
Hari ini setelah selesai berjalan-jalan hari sudah malam sehingga Tuan Putri Seo Young memutuskan untuk mencari tempat makan terlebih dahulu sebelum pulang dikarenakan dia sudah sangat lelah dan juga lapar setelah beberapa jam berjalan-jalan. Tuan Putri Seo Young berjalan sembari sesekali melihat ke arah langit menatap hamparan bintang dan bulan yang menghiasi langit malam. "Ya, langit malam ini indah sekali ya banyak bintang bertaburan juga bulan yang sangatlah terang. Sebenarnya ini tuh harusnya jadi momen sweet buat orang pacaran duduk berdua di taman sambil melihat bulan dan bintang. hah, udahlah kenapa sih gue malah ngomongin soal itu yang ada gue malah sedih lagi gini nih kalo nasib seorang jomblo akut hobinya berhayal aja terus, lagipula kalo disini kan mana boleh sih pacaran yang ada nanti malah digantung lagi" ucap Tuan Putri Seo Young sembari menatap langit malam "bodo mamat lah mereka mau nyariin gue sampai panik yang terpenting gue bisa menikmati kebebasan gue hari ini" ucapnya merasa tidak peduli jika mereka panik mencarinya. Karena iseng-iseng Tuan Putri Seo Young menendang batu kerikil yang ada di depannya namun naasnya malah terkena kepala orang yang sedang lewat "waduh, hebat banget sih gue perasaan gue nggak pernah main bola deh kok bisa-bisanya malah tepat sasaran. auah, daripada kena marah gue kabur aja"ucap Tuan Putri Seo Young yang ingin kabur namun sialnya orang itu sudah melihatnya "hey kamu, berhenti jangan kemana-mana"ucap orang itu menghampiri mau tak mau Tuan Putri Seo Young harus berhenti. "aduh, maaf ya saya tidak sengaja tadi" Tuan Putri Seo Young menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah orang itu *dia kan yang tadi, sepertinya kita bertemu lagi*batinnya yang tak lain adalah Pangeran Hwang Jung yang bertemu dengan Tuan Putri Seo Young tadi sore "ehm, kamu sudah tahu tidak sengaja malah mau pergi begitu saja tidak bertanggung jawab"ucap Pangeran Hwang Jung sedikit merasa kesal *mati kutu gue, diakan yang tadi ketemu sama gue. Damn It, gue harus bagaimana lagi Ini*batinnya terkejut sekaligus tidak menyangka mereka akan bertemu kembali "itu anu, apa"ucap Tuan Putri Seo Young tergagap bingung mencari alasan "kamu yang tadi kan, kita bertemu lagi disini. kenapa kamu menunduk saja tidak berani menatap wajah saya"ucap Pangeran Hwang Jung memegang kedua bahu Tuan Putri Seo Young lalu menegakkan kepalanya mendongak ke wajah Pangeran Hwang Jung "kenapa sekarang kamu malah menutup mata kamu, bukannya tadi kamu menggoda saya kenapa sekarang tidak berani menatap wajah saya"ucapnya masih memegang kepala Tuan Putri Seo Young *mati gue kenapa sih dia harus ingat sama gue kenapa nggak lupa aja*batin Tuan Putri Seo Young kesal. Kemudian perlahan Tuan Putri Seo Young membuka matanya lalu menatap mata Pangeran Hwang Jung *emang gila sih nih orang kalo aja gue bukan Tuan Putri Seo Young pasti nih gue gebet nih orang. orang ganteng kayak gini sih mana mungkin bisa gue angurin tapi sayang posisi gue sangat tidak memungkinkan untuk saat ini kalo misalnya gue jadi Putri bangsawan bisa sih mungkin masih bisa lah ini Putri kerajaan cuy mana berani gue macam-macam yang ada gue dikira murahan lagi*batin Tuan Putri Seo Young menatap lekat manik mata Pangeran Hwang Jung "maaf Pangeran jika Pangeran tersinggung dengan ucapan saya yang tadi. saya tidak maksud untuk berbicara seperti itu saya hanya ingin berkenalan saja dengan Pangeran" ucap Tuan Putri Seo Young mencoba membela dirinya dengan mengarang alasan "apa benar kenapa saya tidak percaya dengan apa yang kamu katakan, kamu pasti berbohong kan" Pangeran Hwang Jung mengetahui bahwa Tuan Putri Seo Young sedang berbohong dengan mengarang alasan "benar Pangeran saya tidak berbohong, kenapa Pangeran tidak percaya dengan apa yang saya katakan" Tuan Putri Seo Young mencoba untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak berbohong."bagaimana mungkin saya bisa percaya dengan kamu, sudah jelas sekali kamu tadi menggoda saya masih bisa kamu mengelak" ucap Pangeran Hwang Jung tidak mempercayainya Tuan Putri Seo Young *waduh, gila dia nggak bisa dibohongi gimana nih gue masak harus jujur sih mau taruh dimana muka Tuan Putri Seo Young*batinnya merasa panik harus bagaimana "ehmm, itu Pangeran saya akui tadi memang saya menggoda Pangeran. soalnya kan tadi saya tidak tahu jika tadi itu Pangeran makannya saya berani melakukan itu tadi. sekali lagi saya mohon maaf ya Pangeran" Tuan Putri Seo Young mengakui perbuatannya daripada masalah menjadi tambah rumit "kamu itu tidak seharusnya melakukan itu meskipun itu bukan saya, sebagai Putri seharusnya kamu memiliki sikap yang anggun bukan seperti itu. apa kamu tidak pernah diajarkan oleh orang tua kamu" Pangeran Hwang Jung sedikit memarahi Tuan Putri Seo Young "Pangeran apa harus ya seorang putri itu anggun dan memiliki perilaku yang baik, apa tidak boleh bersikap seperti apa yang mereka inginkan bukan sikap yang diinginkan oleh kedua orang tua. Pangeran pikir mudah untuk melakukan seperti itu ya meskipun itu sebuah keharusan bagi seorang putri mereka tidak pernah memikirkan apa sebenarnya yang diinginkan oleh putri mereka yang selalu mereka pikirkan adalah keinginan mereka tanpa sekalipun memikirkan anaknya" ucap Tuan Putri Seo Young mengatakannya dengan tidak sadar sehingga Pangeran Hwang Jung yang mendengarnya seketika menjadi terkejut "apa yang baru saja kamu katakan tadi, saya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang barusan kamu katakan" Pangeran Hwang Jung menatap heran Tuan Putri Seo Young "Pangeran tidak akan pernah mengerti dengan apa yang saya maksudkan, saya mungkin sangat berbeda dengan Putri yang pernah Pangeran temui sebelumnya" ucap Tuan Putri Seo Young membuat Pangeran Hwang Jung semakin tidak mengerti *karena gue itu Nesya bukan Tuan Putri Seo Young yang sebenarnya* lanjutnya di dalam hati tidak berani mengatakannya langsung kepada Pangeran Hwang Jung "ya saya akui memang kamu sangat berbeda entah apa sebenarnya yang terjadi dengan kamu. sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu sehingga kamu berbicara seperti itu" Pangeran Hwang Jung sedikit merasa penasaran dengan Tuan Putri Seo Young "sudahlah saya sudah bilang Pangeran mungkin tidak akan mengerti maksud saya. Pangeran tidak apa kan, saya permisi dulu mau cari makan" Tuan Putri Seo Young ingin pergi namun segera ditahan oleh Pangeran Hwang Jung "saya memang tidak apa, tapi kamu harus temani saya makan sebagai gantinya. kamu bilang mau cari makan kan kalo begitu kita pergi bersama saja" Pangeran Hwang Jung memberikan penawaran "baiklah, jika memang itu keinginan Pangeran" ucap Tuan Putri Seo Young langsung menerimanya tidak berpikir dua kali "ayo ikuti saya" Pangeran Hwang Jung berjalan di depan sedangkan Tuan Putri Seo Young mengikutinya dari belakang. Akhirnya Tuan Putri Seo Young dan Pangeran Hwang Jung berjalan bersamaan menuju ke tempat makan terdekat untuk makan malam.
__ADS_1
...****************...
__ADS_1
Sementara itu Jihan sedang panik dan khawatir mengetahui bahwa Tuan Putri Seo Young sudah tidak berada di perpustakaan lagi. "Astaga, dimana lagi Tuan Putri Seo Young kebiasaan sekali pergi tidak bilang-bilang jika Pangeran mengetahui bagaimana mana" ucap Jihan mereka sangat khawatir dan panik "kenapa semenjak Tuan Putri sadar waktu itu Tuan Putri menjadi sangat berbeda sekali. dahulu tidak pernah pergi diam-diam seperti ini Tuan Putri selalu pergi bersama dengan ku tapi sekarang Tuan Putri sering berpergian sendiri tanpa memberi tahu saya dan juga sikap Tuan Putri sangat berbeda" tanpa sadar Pangeran Dae Young mendengar apa yang dikatakan oleh Jihan tadi "apa kamu bilang Jihan Tuan Putri pergi lagi, astaga kenapa dia sering sekali berpergian sendiri sekarang. apa dia sama sekali tidak memberi tahu kamu dulu Jihan" ucap Pangeran Dae Young mengagetkan Jihan "tidak Pangeran Tuan Putri tidak memberi tahu saya" jawab Jihan setelah memberi hormat "astaga, sudahlah kalo begitu saya cari dulu kamu disini saja tidak perlu ikut" ucap Pangeran Dae Young lalu segera pergi untuk mencari adiknya "semoga saja Tuan Putri tidak apa-apa" ucap Jihan kemudian pergi menunggu Tuan Putri di kediamannya. Pangeran Dae Young merasa cemas dan khawatir dengan adiknya yang pergi tanpa bilang lagi "astaga, kenapa dia susah sekali dikasih tau apa susahnya jika dia bilang saja mau pergi aku pasti akan menemaninya atau bisa saja dia meminta agar Jihan pergi menemaninya. aku merasa jika setelah dia sadar saat itu ada perubahan dengan sikapnya dulu dia tidak pernah bersikap seperti ini" Pangeran Dae Young melajukan kudanya dengan agak cepat karena terlalu cemas dan khawatir dengan keadaan dan keberadaan Tuan Putri Seo Young. Hari sudah semakin gelap namun Pangeran Dae Young belum juga menemukan dimana keberadaan adiknya *sebenarnya dimana dia kenapa dari tadi tidak juga ketemu, semoga saja dia tidak apa-apa*batin Pangeran Dae Young semakin khawatir dengan keadaan adiknya. Sampai di mana Pangeran Dae Young melihat sebuah tempat makan kemudian memutuskan untuk berhenti dan mencarinya disana siapa tahu Tuan Putri Seo Young sedang makan di tempat itu. Dengan terburu-buru Pangeran Dae Young masuk melihat sekeliling dengan seksama dan dia melihat seorang wanita sedang duduk bersama dengan seorang laki-laki *itu dia akhirnya ketemu juga*batinnya merasa lega sudah menemukan adiknya dengan tergesa Pangeran Dae Young menghampiri mereka. "Putri kemana saja kamu aku sudah mencarimu kemana-mana dan akhirnya bertemu dengan kamu disini. kenapa kamu pergi tidak bilang dulu atau bisa pergi ditemani oleh Jihan, ini kamu malah pergi sendirian" ucap Pangeran Dae Young yang langsung memarahi adiknya "maaf, Pangeran saya hanya ingin pergi sendirian saja jadi saya tidak meminta Jihan untuk menemani saya" ucap Tuan Putri Seo Young sedikit terkejut dengan kehadiran Pangeran Dae Young yang tiba-tiba "jika seperti itu lebih baik kamu bilang dulu dengan Jihan jadi kita tidak akan panik seperti ini, ini sudah malam ayo kita pulang" ucap Pangeran Dae Young menarik tangan adiknya "baiklah, Pangeran saya pergi dulu" ucap Tuan Putri Seo Young menatap Pangeran Hwang Jung "baiklah, semoga kita bisa bertemu kembali" ucap Pangeran Hwang Jung sedikit tersenyum "sebentar bagaimana kalian berdua bisa berada disini" tanya Pangeran Dae Young yang baru saja menyadari keberadaan Pangeran Hwang Jung "tadi kita tidak sengaja bertemu diluar Pangeran makannya kita bisa berada disini" jawab Tuan Putri Seo Young sedikit berbohong "oh begitu, yasudah Pangeran kita berdua permisi dulu terimakasih sudah menemani adik saya" ucap Pangeran Dae Young memberi hormat lalu segera pergi dengan adiknya. "hah, jadi dia benar-benar pergi tanpa pamit. memang aneh dia" ucap Pangeran Hwang Jung memandang punggung Tuan Putri Seo Young kemudian juga ikut pergi kembali ke kediamannya. Setelah sampai di luar Pangeran Dae Young langsung menyuruh adiknya untuk naik ke atas kudanya baru setelahnya dia yang naik kemudian Pangeran Dae Young melajukan kudanya sedikit pelan karena Tuan Putri sudah ketemu untuk kembali lagi ke istana karena hari juga sudah semakin larut malam.
__ADS_1