
Hari sudah semakin gelap tapi Tuan Putri Seo Young dan Jihan belum juga sampai di kediaman beruntungnya tidak ada yang menyadari jika mereka berdua pergi secara diam-diam kecuali Selir Moon Hee dan Putrinya yang sempat melihat mereka secara tidak sengaja melihat dari kejauhan dan merencanakan sesuatu untuk mencelakai Tuan Putri Seo Young beserta Jihan.
Ketika sampai di tengah perjalanan mereka berdua bertemu dengan sekelompok orang yang menghadangi jalan mereka dan Tuan Putri Seo Young sudah tahu itu ulah siapa.
Tuan Putri Seo Young hanya berdecih kemudian mendekati mereka Jihan sempat mencegahnya namun tidak dihiraukan oleh Tuan Putri Seo Young karena baginya itu sudah biasa di hadapinya ketika masih berada di masa depan saat masih menjadi dirinya sendiri bukan seperti sekarang.
"kalian kenapa menghalangi jalan ku kalian mau pergi atau tahu akibatnya nanti dan pastinya kalian akan menyesal nantinya" ucap Tuan Putri Seo Young sedikit mengancam mereka namun bukannya takut mereka malah tertawa membuat Tuan Putri Seo Young kesal setengah mati dengan mereka.
"hey Tuan Putri yang terhormat kamu pikir kami takut dengan ucapan kamu, bisa apa Tuan Putri Seo Young yang lemah ini" ucap salah satu dari mereka dengan nada yang menghina Tuan Putri Seo Young membuatnya semakin kesal.
Tuan Putri Seo Young mendekati mereka sembari mengacungkan pedang yang sangat tajam di leher orang yang menghinanya tadi membuatnya sedikit tersentak dan tidak menyangka reaksi dari Tuan Putri Seo Young lalu dia ingin melawan namun tidak bisa.
"inilah akibatnya jika kalian menghina saya, kamu pikir saya manusia yang lemah tentu tidak saya bisa melakukan apa yang tidak bisa kalian lakukan. mundur atau ketua kalian akan mati di tangan ku" ucapnya penuh dengan ancaman kemudian mereka mulai mudur karena takut jika Tuan Putri Seo Young menyakiti ketua mereka. Namun bukannya Tuan Putri melepaskannya dia tetap megoreskan pedang ke leher orang itu hingga darah mengucur deras dari lehernya yang hampir saja di buat patah oleh Tuan Putri Seo Young.
"bagaimana apa kalian mau bernasib sama dengan dia jika mau maju sini saya akan mengirim kalian ke neraka sama dengannya, kalian pikir saya tidak bisa apa-apa salah besar jika kalian meremehkan saya sekali lagi saya katakan jika saya bukanlah Tuan Putri yang lemah tapi sebaliknya kalian tidak tahu siapa saya sebenarnya jika kalian tahu kalian pasti tidak akan berani dengan saya" ucap Tuan Putri Seo Young melepaskan pedang nya yang berlumuran darah pekat dari ketua sekumpulan orang yang ingin menyakiti dia.
Mereka semua berlutut pada Tuan Putri Seo Young meminta ampun darinya mereka sudah salah memilih lawan tapi bukanya Tuan Putri Seo Young memaafkan mereka dia malah melempar pedang yang di jatuhkannya tepat mengenai dada salah satu dari mereka tertancap hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak hingga dia meninggal membuat mereka semakin takut terhadap Tuan Putri Seo Young yang hanya asal melempar pedang namun bisa tepat sasaran. Jihan menganga melihat Tuan Putri Seo Young yang semakin hebat saja sampai dia heran dimana Tuan Putri Seo Young belajar seperti itu karena dia tidak pernah melihat Tuan Putri Seo Young berlatih apapun kemudian dengan langkah kaki yang takut Jihan mendekati Tuan Putri Seo Young yang tengah menatap tajam sisa orang yang ada.
__ADS_1
"kami minta maaf jika sudah menganggu Tuan Putri Seo Young kami sudah salah mengira Tuan Putri tidak bisa apa-apa ternyata Tuan Putri sangat hebat" ucapnya masih berlutut pada Tuan Putri Seo Young.
"katakanlah pada orang yang menyuruh kalian jangan bermacam-macam dengan saya atau dia akan menerima akibatnya nanti dan satu lagi tolong bilang pada teman-teman kalian yang lain jangan ada yang mau menerima perintah dari Selir Moon Hee atau mereka akan bernasib sama dengan kedua orang ini" ucap Tuan Putri Seo Young mengingatkan mereka sedangkan mereka hanya menganggukkan kepala lalu pergi setelahnya takut jika Tuan Putri Seo Young membunuh mereka.
"Tuan Putri sangat hebat sekali darimana Tuan Putri bisa melakukan itu saya melihat Tuan Putri tadi hanya asal melempar tapi kenapa bisa tepat sasaran" tanya Jihan menatap Tuan Putri Seo Young yang kini sedang mencabut pedangnya yang tertancap lalu membersihkannya dengan kain yang dibawanya.
"ya pokoknya ada deh kamu tidak pernah tahu saya belajar dari mana tapi kamu tolong rahasiakan ini ya jangan sampai ada orang yang tahu masalah ini ya, saya tidak mau orang lain tahu tentang saya kecuali kamu dan tentunya mereka" Tuan Putri Seo Young mengingatkan Jihan agar tidak berbicara pada siapapun masalah itu.
"baiklah Tuan Putri saya tidak akan membicarakannya pada siapapun, tapi saya sangat tidak menyangka sekali Tuan Putri bisa sangat berubah seperti ini tapi apapun itu saya senang jadi tidak ada yang bisa menyakiti Tuan Putri lagi setelah ini" ucap Jihan tersenyum menatap kagum Tuan Putri Seo Young.
Jihan menatap Tuan Putri Seo Young masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat tadi ketika asal melempar pedang namun bisa tertancap pas di dada orang tadi sedangkan Tuan Putri Seo Young melirik Jihan yang terus saja menatapnya.
"Jihan kenapa kamu menatap saya seperti itu apa ada yang salah dengan saya" tanya Tuan Putri Seo Young agak risih dengan Jihan yang terus saja menatapnya.
"maaf Tuan Putri saya masih tidak menyangka saja dengan apa yang saya lihat tadi Tuan Putri yang ternyata sangat hebat dalam hal apapun saya bangga sekaligus tubuh percaya dengan Tuan Putri tapi saya juga sangat senang jika Tuan Putri bisa bersikap tenang apapun yang terjadi tadi, padahal saya sudah takut jika Tuan Putri kenapa-napa kalau Tuan Putri terluka yang ada saya yang kena marah nanti tapi sekarang Tuan Putri tidak kenapa-napa" ucap Jihan membuat Tuan Putri Seo Young geleng-geleng kepala mendengarnya lalu menepuk pundak Jihan.
"eomeo Jihan, masalah itu sudahlah tidak usah kamu pikirkan lagi kamu hanya pusing sendiri nanti jika terus memikirkannya. saya bukan lagi Tuan Putri yang lemah Jihan ingat itu baik-baik saya tidak takut dengan apapun ataupun dengan siapapun kecuali saya takut jika kehilangan orang yang sangat saya sayangi selain itu tidak ada" ucap Tuan Putri Seo Young menjawab perkataan Jihan. Jihan hanya tersenyum mendengarnya dalam hatinya dia sangat senang sekali dengan perubahan sikap Tuan Putri Seo Young yang semakin pemberani dan tidak takut dengan apapun ataupun siapapun. Mereka berdua sedikit mempercepat langkahnya agar cepat sampai karena hari sudah semakin gelap dan perjalanan mereka masih cukup jauh gara-gara insiden tadi yang agak menyita waktunya.
__ADS_1
...****************...
Di lain tempat Selir Moon Hee dan putrinya sedang menunggu sekelompok orang yang mereka suruh untuk menyakiti bahkan membunuh Tuan Putri Seo Young di hutan janjian mereka tadi.
"Bunda kemana mereka kenapa lama sekali kita sudah menunggu dari tadi tapi mereka belum juga datang" ucap Putri Jin Soo kepada Selir Moon Hee sebelum dia menjawab pertanyaan putrinya sekelompok orang itu sudah datang dengan wajah yang menahan emosi pada Selir Moon Hee dan putrinya.
"kenapa kalian lama sekali bagaimana apa kalian berhasil membunuh Tuan Putri sialan itu" ucap Selir Moon Hee bertanya pada mereka membuat mereka berdecih kemudian menatap nanar Selir Moon Hee.
"kalian pembohong Tuan Putri Seo Young tidak seperti apa yang kalian katakan dia sangat lihai sekali dalam menggunakan pedang sampai ketua dan salah satu teman kita mati karena dia, apa kalian sebelumnya tidak tahu jika Tuan Putri Seo Young itu hebat dalam segala hal dan juga dia berpesan pada saya bahwa kalian jangan pernah bermain-main dengan dia lagi atau kalian berdua akan merasakan akibatnya nanti, saya pikir kalian sangat tidak mengenal dia dengan baik" ucap orang itu marah dengan Selir Moon Hee yang berbohong padanya tentang Tuan Putri Seo Young yang lemah dan tidak bisa apa-apa. Sedangkan Selir Moon Hee dan putrinya merasa sangat kesal karena rencana mereka gagal untuk kesekian kalinya mereka masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh salah satu dari mereka tadi.
"apa berbohong kalian ternyata sama dengan mereka apa kalian tidak bisa mengalahkan satu orang saja, apa dengan julukan kalian itu sangat memalukan sekali bukanya kalian itu sudah profesional kenapa tidak bisa melawan satu putri saya dasar tidak berguna sia-sia saya menyuruh kalian" marah Selir Moon Hee yang lagi-lagi rencananya gagal untuk mencelakai Tuan Putri Seo Young.
"kajian saja yang tidak tahu lihat saja nanti apa yang akan terjadi pada kalian karena telah meremehkan Tuan Putri Seo Young, dia memang hanya sendiri tapi dia sangat pintar sekali untuk membodohi kita. lihat saja nanti kalian juga akan mendapatkan akibatnya karena bermain-main dengan Tuan Putri Seo Young" ucapnya sangat kesal dengan Selir Moon Hee lalu pergi dengan perasaan yang sangat kesal marah dan emosi karena mereka telah kehilangan ketua dan juga salah satu teman mereka.
"bunda bagaimana ini rencana kita gagal lagi dan alasan mereka sangat sama apa kita sudah salah bermain-main dengan dia jika benar kita bisa dalam bahaya bunda" ucap Putri Jin Soo sedikit takut jika apa yang dibicarakan oleh mereka tadi benar.
"sudahlah tidak usah kamu pikirkan tidak mungkin dia seperti itu pasti ada sesuatu yang lain membuat mereka menjadi seperti itu, lebih baik kita kembali sekarang sudah malam bunda juga pusing kita bisa pikirkan nanti lagi" ucap Selir Moon Hee memegang kepalanya yang pusing karena rencananya yang gagal total memutuskan untuk kembali karena hari sudah malam dan juga nantinya akan ada orang yang mencurigai mereka.
__ADS_1