
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Hallo pembaca setia akoh.. apa kabar semuanya.. pada baik kan, semoga sehat wal Afiat aminn..
Oke lets reading.. happy reading..^_^ guys
______________________________
Kemarin ia berangkat dari Hamburg sekitar jam 2 dinihari, karna siang sampai malamnya ia harus mendengarkan pidato yang membosankan dari ayah nya, dilanjutkan bercengkrama dengan ayah ibu dan kakak serta pamannya, semuanya datang ke mansion milik ayahnya karena ayah nya menghubungi mereka dan memberi tahu tentang kepergian nya ke Indonesia yang mendadak.sehingga pada jam 10 malam ia baru sempat menghubungi bawahannya untuk menyiapkan jet pribadi nya dan dapatlah penerbangan dinihari,
Tiba-tiba ponsel Eldrich bergetar.. dert..derrt..dert
*Sebuah pesan baru
From: my mommy
" Setelah sampai di Indonesia,kau akan tinggal di mansion milik ibu bersama nenek mu, kau harus menjaga nenek mu dihari tuanya, buatlah kesan indah tentang mu di akhir usianya jangan buat dia selalu mengkhawatirkan dirimu karena itu bisa berdampak pada kesehatan nenekmu jaga dirimu baik-baik disana arne ibu mencintai mu.."
Itulah isi pesan yang dikirimkan ibunya.
Sebenarnya hatinya masih sedikit berat meninggalkan keluarganya di jerman rasa khawatirnya mulai berdatangan, ia takut musuh yang selama ini tunduk pada nya akan menyerang keluarganya di jerman setelah kepergian nya,dan semoga saja apa yang dikhawatirkannya tak akan pernah terjadi.
Menurut perkiraan nya masih kurang 10 jam lagi ia akan sampai Indonesia, karena jarak yang begitu jauh antara Jerman-indonesia maka memerlukan waktu tempuh sekitar 17 jam hingga 18 jam,untung nya ia memiliki Jet pribadi yang tidak mengharuskan menaiki pesawat biasa pasti privasi nya akan terganggu karna Eldrich adalah manusia yang menjunjung tinggi sebuah privasi.
Karena merasa perjalanannya masih panjang ia memilih memejamkan matanya lagi merilekskan pikiran dan tubuh nya yang sudah kelelahan sedari tadi ia gunakan untuk berfikir hal yang sebenarnya tidak perlu ia pikirkan.
Indonesia 13:45 wib
Ia keluar dari bandara internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Saat ia keluar Bandara sosok nya menyita banyak perhatian para kaum hawa, dengan tinggi badan 185 bak model dan wajah tampan bagai artis Hollywood, sosok nya banyak mencuri perhatian khalayak umum. Banyak yang mengiranya artis papan atas yang tengah liburan ke Indonesia dan bukan hanya kaum hawa saja rupanya yang terkesima, anak-anak, bahkan emak-emak pun ikut heboh...*0*/
__ADS_1
" Eh lihat tuh.. busyett.. bule ganteng banget, kalo aja gue bisa bahasa inggris udah gue ajak kenalan tuh.."
"Iya.. ganteng banget sumpahhh.. hati aku meleleh rasanya,"
" Lihat deh.. tubuh tinggi, mata biru,beuh bule tulen njirr... "
"Gilakkk... Maskulin banget, tipeku woyy.."
"eh eh dia artis bukan sih, mau minta foto tapi takut"
Dan bla bla bla bla.. tapi menurut Eldrich itu hanyalah hiruk pikuk sebuah bahasa asing, Karena setahunya ibunya di rumah tidak pernah menggunakan bahasa Indonesia jadi ia kurang familiar dengan bahasanya, mungkin hanya sekali atau dua kali dia pernah mendengar ibunya berbicara bahasa Indonesia di telepon saat menghubungi teman teman nya ada di indo, meskipun ia bisa 10 bahasa dari banyak nya bahasa yang ada di dunia ini tapi ia tidak pernah belajar ataupun mencoba belajar bahasa ibunya itu.
Sejak ia keluar dari bandara tadi ayah nya sudah menyiapkan dua bodyguard yang akan mengawal dan membantu nya membawakan barang barang miliknya ke mansion tempat nenek nya tinggal.
"Bitte, Sir (bahasa Jerman yang artinya "silahkan tuan") ucap salah satu pengawal nya sambil membukakan pintu mobil.
Kesan pertama yang ia dapat dari Indonesia adalah Negara dengan lalu lintas yang buruk, macet dan ada hal aneh yang membuat nya tak habis pikir melihat seorang ibu ibu yang menyalakan lampu sen kanan sepeda motor nya tapi ia malah belok kiri, dan untungnya tidak terjadi kecelakaan dan kejadian itu membuat nya geleng-geleng kepala.
Kesan pertama yang baik, meskipun Indonesia bisa dikata sedikit jorok, karena waktu dia melewati jalanan indo Banyak ia temui sampah di pinggir jalan, dan itu adalah pemandangan yang tidak pernah ia temui di jerman, new york dan beberapa negara maju yang pernah ia kunjungi. Namun satu hal yang membuat nya kagum pada Indonesia saat terjebak macet dan memperhatikan hiruk pikuk kota ini adalah semangat anak-anak mudanya nya untuk sekolah dan yang paling mencuri perhatian nya yaitu seorang anak laki-laki yang mungkin menurut nya masih sekolah dasar, ia memakai baju putih yang sudah menguning, celana yang sudah sobek dan penuh Tembelan, sepatu yang bagian depannya sudah sobek dan memperlihatkan jari-jari kakinya yang kecil dan mungil, tas yang sudah koyak dan memperlihatkan isi yang ada didalam nya, sangat miris sekali namun ia masih semangat untuk sekolah, terlihat ia di depan gerbang sekolah memandangi teman temannya yang sedang makan camilan, dan sepertinya ia tidak punya uang untuk membeli nya ia hanya diam sambil terus menatap teman temannya.
" Stop, bisakah kalian menghentikan mobilnya."ucap Eldrich matanya masih tertuju pada anak kecil yang lusuh tadi
" Apakah diantara kalian ada yang bisa bahasa Indonesia?
Tanya Eldrich lagi.
" Saya tuan" jawan bodyguard nya yang ada di balik kemudi"
" Berikan uang ini pada anak itu dan katakan bahwa dia harus tetap sekolah, dan jangan lupa berikan juga bingkisan ini untuk makan siangnya... Katakan yang baik-baik dan bersikaplah yang lembut jangan buat dia takut.." jelas Eldrich panjang lebar
__ADS_1
Pengawal nya pun meminggirkan mobil yang di tumpangi Eldrich Lalu turun memenuhi permintaan tuannya, dilihatnya pengawal nya berjongkok mengelus rambut anak itu dan seperti nya mereka sedikit berdialog dan dilihat nya sesekali anak itu tersenyum cerah, lalu pengawal nya memberikan bingkisan tadi, ia lihat anak itu awalnya agak ragu tapi pengawalnya dengan akrabnya meyakinkan akhirnya anak itu dengan senyum lebar menerima bingkisan tersebut, tapi tiba-tiba ia menangis, Eldrich tak tahan lagi ia menghampiri anak tersebut dengan sedikit berlari dan berjongkok depan anak itu lalu ia peluk tubuh mungil anak tersebut,tangis nya pecah
" Hey don't cry, it's okay no problem kid... I'm here " katanya menenangkan anak tersebut, anak itu mengusap air matanya
" Apakah paman seorang turis disini " tanya nya, Eldrich tidak mengerti apa yang dikatakan anak itu, ia meng kode anak buah nya
" Dia bertanya pada tuan apakah anda turis"
"Lalu apa yang harus ku katakan?
Eldrich mengikuti apa yang dikatakan oleh anak buah nya,
" Ya saya turis disini (bahasa Indonesia) " dengan susah payah Eldrich berusaha mengucapkan kata-kata itu
Tapi anak itu malah tertawa terpingkal pingkal karena menurut nya Eldrich sangat lucu mengucapkan kalimat itu,
(Apakah lucu? Batinnya.. biarlah asalkan anak itu tertawa dan tidak menangis lagi) meskipun anak itu tertawa tapi Eldrich bisa melihat derita yang luar biasa besar dari kedua mata bening anak itu.
" Baiklah paman aku akan pulang sekarang ibuku pasti menunggu di rumah terimakasih untuk hadiah nya, kata paman yang berbaju hitam itu tadi paman lah yang memberiku hadiah karena aku semangat sekolah.. terimakasih paman aku akan selalu semangat belajar sekarang" celoteh nya lucu sambil mengangkat tangan kirinya dan tangan kanannya ia letakkan di pinggang seperti super hero yang siap meluncur.
Eldrich hanya tersenyum.. meskipun ia tidak tau artinya yang jelas anak itu sangat bersemangat.
entah lah ia sendiri tak tahu kenapa sikap nya hari ini bisa begitu lembut, kemana tampang dingin dan arogan nya,,,??
makasih banyak guys udah mau baca novelku, jangan lupa di like dan komen kalo ada salah kata atau tulis huruf nya, dan ngga usah sungkan buat ngasih masukan nya.. makasih ya guys 😄🙏
mohon ditunggu epsd selanjutnya...:-P:-P:-P:-P:-P:-P:-P:-P:-P
________
__ADS_1
*edisi revisi 💜