Hijrah Ku Karena Mu

Hijrah Ku Karena Mu
Diary Maira


__ADS_3

Pagi hari di Mansion Eldrich


.


.


.


Hari ini planning Eldrich hanya ingin rebahan di atas kasur empuk miliknya, ia sudah kenyang setelah 5 hari berturut-turut keliling kota jakarta, sebenarnya masih tersisa libur 2 hari lagi untuknya, namun setelah di pikir pikir lebih baik istirahat dan menyiapkan materi yang akan ia sampaikan di pertemuan pertamanya dengan para karyawan perusahaan nya. Sebenarnya selama penerbangan ke Indonesia kemarin sudah ia siapkan dengan matang untuk dirinya persentasi kan tapi entahlah rasanya masih banyak yang kurang.


" Haishh... Bahasa apa yang harus aku gunakan nanti, aku tidak bisa bahasa Indonesia,," batinnya sambil memijit pangkal hidungnya kepalanya mulai pening.


"Bagaimana jika pakai bahasa inggris saja,.." Eldrich berguling tengkurap di atas ranjang king size nya.


"Tapi....Arrggggghhhhhhhhhh..." teriaknya frustasi.


Dan pada akhirnya ia sudah tak tahan lagi lalu berdiri dari posisi berbaring nya menuju ruang kerjanya yang terletak tepat di depan Kamar tidur nya, Eldrich membuka pintunya dengan keras dan menjatuhkan dirinya kasar di kursi kerja miliknya, ia naikkan kakinya ke atas meja dengan asal hingga menjatuhkan 2 tumpukan buku-buku yang kemarin baru ia baca karena bosan dan belum sempat menatanya lagi di lemari.


" Ah aku benar-benar malas..." Ucapnya kesal saat mendengar suara buku berjatuhan.


dia diam dalam posisinya untuk beberapa saat, setelah dirasa pusing yang melanda kepalanya hilang barulah ia bergegas memunguti satu persatu buku itu,namun tiba-tiba netra nya tertarik pada sebuah buku bersampul coklat lumayan tebal hampiri seperti kamus bahasa Inggris,sampul buku coklat itu tebal dan kokoh terlihat mahal untuk seukuran buku yang mirip kamus serta terdapat banyak sticker menempel di sampulnya.Kening Eldrich mengernyit heran.


"buku siapa ini..? aku tak pernah merasa punya hobi suka menempelkan sticker anak-anak pada sampul buku" ucap nya heran,Eldrich membolak-balik buku yang nampak asing itu.


Otak nya masih terus berputar mengingat-ingat dimana ia mendapatkan buku setebal kamus itu, Dan kemudian ia ingat kejadian 4 hari lalu saat dirinya berada di sebuah Mall.


" Oh I got it,,!!," Eldrich menjentikkan jarinya setelah ingat siapa pemilik buku tebal ini.


"ini buku wanita yang menabrak ku di tempat belanja waktu itu kan, ya ini pasti miliknya, aku akan mengembalikannya sekarang" ucapnya sambil beranjak berdiri tapi ketika sampai ambang pintu .


"Tunggu dulu aku kan tidak kenal wanita itu, tidak tahu rumahnya, jangankan rumahnya nama saja tidak tahu...ya ampun Eldrich sejak kapan kau ini jadi amban begini, hilang kemana IQ 200 mu, apakah karena sejak tiba di Indonesia IQ mu jadi jongkok ke angka 100.. benar-benar menyebalkan dasar." Eldrich mengumpat kebodohan nya sendiri.


"Baiklah aku akan membacanya, siapa tau ada informasi pemilik nya disini.." Sambungnya


seraya duduk kembali di kursi kerjanya dan membuka buku itu,namun ketika dibuka...


" What the hell.!!! Indonesian language, seriously??!! "


Mampus batinnya ini baru halaman pertama bahasa Indonesia semua, lagi-lagi ia merutuki dirinya kenapa dia dulu ga belajar bahasa Indonesia sih dari ibunya. Saking kesalnya saat itu juga ia langsung membuka MacBook, komputer dan ponselnya guna menerjemahkan 1 halaman pertama buku coklat itu.


" Merepotkan sekali,," gerutunya kesal.

__ADS_1


Mula mula ia membuka Google translate yang ada di MacBook nya dan mengetik apa yang ada di lembar pertama dengan pelan dan mengejanya perkata. dari situ barulah di dapatkan informasi yang pas sekali sangat ia butuhkan


" Ohh....ternyata namanya Humaira aishwarya Al Faroughi, namanya seperti orang arab" Eldrich manggut-manggut.


"tunggu sepertinya memang orang arab kan? waktu itu dia memakai sesuatu yang menutupi wajahnya dan menutupi kepala bahkan hampir seluruh tubuhnya, mungkin memang orang arab.." batinnya lagi,


" Lahir di jakarta-03-November-2004, berarti saat ini usianya sekitar 19 tahun" gumamnya.


Eldrich mulai tertarik untuk men translate lebih banyak lagi karena semakin lama semakin menyenangkan,beberapa kali juga ia sedikit mempelajari cara pengucapannya.


Jadilah dari pagi sampai sore ia habiskan untuk membaca buku Diary milik gadis yang diketahui bernama Maira, nenek nya sampai heran setelah beberapa kali melewati kamar cucu tampannya, cucunya hanya fokus pada buku itu dan juga telepon pintar nya.


Bahkan saat makan Eldrich tak lepas dari buku itu dan juga ponselnya ia sesekali mengeraskan volume Google translate di smartphone nya guna memperjelas cara baca dan pelafalan bahasa bahasa ibunya itu, neneknya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah cucunya bungsunya itu.


Eldrich benar-benar serius serius. melanjutkannya lagi dan lagi hingga tak terasa sudah hampir setengahnya ia baca,


Ketika sampai pertengahan buku terdapat banyak foto.


Di bawah semua foto itu terdapat catatan pendek tentang tanggal dan tempat serta keterangan singkat dimana foto tersebut di ambil,


Total ada 30 foto


" Sungguh kreatif, dan sangat religius.. sayangnya aku tidak percaya akan adanya tuhan, aku hanya percaya pada diriku sendiri, adanya tuhan itu hanya untuk orang yang kurang percaya diri,," ucap nya mengangkat bahunya sambil tersenyum miring.


Eldrich melihat foto-foto itu satu persatu secara detail.


ada satu foto yang membuat dadanya sedikit berdesir yaitu foto Maira dari jarak dekat, tampak bulu matanya panjang dan lentik alami tanpa make up, alis mata tegas dan menawan mata bulat indah dengan iris coklat,wajahnya tampak segar meski hanya terlihat Mata dan sedikit alisnya saja karena sebagian wajahnya tertutup kain berwarna ungu muda,hidung yang terlihat bangir meskipun tertutup cadar tapi Eldrich bisa menerawang bila hidungnya pastilah seperti orang Arab kebanyakan. dan yang paling membuat dadanya bergetar adalah tatapan maira...


" Dia sempurna tampak anggun menggunakan baju panjang ini, dia cocok dengan warna apapun dan model apapun bahkan baju-baju nya yang ada di foto hampir semua polos tak bermotif.." Eldrich berdecak kagum, tunggu kenapa ini jantungku tiba-tiba berdebar apa aku mulai kelelahan? batinnya memegang dadanya yang sejak tadi ada gemuruh di dalam nya.


Ada juga foto maira bersama keluarganya liburan ke jepang, dan fotonya memeluk seorang pria?


"apakah dia sudah menikah?? Tapi dia kan masih terlalu muda " gumamnya, kemudian ia membaca keterangan yang terdapat dibawah foto tersebut


"my lovely elder brother" itu yang tertulis disana.


" Oh punya kakak ternyata..'' entah kenapa ada sedikit rasa lega setelah membaca itu.


dia kini tidak terlalu kesulitan lagi karena sebagian ditulis dengan bahasa inggris.


" Bahasa inggris nya bagus," lagi lagi pujian keluar dari mulut nya,

__ADS_1


Eldrich tak menyadari bahwa dirinya mulai tertarik pada maira.


Di dalam buku itu maira juga menuliskan tentang keluarganya menggunakan 3 bahasa yaitu Indonesia, arab dan bhs inggris.


Nama ayah Abdullah Al Faroughi


Ibunya Aisyah Al Faroughi, dan kakaknya Muhammad Ali Al Faroughi.


" Jadi keluarga besar Al Faroughi ya, hem menarik.." gumamnya tersenyum penuh makna.


Ada satu halaman yang menurut Eldrich isinya cukup menarik,disitu maira menulis


- Katanya baginda nabi pernah bersabda bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik begitupun sebaliknya perempuan yang buruk akhlak dan sikapnya untuk laki laki yang demikian juga buruknya, jadi aku berusaha sebisa mungkin untuk menjaga diriku agar tetap utuh untuk calon suamiku, mahkota ku akan menjadi milik seseorang yang membimbingku menuju jalan kebenaran dan membuatku semakin dekat pada Allah SWT. Dan laki laki yang siap berjihad bersama dijalan Allah.-


kira-kira begitulah hasil translate yang Eldrich dapat.


" Allah itu siapa? Apakah dia itu tuhan,," batin Eldrich penasaran,


Maria juga menulis beberapa motivasi untuk dirinya seperti.


-( if you don't like something, change it.if you don't change it, change your attitude-


Dalam Diary nya Maira banyak menceritakan kegiatan nya saat momen penting ataupun sehari hari, Eldrich ngerasa seperti lagi membaca novel, dan juga gambar gambar yang terdapat di buku itu semuanya menarik, tulisan tangannya sangat rapi


Eldrich juga jadi tidak bosan saat membacanya.


tak terasa hingga seharian penuh Eldrich membaca buku diary itu hingga ia tertidur di ruang kerjanya.


Flashback 30 menit yang lalu sebelum Eldrich tertidur,


Eldrich menelpon seorang bawahannya di New York


" Cari tahu tentang keluarga Al Faroughi kirim file nya malam ini juga"


"Baik tuan "


Seseorang yang membuatku penasaran maka harus membayar rasa penasaran itu dengan informasi, itulah Eldrich saat sesuatu membuatnya penasaran maka ia akan menggalinya hingga ke akarnya.


Flashback off


*edisi revisi di

__ADS_1


__ADS_2