
_________
Pagi yang cerah diiringi terik sinar mentari menembus masuk tirai transparan yang perlahan lahan membelai wajah yang sang pemilik nya sedang tidur pulas,mata dengan iris coklat indah itu mulai terbuka dan mengerjap pelan menetralkan cahaya yang masuk melalui netra nya. Gadis itu mulai bangkit dari tidur anggunnya dan hal pertama yang dia lihat adalah jam mungil di atas Nakas samping ranjang nya, pukul 07:10 itulah angka yang tertera pada jam kesayangan gadis jelita itu,
"astaghfirullah" pekik nya pelan ia sangat kaget kenapa ia bisa bangun se siang ini sih, Gadis itu buru-buru bergegas keluar dari kamar bernuansa pink pastel itu dengan masih mengenakan piyama lengan panjang bergambar Doraemon.
Langkahnya tergesa-gesa menuruni tangga dengan cepat dan berhenti tepat di tengah-tengah tangga menuju ruang keluarga, kemudian ia edarkan pandangan nya pada sekitar ruangan yang beberapa pintunya masih tertutup dan beberapa lagi lampunya tidak dinyalakan dengan pintu terbuka,hingga akhir nya pandangan mata nya pun berhenti dan terpusat di sofa ruang keluarga,
ia pun dengan agak sedikit terburu-buru menuruni tangga untuk menghampiri sosok yang dari tadi ia cari.
"Umi....." Panggil gadis itu tidak keras namun mampu mengalihkan pandangan sosok wanita berwajah teduh yang dengan senyum lebar menatap gadis yang tengah berlari ke arahnya.
Belum sempat Wanita berwajah teduh itu membalas panggilannya, Gadis itu sudah menimpali lagi.
"Umi kenapa ngga bangunin Maira..." Rengek gadis itu sambil duduk bersimpuh dengan kepala ia letakkan di paha Umi nya,sang Umi pun hanya tersenyum lembut melihat tingkah putri tercinta nya yang agak nya nampak kesal.
"Umi kasian sama kamu... Tadi Umi lihat kamu menahan kantuk saat shalat subuh,jadi umi biarkan kamu bangun agak siangan dan memang umi sengaja supaya kamu bisa lebih segar saat bangun" jelas umi nya panjang lebar pada Maira sambil membenahi jilbab yang dipakai tidur oleh putri semata wayang nya itu.
"Tapi Maira kan jadi kesiangan umi" rengek nya dengan bibir yang dibuat-buat manyun.
" Aduh aduh putri Umi kalau merajuk tambah cantik" ledek Umi sambil tertawa.
"Umi....." Rengek maira dengan nada manja.
pagi ini ia sudah 2 kali sukses dibuat kesal Uminya, tapi tak apa menurut Maira itu adalah candaan yang sering ia rindukan ketika ada di pondok pesantren.
__ADS_1
"Umi... Kok Maira ngga liat Abi dari tadi, udah berangkat ke kantor ya mi?.." tanya Maira setelah ia sadari sedari tadi Uminya hanya duduk sendiri di ruangan yang lumayan luas ini.
"Iya abi mu pagi-pagi tadi sudah ke kantor" jawab Uminya sambil menyeruput segelas teh yang masih mengepulkan asap nya.
"Ohh..." Maira mengangguk faham.
"Oh iya mi.. Maria belum mandi,," ucap nya sambil menutupi wajah malu dan itu adalah kebiasaan Maria ketika malu.
Uminya yang melihat itu hanya bisa tertawa gemas melihat tingkah lucu putri kesayangannya.
"Yaudah mandi sana, umi ngga mau punya putri yang bau.." lagi lagi uminya meledek Maria dengan satu tangan menutup hidung.
"Umi....ish" Rengek Maria lagi sambil berlalu meninggalkan uminya yang tengah tertawa senang karena sukses membuat putrinya kesal.
*********
setelah nya ia langsung berganti baju,saat mengenakan baju tak lupa pula ia membaca doa
بِسْمِ اللهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَ لَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَلَهُ
(Bismillaahi, Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu wa’a’uu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu)
tujuannya adalah agar alah melindungi tubuhnya agar tak dilihat oleh makhluk-makhluk yang Allah ciptakan dari api aka Syaitan.
__ADS_1
Pagi ini Maira nampak anggun mengenakan Abaya berwana cream dengan kerudung besar menutup dada hingga pinggul berwarna senada, meskipun nampak sederhana namun jika orang lain yang melihat itu seperti barang mewah,pasalnya apapun yang melekat pada diri maira akan tampak indah meskipun itu barang murah sekalipun Karna anak nya nampak luwes mau di pake in pakaian model apapun.
meskipun demikian Maira tak pernah memakai pakaian dengan model sembarangan Sebab Uminya selalu berpesan agar tetap memakai pakaian yang selalu senantiasa menutupi auratnya,dan itu pula selaras dengan apa yang ia pelajari di pondok pesantren untuk selalu menjaga auratnya Karna fitrahnya wanita adalah yang tinggi rasa malunya ketika auratnya dilihat oleh yang bukan mahramnya. because malu adalah sebagian dari iman. Uminya juga selalu bilang Mulianya wanita adalah saat ia menjaga rasa malunya. Menjaga Auratnya dan menjaga Akhlak merupakan ajaran yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sesuai dengan hadits Nabi Al haya'u Minal Iman yang artinya malu sebagian dari iman.
Sejak kecil Maira memang selalu di ajarkan yang baik-baik oleh Uminya, Maira tak menyukai modernisasi pada pakaian Zaman sekarang terutama pada kaum hawa yang sudah berhijab tapi masih nampak seperti telanjang dan ia tidak mau seperti itu.
______
Untuk memperkenalkan Tokoh wanita dalam novel ini
nama: Humaira Aishwarya Al Faroughi
Tinggi badan: 160 cm
Maira merupakan mix campuran Arab - indonesia,
ibunya merupakan orang asli Arab dan ayah nya asli orang Indonesia.Umur maira sendiri saat ini baru 19 tahun dan Baru lulus Aliyah/SMA. Dari saat Maira Baru lulus sekolah dasar Umi nya mengirimkannya untuk melanjutkan pendidikan di salah satu pondok pesantren yang ada di Jawa Timur, Niatnya setelah Lulus Aliyah ini Maira ingin menyusul jejak kakaknya untuk mengarungi lautan ilmu di Kairo Mesir.
Nama lengkap Uminya Maira adalah Aisyah Al Faroughi sedangkan
Nama Abinya Abdullah Al Faroughi,
Nah nama belakang al faroughi ini sebenarnya marga atau Nama keluarga dari pihak keluarga besar Uminya karna Abinya Maira asli Indonesia dan di belakang nama nya tidak memiliki marga jadi Abi dan Umi Maira sepakat Al faroughi dijadikan sebagai nama keluarga, Maira Memiliki satu kakak laki-laki namanya Muhammad Ali Al Faroughi dia saat ini tengah Mengejar pendidikan di universitas Al Azhar kairo mesir karena mendapat beasiswa unggulan setelah berhasil menghafal Al-Qur'an 30 Juzz di usia 17 tahun.(Wahhh suami idaman sayang cuma ada dalam novel wkwk ....)
Maira beruntung selalu hidup dalam kecukupan, orang tuanya memiliki perusahaan textile yang cukup ternama. perusahaan itu merupakan warisan dari mendiang ayah Uminya, keluarga Maira di kenal sangat baik dan dermawan, bahkan Umi nya juga direktur dari sebuah asosiasi yang menampung orang-orang berkebutuhan khusus. Oleh karena itu Maira sangat bersyukur sekali di kelilingi keluarga yang baik dan sangat menyayangi dirinya karena Maira tau di luaran sana masih banyak anak-anak yang tak seberuntung dirinya.
__ADS_1
_________
*edisi revisi