
_____
Kumandang takbir dan tahmid seketika membahana di dalam masjid setelah jama'ah mendengar pengumuman yang di sampaikan imam masjid itu.
Meskipun Eldrich tak mengerti apa yang di ucapkan oleh para jamaah hingga suaranya menggema dan menggetarkan hati nya. Tapi ia merasa seolah-olah dirinya disambut dengan suka cita hatinya sangat tersentuh.
Selesai mengumumkan itu, Imam masjid yang bernama imam Hasan itu naik ke atas mimbar. Azan dikumandangkan. Lalu khotbah
Jumat dimulai. Sang Imam menjelaskan tentang keajaiban tobat. Menurut Sang Imam, setiap anak manusia pasti pernah melakukan dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, kecuali para nabi dan rasul yang sudah pasti dijaga oleh Allah dari dosa dan kesalahan. Dan jalan terbaik bagi orang yang memiliki dosa adalah bertobat, memohon ampun
kepada Allah. Orang-orang yang mau bertobat
dengan sebenar-benar tobat adalah manusia-
manusia yang dipilih dan dikasihi oleh Allah.
Eldrich yang mendengar itu hatinya luruh seketika, jiwanya benar-benar bergetar akan kekuasaan allah. Allah maha membolak-balikkan hati dan perasaan manusia.
Selesai shalat Jum'at.
Prosesi pengucapan kalimat syahadat akan di pimpin oleh imam Hasan sendiri.
Setelah itu sang takmir¹ mempersilakan lelaki muda asal Jerman bernama Eldrich Bezos untuk masuk masjid dan maju ke barisan paling depan di bagian shaf² laki-laki. Para jama'ah pun mengatur tempat memberi jalan untuk Eldrich lewat.
___
¹pengurus masjid
²barisan jamaah
_______
Seorang lelaki muda bergerak maju dari
Luar masjid menuju barisan pertama di bagian
Dekat imam, pemuda itu tak lain adalah Eldrich, saat itu Eldrich mengenakan kemeja putih dan celana berwarna dark grey. Imam Hasan memberikan pidato singkat sebelum membimbing Eldrich mengucapkan dua kalimat syahadat.
Setelah pidato Imam Hasan menanyakan kepada Eldrich untuk meyakinkan bahwa
dia masuk Islam bukan karena ada paksaan atau
karena keadaan yang memaksanya masuk Islam.
Eldrich menjawab bahwa dia masuk Islam
samasekali bukan dipaksa seseorang, bukan juga karena ada keadaan tertentu yang memaksanya masuk Islam. Ia masuk Islam sungguh-sungguh karena kesadaran dan keinsyafan, serta karena panggilan-jiwanya yang cenderung kepada Islam.
__ADS_1
Mendengar jawaban Eldrich takbir dan tahmid
kembali menggema di dalam masjid.
Meskipun Eldrich mengucapkan nya dengan bahasa Inggris, ternyata banyak orang yang faham dan yang lainnya ikut mengucapkan takbir setelah mendengar jamaah lain mengucapkannya.
Di bagian pria, tepatnya di barisan pertama
tidak jauh dari Imam Hasan berdiri, seorang
pemuda berwajah blasteran Indo-Arab nampak duduk menunduk dengan mata berkaca-kaca, pria itu adalah Ali ia Teringat cerita masa lalu Eldrich yang kelam ia menangis dalam istighfar. Dan teringat akan kasih sayang Allah yang memberi sahabatnya petunjuk untuk bertobat dan membersihkan jiwa nya dengan ibadah. Ia terisak dalam keharuan dan kesyukuran. Allah kembali melimpahi sahabat nya itu dengan kasih sayang tiada terkira. Sebentar lagi ia akan mendengar Bos yang jadi sahabatnya kurang lebih 1 tahun itu mengucapkan kalimat syahadat.
Imam Hasan, kemudian membimbing Eldrich mengucapkan dua kalimat syahadat. Seluruh jamaah yang hadir shalat Jumat akan menjadi saksi masuk Islamnya Eldrich. Dengan suara yang jernih dan berwibawa imam hasan membimbing Eldrich mengucapkan kalimat syahadat kata per kata.
"Asyahadu an laa ilaaha illallaah w a asyhadu
anna Muhammadan Rasuulullaah."
Imam hasan membimbing Eldrich mengucapkan
dua kalimat syahadat itu tiga kali. Setelah itu
Imam hasan membimbing Eldrich untuk mengucapkan arti dua kalimat syahadat itu dalam bahasa Indonesia dan Inggris.Begitu Eldrich selesai mengucapkan syahadat nya Imam Hasan seketika bertahmid
dan mengumandangkan takbir dengan kedua
Imam Hasan kemudian mengajak jamaah berdoa bersama untuk Eldrich yang baru masuk
Islam, agar diberi tambahan kekuatan oleh Allah untuk teguh memegang hidayah yang telah diberikan oleh Allah kepadanya.
Ali mengangkat kedua tangannya dan
mengamini setiap kalimat yang diucapkan Imam
Hasan dengan air mata terus meleleh di
pipinya. Di sampingnya Eldrich juga tidak bisa
menahan air matanya ia menangis sesenggukan dan menunduk. Ali tahu persis siapa Eldrich meskipun mereka baru mengenal kurang lebih 1 tahun Eldrich yang dulu Ali kenal itu sangat angkuh dan keras serta terlihat seperti lelaki yang tak akan pernah menangis tapi kini Eldrich sedang menangis di sampingnya.
Eldrich yang pernah tidak mengakui
adanya Tuhan, kini bersaksi bahwa tidak ada
Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah
utusan Allah. Eldrich menjadi manusia baru yang
__ADS_1
bersih dan fitri. Seluruh dosa dan masa lalunya
yang kelam terhapus oleh dua kalimat syahadat
yang ia ucapkan dengan tubuh bergetar.
Ali mengajak Eldrich pulang setelah dirinya tenang, ia juga menyaksikan Eldrich sujud berkali dengan menyebut asma Allah dan memohon ampun, Ali tau saat ini Eldrich masih merasa bahwa dirinya berlimang dosa,
" Sudah El Allah sudah mengampuni dosa mu, percayalah.." ucap Ali menepuk-nepuk punggung Eldrich.
" Tidak brother... Aku..aku... Ini adalah pendosa huhu..." Eldrich masih saja menangis
" El jika Allah sudah berfirman akan mengampuni dosa orang-orang yang bertaubat serta mau beriman kepada Nya maka allah tak akan mengingkari firman-nya, allah maha benar, maha pengasih lagi maha penyayang El...." Ingat itu.
Perlahan air mata Eldrich sudah mulai mereda sesenggukan nya juga mereda.
" Ini minumlah dulu... Terlebih dahulu dan cuci wajahmu sebelum pulang, lihatlah wajahmu sudah jadi kepiting rebus sekarang, merah sekali.apa kata karyawan kantor nanti waktu liah wajah bos mereka yang biasanya kulkas 2 pintu kedapatan habis nangis, Aku berani bertaruh hantu pun akan tertawa melihatmu..hahhah" canda Ali sedikit menghibur Eldrich.
" Brother bisakah kau lihat kondisi jika ingin bercanda, kau tega sekali...." Gerutu Eldrich sambil berjalan keluar ke arah tempat wudhu untuk cuci muka.
" Biasanya juga kau jika bercanda tidak tau situasi.. " Ali menyusul di belakang
" Itu kan beda...." Sanggah Eldrich.
"Beda apanya... Ish dasar... cepat cuci wajahmu mu jam 3 nanti kita meeting,,,,"
" Sekarang jam berapa?" Tanya Eldrich
" Jam 14:10 ..." Ucap Ali santuy.
"Whattt... Jadi 3 jam kita disini?" Tanya Eldrich membelalakkan matanya.
" Haish... Jika kau tak terus terusan menangis mungkin sekarang kita sudah duduk manis di kantor"
" Jadi sekarang menyalahkan ku?"
" Tidak...."
"Lalu apa itu... Nadanya seolah-olah ini semua karena ku" Eldrich kembali seperti anak kecil.
" Ya bukanya memang seperti itu..." Ucap Ali berlalu menuju parkiran mobil.
" Brother... " Teriak Eldrich.
"Aish...." Eldrich mengacak rambutnya yang sudah kusut.
______
__ADS_1
*edisi revisi