HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION

HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION
CHAPTER 27 DANAU BIRU


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Tuan Putri Seo Young merutuki Pangeran Jeon Seok yang masih saja menggenggam tangannya dengan tidak merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan. Namun semua itu hilang seketika saat dia melihat pemandangan indah di depan matanya yang tentunya bisa membuat suasana hatinya membaik seketika.


"apa kamu suka dengan pemandangan di depan mata kamu, saya sengaja mengajak kamu ke sini agar kamu tidak merasa jenuh lama-lama di kediaman" ucap Pangeran Jeon Seok melirik Tuan Putri Seo Young di sampingnya.


"sangat suka sekali saya merasa ini sangat indah sekali apalagi warna danaunya biru tidak seperti danau biasanya, kenapa Pangeran tidak bilang saja dari tadi jadi saya tidak merasa kesal dengan Pangeran" ucap Tuan Putri Seo Young melihat sekeliling danau apalagi airnya yang biru laut.


"maaf saya hanya ingin memberikan kejutan pada kamu tadi jadi saya tidak memberikan tahukan pada kamu, syukurlah jika kamu senang saya juga ikut senang" Pangeran Jeon Seok tersenyum tidak beralih dari Tuan Putri Seo Young.


"saya tidak tahu ada danau seperti ini darimana Pangeran tahu apa sering ke tempat ini, jujur saya sangat senang sekali bisa melihatnya apalagi disini sangat berbeda sekali udaranya" ucap Tuan Putri Seo Young sedikit melirik ke samping.


"saya sudah sering ke tempat ini hanya saja saya baru bisa membawa kamu sekarang dulukan kita belum saling kenal dan bertemu jadi saya tidak bisa mengajak kamu, dan sekarang rasanya sangat berbeda ketika kamu ikut dengan saya" ucap Pangeran Jeon Seok.


"apa yang Pangeran katakan memang ada benarnya, tapi sekarang itu tidak penting saya ingin bertanya sesuatu dengan pangeran tapi jangan marah ataupun kesal ya" ucap Tuan Putri Seo Young.


"silahkan saja apa yang ingin kamu tanyakan saya akan menjawabnya jika saya bisa" ucap Pangeran Jeon Seok.


"sebelumnya maaf apa Pangeran tidak mau berubah pikiran mengenai perjodohan kita karena saya sebenarnya tidak menginginkan perjodohan ini, saya hanya terpaksa demi ayahanda tolong sekali pikirkan lagi Pangeran" ucap Tuan Putri Seo Young dengan hati-hati takutnya menyingung perasaaan Pangeran Jeon Seok.


"apa maksudnya kamu bicara seperti itu, saya tidak akan pernah berubah pikiran dengan perjodohan kita asal kamu tahu pernikahan kita sudah di rencanakan kamu tidak bisa berbicara seperti itu seakan-akan kamu mempermainkan saya" ucap Pangeran Jeon Seok sedikit marah dan kecewa.


"bukan begitu Pangeran tapi saya sudah mencintai Pangeran lain dan saya juga tidak bisa untuk melakukan hubungan yang lebih pada Pangeran, tolong mengerti perasaan saya jangan hanya memiliki perasaan anda sendiri apa anda mau kita menikah tapi saya tidak ada rasa apapun pada anda" ucap Tuan Putri Seo Young menahan amarahnya.


"bisa saja masalah cinta itu bisa datang seiring berjalannya waktu jika kita bisa saling mengenal lebih kamu akan jatuh hati dengan saya, saya tahu kamu dan dia saling mencintai tapi saya juga tidak akan melepaskan kamu begitu saja saya akan tetap mempertahankan kamu" ucap Pangeran Jeon Seok.


*sialan nih orang sabar Nes menghadapi manusia kayak dia kalo gue bisa udah gue hajar tahu nggak orang ini dari tadi kalo nggak ingat gue siapa dan status gue sama dia, gue harus bisa mengendalikan emosi gue jangan sampai dia curiga sama gue* batin Tuan Putri Seo Young kesal.

__ADS_1


"sudahlah percuma saja saya bicara panjang lebar Pangeran juga tidak akan mendengarkan saya, tapi satu hal yang harus anda ketahui jika saya tidak mungkin bisa mencintai anda karena yang saya cintai bukan anda jangan banyak berharap dari saya" ucap Tuan Putri Seo Young akhirnya mencoba untuk tidak memancing emosi.


"kamu kenapa bisa memutuskan padahal kita belum mulai, bisa saja kan nanti kamu jadi suka sama saya apanya yang tidak mungkin semuanya bisa saja terjadi" ucap Pangeran Jeon Seok tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Namun Tuan Putri Seo Young tidak mau menanggapinya masa bodoh dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Jeon Seok yang ada di hatinya hanyalah Pangeran Hwang Jung saja tidak ada yang lainnya sudah terpatri di dalam hati.


Kemudian mereka berdua duduk di tepi danau sembari menghirup udara segar tiba-tiba sesuatu melintas di pikiran Tuan Putri Seo Young sebuah kenangan indah saat masih menjadi Nesya sebelum nyawanya berpindah pada tubuh Tuan Putri Seo Young.


Tak terasa air mata Tuan Putri Seo Young menetes merasakan rindu akan kehidupannya yang dulu bersama dengan keluarganya apalagi dengan kakaknya yang sangat sayang dan juga perhatian padanya.


*ma pa kak, apa kabar sekarang kalian disana Nesya rindu dengan kalian apalagi dengan kak Nando dulu kakak sering banget bawa Nesya jalan-jalan saat suasana hati Nesya sedang tidak baik. sekarang udah nggak bisa lagi kak Nesya sangat rindu dengan masa-masa itu Nesya nggak suka hidup di masa lalu tidak bisa bebas seperti Nesya dulu* batin Tuan Putri Seo Young rindu dengan keluarganya terutama kakaknya.


"kamu kenapa menangis apa perkataan saya tadi menyakiti perasaan kamu maaf jika perkataan saya tadi menyakiti perasaan kamu saya hanya mengatakan apa yang saya pikirkan" Pangeran Jeon Seok merasa bingung dengan Tuan Putri Seo Young yang tiba-tiba menangis.


Bukannya menjawab Tuan Putri Seo Young justru diam saja membuat Pangeran Jeon Seok bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sedang Tuan Putri Seo Young pikirkan.


*sebenarnya apa yang sedang dia pikirkan kenapa dari tadi tidak berhenti menangis apa saya ada salah dengan dia tapi apa kenapa dia tidak bilang malah menangis seperti ini, saya harus apa sekarang* batin Pangeran Jeon Seok merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


"Putri apa yang sedang kamu pikirkan jika saya ada salah kata bilang dengan saya jangan seperti ini membuat saya tidak enak hati" ucap Pangeran Jeon Seok menepuk pundak Tuan Putri Seo Young.


"tidak ada, Pangeran tidak ada salah apapun pada saya hanya saja ada yang sedang saya pikirkan dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pangeran maaf jika saya membuat Pangeran merasa tidak nyaman" jawab Tuan Putri Seo Young menghapus air matanya.


"baiklah jika begitu, saya tidak tega saja melihat kamu menangis seperti tadi kelihatan sangat jelek sekali apalan jika nanti matanya merah pasti tambah jelek lagi" ucap Pangeran Jeon Seok mencoba untuk menghibur Tuan Putri Seo Young.


"apa yang Pangeran katakan benar saya sama sekali tidak cantik meskipun saya tidak menangis sekalipun saya terlihat sangat jelek, jadi sama saja kan tidak ada bedanya" Tuan Putri Seo Young sengaja melebih-lebihkan apa yang dikatakan oleh Pangeran Jeon Seok.

__ADS_1


"bukan begitu maksud saya, niatnya saya hanya ingin menghibur kamu agar tidak sedih lagi tapi respon kamu malah berlebihan seperti ini" ucap Pangeran Jeon Seok merasa tidak enak hati.


"hahaha, santai saja Pangeran saya hanya bercanda saja tidak usah serius seperti itu saya mau bagaimana pun akan selalu terlihat cantik karena memang saya cantik" Tuan Putri Seo Young sedikit menyombong diri.


*dia ini baru saja seperti itu sudah memuji diri sendiri emang aneh sekali dia tapi saya suka daripada dia hanya diam saja dan menangis tanpa sebab*batin Pangeran Jeon Seok.


"kamu bisa saja hampir saja saya salah paham dengan apa yang kamu katakan barusan, kamu sangat percaya diri sekali ya tapi memang kamu sangat cantik sih sehingga membuat saya terpesona sama kamu" ucap Pangeran Jeon Seok tersenyum tipis.


"ya ya, sudahlah kita nikmati saja hari ini memandang danau ini kapan lagi coba ada kesempatan seperti ini" ucap Tuan Putri Seo Young beralih menatap ke danau dan sekitarnya.


...****************...


Tak terasa hari sudah hampir gelap mereka berdua memutuskan untuk segera pergi dari danau namun ketika baru saja berjalan tiba-tiba datang sekelompok orang menghadangi jalan mereka dan Tuan Putri Seo Young sangat tahu itu kelakuan siapa. Siapa lagi jika bukan Selir Moon Hee dan juga putrinya yang memang sengaja ingin menyelakainya meskipun beberapa kali usaha mereka sia-sia.


"mau kemana Putri mari bermain-main dengan kita dulu tidak baik buru-buru pergi nikmati saja dulu" ucap salah satu dari mereka berjalan mendekati Tuan Putri Seo Young dan Pangeran Jeon Seok.


Tanpa basa-basi lagi Tuan Putri Seo Young segera menyerang mereka dengan tangan kosong bermodalkan kemampuan fisiknya yang sudah sangat terlatih tidak mau jika harus bicara panjang lebar yang hanya akan menguras waktu saja.


"hebat sekali dia tidak ada rasa takut sama sekali kenapa dia bisa seberani ini saya pikir dia akan berlindung pada saya" Pangeran Jeon Seok tertegun melihat Tuan Putri Seo Young yang tidak takut sama sekali.


Tuan Putri Seo Young sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyerangnya sampai satu persatu jatuh terluka dan untuk yang terakhir Tuan Putri Seo Young mengambil pedang yang terjatuh tepat di sebelahnya lalu menusukkan pada orang di hadapannya sampai darah bercucuran karena pendang yang langsung di cabut begitu saja.


"kalian jangan harap bisa melukai saya sedikit saja apa kalian pikir kalian sudah hebat, bilang padanya bahwa dia tidak akan pernah bisa membunuh saya tapi saya yang akan membunuh mereka camkan itu baik-baik" ucap Tuan Putri Seo Young melempar pedang dan menancap di pohon.


"masih untung kalian masih hidup sekarang bisa saja saya membunuh kalian semua tapi saya tidak melakukannya, ini hanya permulaan lihat saja nanti akan seperti apa" setelah mengucapkan itu Tuan Putri Seo Young segera pergi.

__ADS_1


Pangeran Jeon Seok masih terkejut dengan kemampuan Tuan Putri Seo Young yang sangat lihai dan melihat Tuan Putri Seo Young sudah jalan dia pun menyusulnya.


__ADS_2