HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION

HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION
CHAPTER 29 Balas Dendam


__ADS_3

Ketika matahari sudah hampir tidak menampakkan sinarnya saat itulah Tuan Putri Seo Young baru sampai di kediamannya dan melihat Selir Moon Hee bersama dengan putrinya sedang berbincang dengan Raja Young Min yang baru saja sampai. Tuan Putri Seo Young berbalik arah menuju ke jalan lain untuk masuk ke dalam kediamannya takut jika akan ada masalah baru lagi jika dia pulang sendirian.


"haduh, kenapa juga harus ada dia di depan sana sih gue kan jadinya manjat tembok kayak maling gini gimana kalo gue nggak bisa manjat kan bisa babak belur dah gue" Tuan Putri Seo Young melihat tembok didepannya.


"hah, coba aja dah semoga aja gue bisa ayo Nesya pasti Lo bisa kan udah biasa manjat gerbang depan rumah gue sama rumah orang lain" dengan mantap Tuan Putri Seo Young memanjat tembok dengan pakaian hanbok nya.


Sedikit mengulung pakaiannya Tuan Putri Seo Young memanjat tembok yang cukup tinggi juga dengan perlahan-lahan agar tidak salah mendarat nantinya.


Cukup lama akhirnya dengan perlahan melompat dari atas tembok dan berhasil mendarat dengan sempurna kemudian dengan tersenyum dia berjalan menuju ke kediamannya.


"hahaha, ternyata gue masih bisa manjat setelah sekian lama gue nggak manjat emang bakat banget deh gue. gue harus buru-buru sebelum nenek lampir itu cari masalah lagi sama gue" Tuan Putri Seo Young agak berlarian agar cepat sampai.


Dengan napas yang tersendat-sendat Tuan Putri Seo Young masuk ke dalam kediamannya di dalam kebetulan ada Jihan yang menunggunya sedari tadi karena Raja yang sudah kembali lagi.


"Tuan Putri kenapa berlarian seperti itu dan juga pakaian Tuan Putri kenapa seperti ini apa yang Tuan Putri lakukan" tanya Jihan begitu melihat Tuan Putrinya yang baru saja masuk.


"tadi saat saya ingin masuk ada ayahanda sedang berbicara dengan nenek lampir itu jadi saya cari jalan lain masuk ke dalam tanpa mereka tahu, dan saya memanjat tembok jadi pakaian saya seperti ini sekarang" jawab Tuan Putri Seo Young.


"eomeo, Tuan Putri kenapa memanjat tembok jika Tuan Putri kenapa-napa bagaimana nanti kenapa tidak lewat depan saja apa Tuan Putri menghindari Raja" Jihan agak sedikit heran dengan Tuan Putri Seo Young.


"iya seperti itu Jihan, apalagi ada nenek lampir itu yang ada saya bisa kena masalah lagi dengan dia jadi saya tidak ada pilihan lain. lagipula saya sudah biasa memanjat Jihan jadi tidak apa-apa" Tuan Putri Seo Young tersenyum simpul.


"sejak kapan Tuan Putri bisa memanjat dulu saja melihat tembok tinggi saja Tuan Putri tidak bisa, apa Tuan Putri hanya berbohong" ucap Jihan agak bingung.


"ya Jihan, sudah ya saya harus melakukan sesuatu dan kamu tolong bantu saya bisa kan" Tuan Putri Seo Young mengalihkan pembicaraan.


"baiklah, saya akan membantu Tuan Putri dengan senang hati" jawab Jihan tersenyum.


"baiklah, ikuti saya saja ini adalah wujud dari balas dendam dengan mereka berdua jangan tanya kenapa nanti saya akan beri tahu pada kamu" Jihan hanya mengangguk mendengarnya


Mereka berdua tepatnya Tuan Putri Seo Young membuat sebuah ramuan beracun untuk membalas dendam atas apa yang dilakukan oleh kedua orang itu padanya tadi.


Kali ini tidak ada ampunan lagi bagi dua orang yang telah membuatnya selalu dalam bahaya sehingga dia menambahkan sesuatu yang tidak sengaja dia temukan di hutan tadi saat perjalanan pulang.


"Tuan Putri apalagi itu darimana Tuan Putri mendapatkannya dan efek apa yang akan terasa pada mereka nantinya" tanya Jihan penasaran.

__ADS_1


"lihat saja nanti Jihan, saya tidak akan menoleransi mereka lagi lihat saja apa yang akan saya lakukan pada mereka karena sudah berani menganggu saya tadi" jawab Tuan Putri Seo Young tersenyum smrik.


Jihan hanya mengangguk saja tidak berkomentar apapun cukup paham dengan apa yang dikatakan oleh Tuan Putri Seo Young tadi meskipun masih ingin bertanya tapi di urungkannya.


"kali ini aku sendiri ya akan memberikan ini pada mereka dalam bentuk makanan yang saya buat sendiri dan mereka akan merasakannya nanti" tersenyum jahat di balik cadarnya.


"baiklah jika itu yang Tuan Putri inginkan, saya hanya bisa membantu Tuan Putri jika membutuhkan bantuan saya nantinya" Jihan menatap Tuan Putri Seo Young.


"terimakasih Jihan, sekarang saya akan memberikan ini pada mereka pastinya sekarang mereka sedang bersama dengan ayahanda dan Ibunda" Tuan Putri Seo Young sudah selesai menyiapkannya.


"apa perlu saya temani Tuan Putri mungkin butuh teman untuk membawa apa yang Tuan Putri bawa" Jihan menawarkan bantuan.


"tidak usah Jihan kali ini biar saya sendiri saja, kamu diam saja disini saya mau pergi sebentar ya kalo ada yang mencari bilang saya sedang di ruangan ayahanda" Tuan Putri Seo Young segera berdiri hendak pergi.


"baiklah Tuan Putri, semoga berhasil Tuan Putri" Jihan menundukkan kepalanya pada Tuan Putrinya


Kemudian Tuan Putri Seo Young segera pergi dengan tersenyum smrik dan juga dengan perasaan yang sangat kesal tentunya akibat dari perbuatan Selir Moon Hee dan Putri Jin Soo.


...****************...


Dengan santainya Tuan Putri Seo Young masuk ke dalam lalu memberikan hormat pada ayahnya dan juga ibunya juga ada kakak-kakaknya yang berada di dalam.


"maaf jika saya menganggu apa yang kalian sedang bicarakan saya hanya ingin bertemu dengan Selir Moon Hee dan Putri Jin Soo" Tuan Putri Seo Young melirik kedua orang yang disebutkan tadi.


"tidak apa-apa, silahkan kamu ada perlu apa sekaligus ayahanda mau bertanya padamu" Raja Young Min menatap putrinya.


"sebelumnya saya ingin memberikan ini pada Selir Moon Hee dan Putri Jin Soo, saya sengaja membuatnya untuk mereka silahkan di makan ya" Tuan Putri Seo Young memberikan apa yang dia bawa pada kedua orang yang sangat dia benci dan mereka dengan terpaksa menerimanya karena ada Raja dan yang lainnya.


"terimakasih Putri, nanti saya akan memakannya" Selir Moon Hee tersenyum palsu.


"saya ingin kalian makan sekarang tidak apa kan, nanti keburu tidak enak" Tuan Putri Seo Young berbicara agak sedikit memaksa.


Melihat tatapan dari Raja mau tidak mau mereka terpaksa memakan apa yang Tuan Putri Seo Young bawa tadi meskipun sebenarnya mereka tidak mau memakannya dan akan membuangnya namun apa boleh buat Raja secara tidak langsung menyuruh mereka untuk makan.


"apa kamu tadi berjalan dengan Pangeran Jeon Seok" tanya Raja Young Min singkat

__ADS_1


*ampun dah, kenapa tanya itu sih nggak ada pertanyaan lain apa tapi kalo gue diem nanti salah lagi udahlah jawab aja*batin Tuan Putri Seo Young.


"iya, ayahanda tadi saya pergi bersama dengan dia tapi saat pulang dia ada urusan jadi saya pulang sendiri. kenapa ayahanda bertanya seperti itu" jawab Tuan Putri Seo Young lembut.


"tidak ada, ayahanda hanya takut saja jika kamu tidak pergi bersama dengan dia karena sebentar lagi kan kalian akan menikah jadi harus dekat mulai sekarang" Raja Young Min tersenyum simpul.


"ayahanda terlalu risau, jika ayahanda sudah mengizinkan saya dengan senang hati pergi bersama dengan dia sebenarnya dia cukup baik mungkin saya yang sudah salah sangka" ucap Tuan Putri Seo Young agak menundukkan kepalanya.


"tidak masalah kalian kan baru saja kenal, ibunda bisa memaklumi itu dan kamu juga kan masih muda jadi wajar saja bukan begitu ayahanda" Permaisuri Hye Soon tersenyum menatap Putri kesayangannya.


"apa yang ibunda katakan benar, maafkanlah ayahanda mu ini ya sekarang ayahanda tidak melarang kamu untuk pergi lagi asalkan kamu tidak membuat masalah lagi dengan pangeran itu. kamu mengerti kan maksud ayahanda" Raja Young Min menatap dengan lembut namun agak menusuk.


"mengerti ayahanda, saya tidak akan bertemu dengan dia lagi dan saya akan mencoba untuk lebih dekat dengan Pangeran Jeon Seok" Tuan Putri Seo Young tersenyum paksa.


"baiklah, ayahanda percaya dengan kamu kali ini ayahanda akan membiarkan kamu pergi kemanapun asalkan kamu bersama dengan Jihan ataupun dengan jenderal Choi Soo Bin. tidak boleh sendiri kecuali dengan pangeran itu ya" Raja Young Min secara tidak langsung sama saja tidak mengizinkan untuk pergi sendiri.


"iya, ayahanda saya tidak akan pergi sendirian lagi jikalau itu yang ayahanda kehendaki saya tidak bisa apa-apa" ucapnya sedikit merendah dan menundukkan kepalanya.


"Putri, bagiamana jika kita jalan-jalan melihat festival lampion nanti malam apa kamu mau" ucap pangeran Dae Young dan Putra mahkota secara bersamaan tanpa sengaja.


"wah, sangat kompak sekali kalian berdua sangat jarang ini terjadi tapi ibunda senang jika kalian bertiga bisa seperti ini sekarang" permaisuri Hye Soon tersenyum menatap ketiga anak-anaknya.


"baiklah saya mau Pangeran, saya juga ingin melihat seperti apa itu sudah lama tidak melihatnya pastinya akan sangat seru sekali jika bersama dengan kedua kakak-kakak saya ini" Tuan Putri Seo Young tersenyum senang.


*kesempatan bagus semoga aja dia ada di sana deh jadi gue bisa bertemu dengan dia lagi, hehehe apapun itu semoga saja dia ada disana deh*batinnya tersenyum.


"kami sangat senang kamu mau ikut bersama dengan kami, nanti kami akan mengajak kamu ke tempat yang sangat indah" ucap pangeran Dae Young antusias.


"iya pangeran, karena urusan saya sudah selesai saya akan kembali lagi ke kediaman saya" Tuan Putri Seo Young hendak pergi.


"baiklah, tidak masalah nanti kamu kan akan berjalan dengan kedua kakak kamu jadi sekarang siap-siap dulu" Raja Young Min tersenyum senang.


"baiklah, saya undur diri dulu" Tuan Putri Seo Young menundukkan kepalanya memberikan hormat lalu segera kembali ke kediamannya.


Tak berselang lama pangeran dan Putra mahkota juga undur diri karena ada sesuatu yang harus mereka urus dan tak lama juga semua yang tersisa bubar ke posisi mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2