Hijrah Ku Karena Mu

Hijrah Ku Karena Mu
Hukuman Dari Kesalahan


__ADS_3

Di belahan bumi lain tepatnya di kota new York pukul 08:58 waktu setempat..


" Bagaimana apakah sudah berhasil..?"


Ucap seorang pria yang tengah menatap keluar kaca jendela besar dengan raut wajah datar dan dingin.


"Sudah boss... Mereka semua lenyap"


Ucap seorang pria yang saat ini tengah berdiri di dekat pintu masuk dengan seringai di wajahnya.


" Bagus..." pria yang dipanggil bos tadi sangat puas menampilkan seringai an yang jauh lebih buas dan menakutkan


" keluarlah.." sambung si boss.


" Baik boss" pria yang sejak tadi berdiri di dekat pintu itu membungkuk hormat setelah itu keluar dari ruangan itu.


Drrrt..drrtt.. suara handphone pria berwajah dingin itu membuyarkan senyum penuh kemenangan nya yang sejak tadi mengembang disana.


"Bagaimana El.. apakah berhasil"


Tanya suara pria paruh baya di seberang sana tanpa basa-basi,


"Tentu saja, mereka semua rata dengan tanah"


Ucap pria dingin itu menarik sudut bibirnya naik.


"Kembalilah ke london,ayah ingin bicara"


sambung pria paruh baya itu mematikan sambungan telepon sepihak.


"Baik" ucap laki-laki bernama El itu singkat,ia sudah bisa menebak apa yang ingin ayah nya tanyakan padanya, meskipun ayahnya selalu melarang nya untuk tidak berhubungan dengan mafia,Namun baginya tak ada yang bisa menghentikan seorang Eldrich Bezos sang CEO muda,Tampan,berbakat Dan yang terpenting saat ini adalah dia seorang KETUA MAFIA yang memimpin sebuah organisasi dengan jumlah anggota kriminal terbesar di Amerika bahkan telah diakui secara global.


Rasanya kebahagiaan ini tidak akan lengkap jika ia tidak berpesta malam ini,


Malam ini ia berencana akan ke club miliknya dan berpesta merayakan kehancuran A.G Group,tak lupa pula ia sedang membayangkan betapa menyenangkannya jika besok pagi ia bangun disambut dengan berita kehancuran A.G Group.


Eldrich melenggang pergi meninggalkan kantornya dan menuju parkiran tempat kumpulan mobil sport nya berjejer,


Sesaat kemudian mobil nya sudah terparkir di depan club nya, ia langsung melempar kunci mobil nya kepada bawahan nya untuk diparkirkan, lalu ia masuk ke ruang VIP khusus miliknya. Saat ia masuk di dalam sudah ada dua orang teman nya Jimmy dan Ryan dan Beberapa wanita malam yang sedang bergelayut manja di lengan kanan dan kiri mereka


" Eyoo Eldrich wats up bruh..."


Sapa mereka sambil berdiri dan memberi pelukan seperti yang dilakukan pria kebanyakan saat bertemu teman dekat mereka.

__ADS_1


" Come on El... Stop pasang muka dingin begitu, mari berpesta malam ini kita rayakan keberhasilan mu menumbangkan musuh bisnis mu" ucap jimmy yang sedari tadi memperhatikan Eldrich hanya diam saja sambil mengangkat sebotol minuman ber alkohol ditangannya.


" Yeah... Your right jimmy... This is party" sambung Ryan mengangkat sebotol Alkohol dengan kadar alkohol hampir 50% sama dengan yang dilakukan Ryan.


"Ok guys.. kita pesta malam ini dan berapa banyak ****** yang mau kalian pilih untuk menemani kalian malam ini dan berapa banyak botol yang kalian inginkan, just only tonight ini gratis" ucap Eldrich tersenyum.


" Wow.. kau sangat murah hati malam ini, baiklah tuan dermawan tidak perlu basa-basi lagi aku akan membawa dua wanita didamping ku ini untuk menemani ku.." seringai Ryan sambil meneguk segelas alkohol dengan bola es di dalam gelasnya.


" Kau benar, aku juga tidak akan menahan diri lagi.." timpal Jimmy bersemangat.


" Selamat bersenang-senang guys nikmati malam kalian, dan aku punya malam ku sendiri " ucap Eldrich sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Sebenarnya ada apa dengannya, perubahan sikap nya lebih cepat dari angin" Jimmy kembali meneguk minumannya.


" kau benar... Sudahlah tidak usah dipikirkan mari bersenang-senang malam ini.. let's goooo baby ".. ucap Ryan sambil menarik 2 wanita yang sudah di booking nya untuk ber party ria malam ini.


---New York 04:00 dinihari waktu setempat, tepat malam itu juga Eldrich kembali ke Jerman memenuhi panggilan ayah nya,


--Jam 11:06 itu yang tertera di jam tangan nya saat ini,Mata elang nya terus mengedarkan pandangan ke sekeliling mansion milik keluarga nya, ketika kakinya melangkah masuk ke dalam mansion dirinya disambut oleh para bodyguard di depan pintu.


" Selamat datang tuan, Tuan besar dan tuan Billy sudah menunggu di ruang keluarga" ucap salah satu dari mereka sopan sambil membungkuk kan badan.


Tanpa menjawab Eldrich langsung menuju ruang keluarga.


" Welcome back Eldrich.. how are you,,"


" fine bill... " Ucap Eldrich sembari menyambut pelukan hangat sang kakak.


"Seperti nya hari ini bukan hari keberuntungan mu".. bisik billy pelan sambil melirik ayah nya yang tengah memperhatikan mereka berdua sejak tadi.


* And well aku sudah bisa bisa menduga kalau ayah sudah tahu batin Eldrich sedikit was-was...


" Oh hai dad how are you..." sapa Eldrich pada ayahnya.


" Seperti yang kau lihat aku jauh lebih baik.."


Wow dan kali ini ayah bersikap dingin padaku, it's okay.


" Apa terjadi sesuatu di perusahaan hingga ayah memintaku kembali ke Hamburg,,?


Tanya ku.. sebenarnya ini hanya sekedar basa-basi untuk mengurangi kemarahan ayah, karena yang ku tahu setiap ia menyuruh ku pulang pasti bukan hal yang baik bagiku melainkan untuk menerima hukuman.


" Besok ke Indonesia."

__ADS_1


Ucap ayah nya dingin dan datar tanpa ekspresi


"What...!!!! Indonesia, for what, what I'm doing there?


I don't wanted it dad...? Never" Ucap ku geram.


Bagaimana tidak aku tidak ada urusan bisnis apapun disana, meski disana ada banyak kantor cabang dari Bezos group .kantor cabang tetaplah cabang...


" Eldrich... Jika kau tak mau menerima hukuman tinggalkan MAFIA..!!!


Itu hukuman yang setimpal untukmu, ayah akan menurunkan mu ke kantor cabang tak ada penolakan, karna waktu ayah memberikan peringatan kau sama sekali tidak pernah mengindahkan ayah, jadi jangan harap sekarang ayah akang menggubris mu...!! Ucap nya dengan nada tinggi


" But.. why, kenapa harus Indonesia.. kenapa tidak di New York, rusia, atau kantor cabang terdekat di di Munchen, why Indonesia ..???!


Ia tak habis pikir kenapa ayah nya begitu kejam, rasanya dia dibuang.


Dan yang terpenting ia sangatlah jarang ke Indonesia, menurut nya Indonesia adalah negara yang masih terasa asing baginya, meskipun ibunya asli orang Indonesia namun ia jarang kesana bahkan seingat nya dia hanya dua kali kesana yaitu saat usia nya 10 tahun dan 15 tahun, selebihnya ia habiskan di jerman dan amerika untuk sekolah belajar menjadi seorang pebisnis handal dan hingga akhirnya pada usia 19 tahun ia sudah berhasil menciptakan dan mengembangkan sebuah aplikasi Lalu di usianya yang ke 21 ia berhasil memiliki dan membangun kantor nya sendiri tanpa bantuan dari ayah nya, dan sekarang ia akan di turunkan ke kantor cabang, like whattttttt,..


(ノ゚0゚)ノ~


"Ayah ingin kau belajar dari sebuah kesalahan Eldrich bukan malah semakin merajalela karena hukuman..!! Ucap ayah nya dengan nada rendah namun menusuk tepat di bawah ulu hatinya.


" Tapi mereka yang memulai nya ayah, mereka meretas system keamanan perusahaan ku, mengambil data data penting perusahaan ku, menjatuhkan saham ku,,,, katakan ayah apa aku harus tetap diam, tidak.. aku bukan tipe orang yang hanya diam menunggu kehancuran tanpa perlawanan ayah," ucap Eldrich kesal atas kewenangan ayah nya.


Ia akui meskipun diluar sana ia arogan, dingin,keras,dan kuat namun sesungguhnya di hadapan ayah dan ibunya ia akan berlutut tak berkutat 2 orang itu yang sepenuhnya amat sangat Eldrich hormati,Ia terlalu mencintai mereka berdua.


" Tapi tidak dengan membunuh dan menghancurkan orang lain dengan kekerasan El.." suara ayah nya bergetar menahan emosi,


" Daddy come on ....., Jika mereka tidak dihancurkan maka aku yang akan hancur" ucap Eldrich sambil beranjak dari tempat duduknya, ia sudah tidak bisa melanjutkan perdebatan ini.


" Eldrich Arne Kusuma Roule Bezos... Sit-down .!!! Bentak ayah nya, kali ini suara nya tinggi hingga menggema di seluruh Ruangan.


Shittt umpat nya dalam hati, ia tahu jika ayah nya sudah meneriakkan nama panjang nya itu adalah tanda kemurkaan beliau, sudah dua kali setelah kejadian tujuh tahun lalu, ini yang ke dua kalinya ayah nya marah besar kepada nya,


" Pergi ke Indonesia dan menyelesaikan tugas disana, atau tidak bekerja sama sekali".. ancam nya


Fix kali ini mau tak mau Eldrich harus ke Indonesia, maksud dari kata "tidak bekerja sama sekali" bukan berarti bebas dari pekerjaan dan bisa santai-santai, tapi sebaliknya ayah nya akan ******* perusahaan nya dalam hitungan detik dan tidak memberikan nya kesempatan untuk bertemu komputer kesayangannya nya, dan itu lebih menakutkan baginya daripada ancaman pembunuhan, ya Eldrich adalah maniak kerja yang sesungguhnya.


Billy yang sedari tadi bulu kuduk nya berdiri karena padatnya atmosfir ruangan ini pun mulai bernafas lega, ia paling benci jika harus mendengarkan perdebatan adik nakal nya dengan sang ayah, karena selalu Eldrich yang berbuat dan dia yang ikut kena getahnya.


Oke gaes makasih udah nyempetin mampir ke sini, dan baca..


Mohon dukungan like, kritik dan saran ya..

__ADS_1


*edisi revisi 💜


Gomawo, thankyou,(≧▽≦)(≧▽≦)


__ADS_2