
Tuan Putri Seo Young sudah selesai mandi dan memakai pakaian hanbok tradisional *Astaga repot banget deh, harus ya pakai kayak gini. Biasanya kan gue pake pakaian yang simpel dan nggak ribet*batinnya saat selesai memakai pakaian hanbok tradisional "kenapa Tuan Putri apa pakaian yang dikenakan Tuan Putri kurang bagus"tanya Jihan melihat Tuan Putri Seo Young hanya diam saja "oh ini sudah cukup bagus kok Jihan" Tuan Putri Seo Young tersenyum manis kepada Jihan. "Jihan apa disini ada perpustakaan, jika ada bisa antar saya kesana" Tuan Putri Seo Young menanyakan apakah ada perpustakaan "ada Tuan Putri, mau saya antar sekarang"kata Jihan menawarkan untuk mengantarkannya sekarang "oke, kita kesana sekarang" Tuan Putri Seo Young menyetujui tawaran Jihan "baik Tuan Putri, mari ikuti saya"kata Jihan berjalan duluan diikuti oleh Tuan Putri Seo Young. Jarak antara kediaman Tuan Putri Seo Young dan perpustakaan cukup jauh "Jihan apa masih jauh tempatnya"tanya Tuan Putri Seo Young pada Jihan "sebentar lagi Tuan Putri"kata Jihan bahwa sebentar lagi mereka akan sampai. Mereka sudah sampai di perpustakaan "sudah sampai Tuan Putri, silahkan masuk"kata Jihan saat sudah sampai di perpustakaan mempersilakan Tuan Putri Seo Young untuk masuk "iya saya masuk sekarang. Tapi kamu tidak usah ikut masuk ke dalam" Tuan Putri Seo Young meminta agar Jihan tidak ikut masuk dengannya "kenapa Tuan Putri saya tidak boleh ikut masuk"tanya Jihan bingung. "Saya cuman mau sendiri saja. Tak apa kan, kamu bisa tunggu diluar atau bisa kembali ke paviliun saja" Tuan Putri Seo Young yang hanya ingin sendiri saja "kalo itu kemauan Tuan Putri saya permisi dulu"kata Jihan yang mengerti Tuan Putri Seo Young tidak ingin diganggu lalu Jihan segera pergi dari perpustakaan . Setelah Jihan pergi Tuan Putri Seo Young masuk ke dalam perpustakaan "ya, lumayan besar juga lah. Semoga gue bisa mendapatkan informasi dari sini" Tuan Putri Seo Young setelah memasuki perpustakaan. Tuan Putri Seo Young melihat ada banyak sekali buku tentang Dinasti Joseon "nah ini dia buku yang gue cari" Tuan Putri Seo Young mengambil buku yang dicarinya lalu membukanya dan membacanya "aduh, gue pusing bacanya. Tulisannya kayak gini lagi, gue cari buku yang lain aja deh" Tuan Putri Seo Young kebingungan membaca tulisannya yang masih menggunakan huruf hanja. Tuan Putri Seo Young mencari lagi buku yang lain "nah ini dia, kalo ini gue baru bisa baca untung gue belajar bahasa Korea dan udah lancar juga" Tuan Putri Seo Young melihat buku yang di carinya dan mengambilnya. Tuan Putri Seo Young membaca secara perlahan-lahan agar dia bisa mengerti dan memahami apa yang dia baca di buku itu. Setelah membaca dan memahami apa yang ada dalam buku itu Tuan Putri Seo Young mengembalikannya kemudian cara buku yang lain untuk dibacanya. "Gue bisa seharian disini, banyak yang harus gue pelajari tentang masa ini" Tuan Putri Seo Young memperkirakan akan lama di dalam perpustakaan karena banyak yang harus dia pelajari tentang Dinasti Joseon. "Keadaan nyokap gue sekarang gimana ya apa dia masih sedih kehilangan gue. Kenapa sih gue harus mati muda padahal impian gue belum tercapai, sebentar lagi juga gue lulus SMA terus kuliah benar-benar sial hidup gue apa coba salah gue sampai harus meninggal dengan cara seperti ini. Lebih parahnya lagi gue harus terdampar di masa ini kenapa sih gue nggak pergi dengan tenang aja"kata Nesya alias Tuan Putri Seo Young meratapi nasibnya yang harus mati muda dan berpindah ke masa lalu.
__ADS_1
*********
__ADS_1
Di kediaman Tuan Putri Seo Young Jihan sedang duduk menunggu Tuan Putri Seo Young kembali dari perpustakaan "kenapa Tuan Putri lama sekali, ada apa sebenarnya dengan Tuan Putri"kata Jihan yang menunggu Tuan Putri Seo Young belum kembali. Karena menunggu lama Jihan memutuskan untuk menghampirinya ke perpustakaan namun saat keluar dia melihat Pangeran Dae Young mendekat "Jihan kamu mau kemana. Terus dimana Tuan Putri Seo Young kenapa kamu sendirian"kata Pangeran Dae Young yang melihat Jihan sendirian tidak bersama dengan Tuan Putri Seo Young. "Saya mau ke perpustakaan Pangeran mau menyusul Tuan Putri yang sedang ada disana"kata Jihan setelah memberi salam kepada Pangeran Dae Young "perpustakaan kenapa Tuan Putri tiba-tiba pergi ke perpustakaan apa dia sudah sadar setelah kejadian waktu itu"kata Pangeran Dae Young yang sedikit bingung kenapa Tuan Putri Seo Young pergi ke perpustakaan "iya, Pangeran Tuan Putri Seo Young sudah sadar tadi. Lalu setelah itu meminta saya untuk mengantarkan Tuan Putri ke perpustakaan"kata Jihan mengatakan bahwa Tuan Putri Seo Young sudah sadar lalu meminta diantarkan ke perpustakaan. "Kalo begitu saya ikut kamu ke perpustakaan, saya ketemu sama Tuan Putri"kata Pangeran Dae Young ingin ikut Jihan menghampiri Tuan Putri Seo Young ke perpustakaan "baik Pangeran"kata Jihan menundukkan kepalanya mempersilakan Pangeran Dae Young untuk jalan duluan lalu Jihan mengikuti dari belakang. Jihan hanya diam saja tak mengucapkan sepatah katapun begitu juga dengan Pangeran Dae Young. Mereka pun sudah sampai di perpustakaan lalu segera masuk untuk mencari Tuan Putri Seo Young yang sedang berada di dalam perpustakaan. "Tuan Putri ada Pangeran Dae Young mencari Tuan Putri"kata Jihan pada Tuan Putri Seo Young bahwa Pangeran Dae Young mencarinya *aduh gawat gue harus gimana ini. Tenang Nesya Lo pasti bisa*batin Tuan Putri Seo Young sedikit khawatir bertemu dengan Pangeran Dae Young "oh iya, dimana dia sekarang"tanya Tuan Putri Seo Young menanyakan keberadaan Pangeran Dae Young "Pangeran Dae Young menunggu Tuan Putri di depan, ayo ikuti saya Tuan Putri"kata Jihan meminta Tuan Putri Seo Young untuk mengikutinya. Tuan Putri Seo Young berjalan dengan perasaan yang sedikit gugup karena akan bertemu dengan Pangeran Dae Young dia tidak tahu harus bersikap bagaimana *tenang Nesya tenang jangan gugup, Lo pasti bisa*batin Tuan Putri Seo Young menenangkan dirinya sendiri. Tuan Putri Seo Young melihat Pangeran Dae Young sedang duduk di bangku menunggunya *astaga ganteng amat dah, coba aja dulu gue ketemu sama cowok kayak dia pasti udah gue deketin atau mungkin udah gue pacarin*batin Tuan Putri Seo Young terpesona dengan ketampanan Pangeran Dae Young "bagaimana keadaan kamu apa sudah lebih baik"tanya Pangeran Dae Young ketika melihat adiknya sudah berada didepannya namun Tuan Putri Seo Young malah melamun masih terpesona dengan ketampanan Pangeran Dae Young "Tuan Putri kenapa diam saja"tanya Jihan melihat Tuan Putri Seo Young melamun "Oh iya saya baik-baik saja Pangeran" Tuan Putri Seo Young tersadar dari lamunannya. "Oh syukurlah kalo keadaan kamu baik-baik saja"kata Pangeran Dae Young tersenyum mengetahui adiknya baik-baik saja *astaga senyumnya itu Lo, bikin gue melting. Kalo aja posisinya dia bukan Kakak gue udah gue pacarin kali*batin Tuan Putri Seo Young yang terpikat dengan senyuman Pangeran Dae Young *saya merasa ada yang sedikit aneh sama Putri Seo Young setelah sadar*batin Pangeran Dae Young menyadari bahwa ada yang aneh dengan sikap adiknya. "Kamu ada apa tumben sekali ke perpustakaan"tanya Pangeran Dae Young sedikit heran kenapa Tuan Putri Seo Young ada di perpustakaan *aduh gue harus jawab apa ya, astaga nggak mungkin kan kalo gue jujur nanti yang ada dia curiga sama gue*batin Tuan Putri Seo Young yang kebingungan harus menjawab apa "itu cuma lagi mau baca buku aja" Tuan Putri Seo Young menjawab dengan asal "ada apa kenapa Pangeran mencari saya"tanya Tuan Putri Seo Young mencoba mencari topik lain "saya mencari kamu cuman mau tahu keadaan kamu sudah sadar atau belum. Saya khawatir karena kamu sudah tidak sadar selama 2 Minggu"kata Pangeran Dae Young menjawab pertanyaan Tuan Putri Seo Young "sebelumnya saya mau berterima kasih karena waktu itu Pangeran menolong saya" Tuan Putri Seo Young tersenyum manis berterima kasih kepada Pangeran Dae Young "kamu tidak perlu berterima kasih sudah sepantasnya saya menolong adik saya sendiri"kata Pangeran Dae Young mengusap rambut adiknya itu dengan perlahan membuat Tuan Putri Seo Young terkejut *aigo oppa, melting gue diperlakukan seperti ini*batin Tuan Putri Seo Young meleleh dengan perlakuan Pangeran Dae Young. *Gue jadi kangen sama kak Nando, dulu kak Nando sering banget kayak gini sama gue. Kak semoga Lo bisa menerima kepergian gue ya*batinnya yang teringat akan Nando kakaknya yang juga sangat perhatian dengannya "kamu kenapa kelihatannya kayak sedih gitu"tanya Pangeran Dae Young melihat raut wajah Tuan Putri Seo Young yang terlihat sedih "oh tidak kok, saya tidak sedih Pangeran"jawab Tuan Putri Seo Young mengelak mengatakan bahwa dia tidak sedih. "Apa kamu sudah selesai membaca buku"tanya Pangeran Dae Young apakah Tuan Putri Seo Young sudah selesai membaca buku "belum selesai. Emangnya ada apa Pangeran" Tuan Putri Seo Young memang dia belum selesai membaca "oh tadinya saya mengajak kamu berjalan-jalan, apa mau saya temani"kata Pangeran Dae Young yang sebenarnya ingin mengajak adiknya jalan-jalan "tidak usah Pangeran saya mau membaca sendiri" Tuan Putri Seo Young tidak mau ditemani oleh Pangeran Dae Young "tidak apa kalo kamu mau sendiri, kalo begitu saya pergi dulu'"kata Pangeran Dae Young yang tidak mau mengganggu Tuan Putri Seo Young. Tuan Putri Seo Young hanya tersenyum melihat Pangeran Dae Young kemudian Pangeran Dae Young pergi dari perpustakaan "Jihan apa kamu juga bisa keluar saya hanya mau di sini sendiri. Tidak ada bantahan" Tuan Putri Seo Young menyuruh Jihan untuk keluar "baik Tuan Putri, saya permisi dulu"kata Jihan yang mau tidak mau harus meninggalkan Tuan Putri Seo Young sendirian. *Baguslah mereka pergi jadi gue bisa baca sendirian, tanpa ada yang curiga*batin Tuan Putri Seo Young ketika Pangeran Dae Young dan Jihan sudah keluar dari perpustakaan meninggalkannya sendirian. Tuan Putri Seo Young mencari buku yang sekiranya dapat membantunya untuk mengenal tentang Dinasti Joseon. Tuan Putri Seo Young teringat akan sesuatu "oh sampai lupa gue, gue harus cari buku tentang ramuan herbal yang bisa buat nyembuhin wajah Tuan Putri Seo Young ini biar mulus" Nesya mengingat perbedaan antara wajahnya dengan Tuan Putri Seo Young. Lalu dia menemukan sebuah buku tentang ramuan tradisional atau herbal "nah ini dia yang gue cari" Tuan Putri Seo Young lalu mengambil bukunya dan membacanya. "Emm, kayaknya gue harus pergi ke hutan deh. Buat cari tanaman herbal ini, untung gue tadi sempet baca ada hutan disini tapi lumayan jauh. Nggak papa lah yang penting muka gue bisa mulus lagi"ucap Tuan Putri Seo Young setelah membaca buku tentang ramuan tradisional atau herbal. "eh iya kalo gue disini terus Tuan Putri Seo Young kemana, apa sebenarnya dia juga udah meninggal ya" Nesya bingung dimana jiwa Tuan Putri Seo Young yang sebenarnya. "Udahlah nggak usah dipikirin, yang penting gue harus fokus dulu untuk menyembuhkan wajah gue dan membalas perbuatan nenek lampir itu sama putrinya"ucapnya kesal dengan tingkah laku Selir Moon Hee dan anaknya yang sudah membuat wajah Tuan Putri Seo Young menjadi jelek "setelah gue baca buku tentang Dinasti Joseon, sekarang gue ada di masa pemerintahan Raja Young Min terus Tuan Putri Seo Young putri sah dari permaisuri Hye Soon. Terus kakak pertama alias putra mahkota Jae Hyung, kakak kedua Pangeran Dae Young. Jadi Tuan Putri Seo Young itu anak ketiga dari tiga bersaudara. Terus Mak Lampir alias selir Moon Hee punya dua anak, anak pertama laki-laki namanya Hyo Joo dia itu istilahnya kakak tiri Tuan Putri Seo Young, anak kedua perempuan namanya Jin Soo dia itu istilahnya adik tiri gue. Oke sekarang gue udah paham sama silsilah keluarga kerajaan ini"ucapnya menyimpulkan apa yang telah dia baca tentang Dinasti Joseon "untung selirnya ada satu kalo lebih bisa pusing pala gue" Tuan Putri Seo Young tidak membayangkan jika selirnya lebih dari satu. Tuan Putri Seo Young sudah selesai membaca dan sudah mengerti tentang Dinasti Joseon namun dia tidak ingin keluar dari perpustakaan "males ah gue kalo harus pergi sekarang, mending nanti kalo udah malam aja baru gue pergi dari sini"kata Nesya yang masih ingin berada di perpustakaan karena engan untuk kembali ke kediaman Tuan Putri Seo Young "sekarang gue baca-baca buku yang lain aja deh daripada cuman duduk-duduk nggak jelas kayak gini" Tuan Putri Seo Young lalu berdiri dan mencari buku yang sekiranya bisa dia baca. Dia mencari buku dengan membaca judul bukunya jika judulnya menarik baru dia akan mengambilnya dan membacanya. Tuan Putri Seo Young menghabiskan waktunya di perpustakaan hingga hari sampai menjelang malam baru setelah itu dia akan kembali ke kediaman Tuan Putri Seo Young.
__ADS_1