
Hari ini ia putuskan untuk mengirim pesan pada Ali kalau dirinya tidak bisa menghadiri rapat sekaligus tidak bisa datang ke kantor hari ini. Kepalanya pusing sekali badanya juga terasa berat untuk sekedar bangun dari ranjang.
" Minumlah obat ini Arne, biasanya jika nenek pusing pelayan akan membuatkan rebusan air jahe, dan ini makanlah buburnya mumpung masih hangat," ucap neneknya meletakkan 1 nampan berisi 1 gelar air jahe, 1 mangkuk bubur yang Eldrich yakin di buat dari brokoli Karna warna nya hijau dan 1 mangkuk sup sayur-mayur,tangan neneknya terulur mengusap kepala Eldrich sayang.
Notes:
jahe bisa membantu memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Sirkulasi peredaran darah yang baik menuju otak akan mengurangi risiko terserang sakit kepala.
_Rutin mengkonsumsi 200-600 mg magnesium per hari akan mencegah kalian dari berbagai jenis sakit kepala. Beberapa contoh makanan yang mengandung magnesium adalah kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau seperti brokoli. Olahan susu, daging, dan coklat juga termasuk di antaranya.
_____
" kau terlalu bekerja keras Arne, jangan paksakan dirimu kalau tidak kesehatan mu akan down seperti sekarang, nenek benar-benar tidak mengizinkan mu untuk sakit lagi, jangan buat nenek khawatir, ibumu menyuruhmu kemari agar kau tidak bekerja terlalu keras dan sakit" raut muka neneknya benar-benar khawatir melihat cucu kesayangannya yang sedang sakit saat ini.
"Apa yang harus nenek katakan jika ibumu menanyakan keadaanmu.." ucap neneknya lagi dengan wajah khawatir.
" Aku baik baik saja nek, nenek tidak perlu cemas, hanya sedikit pusing dan lelah besok mungkin sudah baikan " Eldrich mencoba menghibur neneknya diakhiri dengan senyuman tampangnya. Tangannya meraih ramuan jahe yang di bawakan sang nenek dan meminum nya, ia juga menyantap sarapan pagi berupa bubur dan sup sayur mayur.
__Jam menunjukkan pukul 10:05 wib
Sejak tadi pagi setelah sarapan dirinya hanya berbaring dikamar saja, Dan memikirkan mimpinya ia masih bingung dengan kejadian yang ia alami tadi malam, rasanya sangat nyata seperti dirinya berada di alam lain dan bangunan yang mirip istana semalam masih terus terbayang dalam benaknya.
tak ada kata yang mampu melukiskan keindahannya, wewangian yang berasal dari sana seakan merasuk dalam jiwanya, wanginya masih terasa di hidungnya, sangat wangi hingga ia susah untuk melupakannya, ia mengingat apa yang dikatakan setiap penjaga pintu itu padanya,
Point nya adalah:
Kalau mau masuk harus membersihkan diri.
Setiap pintu untuk ahlinya masing-masing.
Nabi Muhammad.
Ya setelah memikirkan nya sepanjang pagi ini, point di anggap nya penting adalah 3 itu, ia pun bergegas meraih laptopnya dan mencari di internet siapa itu nabi Muhammad, jadilah Eldrich membaca riwayat hidup manusia paling mulia dimuka bumi itu selama 2 jam lamanya. Eldrich buka berbagai artikel yang berkaitan dengan Nabi Seluruh umat Manusia itu dan membacanya dengan seksama, ia tak berpaling dari layar laptopnya, dan ia pun kini tahu siapa nabi itu Muhammad Saw.
Hatinya semakin gelisah, ada rasa aneh dalam dirinya. Kini setitik keyakinan pada tuhan mulai terbit dihatinya apalagi ditambah artikel ilmiah tentang kebesaran tuhan, dan fakta-fakta tentang adanya tuhan yang ia baca barusan itu semakin memperbesar titik keyakinan dalam ruang kosong hatinya.
Di tambah pula perasaannya terhadap adik sahabatnya itu semakin mendalam, terkadang saat kerja bayangan wanita bercadar itu selalu muncul dalam ingatannya, ia jengkel sendiri dibuatnya. Sepertinya kali ini dirinya memang benar-benar jatuh hati dengan wanita itu yang tak lain dan bukan yang lain Adalah Humaira Aishwarya Al Faroughi. Kini hatinya semakin gelisah, galau, dan gundah perasaannya tak menentu. Ia butuh teman untuk menceritakan sejuta kegelisahannya dan mencari penyebabnya serta memperjelas apa maksud mimpinya semalam, ia putuskan untuk menelpon Ali agar datang ke Mansion keluarga nya.
______ perusahaan Kusuma
Ali sedang rapat, ia menggantikan Eldrich. Jadwalnya sangat padat hingga tak sempat untuk membuka ponsel, setelah rapat ia akan menghadiri sebuah seminar sekitar jam 3 sore nanti, lalu setelah itu ia akan makan malam dengan kedutaan besar Arab saudi menggantikan Eldrich. Huffh hari yang lumayan melelahkan
__40 panggilan tak terjawab dari Eldrich
Eldrich mondar-mandir tak jelas di kamarnya, hatinya semakin resah tak karuan karena tak satupun panggilan teleponnya direspon oleh Ali.
" Come on brother, where are you.." ucapnya gelisah.
Ia benar-benar seperti kedatangan badai, hatinya gelisah tak karuan meskipun ia sudah berusaha menemukan penyebab resah gelisah dari hatinya tapi tak berhasil ia temukan titik terangnya malah semakin dipikirkan malah tambah sesak otaknya.yang saat ini Eldrich butuhkan adalah teman bicara, sebenarnya ada neneknya tapi sepertinya kurang memungkinkan baginya menceritakan segudang pertanyaan yang nggerundel seputar islam pada neneknya sedangkan neneknya seorang Budha yang taat. Sungguh saat ini ia butuh jawaban kepastian, dirinya bisa meledak jika tetap menahan rasa resah yang luar biasa ini.
" Arrggggghhhhhhhhhh.. kenapa disaat saat seperti ini, kau menghilang brother. Duh benar-benar menyebalkan... Sangat menyebalkan " dari tadi Eldrich hanya ngedumel sambil mondar-mandir tidak jelas menunggu 1 saja telepon masuk dari sahabat nya.
" Oke tenang, El kau pasti bisa mengatasinya, kita coba telepon sekali lagi..." Ucapnya menenangkan diri sendiri.
Dan ujung-ujungnya tidak di angkat juga.
" ****..." Umpatannya keluar juga.
Mungkin sudah yang ke 69 ia mencoba menelepon Ali.
Saat ini Eldrich mencoba menenangkan kecemasan yang melanda dirinya dengan mengambil es batu di kulkas sebanyak mungkin lalu ia taruh pada handuk untuk ia letakkan di kepalanya agar mendinginkan otaknya yang sedang burn out.
"Rasa dingin yang sedikit menenangkan" gumamnya.
Tanpa terasa ia mulai ngantuk dan dan matanya perlahan-lahan mulai berat dan terpejam akhirnya ia pun tertidur dengan posisi terlentang dengan satu kaki ditekuk di atas sofa yang ada dikamar tidurnya.
_______ Rumah Al Faroughi
__ADS_1
Pukul 21:05 wib setelah kegiatan yang panjang hari ini Ali baru saja selesai mandi, ia lalu membuka ponselnya betapa kaget bukan main ternyata ada 69 panggilan missed call dari Eldrich.
" Wahh... Dasar anak itu, ini penting atau jangan-jangan cuma ingin mengerjai ku dengan spam panggilan sih" men scroll riwayat panggilan dari Eldrich di ponselnya.
"haih...sudahlah tak baik untuk berprasangka buruk sebaiknya aku telepon balik sekarang.."
operator: nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi, atau anda bisa mengirim pesan suara teka....
Belum selesai operator bicara Ali mematikan panggilannya ia paling benci dengan suara operator.
" Ada apa sih sama ni anak, okelah tak samperin wes Rumahnya" ucap Ali menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja dan bergegas ke Garasi.
Setelah sampai di pelataran mansion keluarga Eldrich, Ali masih saja tampak takjub, padahal ini bukan pertama kalinya dia ke sini.
" Subhanallah besar sekali rumahnya, memang benar-benar bukan orang biasa.."
Setelah berhasil memarkir mobilnya Ali bergegas menuju pintu masuk yang dijaga Dua bodyguard kekar berbaju serba hitam.
" Who are you,,?" Ucap salah satu dari bodyguard itu dengan nada dingin menahan Ali untuk masuk
" Aku adalah salah satu bawahan dari Tuan Eldrich, lebih tepatnya aku rekan kerjanya di kantor " jawab Ali tetap tenang,
" Ada perlu apa kemari.." tanya bodyguard itu lagi.
" Tadi Tuan Eldrich menelpon saya untuk datang kemari setelah menyelesaikan tugas "ucap Ali masih tetap tenang.
" Baik, tunggu sebentar "
Saat itu nenek Eldrich belum tidur, samar-samar telinganya mendengar seseorang bercakap-cakap di depan, ia pun tertarik untuk melihatnya.
Setelah sampai didepan pintu ia melihat seorang pemuda sedang berbicara dengan bodyguard didepan pintu.
" Ada apa ini,," tanya Nenek Eldrich
Spontan dua bodyguard itu membungkuk memberi salam.
" Hormat nyonya besar, ini ada seorang pemuda yang ingin bertemu dengan Tuan muda "
Tanya neneknya senang.
" Benar nyonya.."
"Ah jangan panggil aku nyonya panggil saja nenek, kau kan teman dekat Eldrich, tadi dia berpesan Kalau Ali kemari suruh dia langsung ke kamarnya,," ucap neneknya dengan senyum
" Langsung saja ke kamarnya, ayo nenek antar mungkin dia sudah menunggumu" ucap neneknya ramah.
" Apakah perlu dilakukan pemeriksaan nyonya.." tanya bodyguard nya khawatir.
" Tidak perlu, dia orang baik.. ayo nak"
Ajak nenek Eldrich.
Ali dibawa menaiki tangga yang terbuat dari kayu menuju kamar Eldrich. Sampailah ia dan nenek di depan pintu kamar Eldrich.
" Masuklah nak, Eldrich sejak pagi kondisinya tidak baik, dia seperti mengalami gangguan kecemasan yang sangat hebat, bahkan ia mungkin merusak beberapa barang yang ada di kamarnya soalnya tadi aku mendengar ada suara keributan dari kamarnya, aku tak berani mendekati nya takutnya dia tambah marah, kau adalah sahabatnya tolong hibur dia ajak dia bercerita masalah nya..." Ungkap neneknya panjang lebar sambil matanya berkaca-kaca.
" Nenek tenang saja, tidak usah cemas sekarang nenek beristirahatlah dengan tenang malam ini, aku akan mencoba membujuk Eldrich, apakah tadi sudah ada dokter yang kemari..?"
"Belum karena dia menolak waktu nenek tawarkan agar ditangani dokter,,"
" Baik nek aku akan mencoba mengajak nya bicara.." ucap Ali meyakinkan sang nenek.
" Nenek berdoa semoga kau berhasil membujuknya,,," ucapnya dengan air mata mengalir di pipinya yang nampak sedikit keriput disana, Nenek Eldrich sudah berumur 60 tahunan jadi itu hal yang wajar baginya.
Setelah nenek Eldrich pergi Ali pelan pelan mengetuk pintu kamar Eldrich. Tak ada jawaban.
Lalu Ia mengetuknya lagi, masih sama tak ada jawaban.
" El apa kau baik-baik saja,bolehkah aku masuk" tanya Ali lembut, namun sama tetap tak ada jawaban.
Sudahlah aku masuk saja, lagi pula nenek sudah mengizinkan aku masuk jadi tak perlu minta izin dari Eldrich kan.. batin Ali.
__ADS_1
Saat ia membuka pintu baru selangkah kakinya menapak Ali menginjak sebuah buku yang tergeletak di lantai, dan saat dirinya mengangkat pandangannya ia sangat terkejut melihat kamar Eldrich yang sangat berantakan.
Wow... Apakah habis terjadi peperangan disini,,,? Batinnya.
Pasalnya kamar Eldrich sangat kacau, buku berserakan dilantai, dan... Pantas saja Eldrich tak bisa dihubungi rupanya ponsel miliknya sudah remuk dan tergeletak dilantai.
"Sebenarnya apa yang dialami anak ini, sampai heboh begini,,,," gumamnya sambil terus berjalan mencari Eldrich.
Dan ternyata Eldrich tertidur di atas sofa, ada genangan air di bawah sofa dan ada handuk putih membalut kepalanya. Saat Ali mengangkat handuknya handuk itu sudah kering,
Ali menempelkan punggung tangannya pada kening Eldrich dan...
" Astaghfirullahal'adzim.... Panas sekali,,," Ali sedikit tersentak setelah tangannya menempel pada dahi Eldrich.
" El.... Bangunlah, kita ke rumah sakit ya,,, hey,," Ali membangunkan Eldrich dengan sedikit menggoyang pundak Eldrich pelan.
Mata Eldrich perlahan mulai terbuka, dan dilihatnya Ali berdiri didepannya.
" Hey... brother... Kenapa kau kemari,," tanya Eldrich dengan suara lemah, kepalanya pusing bukan main saat ini dan pandangan nya juga sedikit kabur, yang jelas terdengar adalah suara Ali.
" Nanti lagi kita lanjutkan ceritanya setelah kau dibawa ke rumah sakit ya,,," Ali perlahan membantu Eldrich agar duduk.
" Siapa yang mau membawaku ke rumah sakit,,? Aku tak mau ke rumah sakit,," ucap Eldrich menolak setelah berhasil duduk.
" Lihatlah keadaan mu, kau menelepon ku pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu kan,,? Tanya Ali
" Oh jadi kau sudah tau,,," ucap Eldrich lemah menyandarkan kepalanya yang kian pusing sat di buat gerak sedikit.
" Biasanya kan begitu, ayo jika kau mau dapat jawaban dariku kita ke rumah sakit dulu, jika kau sakit aku tak mau memberi mu jawabannya"
Ancam Ali.
" Siapa yang sakit, aku baik-baik saja, lihat.." Eldrich mencoba berdiri menunjukkan kalau dirinya baik-baik saja, tapi tubuhnya mengkhianatinya tubuhnya tak bisa berbohong, ia sempoyongan dan akhirnya ambruk ke lantai, Ali dengan sigap menangkap tubuh Eldrich sebelum jatuh kelantai.
" Lihatlah dirimu tak usah berbohong, tubuhmu panas, dan kepala mu pasti pusing, sudah ayo ikut saja tak usah menolak..." Ucap ali memapah Eldrich berjalan. Eldrich tak bisa berkata apa-apa lagi, kegarangan serta sifat angkuhnya lenyap oleh pusing di kepalanya.
Sampai di pintu mansion Eldrich, dua pengawal tadi menghadang mereka,
" Mau kau bawa kemana tuan muda,," ucap salah satu bodyguard itu menahan Ali.
" Membawanya ke rumah sakit, dia demam dan butuh penanganan medis segera,," jelas Eldrich tenang dan berusaha tetap tersenyum.
" Sudah kalian tak usah banyak bicara, aku akan ke rumah sakit dengannya " ucap Eldrich dengan suara lemah.
" Tapi tuan.. geng Black Tiger terus mengawasi kita, akhir akhir ini, takutnya..." belum selesai bawahannya menjelaskan situasi, Eldrich memotong ucapannya
" Takut apa, mereka tak akan berani mengganggu ku,, sudahlah" ucap Eldrich
" Kalau begitu saya akan membawa beberapa orang untuk mengantar anda sampai rumah sakit,,"
" Terserah," jawab Eldrich singkat
" Brother ayo ke rumah sakit, kepalaku makin pusing " ajaknya pada Ali
" Sekarang kau yang minta sendiri, tadi menolak.." ucap Ali meledak Eldrich.
" ck Aku masih belum ingin mati,"elak nya.
" Oh takut mati juga rupanya,," canda Ali.
" Brother jangan bercanda,,," Eldrich mulai kesal.
" Hahaha baiklah.... baiklah,,,"
Ali menuntun Eldrich ke mobilnya.
go to the hospital_
_____________
*edisi revisi
__ADS_1