"tanya Jihan penasaran "oh itu, saya merasa ada yang aneh dari minuman itu. Untung tadi belum sempat saya minum"jawab Tuan Putri Seo Young "aneh gimana, bukannya dulu Tuan Putri sering minum itu"tanya Jihan bingung dengan sikap Tuan Putri Seo Young. "Saya baru menyadari ada yang aneh dari minuman itu sekarang. Oh ya Jihan kenapa saya bisa pingsan dan tidak sadarkan diri" Tuan Putri Seo Young mengalihkan perhatian agar Jihan tidak menanyakan hal tadi lagi. "Tuan Putri tenggelam di sungai waktu lagi main di sungai. Dan setelah itu Tuan Putri tidak sadarkan diri selama 2 Minggu"kata Jihan menjelaskan pada Nesya kejadian sebelum Tuan Putri Seo Young pingsan "jadi saya tenggelam di sungai terus yang menolong saya siapa"tanya Tuan Putri Seo Young yang terkejut mendengar penjelasan Jihan. " Yang menolong waktu Pangeran Dae Young yang kebetulan sedang berada di sekitar sungai"kata Jihan memberi tahu *oh ternyata yang nolongin putri Seo Young itu pangeran Dae Young*batin Tuan Putri Seo Young mengangguk-anggukan kepalanya "sebelumnya apa saya dekat dengan Pangeran Dae Young apa tidak"tanya Tuan Putri Seo Young menanyakan kedekatan antara Tuan Putri Seo Young dengan Pangeran Dae Young. "Kenapa Tuan Putri menanyakan itu. Apa Tuan Putri benar-benar tidak ingat sama sekali"tanya Jihan yang terkejut mendengar pertanyaan Tuan Putri Seo Young "iya saya sedikit lupa, bisa kamu ceritakan sama saya"pinta Tuan Putri Seo Young kepada Jihan. "Iya Tuan Putri cukup dekat dengan Pangeran Dae Young. Sedari kecil Tuan Putri selalu bersama dengan Pangeran Dae Young"kata Jihan tidak berbohong kepada Tuan Putri Seo Young "oh gitu oke, disini siapa yang tidak suka dengan saya"tanya Tuan Putri Seo Young dengan serius "yang tidak suka dengan Tuan Putri hanya Selir Moon Hee dan Putri Jin Soo. Mereka selalu berbuat tidak baik dengan Tuan Putri apalagi Selir Moon Hee, dia baik sama Tuan Putri hanya didepan Raja saja. Jika tidak dia pasti berkelakuan tidak baik dengan Tuan Putri"kata Jihan merasa sedikit kesal dengan perlakuan Selir Moon Hee dan anaknya. "Kan saya yang tidak diperlakukan dengan baik kenapa jadi kamu yang kesal Jihan" Tuan Putri Seo Young melihat raut wajah Jihan yang terlihat kesal "gimana saya nggak kesal, mereka sudah jahat sama Tuan Putri tapi Tuan Putri masih baik sama mereka dan menerima perlakuan mereka yang tidak baik"kata Jihan dengan sedikit emosi "udahlah Jihan sekarang kamu tenang aja ya jangan emosi kayak gitu kan mukanya jadi jelek. Mulai saat ini saya tidak akan diam saja jika mereka melakukan sesuatu kepada saya Jihan" Tuan Putri Seo Young tersenyum manis kepada Jihan "iya Tuan Putri. Saya senang kalo Tuan Putri mau berubah, biar mereka nggak semena-mena lagi sama Tuan Putri"kata Jihan senang mendengar perkataan Tuan Putrinya. "Tuan Putri apa tidak mau mandi dulu. Tuan Putri kan sudah tidak mandi 2 Minggu pasti bau"kata Jihan sedikit meledek "iya juga sih saya udah nggak mandi selama itu. Tapi saya nggak bau kok Jihan coba kamu cium" Tuan Putri Seo Young mendekat ke arah Jihan "menurut saya bau Tuan Putri, mendingan sekarang Tuan Putri mandi"kata Jihan setelah mencium baju yang dikenakan oleh Tuan Putri Seo Young "masak sih, okelah saya mau mandi sekarang" Tuan Putri Seo Young memutuskan untuk mandi. "Sebentar Tuan Putri saya siapkan dulu airnya"kata Jihan lalu segera pergi menyiapkan air untuk Nesya mandi "gue pikir Jihan itu orangnya baik,ramah, sopan. Mulai hari ini gue menjadi Tuan Putri Seo Young, oke Nesya Lo pasti bisa nggak ada kata menyerah dalam kamus hidup gue" Nesya meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia pasti bisa menjalani kehidupannya sebagai Tuan Putri Seo Young.
__ADS_1