HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION

HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION
CHAPTER 23 Penjelasan Tuan Putri Seo Young


__ADS_3

Setelah dari danau tadi Pangeran Dae Young mengajak Tuan Putri Seo Young untuk ikut dengannya untuk mendapatkan penjelasan tentang apa yang sedang Tuan Putri Seo Young rencanakan tanpa sepengetahuan dari dirinya. Matahari sudah mulai berada di tengah-tengah langit namun tidak terasa panas sama sekali justru terasa sejuk dan hangat menurut Tuan Putri Seo Young dan Pangeran Dae Young sesekali melirik adiknya yang hanya diam saja dari tadi entah kenapa tidak ada obrolan lagi antara mereka berdua tapi Pangeran Dae Young mengetahui kenapa dan apa yang dipikirkan adiknya itu.


"Seo Young kenapa dari tadi kamu diam saja apa yang sedang kamu pikirkan" tanya Pangeran Dae Young memecahkan keheningan diantara mereka berdua.


"tidak ada kakak, saya tidak memikirkan apa-apa hanya saja saya tidak tahu kakak mau membawa saya pergi kemana" jawab Tuan Putri Seo Young sedikit melirik kakaknya.


"ya, lihat saja nanti sebentar lagi kita akan sampai kamu tenang saja kakak tidak akan menghukum kamu hanya saja ada yang ingin kakak mau kamu lakukan" ucap Pangeran Dae Young sembari tersenyum penuh arti membuat Tuan Putri Seo Young merasa bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh kakaknya.


*sebenarnya dia mau gue ngapain sih nggak paham deh gue jadi curiga deh gue sama dia atau dia cuman bohong sama gue biar gue nggak kabur, ah jadi pusing deh gue au ah lihat aja nanti dia mau apa* batin Tuan Putri Seo Young merasa sedikit bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh kakaknya.


Mereka telah sampai di sebuah tempat yang terlihat sangatlah sepi tidak ada penghuninya sama sekali membuat Tuan Putri Seo Young semakin tidak mengerti dengan apa yang ingin Pangeran Dae Young lakukan dengan dirinya namun dia memilih diam dan mengikuti kakaknya masuk ke dalam tempat itu dengan sedikit was-was dan khawatir dengan apa yang akan terjadi.


"kamu pasti bingung kan kenapa kakak membawa kamu ke tempat ini dan pastinya kamu bertanya-tanya tempat apa ini kan" Pangeran Dae Young seolah-olah sudah mengetahui apa yang adiknya pikirkan.


"jadi kakak mau kamu ceritakan semua tentang apa yang kamu rencanakan dengan Jihan dan bagaimana kamu bisa suka dengan Pangeran lain sedangkan kamu itu sudah di jodohkan dengan pangeran dari kerajaan barat" lanjut Pangeran Dae Young langsung menanyakan apa yang ingin dia ketahui dari adiknya itu.


"jadi begini kakak sejak saya sadar waktu itu kakak ingat kan kalo aku sering ke perpustakaan itu karena saya sedang mencari informasi tentang tanaman herbal yang bisa menyembuhkan wajah saya dan juga tanaman beracun yang akan saya gunakan untuk membalas dendam atas perbuatan mereka pada saya, dan saya sudah menemukannya lalu diam-diam pergi ke hutan untuk mencari tanaman tersebut setelahnya saya meracik menjadi ramuan dan menaruhnya pada teh hijau Selir Moon Hee dan putrinya" jelas Tuan Putri Seo Young menjelaskan pada kakaknya namun tidak secara lengkap.

__ADS_1


"astaga, ternyata kamu waktu itu berbohong pada kakak kamu bilang mau baca-baca saja tidak tahunya kamu mencari tahu tentang tanaman herbal dan juga tanaman beracun pantas saja kamu tidak mau kakak temani kamu. terus bagaimana kamu bisa suka dengan pangeran lain kapan kalian bertemu dan kenapa bisa dia suka sama kamu" Pangeran Dae Young menanyakan apa yang sebenarnya dia ingin tanyakan diawal tadi namun dia tunda.


"awal pertemuan kami juga tidak sengaja waktu itu kita bertemu ketika saya sedang jalan-jalan waktu itu awalnya dia juga tidak suka dengan saya namun setelah kita berbicara dengan baik-baik saya mulai suka dengan dia begitu juga dengan dia, maafkan saya kak tidak seharusnya saya suka dengan pangeran lain sementara saya sudah di jodohkan dengan pangeran kerajaan barat" lanjut Tuan Putri Seo Young mengaku kepada kakaknya tentang pertemuan dia dengan Pangeran Hwang Jung.


"kamu tahu kalo kamu salah dan seharusnya kamu tidak boleh seperti itu disaat kamu sudah setuju dengan perjodohan kamu jika ayahanda tahu pasti dia sangat marah sekali sama kamu, kakak tidak mau kamu berhubungan dengan dia lagi mengerti tidak atau kakak sendiri yang akan menghukumnya kamu lebih daripada ayahanda menghukum kamu mau kamu" ucap Pangeran Dae Young marah dengan adiknya dan juga sedikit mengancam membuat Tuan Putri Seo Young meneguk ludahnya dengan kasar.


"kakak jangan mengancam saya seperti itu hukuman dari ayahanda saja sudah membuat saya kesusahan apa lagi dapat hukuman lagi dari kakak, tolong jangan ya kakak saya tidak akan berhubungan dengan dia lagi jika kakak sudah melarang saya untuk bertemu dengan pangeran Hwang Jung lagi" ucap Tuan Putri Seo Young menatap kakaknya dengan sungguh-sungguh dan juga sedikit takut dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya.


"kakak pegang ucapan kamu, awas saja jika kamu berani berbohong dengan kakak ya akan kakak kasih pelajaran kamu. lalu sekarang kakak ada yang mau kamu lakukan kita keluar sebentar" ucap Pangeran Dae Young berdiri diikuti oleh Tuan Putri Seo Young di belakangnya entah apa yang akan Pangeran Dae Young lakukan pada adiknya sementara Tuan Putri Seo Young hanya pasrah saja dengan apa yang akan dilakukan kakaknya.


Kemudian Pangeran Dae Young pergi sebentar membuat Tuan Putri Seo Young menjadi bingung apa yang mau kakaknya ambil lalu Tuan Putri Seo Young melihat apa yang ada di depannya membuatnya jadi mengerti apa yang di maksudkan oleh kakaknya dan sedikit lega melihatnya tapi dia juga bingung harus bagaimana. Tak lama kemudian Pangeran Dae Young datang dengan membawa beberapa anak panah sembari tersenyum menatap adiknya yang tercengang melihatnya dan juga sedikit panik harus bagaimana padahal dia tidak bisa memanah dia hanya bisa berkelahi dan juga menggunakan pedang lalu membawa kuda.


*mati dah gue mana gue bisa coba kalo berkelahi atau bertanding sih gue bisa lah ini gue kan nggak pernah belajar panahan gimana dong ini mampus deh gue* batin Tuan Putri Seo Young menerima anak panah dengan tersenyum getir dan tidak tahu harus bagaimana karena dia sama sekali tidak bisa memanah seperti apa yang dikatakan oleh kakaknya tadi.


"ayo cepat kita tidak bisa lama-lama kakak masih ada urusan lainnya, kamu kan sudah biasa memanah apa yang kamu tunggu lagi" ucap Pangeran Dae Young tidak sabar melihat adiknya yang hanya diam saja sambil melihat anah panah.


*alamat dah ini kalo gue gagal harus bicara apa padahal dia udah percaya banget sama kemapuan Tuan Putri Seo Young yang asli ini kan gue Nesya bukan Tuan Putri Seo Young mana bisa gue kayak dia hello, gimana ya aduh bingung nih gue ah udah lah asal aja nanti tinggal bilang apa gitu* batin Tuan Putri Seo Young sudah pasrah dengan keadaan.

__ADS_1


Dengan sangat perlahan dan terpaksa Tuan Putri Seo Young mulai mengarahkan anak panah pada sasarannya lalu melepaskannya masa bodoh dengan apa yang akan terjadi apakah dia bisa mengenai tepat sasaran atau melenceng dan apa yang terjadi anak panah itu sama sekali tidak mengenai sasaran malah sangat jauh dengan sasaran membuat Pangeran Dae Young mengerutkan keningnya merasa ada yang tidak beres dengan adiknya karena setahunya adiknya itu bisa memanah bahkan cukup baik.


"Seo Young apa yang kamu lakukan kenapa tidak mengenai sasaran tidak seperti biasanya ada apa dengan kamu, ayo memanah lagi sampai habis anak panahnya" ucap Pangeran Dae Young sedikit menggelengkan kepalanya melihat apa yang terjadi dengan adiknya itu.


Kemudian dengan sangat terpaksa Tuan Putri Seo Young harus melakukannya lagi meskipun dia tidak tahu harus bagaimana agar tepat sasaran seperti apa yang diinginkan oleh kakaknya itu dan Tuan Putri Seo Young mulai memanah lagi namun lagi-lagi gagal membuat Pangeran Dae Young tidak habis pikir dengan adiknya itu.


Sampai ketika di anak panah yang terakhir tidak tepat sasaran juga membuat Pangeran Dae Young tidak tahu harus bicara apa lagi dengan adiknya itu kemudian dia menghampiri Tuan Putri Seo Young yang terlihat sedang menundukkan kepalanya takut dengan Pangeran Dae Young yang akan memarahinya karena tidak ada yang berhasil satupun.


"kenapa tidak ada yang kena sama sekali ada apa dengan kamu, tidak seperti biasanya kamu seperti ini biasanya kamu akan sangat cepat dan tepat sasaran tidak seperti ini yang semua bidikan kamu meleset" ucap Pangeran Dae Young sedikit kecewa dengan adiknya itu membuat Tuan Putri Seo Young tidak berani menjawab atau menatap mata Pangeran Dae Young seperti biasanya.


"Seo Young, jawab kenapa kamu diam saja tidak mungkin kan kalo kamu tiba-tiba tidak bisa melakukannya pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kakak" ucap Pangeran Dae Young mengangkat dagu Tuan Putri Seo Young dan menatap matanya yang terpejam tidak berani menatap mata Pangeran Dae Young.


"maaf kakak saya masih kurang sehat jadi saya belum bisa seperti apa yang kakak inginkan lain kali saya akan seperti apa yang kakak inginkan, untuk saat ini maafkan kesalahan saya kakak dan saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Tuan Putri Seo Young memberanikan diri untuk menatap mata Pangeran Dae Young.


"sudahlah, lupakan saja kakak maklumi kamu kali ini mungkin memang kamu belum terlalu pulih maafkan kakak yang sudah membuat kamu jadi merasa ketakutan seperti ini" ucap Pangeran Dae Young mengusap perlahan rambut Tuan Putri Seo Young merasa sedikit bersalah dengan apa yang sudah dia katakan padanya tadi.


"tidak apa kakak saya tahu apa yang kakak khawatirkan, wajar saja jika kakak marah dengan saya yang sudah mengecewakan kakak" ucap Tuan Putri Seo Young menatap kakaknya yang menatap lembut matanya.

__ADS_1


"sudahlah kita pulang saja kakak masih ada urusan penting, lain kali kita jalan-jalan lagi ya" ucap Pangeran Dae Young mengandeng tangan Tuan Putri Seo Young untuk pulang karena dia masih ada urusan penting yang harus diurus jadi dia tidak bisa lama-lama bersama dengan Tuan Putri Seo Young.


Mereka berdua bersama-sama membereskan anak panah yang menancap pada papan lalu menaruhnya kembali ke tempat semula setelahnya mereka baru pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke kediaman lagi sebelum hari makin siang dan juga urusan pangeran Dae Young harus segera di selesaikan.


__ADS_2