
Tuan Putri Seo Young dan Pangeran Dae Young sudah sampai di istana di hari yang sudah mulai larut malam "Pangeran saya permisi mau istirahat dulu ya, sekali lagi saya minta maaf" Tuan Putri Seo Young menundukkan kepalanya "iya tidak apa, yang penting kamu tidak kenapa-kenapa. Lain kali jika ingin pergi sebaiknya di temani oleh Jihan tidak baik kamu pergi sendirian mengerti" Pangeran Dae Young mengacak-acak rambut adiknya sembari tersenyum *eommo, kenapa sih gue masih melting aja diginiin sama Pangeran Dae Young. sadar Nes dia itu kakak Lo sekarang jadi Lo nggak boleh baper lagi sama dia*batinnya yang masih saja baper dengan perhatian Pangeran Dae Young "baik Pangeran, lain kali saya akan pergi bersama dengan Jihan. kalo begitu saya permisi dulu" Tuan Putri Seo Young memberikan hormat lalu pergi "hah, sepertinya aku harus selalu mengawasi dia sudah dua kali dia pergi tanpa izin atau tanpa Jihan sebelumnya dia tidak pernah melakukannya tapi kenapa sekarang dia menjadi seperti ini. Sebenarnya apa yang terjadi dengan adikku" Pangeran Dae Young masih heran dengan kelakuan adiknya belakangan ini yang sangatlah berbeda dengan biasanya lalu Pangeran Dae Young juga pergi untuk segera beristirahat. Tuan Putri Seo Young berjalan dengan merasa senang atas kejadian tadi "akhirnya gue bisa akrab sama Pangeran ganteng itu ya meskipun pada awalnya sikapnya dingin banget kek kutub sama gue. tapi untungnya gue itu pinter banget bikin orang nyaman jadi perlahan-lahan sikapnya mulai lunak sama gue. emm, apa gue deketin aja ya dia lumayan juga sih udah ganteng baik lagi cuman sayangnya sikapnya itu siapa sih yang nggak mau sama dia. kalo gue sama dia kan gue jadi punya alasan buat nolak perjodohan itu, fiks gue harus deketin dia. jangan pernah panggil gue Nesya kalo gue nggak bisa dapetin apapun yang gue mau" Tuan Putri Seo Young tersenyum devil "eh iya gue kan ada janji sama Pangeran besok ketemu dihutan tapi sebelum itu gue harus cari tanaman beracun itu dulu buat ngelancarin rencana gue. tunggu saja permainan gue nenek lampir Lo akan mendapatkan balasan yang setimpal" Tuan Putri Seo Young tersenyum smirk "sekarang gue harus istirahat dulu" Tuan Putri Seo Young langsung tidur saat sampai di kediamannya.
...****************...
__ADS_1
Selir Moon Hee dan Putri Jin Soo sedang membicarakan hal yang cukup serius mengenai Tuan Putri Seo Young. "Bunda barusan aku lihat Pangeran Dae Young dengan Putri baru saja kembali dari luar. aku sedikit merasa heran bunda dengan Putri sialan itu kenapa akhir-akhir ini dia sering sekali keluar sendirian tanpa ditemani oleh Jihan. sikapnya juga berbeda Bunda dia semakin berani dengan kita kemarin saja dia berani menatap kita seperti itu dan juga tatapannya sangat berbeda dengan biasanya" Putri Jin Soo mengatakan yang dia pikirkan "iya sayang, Bunda juga merasa heran dengan dia tapi ya sudahlah tidak usah kita pikirkan. sekarang Bunda ada rencana untuk menyelakai Putri Seo Young" Selir Moon Hee sudah memikirkan apa rencana selanjutnya "apa itu Bunda, aku jadi tidak sabar" tanya Putri Jin Soo dengan semangat "seperti dulu kita akan mencelakai dia saat berada diluar, kali ini Bunda pastikan kita akan berhasil. Bunda yakin dia besok akan berpergian sendiri lagi jadi kita bisa mudah untuk menyelakainya dan mungkin saja dia bisa meninggal dengan begitu kamu akan menjadi Putri satu satunya di kerajaan ini" Selir Moon Hee tersenyum devil memikirkan jika kali ini rencananya akan berhasil "bagus Bunda ada untungnya juga dia akhir-akhir ini sering pergi sendirian dengan begitu kita bisa mudah untuk menyelakainya" Putri Jin Soo senang dengan rencana ibunya "sudahlah ini sudah malam sebaiknya kamu istirahat biar masalah ini Bunda yang mengaturnya" Selir Moon Hee menyuruh agar putrinya beristirahat "baiklah Bunda aku akan istirahat, Bunda juga istirahat ya" Putri Jin Soo memberikan hormat lalu segera pergi "hahaha, tunggu saja Putri Seo Young rencana ku kali ini pasti akan berhasil dan kau akan mati sehingga tidak ada lagi yang bisa menghalau rencana ku" Selir Moon Hee tertawa jahat yang yakin rencana akan berhasil kali ini "sudahlah aku lelah lebih baik istirahat dulu besok aku akan menyuruh orang untuk membunuh Putri sialan itu" Selir Moon Hee memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu.
...****************...
__ADS_1
...****************...
Mereka berjalan cukup santai karena sebentar lagi akan sampai di hutan yang kemarin Tuan Putri Seo Young datangi ketika mencari tanaman herbal dan sekarang mencari tanaman beracun. Sampai ada sekelompok orang yang menghentikan langkah mereka *hah, nenek lampir sialan tahu banget sih gue mau pergi awas gue akan buat perhitungan sama Lo*batin Tuan Putri Seo Young menatap jengah orang didepannya "siapa kalian kenapa harus menghalau jalan kami, apa ada yang menyuruh kalian" Tuan Putri Seo Young pura-pura tidak mengetahui siapa mereka dan apa maunya "kau tidak perlu tahu siapa yang menyuruh kami, kami hanya akan menjalankan perintah untuk membunuh mu" jawab salah satu dari mereka "Tuan Putri bagaimana ini kita hanya pergi berdua tidak dengan pengawal ataupun Pangeran" Jihan merasa ketakutan "tenang saja Jihan kamu diam saja disini biar saya yang mengurus semuanya" Tuan Putri Seo Young berjalan mendekati mereka "oh jadi kalian ingin membunuh ku silahkan saja jika itu mau kalian" ucapnya membuat Jihan terkejut mendengarnya "wah wah, kau berani sekali menantang kami. kau memang cari mati" ucap mereka merasa sedikit kesal dengan Tuan Putri Seo Young "tidak ada yang perlu saya takutkan disini, ayo maju kalian dan jangan pakai pedang lawan saya dengan tangan kosong. jika kalian menolak berarti kalian lemah tanpa pedang" Tuan Putri Seo Young sedikit menghina mereka "baiklah Jika itu keinginan mu tapi jangan salahkan kami jika kamu tetap kalah nanti"ucapnya sedikit agak sombong *Weh, belum tahu siapa gue oke kita mainkan*batin Tuan Putri Seo Young "ayo sini kalian" Tuan Putri Seo Young menantang mereka "aduh bagaimana ini, kalo ada apa-apa dengan Tuan Putri bagaimana" Jihan panik dengan kejadian yang di lihatnya. Tanpa ragu salah satu dari mereka maju untuk menyerang "kau Putri lemah bisa apa, berani-beraninya menantang kami"ucapnya lalu mulai menyerang Tuan Putri Seo Young namun dengan mudahnya dia menangkis serangannya dan berbalik menyerang orang itu tanpa ampun *hehehe, lumayan lah latihan gratis sepertinya gue harus berterima kasih dengan nenek lampir*batinnya merasa sedikit senang bisa berlatih kembali. Orang itu kewalahan dengan serangan Tuan Putri Seo Young yang menurutnya sangat aneh lalu Tuan Putri Seo Young memiting leher orang itu dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang pedang lawan yang berhasil dia ambil "kalian berani maju lagi selangkah teman kalian akan mati" ancam Tuan Putri Seo Young membuat nyali mereka menciut *apa ini yang dikatakan lemah dasar Selir sialan beraninya dia menipu kami*batin orang itu merasa telah dibohongi oleh Selir Moon Hee "baiklah Putri maafkan kami yang telah mengganggu Tuan Putri, tolong lepaskan teman kami Tuan Putri" mereka bersujud meminta maaf kepada Tuan Putri Seo Young "baiklah, saya akan mengampuni kalian kali ini tapi awas saja jika kalian berani menganggu saya lagi" Tuan Putri melepaskan orang itu dan orang itu lalu bersujud kepada Tuan Putri Seo Young "saya minta maaf Putri karena saya telah meremehkan Tuan Putri" ucapnya meminta maaf "oke baiklah saya akan mengampuni kamu"ucap Tuan Putri Seo Young membuat orang itu merasa senang namun tanpa diduga Tuan Putri Seo Young menusuk orang itu tepat di arah jantungnya "saya akan mengampuni kamu hanya jika kamu mati, karena kamu sudah berani meremehkan saya" ucap Tuan Putri Seo Young merasa senang karena mereka ketakutan akhirnya mereka pergi meninggalkan teman mereka yang sudah mati. "ayo Jihan kita pergi" Tuan Putri Seo Young menarik Jihan pergi dan melanjutkan perjalanan Jihan hanya diam melihat kejadian tadi yang membuatnya sangat takut sehingga dia hanya diam saja tidak bisa berkata-kata. Tuan Putri Seo Young melanjutkan untuk mencari tanaman beracun bersama dengan Jihan yang menemaninya.
__ADS_1