HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION

HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION
CHAPTER 8 Bertemu Dengan Pangeran Kerajaan Timur


__ADS_3

Hari ini Tuan Putri Seo Young pergi ke perpustakaan kembali untuk mencari tahu tentang tanaman beracun yang akan dia gunakan untuk membalas perbuatan Selir Moon Hee dan Putri Jin Soo yang telah membuat wajah Tuan Putri Seo Young jadi jelek dan juga pernah menyelakainya berulang kali. Dia mencari di rak yang dulu saat mengambil buku ramuan herbal "nah ini dia yang gue cari ketemu juga disini" Tuan Putri Seo Young menemukan buku itu lalu segera mengambilnya dan membacanya secara seksama agar tidak ada yang terlewatkan. Tuan Putri Seo Young berada di perpustakaan sendirian dia menolak ditemani oleh kakaknya Pangeran Dae Young dan juga meminta agar Jihan tidak menemaninya karena dia hanya ingin pergi sendirian agar tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya dia lakukan di perpustakaan. "Emm, oke sepertinya besok gue harus cari tanaman ini membuatnya menjadi minuman teh juga mencampurkannya kedalam masakan. Biar tahu rasa itu si nenek lampir sama Putri sialannya itu" Tuan Putri Seo Young tersenyum sembari membayangkan apa yang akan terjadi jika Selir Moon Hee dan Putri Jin Soo merasakan tanaman beracun itu "Eh, masalah perjodohan itu apa yang akan dilakukan sama mereka rencana jahat apa yang mereka akan lakukan. Emm, gue tahu pasti mereka akan membuat Pangeran itu jatuh cinta sama Putri Jin Soo. Okeh, gue tunggu permainan kalian jangan pikir gue akan menghalangi rencana kalian justru gue dengan senang hati akan membantu kalian memudahkan rencana kalian. Gue nggak mau hidup gue diatur-atur kayak gini biasanya kan gue bebas ngelakuin apapun sesuka gue tanpa ada seorang pun yang bisa membantah gue, jangan pernah panggilan gue Nesya kalo gue tidak bisa mendapatkan apa yang gue inginkan" ucapnya tersenyum smrik. "Gimana ya caranya biar gue bisa latihan panahan sama pedang kalo gue minta sama Pangeran Dae Young atau Jendral Choi Soo Bin pasti mereka akan curiga kenapa tiba-tiba Tuan Putri Seo Young minta diajarin panahan sama pedang selama ini kan Tuan Putri Seo Young nggak pernah ngelakuin hal itu" ucap Tuan Putri Seo Young memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa berlatih "aha, gue ada ide kenapa gue nggak minta diajarin sama Pangeran itu aja mungkin dia bisa bantuin gue besokan gue ketemu sama dia. Ide yang bagus Nesya Lo itu memang gadis yang sangat cerdas dan pintar nggak sia-sia gue sekolah selama 12 tahun" ucapnya tersenyum-senyum sendiri "Gue jadi kangen sama bestie gue nih coba aja kalo gue cuman koma dan jiwa gue berpindah ke sini gue pasti bisa bertemu sama mereka lagi ketawa bareng hang out bareng. Astaga gue pasti bahagia banget tapi ini gue mati dan pastinya gue mungkin kalo nggak pergi ke alam yang seharusnya ya gue harus bertahan di dalam tubuh ini. Gue masih nggak habis pikir kesalahan gue apa sih sampai gue harus bernasib tragis kayak gini perasaan gue jadi orang nggak terlalu jahat-jahat amat justru gue selalu membantu orang yang tertindas dan di bully pas di sekolah maupun di luar sekolah. Gue juga nggak pernah pilih-pilih dalam berteman siapapun itu nggak peduli apapun statusnya dan bagaimana orang lain memandang mereka karena bagi gue semua orang itu berhak untuk bahagia dan mendapatkan yang sepantasnya. Kak Nando selalu bilang sama gue bahwa gue harus berteman sama siapa aja tanpa memandang statusnya, gue bener-bener beruntung banget bisa punya kakak seperti kak Nando yang selalu mengajarkan gue kebaikan sedari gue masih kecil. kak semoga kakak bisa bahagia tanpa ada gue lagi disisi kakak dan juga semoga kakak bisa mendapatkan pendamping hidup yang sama baiknya sama kayak kakak, maaf ya kak gue nggak bisa nemenin kakak di saat-saat itu tapi gue pasti selalu doain yang terbaik buat kakak" tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya "ah, apaan sih gue kok jadi melow gini sih. Come On Nesya jangan sedih Lo harus kuat Lo itu bukan gadis yang cengeng kayak gini apa kata orang masak sih atlet taekwondo nangis kayak gini bisa di ketawain gue" ucapnya menghapus air matanya dan mencoba untuk tersenyum "eh, ngomongin taekwondo gue udah lama loh nggak latihan apa gue masih bisa enggak ya kan gue sekarang jadi Tuan Putri Seo Young. Apa gue tes aja ya biar gue tahu kemampuan gue masih sama apa enggak kayak dulu tapi gimana ya caranya" ucapnya memikirkannya apakah kemampuannya tidak berubah seperti saat masih menjadi dirinya sendiri "nah itu ada blok kayu sama papan kayu gue ambil aja deh buat latihan semoga aja nggak patah nih tangan gue" ucapnya melihat ada blok kayu dan papan kayu di samping rak belakang lalu berdiri dan mengambilnya "bismillah semoga gue bisa" ucapnya sedikit berdoa kemudian dia menaruh papan kayu itu dimeja lalu dengan sedikit ragu dia memukulnya menggunakan tangan kanannya dan apa yang terjadi papan kayu itu terbelah menjadi dua "eommeo, gila ternyata kemampuan gue masih sama syukurlah kalo gitu jadi gue nggak perlu merasa khawatir dan cemas masalah ini dan nggak ada yang bisa berani buat ngelukain gue. Good Job Nesya Lo emang hebat" ucapnya sangat senang dengan memuji dirinya sendiri lalu dia beralih pada blok kayu yang disebelahnya dengan tanpa ragu lagi dia menaruhnya diantara dua kursi dan memijaknya menggunakan kaki kirinya tanpa diduga blok kayu itu juga terbelah menjadi dua "wah Daebak, katanya Tuan Putri Seo Young itu lemah la terus barusan apaan tubuh ini bisa matahin blok kayu sama papan kayu itu. Wait, apa mungkin karena sekarang yang ada ditubuh ini gue ya makanya dia bisa ngelakuin itu tadi kayaknya emang gitu deh secara gue gitu loh Nesya Ishana Laquitta atlet taekwondo yang cukup berprestasi dan lumayan sering menangin perlombaan" ucapnya bertepuk tangan ria dengan sedikit menyombongkan dirinya ya meskipun itu kenyataan juga sih dahulu sebelum jiwanya berpindah Nesya merupakan salah satu atlet taekwondo terbaik di kota Jakarta yang pernah beberapa kali memenangkan kejuaraan taekwondo karena Nesya sudah berlatih taekwondo sejak dirinya masih sangat belia diumur 6 tahun meskipun kedua orangtuanya sempat melarang saat itu karena mereka berpikir Nesya masih sangat kecil namun Nesya berhasil membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa dia bisa melakukannya dengan sangat baik dan dari situ mereka sudah tidak ragu lagi dengan kemampuan Nesya. "hah, jadi kangen suasana di tempat pertandingan yang pastinya selalu gue tunggu. Yah, seharusnya sekarang gue itu ada kejuaraan lagi beberapa bulan lagi, semoga aja Vero bisa ngantiin gue secara kan dia juga bisa dibilang kemampuannya hampir sama kayak gue pasti dia juga bisa menangi pertandingan itu" ucapnya teringat jika tidak lama lagi seharusnya dia ada pertandingan taekwondo "heh, sekarang mau ngapain nih gue masak sih gue harus disini sampai malam sih inikan masih sore. apa gue pergi ke luar aja ya sekaligus jalan-jalan gitu biar nggak bosen disini terus tapi kayaknya nggak usah ajak Jihan deh malah ribet nanti tapi sebelum itu gue harus beresin ini dulu kalo ada yang lihat kan gawat bisa-bisa gue ketahuan lagi nanti" ucapnya mengambil blok kayu dan papan kayu yang sudah terbelah menjadi dua lalu membuangnya dibalik pintu dalam perpustakaan "okeh, udah beres sekarang tinggal gue pergi aja sebelum ada yang nyari gue nanti" setelah selesai membuangnya Tuan Putri Seo Young segera bergegas pergi dari perpustakaan sebelum Jihan atau Pangeran Dae Young mencarinnya.

__ADS_1


...****************...

__ADS_1


Tuan Putri Seo Young sudah berhasil keluar sebelum Jihan atau Pangeran Dae Young mencarinya atau melihatnya sudah pergi dari perpustakaan dan sekarang dia sudah berada di jalan hanya sekedar untuk mengusir kebosanannya sekaligus menikmati kebebasannya jalan sendirian tanpa adanya Jihan. "hah, udara di sore hari yang cerah ini secerah wajah oppa sejuk juga ya apalagi ini musim semi gue pernah baca kalo ada beberapa tempat disini yang sangat bagus saat musim semi apa gue kesana aja ya daripada nggak tahu mau kemana kan" ucapnya terasa senang bisa menikmati kesejukan di sore hari yang cerah kemudian memutuskan untuk pergi ke tempat yang sudah terpikirkan olehnya tadi "untungnya tempatnya nggak jauh dari sini jadi sebentar lagi gue pasti sampai" ucapnya tersenyum senang sembari melihat keadaan di sekitarnya. Tak lama kemudian dia sudah sampai ditempat itu yang sangatlah indah sekali menurutnya "ya Daebak, bagus banget sih tempatnya nggak sia-sia gue disini. Ah, bunganya cantik banget" ucapnya sedikit berlari saat melihat bunga yang sangat cantik menurutnya lalu tanpa sadar dia hampir saja terjatuh namun tanpa diduga ada seorang laki-laki yang menolongnya jadi dia tidak terjatuh "kalo jalan itu hati-hati tidak perlu berlari-larian seperti ini seperti anak kecil saja" ucapnya sedikit ketus bukanya menjawab Tuan Putri Seo Young malah menatap laki-laki itu membuatnya sedikit merasa risih *ya ampun tuhan, ganteng banget sih cowok ini pengen rasanya pengen banget gue bungkus terus bawa pulang deh. Eh, ngomong apaan sih gue main bungkus-bungkus aja emangnya dia makanan apa kok jadi ngelantur gini sih omongan gue sadar Nesya sadar*batinnya terpesona dengan ketampanan lelaki itu "kamu kenapa memandang saya seperti itu, saya tidak suka kamu pandang seperti itu" ucapnya yang seketika membuyarkan lamunan Tuan Putri Seo Young "eh, iya maaf saya tidak bermaksud menatap kamu seperti itu. Iya tadi saya tidak melihat jalan saya hanya fokus melihat bunga itu saja" ucap Tuan Putri Seo Young sedikit salah tingkah lelaki itu hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan Tuan Putri Seo Young "eh iya, kamu sendirian saja disini tidak bersama teman kamu" tanyanya sedikit merasa kepo "kamu lihat kan saya hanya sendirian dan kamu masih bertanya" ucapnya sangat ketus "elah, ngomongnya bisa biasa aja nggak sih nggak usah ketus kayak gitu. Nanti nggak ada loh yang mau sama kamu kalo kamu kayak gitu, ganteng-ganteng kok ketus sih santai dikit napa. apa kamu mau saya temani kebetulan saya hanya sendirian saja" ucap Tuan Putri Seo Young sedikit menggodanya *apa-apa sih perempuan ini kenapa dia seperti sedang menggoda saya tidak punya harga diri sama sekali jadi perempuan*batinnya menatap Tuan Putri Seo Young heran "heh, ditanya malah diam aja kayak patung jadi gimana nih mau kan" ucapnya sembari mengibaskan kedua tangannya di depan muka lelaki itu "tidak perlu saya bisa sendiri tidak perlu kamu temani" ucapnya lalu bergegas pergi "ini nih tipe cowok kesukaan Nesya kejar ah. woy tungguin eh tuh orang budek atau gimana sih" ucapnya lalu berlari mengejar lelaki itu "eh cowok ganteng tungguin dong nggak kasihan apa lihat saya berlari mengejar kamu" ucapnya sedikit berteriak agar lelaki itu mendengarnya karena kesal mendengarnya lelaki itu berhenti lalu menatap Tuan Putri Seo Young datar "kenapa kamu mengejar saya, saya sudah bilang tidak mau kamu temani" ucapnya dengan datar "kalo saya maksa gimana, lagian kan kita sama-sama sendiri kalo jalan bareng kan enak" ucapnya sedikit ngos-ngosan karena capek berlari "terserah kamu saja, sepertinya percuma saja saya bicara sama kamu" ucapnya lalu berjalan duluan "nah gitu kek dari tadi kan enak jadinya saya tidak perlu mengejar kamu tadi, eh iya boleh kenalan nggak masak sih saya panggil kamu cowok ganteng" ucapnya menghentikan langkah lelaki itu menatap datar Tuan Putri Seo Young "eh, bisa nggak sih biasa aja kaku banget sih jadi cowok tapi nggak papa sih saya tetap suka kok sama kamu" ucapnya sedikit menggoda "suka-suka saya tidak ada urusannya sama kamu, saya Hwang Jung Pangeran dari kerajaan timur" jawabnya yang seketika membuat Tuan Putri Seo Young terkejut *waduh, mampus gue kalo tahu dia itu Pangeran nggak mungkin banget gue nggodain dia tadi. aduh bodoh banget sih Lo Nesya mau di taruh mana muka gue apa gue lari aja ya sumpah gue malu banget*batinnya merasa malu dengan sikapnya tadi "kamu kenapa malah diam saja, siapa nama kamu" ucap Pangeran Hwang Jung menyadarkan Tuan Putri Seo Young "eh iya, saya Seo Young Putri dari kerajaan Utara. sepertinya saya harus pergi sekarang saya baru ingat saya tidak bilang kalau saya pergi pasti sekarang kakak saya sedang mencari saya" ucapnya yang sudah kepalang malu sehingga mengarang alasan lalu segera berjalan namun tangannya di cekal oleh Pangeran Hwang Jung "apa kamu malu dengan perbuatan kamu tadi sehingga kamu ingin pergi" ucap Pangeran Hwang Jung tersenyum mengejek Tuan Putri Seo Young "eh anu itu saya.." belum selesai berbicara sudah di potong oleh Pangeran Hwang Jung "kenapa kamu terlihat gugup benarkan ucapan saya" ucapnya melihat perubahan dari sikap Tuan Putri Seo Young *pait-pait, anjir tahu banget sih ini manusia rasanya gue pengen ngilang aja kayak demit*batinnya merasa semakin malu "bukan begitu Pangeran, saya memang harus pulang sekarang. permisi silahkan dilanjut lagi jalan-jalannya"ucap Tuan Putri Seo Young segera berlari sebelum Pangeran Hwang Jung mencegahnya lagi "ada-ada saja dia, tadi seperti menggoda saya setelahnya dia main pergi seperti itu saja. sepertinya memang dia sangat malu dengan kelakuannya tadi" ucapnya sedikit tersenyum dengan kelakuan Tuan Putri Seo Young lalu dia melanjutkan jalannya. Tuan Putri Seo Young menggerutu sepanjang jalan "ah sumpah malu banget gue semoga aja gue nggak ketemu lagi sama dia mau di taruh dimana lagi muka gue. ah ****, auah mendingan gue ketempat yang lain aja" ucapnya berharap tidak bertemu lagi dengan Pangeran Hwang Jung karena sudah sangat malu dengan sikapnya tadi kemudian dia segera menuju ke tempat lainnya untuk menenangkan dirinya setelah kejadian tadi.

__ADS_1


__ADS_2