HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION

HIGH SCHOOL GIRLS REINCARNATION
CHAPTER 5 Membuat Ramuan Herbal


__ADS_3

Tuan Putri Seo Young sudah bangun pagi-pagi sekali dan menyiapkan tanaman herbal yang dicarinya kemarin di hutan untuk segera membuat ramuan herbal itu. "Untung gue masih inget cara membuat ramuan herbal itu, meskipun memerlukan waktu yang cukup lama tapi nggak papalah. Yang Penting gue bisa sembuh dan wajah ini bisa cantik kembali" Tuan Putri Seo Young tersenyum membayangkan wajahnya bisa cantik kembali seperti dulu saat masih menjadi Nesya. Tiba-tiba Jihan masuk membuat Tuan Putri Seo Young terkejut "Ada apa Jihan, mengagetkan saya saja" Tuan Putri Seo Young merasa sedikit tergangu dengan kedatangan Jihan "Tuan Puti sedang apa, apa saya menggangu Tuan Putri"tanya Jihan melihat Tuan Putri Seo Young ingin melakukan sesuatu dengan tanaman herbal di depannya. "Saya nanya kamu kenapa kamu malah nanya saya" Tuan Putri Seo Young sedikit merasa kesal dengan Jihan yang malah berbalik bertanya padanya "maaf Tuan Putri, saya hanya ingin bertanya Tuan Putri mau makan apa" Jihan menanyakan Tuan Putri Seo Young mau makanan apa "apa saja Jihan, terserah kamu"ucap Tuan Putri Seo Young yang ingin Jihan segera pergi "baik Tuan Putri, saya permisi dulu" Jihan menundukan kepalanya lalu segera pergi. "Jihan nganggu orang aja, kenapa cuma makanan aja pake tanya segala" Tuan Putri Seo Young kesal dengan Jihan yang menganggunya "Ianjut lagi ah, biar cepat selesai" Tuan Putri Seo Young IaIu melanjutkan membuat ramuan herbal itu. Tuan Putri Seo Young sudah selesai membuat ramuan herbal dari 3 tanaman herbal itu "akhirnya selesai juga gue membuat ramuan herbal ini, susah juga ya kalo apa-apa harus dibuat sendiri. Kalo di dunia modern sih kita mau prodak apapun pasti ada tinggal beli aja nggak perlu repot-repot buat sendiri kayak gini"ucap Tuan Putri Seo Young setelah selesai membuat ramuan herbal itu "kayaknya gue harus cari tanaman racun deh buat bales itu nenek lampir dan Putri jalangnya itu biar mereka rasain apa yang selama ini Tuan Putri Seo Young rasain" Tuan Putri Seo Young akan mencari tanaman beracun untuk membalaskan perbuatan Selir Moon Hee dan Putri Jin Soo kepada Tuan Putri Seo Young selama ini. "Oke, ini kan udah selesai semua sekarang tinggal gue pakai aja, gue harus membuat orang yang menghina ataupun mengejek Tuan Putri Seo nanti mereka akan berbalik memuji kecantikan Tuan Putri Seo Young" Tuan Putri Seo Young tersenyum menyeringai tipis membayangkan bagaimana orang yang selama ini menghina ataupun mengejek Tuan Putri Seo nantinya akan berbalik memuji kecantikan Tuan Putri Seo Young. Ramuan herbal yang dibuat oleh Tuan Putri Seo Young ada 2 yang satu dibuat minuman dan yang satunya lagi dibuat seperti masker wajah namun dari tanaman herbal. Tuan Putri Seo Young meminum dulu ramuan herbal itu meskipun rasanya yang sedikit agak pahit dan baunya agak sedikit menyengat hidungnya "ileon, maseun jogeum ssego naemsaedo khoreul jjireuneun yaggan. Kalo bukan demi wajah Tuan Putri Seo Young mulus lagi gue ogah banget minum minuman kayak gini" Tuan Putri Seo Young setelah selesai meminum minuman herbal itu. Setelahnya Tuan Putri Seo Young lalu memakai yang dibuat seperti masker wajah tadi dengan melumurkannya diwajahnya kurang lebih selama 15 menit. Meski terasa berbeda dengan yang biasanya dia pakai dulu namun dia tetap memakainya *nggak papa deh untuk saat ini gue harus pakai ini meskipun beda banget sama yang biasanya gue pakai dulu. Tapi tetap terasa adem di wajah gue, semoga aja ini bisa berhasil*batin Tuan Putri Seo Young berharap caranya akan berhasil. Ketika Tuan Putri Seo Young ingin membersihkan wajahnya Jihan masuk membawakan Nesya makanan "eommeo Gongju Mama , Gongju Mamaeui eolgule jeogeoseun mueos imnikka?"kata Jihan terkejut saat melihat wajah Tuan Putri Seo Young yang menurutnya sangat aneh "astaga Jihan kamu mengagetkan saya saja, yang saya pakai ini adalah masker wajah. Nanti saya jelaskan saya harus membersihkan wajah saya dulu" Tuan Putri Seo Young sedikit terkejut melihat Jihan yang datang tiba-tiba. Tuan Putri Seo Young sudah selesai membersihkan wajahnya lalu mendekati Jihan yang sudah menunggu penjelasan darinya "jadi gini Jihan sebenarnya kemarin itu saya mencari tanaman herbal di hutan untuk membuat ramuan herbal. Saya membuat ramuan herbal itu menjadi 2 yang satu untuk saya minum dan yang satunya lagi untuk wajah. Saya mengetahui tentang ini dari buku yang ada di perpustakaan waktu saya kesana" Tuan Putri Seo Young menjelaskan tentang ramuan herbal itu kepada Jihan "jadi itu ramuan herbal, untuk apa Tuan Putri selama ini saya tidak pernah melihat Tuan Putri membuat ramuan herbal seperti ini"kata Jihan yang sedikit heran kenapa tiba-tiba Tuan Putri Seo Young membuat ramuan herbal *jelaslah, ini kan gue Nesya bukan Tuan Putri Seo Young"batinnya. "Ini adalah ramuan herbal untuk menyembuhkan wajah saya Jihan, agar wajah saya tidak seperti ini lagi"kata Tuan Putri Seo Young tersenyum memberi tahu apa kegunaan dari ramuan herbal itu "oh seperti itu Tuan Putri, saya senang Tuan Putri melakukan ini nanti mereka tidak akan menghina Tuan Putri lagi jika wajah Tuan Putri cantik. Tuan Putri benar-benar sudah berubah semenjak kejadian waktu itu, tapi saya senang dengan perubahan Tuan Putri"kata Jihan melihat bahwa Tuan Putrinya sudah sangat berubah setelah kejadian waktu itu "iya Jihan, apa kamu mau mencobanya agar wajah kamu terlihat lebih cantik" Tuan Putri Seo Young menawarkan Jihan untuk memakai masker wajah alami yang dia pakai tadi "apa boleh saya memakainya Tuan Putri"tanya Jihan sedikit agak ragu untuk mencobanya "iya Jihan tidak apa, sini saya pakai kan" Tuan Putri Seo Young lalu mengambil masker wajah alami tadi kemudian melumurkannya ke wajah Jihan. "Bagaimana rasanya Jihan nyaman tidak di kulit kamu"tanya Tuan Putri Seo Young setelah selesai memakaikan masker wajah alami kepada Jihan "cukup nyaman Tuan Putri, terasa sedikit dingin di wajah baunya juga tidak terlalu menyengat"jawab Jihan menyentuh wajahnya yang sudah tertutupi oleh masker wajah "syukurlah kalo begitu, kamu sepertinya juga butuh masker wajah ini supaya wajah kamu terlihat semakin segar dan cerah" Tuan Putri Seo Young tersenyum manis menatap ke arah Jihan "tanaman apa yang Tuan Putri gunakan, saya baru tahu ada tanaman herbal yang bisa dijadikan seperti ini"kata Jihan penasaran dengan tanaman herbal apa yang digunakan oleh Tuan Putri Seo Young "sudah sebaiknya kamu tidak usah banyak bicara nanti bisa merusak masker wajah kamu" Tuan Putri Seo Young yang sebenarnya tidak mau memberi tahu kepada Jihan. Jihan mendengarkan perkataan Tuan Putri Seo Young untuk diam saja dan tidak banyak bicara sementara menunggu Jihan Tuan Putri Seo Young memakan makanan yang dibawa oleh Jihan tadi *gue jadi kangen masakan di tempat gue dulu gue bisa makan apapun yang gue mau dan pergi ke restoran sama sahabat-sahabat gue. Apa kabar ya mereka gue kangen banget sama mereka semoga mereka baik-baik aja sekarang dan undah bisa mengikhlaskan kepergian gue*batinnya yang teringat akan sahabat-sahabatnya yang sangat menyayanginya. "Jihan saya keluar sebentar ya, kamu diam saja tidak usah menjawab. Nanti saya kembali lagi, jangan cuci muka kamu sebelum saya kembali saya tidak akan lama kok" Tuan Putri Seo Young beranjak dari duduknya dan berjalan keluar Jihan hanya mengangguk melihat kepergian Tuan Putri Seo Young *Tuan Putri mau kemana kenapa meninggalkan saya sendiri di sini, semoga saja Tuan Putri tidak pergi lama*batin Jihan penasaran dengan Tuan Putri Seo Young akan pergi kemana. Tuan Putri Seo Young berjalan-jalan sebentar diluar sembari menunggu Jihan selesai menggunakan masker wajahnya "ehmm, udara pagi itu memang segar ya. Matahari juga belum terlalu terasa panas" Tuan Putri Seo Young menutup matanya merasakan hembusan angin semilir menerpa tubuhnya "ehmm, Tuan Putri kenapa menutup mata seperti itu"tanya Jendral Choi Soo Bin mengejutkan Tuan Putri Seo Young "tidak saya hanya merasakan hembusan angin saja, pagi seperti ini udaranya terasa sejuk sekali"jawab Tuan Putri Seo Young setelah membuka matanya "oh, apa Tuan Putri mau saya temani untuk jalan-jalan keluar" Jendral Choi Soo Bin menawarkan diri untuk menemaninya jalan-jalan ke luar "tidak usah saya nanti akan pergi dengan Jihan ke toko bunga untuk membeli bunga" Tuan Putri Seo Young menolak tawaran Jendral Choi Soo Bin "ya sudahlah jika Tuan Putri maunya seperti itu saya tidak akan memaksa" Jendral Choi Soo Bin tersenyum menatap Tuan Putri Seo Young. Tak lama kemudian Pangeran Dae Young datang menghampiri mereka berdua "ehmm, kalian sedang membicarakan apa"tanya Pangeran Dae Young setelah menghampiri mereka berdua "oh tidak membicarakan apa-apa, hanya mengobrol biasa saja kok"jawab Tuan Putri Seo Young melihat Pangeran Dae Young yang baru saja datang "oh gitu, saya kira kalian membicarakan apa" Pangeran Dae Young mengangguk-anggukan kepalanya "sudah kalo begitu saya permisi dulu Pangeran Jendral" Tuan Putri Seo Young memberi hormat lalu segera pergi meninggalkan Pangeran Dae Young dan Jendral Choi Soo Bin. Mereka berdua hanya menatap kepergian Tuan Putri Seo dengan tatapan heran *sepertinya memang ada yang berbeda dengan sikap Tuan Putri Seo Young setelah dia sadar. Dari cara bicara juga berbeda dengan biasanya sebenarnya ada apa dengan Tuan Putri Seo Young*batin Jendral Choi Soo Bin menyadari ada yang berbeda dengan Tuan Putri Seo Young "kamu kenapa menatap adik saya seperti itu"tanya Pangeran Dae Young melihat Jendral Choi Soo Bin menatap kepergian Tuan Putri Seo Young "tidak ada Pangeran, kalo begitu saya permisi dulu" Jendral Choi Soo Bin memberi hormat lalu segera pergi "sudahlah lebih baik saya menemui ayahanda" Pangeran Dae Young yang ingin menemui Raja Young Min. Tuan Putri Seo Young sudah sampai di kediamannya lalu segera menghampiri Jihan "maaf Jihan kamu kelamaan ya nunggunya, ini sudah 15 menit lebih kita harus membersihkan wajah kamu" Tuan Putri Seo Young mengajak Jihan untuk membersihkan wajahnya Jihan hanya menurut saja ketika lengannya ditarik oleh Tuan Putri Seo Young. "Jihan coba lihat wajah kamu, wajah kamu terlihat sedikit lebih segar daripada tadi. Mungkin kamu juga harus sering memakaikan Jihan" Tuan Putri Seo Young memuji Jihan dengan tulus membuatnya sedikit tersipu malu "Tuan Putri bisa saja, buat apa juga saya memakainya setiap hari tidak ada gunanya. Lagipula siapa juga yang mau memperhatikan saya Tuan Putri" Jihan melihat wajahnya di cermin yang dibawa Tuan Putri Seo Young "ya tidak apalah Jihan, biar kamu makin cantik aja siapa tahu ada bangsawan yang tertarik dengan kamu nanti" Tuan Putri Seo Young sedikit menggoda Jihan "Tuan Putri saya tidak pantas untuk mendapatkan seorang bangsawan sayakan hanya pelayan saja" Jihan sedikit merendahkan dirinya "kamu tidak boleh berbicara seperti itu Jihan siapa tahu juga kan nasib kan tidak ada yang tahu. Siapa tahu kamu nanti bisa mendapatkan seorang bangsawan hidup kamu kan bisa berubah" Tuan Putri Seo Young menepuk pundak Jihan memberinya sedikit nasihat Jihan hanya tersenyum tipis mendengarnya "oh iya sampai lupa, kita kan mau ke toko bunga Jihan kita berangkat sekarang ya" Tuan Putri Seo Young mengingat dia ingin pergi ke toko bunga "baik Tuan Putri kita pergi sekarang" Jihan menyetujui ajakan Tuan Putri Seo Young. Kemudian Tuan Putri Seo Young dan Jihan berjalan ke luar untuk segera pergi menuju ke toko bunga yang akan ditunjukkan oleh Jihan.


__ADS_2