Hijrah Ku Karena Mu

Hijrah Ku Karena Mu
apakah itu surga?


__ADS_3

Ruang Kerja Eldrich____________


1 tahun berlalu sejak pertanyaan yang Eldrich lemparkan kepada Ali.


Eldrich masih serius membaca Buku Manahilul ‘Irfan fi Ulumil Quran (Sumber Pengetahuan Ilmu-ilmu Al-Qur’an), karya Syaikh Prof. Muhammad Abdul Adhim Az-Zarqani,


Muassasah At Tarikh Al Arabiy, Beirut-Lebanon, Cet. III, 1991. Yang diberikan Ali kepadanya dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.


Kini ia berkali-kali dibuat kagum pada Al Qur'an dan islam. Sekali lagi ia sangat kagum pada keagungan tuhan yang diceritakan dalam islam. Kini dirinya mulai mempercayai adanya tuhan meskipun ia percaya tuhan tapi bukan berarti ia akan masuk islam dengan mudah tanpa mempertimbangkan dan memperhatikan segala aspek dan resiko.


saking seriusnya membaca Eldrich tak menyadari kehadiran Ali yang sudah masuk ruangan.


Ali masuk ruangan dan tersenyum tatkala melihat Eldrich sedang fokus membaca buku, ia ingin tertawa melihat wajah serius temannya itu,lebih tepatnya sekarang Eldrich adalah sahabatnya. ya mereka sudah bersama selama 6 bulan dan dalam waktu 6 bulan pula mereka menjadi sahabat.


Bahkan pada suatu waktu Eldrich sering mengantarnya ke Masjid, menunggunya hingga selesai shalat di mobil, dan begitupun Eldrich ia senang dengan Ali yang tidak menceramahi nya ketika dia bilang bahwa dirinya tak mempercayai tuhan alias atheis, Ali malah hanya tertawa, saat ditanya kenapa dirinya tertawa... Ia hanya menjawab.


" Kau tau ketika aku berteman dengan seseorang tidak memperdulikan dia dari agama apapun, bahkan orang yang tidak mempercayai agama sekalipun, karena dalam agamaku islam mengajarkan untuk saling menghormati selama dia baik dan tidak memprovokasi agama kami dan lagi tidak memaksakan agamanya kepadaku kenapa kita tidak berteman bahkan bersahabat baik dengan dia. yang penting saling menghormati satu sama lain itu kan sudah cukup, dan untuk pilihan mu tidak beragama pasti kau punya alasan sendiri, aku tidak ingin ikut campur, tapi jika kau punya masalah dan ada yang ingin kau tanyakan aku akan menjawabnya tidak hanya berdasarkan cara pandang agama ku tapi juga berdasarkan bukti ilmiah jika memang ada dan juga menurut segi pandang agama lain..." Itulah yang disukai Eldrich dari Ali, Jawabannya selalu pas ditengah-tengah untuk orang seperti dan sejak diskusi terbuka itulah mereka dekat dan saling mengerti satu sama lain.


_____


sejak tadi Eldrich yang merasa diperhatikan langsung mengalihkan pandangannya, tawa Ali pecah seketika melihat ekspresi wajah Eldrich.


Eldrich nampak bingung,,,


" Why, what's going on, hentikan tawamu itu brother, sangat mengganggu tau ck," ucap Eldrich kesal, pasalnya kefokusan nya buyar karena ulah Ali.


" Hei,, apa ini? sejak kapan kau mulai berani berkata seperti itu kepadaku,," Ucap Ali masih mencoba mengganggu Eldrich.


" Argh dasar, kau tau siapa di dunia ini yang tidak kesal jika diperhatikan tanpa alasan dan ditertawakan tiba-tiba tanpa sebab..." Balas Eldrich bersungut-sungut.


" Jawaban nya itu adalah aku...hahaha" Ucap Ali narsis kali ini.


" Dasar menyebalkan, terus saja menggodaku kalau gajimu tidak ingin aku kurangi..'' ancam Eldrich.


" Hei.. aku sudah bukan sekretaris mu lagi tapi Chief Financial Officer¹, ingat itu C.F.O" Ali mengejanya dengan sengaja.


"jadi kau tidak bisa menurunkan gaji ku tanpa alasan.." keluh Ali, dengan wajah yang santai tanpa dosa meskipun sedikit panik disana, bagaimana jika Eldrich benar-benar menurunkan gajinya.


____________


¹ CFO merupakan seseorang yang memiliki jabatan tertinggi dalam pengawasan keuangan dan akuntansi dalam sebuah perusahaan. Ia memiliki wewenang dan tanggung jawab besar dalam penganggaran baik dalam perencanaan keuangan, kepatuhan, pelaporan keuangan perusahaan. Sebagai pemegang jabatan tertinggi dari departemen keuangan, CFO juga memiliki wewenang dalam pengelolaan bisnis perusahaan dalam segi keuangan secara keseluruhan.


____________


" Brother sejak kapan kau jadi begitu,,, apa ini sisi lain dirimu?" Ejek Eldrich.


" emmmm... cob kupikirkan Jawaban apa yang as untuk pertanyaan, haruskah aku pergi ke psikiater untuk memastikannya ..." Ucap Ali dengan nada pura-pura serius.


" Ahhh baiklah,," Eldrich menyerah akhirnya.


"ada perlu apa brother, sampai kau datang keruangan ku," mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Kini mereka sudah tidak satu ruangan lagi, sejak Eldrich menjadikan Ali sebagai pemegang jabatan tertinggi dari departemen keuangan. Karena menurutnya kemampuan Ali akan sangat di sayangkan jika hanya menjadi sekretaris, dan memang benar saja kinerjanya 6 bulan belakangan ini tidak mengecewakan nya.


" Kau pasti akan kaget setelah mengetahui siapa yang menyabotase perusahaan kita kemarin hingga kita kalah tender" ucap Ali serius sambil meletakkan map berwarna biru di atas meja Eldrich, dan duduk di kursi yang ada didepan meja Eldrich.


Eldrich mengambilnya dan membacanya.


" Ternyata memang benar dia orangnya, sesuai yang kita prediksi kemarin," Eldrich dengan santai membuka map itu.


" Benar, jadi apakah kita akan mengambil tindakan sesuai rencana,,?" Tanya Ali memastikan tindakan apa yang selanjutnya akan di lakukan.


" Nampaknya memang harus begitu,"


Jawab Eldrich dengan seringai di wajah tampannya nya.


Sore itu setelah Eldrich menyelesaikan urusan kantor dengan Ali ia langsung bergegas pulang, ia sudah sangat lelah sekali.


_______


Saat malam mulai merayap naik Eldrich malah tidak bisa memejamkan matanya semakin ia berusaha untuk terlelap matanya makin sulit pula untuk terpejam dengan tenang. sejak tadi dia mencari posisi ternyaman untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah benar-benar lelah dari miring menghadap ke kanan, menghadap ke kiri,mencoba posisi terlentang bahkan sampai tengkurap pun tak juga ia dapatkan posisi nyaman ini.


"Ck aish.. kenapa ga bisa tidur sih,,,, come on jangan sekarang dong mata,aku benar-benar pengen istirahat please..." Eldrich terduduk di ranjangnya sedang memohon pada mata elangnya untuk terpejam.


"haih..." ia menghembuskan nafas berat lalu turun menyingkap selimut tebalnya dan mematikan AC kamarnya lalu meraih satu bantal nya.


" oke ini yang terakhir, aku akan tidur disini" ucapnya nya yakin seraya membanting bantal di tangannya ke karpet lantai yang ada di dekat ranjang king size nya. ia melirik jam dinding pukul 23.40 itu angka yang tertera, sebenarnya masih agak sedikit ragu apakah cara terakhir itu akan berhasil tapi tak apa ini layak untuk di coba batinnya lagi.


Tak lama kemudian benar saja matanya mulai terkantuk-kantuk, dengan posisinya yang terlentang di atas karpet lantai dan Eldrich pun terlelap.


"Hah... hah.... hah... " Eldrich bangun dengan nafas yang memburu.


" what the hell is that... shittt mimpi macam apa itu mengerikan sekali" Eldrich berusaha mengatur nafasnya, di usapnya keringat yang membanjiri tubuhnya lalu dinyalakan nya lagi AC yang tadi sempat ia matikan.


sekitar 30 menit kemudian Eldrich mulai bisa memejamkan matanya lagi, akan tetapi anehnya mimpi yang sama pun terulang lagi hingga tiga kali dan selalu memiliki akhiran yang sama dimana saat Eldrich terjatuh di lantai dan orang-orang dengan penampilan terkoyak itu sedikit lagi bisa meraih tubuhnya ia akan terbangun saat itu juga.


dan sekarang jam menunjukkan pukul 3 dini hari,Eldrich memilih terjaga karena takut bagaimana jika ia memejamkan matanya lalu ia akan bermimpi hal yang sama lagi.


Eldrich duduk di dekat jendela kamarnya sambil terus berfikir bagaimana caranya untuk bisa tidur nyenyak jika terus begini,Dan finalnya ia memutuskan untuk minum obat tidur, ia berharap dengan bantuan obat itu bisa membatunya terlelap se nyenyak mungkin tanpa bermimpi menyeramkan lagi.


Namun nasib baik sepertinya tak memihaknya kali ini,pasalnya saat ini ketika bangun Eldrich mendapati dirinya berada di tempat yang gelap benar-benar gelap sekali tak nampak apapun disini, awalnya dia hanya berdiam diri bimbang kemana dia harus melangkah. kemudian akhirnya ia putuskan untuk berjalan mencoba mencari jalan keluar, namun lama sudah Eldrich berjalan dan tempat gelap itu tak kunjung juga ia temukan ujungnya. dengan perasaan yang mulai resah ia mencoba berlari sekencang mungkin tapi seolah seperti terowongan yang panjang Eldrich masih belum berhasil keluar dari sana.


Eldrich tak menyerah begitu saja, ia terus berlari hingga dirasakannya keringat pun membanjiri tubuhnya membuat kaos putih yang ia kenakan saat tidur tadi benar-benar basah keringat seperti ada orang yang dengan sengaja menumpahkan satu ember air di tubuhnya. Eldrich mulai merasa letih ia yang sudah tidak kuat berlari lagi pun akhirnya jatuh terduduk, baru saat duduk ia rasakan dengan telapak tangan nya tempat itu sangat halus tidak ada kerikil ataupun debu disana, pantas saja sangat sulit untuk membedakan yang mana yang sudah ia lewati sejak tadi, atau jangan-jangan ia dari tadi hanya berputar putar...


Eldrich berteriak


" Apakah ada orang disini.."


Tidak ada jawaban, yang terdengar hanya suara Eldrich yang menggema.


Disaat Eldrich mulai putus asa tiba-tiba ada secercah cahaya di ujung sana yang tampak sangat samar, namun ia yakin jika itu adalah cahaya, harapan pun mulai terbit kembali bahwa ia akan menemukan jalan keluar dari sini. Eldrich kembali berlari sekencang-kencangnya, semakin didekati cahaya itu semakin jelas, tiba-tiba saja saat tubuh Eldrich sudah berhasil mendekati cahaya itu dirinya merasa seperti baru saja berpindah ke tempat yang kini tampaklah sebuah bangunan yang sangat megah dengan pintu yang amat tinggi dan besar dilapisi batu Zamrud hijau gemerlapan bersinar menyilaukan mata, pintu yang sangat menakjubkan itu tak hanya ada satu tapi ada banyak sekali pintu serupa yang yang berjejer. Salah satu pintu terbuka memperlihatkan istana yang ada di dalam sana, bangunan megah itu tampak luar biasa tak bisa digambarkan dengan kata kata, dan aroma yang berasal dari dalam sana rasanya bisa tercium hingga ratusan bahkan ribuan kilometer karena sangat wangi sekali. Wangi yang tak pernah ada dan Eldrich jumpai selama ini bahkan parfum mewah dengan harga hingga puluhan juta miliknya yang ia kenakan sehari-hari pun tidak ada apa-apa nya.


Eldrich terdiam sangat lama ia takjub dengan pemandangan yang ada didepan sana ia juga melihat di depan pintu besar nan megah itu dijaga seseorang yang selalu tersenyum dan orang yang berdiri di depan pintu itu wajahnya tampak bersinar.

__ADS_1


tak berapa lama kemudian datang segerombolan orang yang berbaris dengan rapi masuk ke dalam melalui salah satu pintu itu. semuanya memakai baju putih bersih, tak hanya itu wajah mereka juga berseri- seri dan bau harum tercium dari arah mereka, dari pintu yang terbuka karena rombongan orang tadi masuk Eldrich melihat pemandangan yang sangat menakjubkan hampir saja ia tak bisa menggerakkan bola matanya karena serasa membeku, tak hanya itu mulutnya mengaga terbuka lebar seperti orang bodoh, ia tak bisa berbohong tempat itu bener benar tempat yang paling menakjubkan yang belum pernah ia lihat sekalipun di dunia.


Eldrich memperhatikan ketika Rombongan berbusana putih memasuki sebuah pintu, mereka disambut ramah oleh orang yang berjaga di pintu itu, karena penasaran Eldrich ikut mengantri dibarisan paling belakang. Tak berapa lama kemudian tiba giliran dirinya untuk masuk tapi penjaga itu dengan halus menahan dirinya dan berkata:


" Maaf anda harus membersihkan diri anda sebelum masuk, karena syurga adalah tempat dimana orang-orang yang suci dan bersih, dan lagi ini adalah pintu yang hanya bisa di masuki dan dikhususkan untuk orang-orang yang Ahli shalat sedangkan kamu tidak termasuk di dalamnya " ucap penjaga itu tersenyum ramah.


Tanpa banyak tanya lagi Eldrich bergegas mencari air untuk membersihkan dirinya, namun setelah berputar-putar tak dapat ia temukan setetes air pun.


Lalu ia melihat pintu lagi, namun pintu itu tertutup rapat, ia mengetuknya cukup lama, setelah itu seorang penjaga keluar dari pintu itu.


" Bolehkah aku masuk ? " Tanya Eldrich pada penjaga itu,


" Maaf ini adalah pintu khusus zakat, pintu ini khusus untuk orang orang Ahli zakat, dan anda tidak termasuk di dalamnya..."


Lalu Eldrich berjalan lagi, dan setiap ia menemui pintu jawabannya selalu sama kalau dirinya tidak termasuk orang yang boleh memasuki pintu itu. Padahal rasa penasarannya sudah memuncak di ubun-ubun.


Ia terus berjalan tak tentu arah kemudian ia melihat lagi ada rombongan yang memasuki pintu. Ia pun buru-buru mengantri di belakang.


dan hasilnya sama tetap dilarang masuk dan alasannya pun sama, ia tak termasuk orang yang boleh memasuki pintu itu.


" Maaf anda harus membersihkan diri anda terlebih dahulu, baru boleh masuk..." Ucap penjaga itu lemah lembut.


" Lalu dimana aku harus membersihkan diri, sedangkan tak ku temukan air setetes pun disinj" tanya Eldrich pada penjaga itu. Pasalnya dari tadi ia tak menemukan air.


" Jika kau mengikuti apa yang disampaikan oleh Utusan Allah dan mengamalkannya maka kau akan tau, bahkan kau tak perlu mengetuknya mak pintu itu akan terbuka dengan sendiri nya "


" Memangnya siapa utusan Allah itu ?" Tanya Eldrich lagi.


Penjaga itu agak sedikit kaget.


" Apakah kau tidak mengikuti ajaran beliau? " Tanya penjaga itu lagi.


" Aku tidak mengikutinya," kata Eldrich singkat.


" Kau tidak mengikuti Nabi Muhammad?, Itulah salahmu. Ingatlah bahwa apapun yang diucapkannya itu adalah kebenaran sesungguhnya beliau tidak pernah berbohong dari sejak lahir sampai beliau wafat.." terang penjaga itu.


Tepat setelah penjaga itu menyelesaikan ucapannya tubuh Eldrich terasa ringan seperti kapas dan tiba-tiba kesadarannya mulai hilang.


_____kamar Eldrich


Mata Eldrich terbuka pelan, yang pertama kali dilihatnya adalah dinding kamar dengan nuansa abu abu putih milinya, cahaya matahari telah menerobos masuk jendela kamarnya melewati gorden putih yang tergantung di jendela kamarnya , tak lama kemudian sayup sayup telinganya mendengar suara neneknya yang memanggil namanya dari luar kamar.


" Arne, Arne, apa kau tidak mau bangun, apakah hari ini kau tidak akan pergi bekerja ,,,?" tanya neneknya halus.ini sudah jam 7 tapi Eldrich tak kunjung turun jadi itulah alasan sang nenek berada di depan pintu kamar Eldrich.


Setelah cukup lama tak mendengar jawaban, terdengar suara langkah kaki menjauh dari pintu kamarnya, tampaknya sang nenek sudah pergi.saat ini yang Eldrich rasakan kepalanya masih pusing ia tidak kuat untuk bangun rasanya.


Eldrich kemudian mengingat-ingat kembali mimpinya, dalam hati ia bertanya apakah yang semalam ia impikan itu surga?.


______________


*edisi revisi

__ADS_1


__ADS_2