
Selama dalam perjalanan menuju ke tempat yang biasa digunakan ketika perkumpulan anggota keluarga Tuan Putri Seo Young mencoba untuk menenangkan dirinya yang sedang dilanda kepanikan dan kegelisahan. *huh, tenang tenang gue harus bisa tenang jangan panik dan tegang. Gue pasti bisa kok menghadapi situasi saat ini, toh cuman makan doang kan nggak lebih jadi Calm Down Nesya you can do It*batin Tuan Putri Seo Young mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Tuan Putri kenapa kelihatannya Tuan Putri seperti sedang memikirkan sesuatu"tanya Jihan membuyarkan lamunan Tuan Putri Seo Young
__ADS_1
"oh tidak ada kok Jihan, saya tidak sedang memikirkan sesuatu"jawab Tuan Putri Seo Young berbohong "benar Tuan Putri tidak sedang memikirkan sesuatu"tanya Jihan memastikan kembali "ne, jihan~a. Neoneun anmideo, Jeoneun amugeosdo saeng-gaghaji an-haseo"ucap Tuan Putri Seo Young menyakinkan Jihan "ye, Tuan Putri saya percaya dengan Tuan Putri"ucap Jihan mempercayai perkataan Tuan Putri *aigo, Jihan-a jeongmal mianheseo. Gue terpaksa bohong sama Lo*batin Tuan Putri Seo Young sedikit merasa bersalah sudah membohongi Jihan. Tak terasa mereka sudah sampai Kasim memberi tahu jika Tuan Putri Seo Young sudah datang dan Raja Young Min sudah mempersilakan Tuan Putri Seo Young masuk. Disana semua anggota keluarga kerajaan sudah berkumpul menunggu Tuan Putri Seo Young "Putri Seo Young sudah datang silahkan duduk, kita sudah menunggu sedari tadi" Raja Young Min tersenyum melihat putrinya sudah datang Tuan Putri Seo Young tersenyum memberikan hormat kepada semua orang yang berada disana lalu ikut duduk disamping Pangeran Dae Young. "Karena kamu sudah datang sekarang kita mulai makan" Raja Young Min mengajak mereka untuk segera makan yang langsung disetujui mereka lewat anggukan kepala *aigo, porsinya dikit banget mana kenyang gue kalo gini mah mendingan makan diluar aja. Tapi ya udahlah mungkin memang ini cara makan para bangsawan untungnya gue sering nonton Drakor jadinya sedikit-sedikit gue ngerti lah*batin Tuan Putri Seo Young melihat makanan yang sudah tersedia di meja yang menurutnya porsinya sedikit. Mereka memulai makannya tanpa ada yang berbicara karena itu dianggap tidak sopan jika bicara saat sedang makan *eommeo, ya neomu masida beda banget sama yang biasa gue makan pas di restoran Korea. Apa mungkin karena yang masak orang Korea asli ya makanya enak banget*batin Tuan Putri Seo Young merasakan makanannya yang menurutnya sangat enak *Putri sepertinya sangat menikmati makan bersama kali ini, biasanya dia terlihat agak canggung namun kali ini terlihat biasa saja. Baguslah jika ada perubahan dengan Putri*batin Pangeran Dae Young melirik ke arah Tuan Putri Seo Young yang berada di sampingnya. Setelah selesai makan mereka meminum teh Krisan*huh, terpaksa harus minum lagi tapi ya udahlah masak gue nggak minum kan nggak sopan*batin Tuan Putri Seo Young yang sebenarnya tidak mau meminum teh itu *sekarang kamu bisa bersantai Putri sialan tapi nanti saatnya kamu akan saya singkirkan dari kerajaan ini*batin Selir Moon Hee menatap Tuan Putri Seo Young dengan kebencian *wah, ngapain nenek lampir itu ngelihatin gue pasti ada rencana jahat yang lagi dia pikirkan untuk menyelakai Putri Seo Young lagi. cih, jangan harap nenek lampir gue pastikan Lo sama Putri Lo yang nggak guna itu akan menyesal karena sudah mengusik ketenangan Putri Seo Young*batin Tuan Putri Seo Young menyadari bahwa Selir Moon Hee menatapnya. Setelah lama terdiam akhirnya Raja Young Min memulai percakapan "Putri ada yang ingin ayahanda katakan padamu"ucap Raja Young Min menatap putrinya "apa yang ingin ayahanda katakan padaku"tanya Tuan Putri Seo Young dengan sopan "ayahanda ingin menjodohkan kamu dengan Pangeran Jeon Seok dari kerajaan barat, ini sudah direncanakan dari jauh-jauh hari dan sekarang karena kalian sudah sama-sama besar makanya perjodohan ini akan dilakukan"jawab Raja Young Min yang seketika membuat Tuan Putri Seo Young terkejut juga kesal *elah, kenapa sih sukanya pada main jodoh-jodohan nggak ada yang lainnya apa. Gue harus gimana ya nggak mungkin kan kalo gue nolak mentah-mentah bisa-bisa gue diomelin lagi. Oh gue tahu, nenek lampir itu pastinya nggak akan tinggal diam gitu aja dengan perjodohan ini dia pasti akan membuat Pangeran itu suka dengan putrinya yang nggak guna itu. oke, ini bisa jadi peluang yang sangat bagus buat gue jadi gue nggak perlu repot-repot lagi buat mikir kali ini gue akan mengikuti rencana Lo nenek lampir*batin Tuan Putri Seo Young tersenyum smrik namun tidak ada yang menyadarinya "kamu bersedia kan dijodohkan dengan Pangeran Jeon Seok"tanya Raja Young Min berharap putrinya mau menerima perjodohan itu "baiklah ayahanda, jika itu memang keinginan ayahanda untuk menjodohkan saya dengan Pangeran Jeon Seok"jawab Tuan Putri Seo Young yang membuat Raja Young Min senang mendengarnya "baiklah jika kamu setuju nanti akan ayah bicarakan dengan keluarga mereka" Raja Young Min tersenyum senang melihat anaknya *astaga, jelaslah Putri sialan itu menerimanya mana mungkin dia berani menolaknya, tunggu saja aku akan membuat Pangeran Jeon Seok jatuh cinta padaku dan membatalkan perjodohan ini*batin Putri Jin Soo menatap Tuan Putri Seo Young dengan penuh kebencian *cih, putrinya juga ikutan natap gue juga pasti mereka memiliki pemikiran yang sama. kalian pikir gue takut apa sorry ya nggak ada kamus takut dalam hidup seorang Nesya Ishana Laquitta. kalo kalian mau ambil aja gue juga nggak butuh sama pangeran siapapun itu, gue nggak akan tertarik dan mau ucapan gue tadi hanya sebatas formalitas saja bukan ingin benar-benar menerimanya gue akan biarkan kalian bertindak sesuai dengan rencana kalian*batin Tuan Putri Seo Young menatap penuh arti kepada Selir Moon Hee dan anaknya secara bergantian *kenapa Putri sialan itu menatap ku seperti itu seperti dia sedang menentang ku. Apa mungkin Putri bodoh seperti dia bisa melawanku jangan harap, percuma saja kau melawan jika nanti pada akhirnya kau akan kalah padaku*batin Selir Moon Hee menyadari tatapan Tuan Putri Seo Young lalu kembali menatapnya dengan remeh *****, beraninya dia ngeremehin gue belum tahu siapa gue kalo bukan di kerajaan pasti udah gue bantai tu si nenek lampir dan putrinya itu. Tunggu saja permainan dari ku nenek lampir sialan*batin Tuan Putri Seo Young menatap Selir Moon Hee dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk yang seketika membuat Selir Moon Hee dan anaknya terkejut melihat Tuan Putri Seo Young menatap mereka seperti itu
__ADS_1
*apa aku tidak salah lihat barusan Putri sialan itu menatap ku dan bunda dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk sangat berbeda sekali dengan biasanya*batin Putri Jin Soo sedikit ngeri dibuatnya "ayahanda apa saya boleh pergi dari sini, makannya sudah selesai kan"tanya Tuan Putri Seo Young yang sebenarnya sudah tidak tahan lagi berada disana "baiklah, kamu boleh pergi dari sini"jawab Raja Young Min mempersilakan Tuan Putri Seo Young untuk pergi "baiklah ayahanda, saya permisi"ucap Tuan Putri Seo Young memberi hormat lalu bergegas pergi "ayahanda saya pergi juga ya"ucap Pangeran Dae Young yang sebenarnya ingin menyusul adiknya "loh kamu juga mau pergi, yasudah kamu juga boleh pergi"ucap Raja Young Min yang mengetahui alasan putranya tanpa menunggu lagi Pangeran Dae Young memberi hormat lalu segera pergi menyusul adiknya "astaga, sepertinya dia ingin menyusul adiknya makanya dia juga pergi" Raja Young Min tersenyum melihat kelakuan anak keduanya itu "biasalah ayahanda mereka berdua kan sangatlah dekat sedari kecil jadi wajar saja jika seperti itu"ucap Putra Mahkota Jae Hyung yang sudah sangat mengerti kedekatan antara kedua adiknya itu. Tuan Putri Seo Young ingin pergi ke perpustakaan namun Pangeran Dae Young memanggilnya "Putri kamu mau pergi kemana"tanya Pangeran Dae Young menghentikan langkah Tuan Putri Seo Young "ini Pangeran saya mau ke perpustakaan, ada apa ya" Tuan Putri Seo Young menengok ke arah Pangeran Dae Young "kenapa akhir-akhir ini kamu sering sekali pergi ke perpustakaan"tanya Pangeran Dae Young sedikit heran "itu saya hanya ingin membaca buku saja Pangeran, apa tidak boleh"ucap Tuan Putri Seo Young sesopan mungkin "boleh saja hanya kamu tidak biasanya pergi perpustakaan. Apa perlu saya temani"ucap Pangeran Dae Young yang sebenarnya ingin menemani Tuan Putri Seo Young *aigo, sebenarnya gue kesel sama dia pengen banget marah sama dia untung gue sayang sama dia kalo nggak ah udahlah*batin Tuan Putri Seo Young merasa sedikit kesal dengan Pangeran Dae Young "tidak usah Pangeran saya bisa sendiri, Pangeran tidak usah repot-repot menemani saya. Kalo begitu saya permisi dulu Pangeran"ucap Tuan Putri Seo Young memberi hormat lalu segera pergi "sudahlah, mungkin dia ingin sendiri"ucap Pangeran Dae Young mencoba memahami adiknya. Tuan Putri Seo Young ke perpustakaan sebenarnya ingin mencari tahu tentang tanaman beracun yang akan dia gunakan untuk membalas perbuatan Selir Moon Hee kepada dirinya.
__ADS_1