
Matahari pagi sudah menyapa dengan hangat membangunkan Tuan Putri Seo Young dari tidur nyenyak nya semalam meskipun ada banyak nyamuk yang menganggu tapi itu tidak ada pengaruhnya pada Tuan Putri Seo Young untuk terganggu tidurnya. Lantas dia segera bangun mandi bersiap-siap lalu dia akan melakukan sesuatu yang sudah di rencanakan dia beberapa hari belakangan ini yaitu membalas dendam atas perbuatan Selir Moon Hee dan juga putrinya.
"waktunya untuk membalas dendam atas apa yang telah mereka lakukan pada Tuan Putri Seo Young, gue akan membuat kalian lebih menderita daripada Tuan Putri Seo Young selama ini" ucapnya tersenyum smrik membayangkan apa yang akan dia lakukan kepada kedua orang yang sudah menyiksa Tuan Putri Seo Young.
"gue akan buat ramuan beracun yang akan membunuh mereka secara perlahan-lahan biarkanlah mereka menderita selama beberapa saat gue akan menyiksa mereka, hah tunggu saja pembalasan gue" ucapnya mengambil beberapa tanaman herbal yang beracun lalu meraciknya sesuai dengan buku yang pernah dia baca. Ketika dia sedang asik dengan kegiatannya Jihan masuk membawakan makanan dan minuman untuk sarapan Tuan Putri Seo Young melihat apa yang dilakukan oleh Tuan Putrinya merasa penasaran dan menaruh apa yang dia bawa di meja kemudian dia mendekati Tuan Putri Seo Young.
"Tuan Putri sedang apa kenapa terlihat sangat serius sekali, itu bukannya tanaman beracun yang kita ambil mau di buat apa" tanya Jihan setelah menghampiri Tuan Putri Seo Young
"eh Jihan kamu mengagetkan saya saja ini memang tanaman beracun yang kita cari waktu itu, saya akan membuat mereka berdua merasakan apa yang saya sudah rasakan" jawab Tuan Putri Seo Young masih fokus dengan racikannya tanpa berpaling pada Jihan yang berada di sampingnya sedang memperhatikannya sedang melakukan peracikan.
"oh ternyata maaf jika saya menganggu Tuan Putri lalu akan di apakan ramuan itu setelah selesai di racik" Jihan sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Tuan Putri Seo Young
"saya akan menaruhnya di dalam minuman mereka dan juga apa yang akan dia makan makanya saya membutuhkan bantuan dari kamu apa kamu mau membantu saya nanti" jelas Tuan Putri Seo Young pada Jihan.
"saya akan membantu Tuan Putri dengan senang hati, apa yang harus saya lakukan Tuan Putri", Jihan mengamati Tuan Putri Seo Young dengan serius kemudian Tuan Putri Seo Young membisikan sesuatu pada Jihan lalu Jihan tersenyum mendengarnya dan mengangguk mengerti. Tuan Putri Seo Young melanjutkan meracik yang sebentar lagi akan selesai dan akan dia serahkan pada Jihan untuk apa yang dia ingin lakukan pada Selir Moon Hee dan juga putrinya.
Setelah selesai meracik ramuannya Tuan Putri Seo Young menyerahkannya pada Jihan untuk melakukan apa yang sudah Tuan Putri Seo Young katakan pada Jihan tadi sedangkan Jihan hanya tersenyum lalu segera keluar meninggalkan Tuan Putri Seo Young.
__ADS_1
"tunggu saja permainan gue, hahaha rasakan kalian sekarang gue mau ngapain nih gabut nggak bisa keluar masak sih gue harus di dalam terus mau ngapain coba" Tuan Putri Seo Young merasa bosan jika hanya diam saja tidak kemana-mana karena hukuman yang di berikan oleh Raja atas konsekuensinya apa yang sudah dia lakukan waktu itu yang membuat keluarga malu.
"udahlah gue jalan-jalan aja ke taman daripada gabut mau ngapain" ucapnya kemudian dia berdiri tidak memakan ataupun meminum apa yang di bawakan oleh Jihan tadi karena dia sudah tidak selera untuk makan ataupun minum.
...****************...
Jihan menjalankan tugasnya yang di perintahkan oleh Tuan Putri Seo Young tadi di dapur Jihan sedikit mengendap memastikan tidak ada pelayan lain dan setelah memastikan tidak ada orang Jihan segera melaksanakan tugasnya. Dengan hati-hati Jihan memasukkan ramuan beracun pada minuman teh untuk Selir Moon Hee dan juga putrinya kemudian mengaduk sampai tidak terlihat memastikan sudah Jihan langsung pergi untuk menghampiri Tuan Putri Seo Young untuk melaporkan bahwa tugasnya sudah terlaksana. Sepeninggalan Jihan pelayan Selir Moon Hee masuk ke dalam dapur untuk mengambil minuman teh yang sudah dia buat tadi tanpa ada rasa curiga sama sekali jika ada sesuatu yang aneh pada minuman teh itu. Pelayan itu membawa ke paviliun Selir Moon Hee yang sedang duduk manis bersama dengan putrinya sembari mengobrol tentang apa rencana mereka selanjutnya.
"Selir saya sudah bawakan teh hijau untuk anda dan juga putri Jin Soo" ucap pelayan itu menaruh teh tersebut di atas meja
"baiklah terima kasih kalian bisa pergi sekarang" ucap Selir Moon Hee menyuruh pelayan untuk pergi karena dia tidak mau ada yang mendengar perbincangan mereka lalu tanpa berkata apa-apa pelayan itu langsung pergi kembali ke tempatnya.
"Bunda apa sekarang rencana kita untuk menghadapi Putri sialan itu" tanya Putri Jin Soo sembari meminum teh hijau nya tidak merasakan ada sesuatu yang aneh dari minuman teh hijau yang mereka minum.
"untuk saat ini kamu harus bisa mendekati Pangeran dari kerajaan barat agar dia bisa suka pada kamu setelah itu perjodohan antara dia dan Putri sialan itu di batalkan dan kamu yang akan menikah dengan dia nanti, Bunda yakin jika rencana kita berhasil kita bisa menyingkirkan Putri sialan itu" jawab Selir Moon Hee setelah meminum teh hijau itu dengan tersenyum karena merasakan berbeda dari teh hijau nya menjadi semakin enak tanpa dia sadari bahwa dia telah masuk ke dalam jebakan Tuan Putri Seo Young.
"Jin Soo Bunda merasa ada yang berbeda dari teh hijau ini apa kamu juga merasakannya" ucap Selir Moon Hee sembari menuangkan teh hijau ke dalam gelas
__ADS_1
"tidak Bunda saya rasa biasa saja apa yang berbeda bunda" Putri Jin Soo tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh bundanya.
"rasanya semakin enak saja tidak seperti biasanya masak kamu tidak merasakannya sih padahal sudah jelas sekali coba kamu minum lagi" ucap Selir Moon Hee menodongkan gelas pada anaknya untuk di minum lalu disambut dengan Putri Jin Soo merasakan apakan ada yang berbeda dari teh hijau tersebut
"iya Bunda kenapa bisa seperti ini ya terasa sangat beda dengan teh hijau yang biasa kita minum apa ada tambahan spesial dari teh hijau ini" kini Putri Jin Soo percaya dengan apa yang dikatakan oleh Selir Moon Hee bahwa ada yang berbeda dengan teh hijau tersebut.
"ya mungkin saja sih ada yang berbeda dari teh hijau ini besok-besok Bunda akan meminta mereka untuk membuatkan minuman teh hijau yang sama seperti ini" ucap Selir Moon Hee tersenyum dan dari kejauhan meskipun tidak terdengar Tuan Putri Seo Young masih bisa tahu apa yang Selir Moon Hee dan juga putrinya rasakan. Tuan Putri Seo Young tersenyum dengan sangat senang sekali melihat apa yang dia rencanakan berhasil dengan sangat mulus sekali sesuai dengan apa yang sudah dia pikirkan tadi. Selir Moon Hee dan juga putrinya meminum minuman teh hijau itu sampai habis kemudian Putri Jin Soo pamit undur diri untuk pergi ke luar mencari udara segar di luar paviliun melihatnya pergi Tuan Putri Seo Young mengikuti Putri Jin Soo pergi meskipun hanya dari jarak jauh saja tidak bisa mendekat atau nanti dia akan ketahuan. Ketika berjalan tidak sengaja Jihan melihat Tuan Putri Seo Young lalu segera menghampiri Tuan Putri Seo Young untuk melaporkan apa yang sudah dia lakukan tadi dengan sangat cepat dan efisien.
"Tuan Putri saya cari ternyata ada disini, saya mau melaporkan bahwa apa yang Tuan Putri suruhkan sudah saya laksanakan" ucap Jihan dengan tersenyum manis pada Tuan Putri Seo Young
"terimakasih atas kerjasamanya Jihan saya juga tadi sudah melihat bagaimana mereka bisa meminum dengan sangat baik tidak curiga sama sekali dan mereka sudah masuk dalam jebakan saya" ucap Tuan Putri Seo Young menepuk pundak Jihan sembari tersenyum smrik di balik cadarnya tapi Jihan tidak melihatnya sama sekali karena tertutupi oleh cadarnya.
"sekarang apa yang akan Tuan Putri lakukan" tanya Jihan mengingat bahwa Tuan Putri Seo Young sedang dalam masa hukuman tidak boleh keluar dari kediaman
"saya juga tidak tahu Jihan saya juga bosan berada di sini terus mau keluar tapi tidak boleh saya hanya mati gaya sekarang selain berkeliling kediaman ini" jawab Tuan Putri Seo Young dengan seadanya dia juga tidak tahu mau apa karena dia sudah tidak berani lagi melanggar hukuman.
"kita jalan aja ke belakang paviliun ada danau yang cukup besar mungkin bisa membuat Tuan Putri tersenyum" ucap Jihan memberikan masukan pada Tuan Putri Seo Young membuatnya tersenyum mendengar kata Jihan
__ADS_1
"boleh Jihan tidak masalah daripada saya tidak tahu mau ngapain mending saya ke sana saja untuk menghilangkan rasa bosan dan kejenuhan saya" ucap Tuan Putri Seo Young tersenyum menyeringai menyetujui apa yang di katakan oleh Jihan tadi kemudian Jihan mengajak Tuan Putri Seo Young untuk ikut dengannya ke danau yang berada di belakang paviliun.