
Pagi harinya Dikamar Eldrich.
Eldrich terus menatap dirinya di depan cermin seakan tak percaya jika ia akan masuk Islam secara resmi hari ini, rasanya bahagia namun juga takut bercampur menjadi satu, ia takut jika dosanya sudah terlampau banyak hingga ia tak bisa masuk Islam,
Eldrich menghela nafas panjang.
"Haih.. apakah benar aku boleh masuk Islam?... Aku rasanya masih tak percaya,,," ia kemudian melihat telapak tangannya.
"Apakah allah akan memotong tangan ku setelah masuk Islam? Atau saat aku mati nanti aku akan disiksa tanpa ampun di neraka?. jangan ditanya itu kan sudah pasti."
"Ah sudahlah.... Aku harus yakin, tak akan terjadi apapun... Ya harus nya seperti itu kan.."
Lalu Eldrich beranjak keluar untuk sarapan bersama nenek tercintanya,
" Hai Arne selamat pagi, bagaimana perasaan mu..?" Sapa nenek nya ketika Eldrich sudah duduk.
" Baik nek, sangat luar biasa...." Jawabnya dengan wajah berseri.
"Syukurlah, Nenek senang mendengarnya.." ucap neneknya sambil tersenyum.
" Tapi nek, ada sesuatu yang mengganggu pikiran ku,,,"
" Sesuatu? Apa itu.." tanya neneknya.
" Apakah tuhan akan mengampuni dosa ku, sedangkan sudah banyak nyawa yang pernah melayang di tanganku, aku ini kejam dan tidak berperikemanusiaan,,,aku takut tuhan tidak membolehkan ku masuk Islam nek" Neneknya tertawa mendengar penjelasan Eldrich.
Kening Eldrich berkerut melihat reaksi neneknya.
" Kenapa nenek tertawa, apanya yang lucu.." tanya nya heran.
" Apakah tidak ada yang mengatakan padamu, bahwa setelah kau masuk Islam, kau akan seperti terlahir kembali, tak peduli apapun dosa dan kesalahan yang pernah kau perbuat dimasa lalu, kau akan jadi orang yang baru serta mendapatkan nama baru. Apakah Ali tidak mengatakannya padamu..?" Tanya neneknya.
Eldrich tak menjawab dan hanya mengeluarkan ekspresi bingung.
"Dilihat dari ekspresi wajah mu, sepertinya ia memang tidak mengatakannya.. haha sepertinya teman mu itu senang menjahili mu ya.." tawa nenek nya pecah.
" Nenek berhentilah tertawa, dari semalam aku memikirkan itu hampir tak bisa tidur, nenek harus memarahi Ali aku tidak mau tau pokoknya dia harus dimarahi"
" rupanya aku harus memotong gaji anak itu,,," Ucap Eldrich bersungut-sungut, sia-sia saja dia memikirkan nya hampir semalaman ternyata akan berakhir seperti itu, aih dasar Ali sangat menyebalkan.
" Hey hey.. sopan lah sedikit pada orang tua, Ali itu lebih tua darimu, kau tak boleh seperti.." ucap nenek nya.
" Tapi aku bos nya nek, jadi aku bisa menaikkan dan menurunkan gaji pegawai sesukaku dan lagi aku juga sudah besar dan dewasa.." ucap Eldrich tak terima pasalnya secara tidak langsung neneknya menyindir bahwa dirinya masih kecil.
" Oh iyakah...? Kau tau dari dulu kau itu masih bayi Dimata nenek.."
" Bahkan aku sudah mau menikah nek.. wahhh nenek benar-benar masih menganggap ku bayi, lalu bagaimana dengan anakku nanti? Apakah setelah lahir nenek menganggap nya janin..?"
" Hhhhhh.... Kenapa membicarakan bayi, kau saja calon belum ada, mana mungkin punya anak, kecuali kau menghamili seorang gadis di luar sana,,," ucap nenek meledek.
" Ahhhh nenek kenapa menjadi seperti ini, aku sudah punya calon.. lihat saja nanti aku akan bawa seorang gadis yang baik untuk jadi cucu mantu nenek.."
Ucap Eldrich tak mau kalah dari neneknya.
" Benarkah.. nenek akan nantikan hari itu, nenek ingin lihat gadis mana yang mau membesarkan dan mengurusi cucu nenek yang masih bayi ini.." lagi-lagi Eldrich mendapatkan attack dari nenek nya.
"Aish.. " Eldrich tak bisa berkata-kata. Dalam hati ia berdoa, agar tuhan memberikan Maira untuk nya, agar ia bisa membalas attack neneknya yang bertubi-tubi.
Sarapan pagi itu diselingi obrolan hangat dan candaan.
___Sedangkan di Mansion Keluarga Al faroughi
__ADS_1
"Dengar-dengar CEO perusahaan mu masih muda ya Al,," sesudah sarapan ayah Ali membuka pembicaraan.
" Iya bi, lebih muda dari ku malah" jawab Ali sopan.
"Waahhh... Seriusan kak, orangnya seperti apa,,," tanya Maira tiba-tiba.
" Dia orang yang baik dan punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan juga sangat loyal pada karyawan perusahaan dan juga orang ny ganteng Mai blasteran Jerman-indo dia.." jelas Ali.
" Lalu posisimu di perusahaan jadi apa,,?" Tanya Abinya lagi.
" Sebenarnya pas ngelamar aku ngelamar jadi Manajer, karena di perusahaan membuka lowongan untuk itu,sempet 3 bulan jadi sekretaris CEO juga tapi sekarang aku malah sudah jadi CFO disana "
" Loh kok bsa gtu,,?" Tanya Abinya heran,
" Aku juga msih bingung bi, soal nya pas wawancara tiba-tiba ada orang jemput aku ke ruang khusus CEO, dan katanya CEO perusahaan itu manggil aku ke ruangannya dan setelah itu Abi tau apa yang terjadi? CEO nya langsung bi yang minta aku jadi Sekretaris nya, awalnya aku kaget bukan main Bi, mau tak panggil pak tapi dia msih muda di panggil namanya saja kurang sopan wong dia bos nya,,,"
" Trus kok bsa jadi Sekretaris gmna ceritanya?,," Tanya Abinya lagi.
" Ya ditawari gtu bi, trus pas aku tanya apa alasannya malah jawan gini bi (Jawabanya simpel, karena kau sudah lulus master di Kairo dan menguasai 3 bahasa.. bagaimana, apakah anda terima tawaran saya, soal gaji tentu gaji anda akan di atas rata) trus juga waktu aku tanya apa ngga ada tanda tangan kontrak atau semacamnya malah di jawab ( saya percaya anda), apa pemikiran orang barat aneh semua ya bi.."
"haha,, aneh memang bos mu itu, terus jabatan CFO¹ itu, kamu langsung naik jabatan apa gimana?
"Alhamdulillah iya Bi, setelah 3 bulan kerja jadi sekretaris nya, beliau amanah kan posisi CFO ke Ali Karena katanya bakat Ali sayang kalo cuma jadi sekretaris"
" Itu keberuntungan mu Al ketemu bos yang loyalitas nya tinggi dan pandai menilai orang, nah yang macam itu jarang.." ucapan Abi nya secara tidak langsung sedang memuji Eldrich.
_____
¹.CFO merupakan seseorang yang memiliki jabatan tertinggi dalam pengawasan keuangan dan akuntansi dalam sebuah perusahaan. Ia memiliki wewenang dan tanggung jawab besar dalam penganggaran baik dalam perencanaan keuangan, kepatuhan, pelaporan keuangan perusahaan. Sebagai pemegang jabatan tertinggi dari departemen keuangan, CFO juga memiliki wewenang dalam pengelolaan bisnis perusahaan dalam segi keuangan secara keseluruhan.
_____
Di kantor_
5 menit kemudian Ali datang.
" Hey yoo brother, how're you,," sambut Eldrich ketika Ali memasuki ruangan,
" Sangat baik, bagaimana apakah sudah siap untuk nanti siang,,?"
"Hah .... Siang? Loh ngga pagi ini brother.."
"Kan kemaren sudah sepakat ba'da shalat Jum'at,, udah lupa?.."
"Aishh.. saking kesalnya sampai lupa,,,"
" Kesal dengan siapa?..."
" Pake nanya siapa, ya anda lah brother siapa lagi... kenapa brother tidak bilang kalau orang yang masuk Islam itu akan seperti orang yang terlahir kembali dan mendapatkan nama baru serta dosanya akan di hapus.."
"Lalu masalahnya..." Tanya Ali masih tak mengerti.
" Arrghhhh.. aku semakin kesal, apa brother tidak tau, dari semalam aku memikirkan setengah mati dosa-dosa yang ku perbuat, dan bagaimana caranya menebusnya, untung saja aku masih bisa tidur karna lelah berfikir, jika tidak mungkin mataku sudah seperti panda sekarang, dan lagi kadar ketampanan ku akan menurun ..." Gerutu Eldrich.
"buahaha... Jadi kau memikirkan itu semalaman, kenapa tidak tanya?" Tawa Ali pecah seketika Eldrich sangatlah lucu.
" Brother aku saja tak tau masalahnya bagaimana aku bisa bertanya..."
" Memangnya dosa apa yang kau perbuat, sampai kau kepikiran.." tanya Ali penasaran.
"Jika aku ceritakan kau pasti membenci ku brother, aku yakin itu..." Ucap Eldrich lesu.
__ADS_1
" Hey aku akan open minded.. jadi tenanglah,,," Ali meyakinkan.
"Janji... " Eldrich mengepalkan tangannya.
"Janji... " Toss
Eldrich menceritakan dulu ia adalah seorang bos mafia, Senjata api selalu bertengger di tangan nya minuman sudah akrab menyapa tenggorokan nya setiap saat, membunuh orang adalah salah satu keahliannya, tapi 1 yang tidak pernah ia lakukan yaitu menyentuh wanita apalagi wanita malam, alasannya karena Eldrich sangatlah peduli pada kebersihan ia takut wanita itu terinfeksi semacam bakteri atau bahkan penyakit HIV.
Eldrich menceritakan yang bisa ia ceritakan dan sedikit menyensor bagian yang dirasa tidak perlu di ceritakan, seperti wanita, dan membunuh orang. ia hanya bercerita kalau pernah menggunakan Senjata api dan suka minum-minum.
Setelah mendengar cerita Eldrich, Ali merasa sangat terkejut ternyata orang yang jadi sahabatnya saat ini dulunya adalah manusia berdarah dingin tanpa belas kasih.
"Brother jangan diam saja, dosaku sangat banyak kan... Iya kann..." Ucap Eldrich yang panik melihat Ali yang hanya diam saja, dan matanya sudah sedikit memerah, ia takut kalau-kalau Eldrich membencinya dan tidak mau lagi membimbing dirinya masuk islam.
" Aku masih tidak percaya El, ternyata dunia seperti itu benar-benar ada..." Ucap Ali yang bingung harus berekspresi seperti apa.
" Itu benar-benar ada brother, aku sendiri yang mengalaminya, jika kau tak percaya suatu saat aku akan pertemukan kau dengan salah satunya..."
" Tidak tidak... Nanti kalau kepalaku di headshot bagaimana... Aku tidak mau, anggap saja aku percaya.."
" Mereka tak akan berani tenang saja.. "
Stelah perbincangan itu, waktu pun berlalu hingga jam menunjukkan pukul 11:30
" Ayo El kita berangkat sekarang, takutnya nanti macet" ajak Ali
" Ok brother, tapi mau kemana kita kenapa awal sekali.."
" Masjid Istiqlal.." jawab Ali singkat sambil berlalu menuju parkiran bawah tanah.
" Loh bukan masjid yang biasanya,,? Kenapa harus jauh-jauh kesana" tanya Eldrich membuntuti Ali di belakang.
" Aku ingin membuat momen pertama mu terasa luar biasa El, disana lebih banyak jamaah nya.. sudahlah ayo.. tak usah banyak tanya nanti kan tau sendiri.."
20 menit melaju akhirnya sampai, beruntung jalan ny tidak begitu macet.
Eldrich mengajak Ali ke tempat Wudhu.
" Tunggu brother, aku kan belum masuk islam apakah boleh menginjakkan kaki sedekat itu dengan masjid?..." Tanya Eldrich takut.
Ali menghela nafas..
"Haih.. kau ini tak perlu takut, sudahlah ayo.."
Eldrich menurut,
Saat ini sedang Ali mengambil Wudhu, sedangkan dirinya hanya mematung memperhatikan saja.
" Basuh lah wajah mu El, kaki dan tangan mu juga.."
" Oh baiklah" lagi-lagi Eldrich hanya menurut.
Sebelum masuk Ali menyuruh Eldrich untuk duduk di depan dekat pintu masuk untuk menunggunya, Sedangkan Ali menemui seseorang yang tak lain adalah imam Masjid Istiqlal yang akan mengimami shalat Jum'at nanti.
Lalu Ali mencari Eldrich di tempat yang tadi dan menyuruh Eldrich untuk menunggu disana hingga dirinya di panggil.
Ali masuk masjid sedangkan Eldrich menunggu di depan dengan jantung terus berdegup tak beraturan.
Sebelum adzan pertama dimulai imam mengumumkan bahwa setelah shalat Jumat jamaah diharapkan jangan bubar terlebih dahulu, karena akan ada seorang turis asal Jerman yang mengucapkan kalimat syahadat siang itu dan di harapkan jamaah sekalian untuk menjadi saksi momen sakral itu, itulah yang di sampaikan imam masjid pada jamaah.Ali sengaja menyebut Eldrich seorang turis karena seberapa lama Eldrich akan menetap di Indonesia itu bukan yang terpenting.
jantung Eldrich semakin berdebar kencang tak karuan, berarti ia akan disaksikan banyak orang saat ber islam?.
__ADS_1
_______
*edisi revisi