Hijrah Ku Karena Mu

Hijrah Ku Karena Mu
Berpisah Dengan Ibunda


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 02:10 dini hari waktu Jerman.


Eldrich tengah bersiap untuk terbang ke Indonesia,ibunya dan kakak nya mengantarnya sampai ke bandara internasional hamburg (Hamburg airport) untuk melepas kepergian nya yang pastinya akan memakan waktu beberapa tahun,


" Arne jangan buat ayah mu marah setelah ini oke?, berjanjilah pada ibu perbaiki dirimu disana dan kembalilah,,"


ucap ibunya membelai wajah putra pembuat onarnya dengan menangis sambil memeluk putra bungsu nya itu.


Dengan berat hati ia akan melepas kepergian putranya untuk kesekian kalinya, hatinya pilu dan sakit tapi ia tak bisa menentang suaminya dan ia sadari itu juga demi kebaikan putranya karena di Indonesia pergerakan Eldrich akan lebih dibatasi dan tak akan bisa berbuat semena-mena seperti saat dirinya berada di new York.


*arne adalah panggilan sayang yang di berikan ibunya pada Eldrich


Hati Eldrich gerimis seketika melihat air mata ibunya yang begitu ia cintai tumpah begitu saja, meskipun ia sering meninggalkan ibunya ketika ia dijatuhi hukuman oleh ayahnya namun entah mengapa kali ini lebih terasa pilu dan berbeda dari biasanya.


" Ibu tidak perlu khawatir aku kan baik baik saja disana, aku mohon ibu jangan menangis. akan berat melepaskan ibu jika begini.hapus air mata ibu,soal nya jelek kalau menangis.." ucap nya sambil berkelakar untuk membuat ibunya tidak sedih lagi tangan kanan nya bergerak mengusap setetes mutiara bening yang mengalir di pipi ibunya.


" It's okay mommy... everything gonna be okay" ucapnya sembari memeluk ibunya, ia rasakan tubuh ibunya bergetar oleh Isak tangis yang semakin keras.


" Billy, kumohon jaga ayah dan ibu ketika aku pergi, berjanjilah.."


" Oh come on El.. tanpa kau minta pun aku akan menjaga mereka nyawa taruhannya, " ucap kakak nya mantab menepuk bahu adik semata wayangnya.Ia merasa lega sekarang.


Tiba-tiba kakak nya berbisik ditelinga nya


" Jangan bermain-main disana El, atau ayah akan membunuhku dengan sniper ghost kesayangan nya,asal kau tau aku yang mengusulkan agar ayah tidak melempar mu ke pedalaman afrika oleh sebab itu ku usulkan Indonesia, aku sudah menjamin ayah dengan nyawaku agar memberimu kesempatan untuk kedua kalinya.."


Eldrich melongo tak percaya, entahlah apakah dia harus mengumpat sekarang pada kakak nya atau malah berterimakasih,tapi 2 pilihan itu Afrika maupun Indonesia tak ada yang tepat bagi Eldrich.


****..!!!!

__ADS_1


"Hey jangan bengong begitu, aku tau kau akan berterimakasih padaku.." ucap nya sambil berkacak pinggang dan kepala nya ia angkat dengan bangga.


cihhh.. sombong sekali dia batin Eldrich kesal, lihat saja wajah menyebalkan kakak nya itu, rasanya ia ingin menjadikannya sansak tinju...


"ck ...ya ya kau menang kali ini,,," sewot Eldrich memutar bola matanya malas.


" Baiklah sekarang saatnya dirimu mu untuk berangkat, kasihan petugas yang memanggil namamu berkali-kali wkwk,aku takut tenggorokan nya rusak.." ucap nya sambil tertawa terbahak-bahak...


"mana ada petugas bandara manggil nama orang secara personal, dasar bodoh" ucap Eldrich dengan postur pura-pura hendak menggampar kakak nya.


buru-buru di lerai oleh ibu mereka,


"sudah-sudah, El cepat sana masuk, dan kau bill jangan terus-terusan menggoda adikmu, kalian ini sudah bangkotan masih saja kaya anak kecil" ucap ibunya memukuli lengan mereka berdua.


di momen itu kakak nya masih saja usil menjulurkan lidahnya lalu di tariklah lengannya oleh sang ibu, lagi-lagi ibunya tau kalau salah satu dari mereka tidak di jauhkan bakal ga akan selesai masalahnya.


" Baiklah momm.. jaga diri mommy baik baik, jangan sakit.. atau aku akan sedih disana, janji ya.." Ucap nya mengangkat jari kelingking nya,


" I'm promise dear.."


Ucap ibunya berusaha untuk tersenyum,


" Baiklah.. kalian jaga diri baik-baik, aku berangkat sekarang..."


Ucap Eldrich sembari memeluk mereka berdua,


Setelah itu ia berlalu menuju pesawat jet pribadinya yang khusus disiapkan untuk dirinya terbang ke Indonesia.


penerbangan nya kali ini memakan waktu yang lumayan lama, yaitu sekitar hampir 18 jam di udara. karna akan sangat di sayangkan jika langsung tertidur maka akan banyak pula waktu yang terbuang sehingga Eldrich memutuskan untuk membuka MacBook nya untuk mencari-cari informasi mengenai perusahaan yang akan dia tempati selama di Indonesia.

__ADS_1


"jadi perusahaan nya sekecil ini?" gumam nya mengusap wajahnya kasar.


"bahkan banyak hal tidak berguna disana arghhh.." Eldrich tampak frustasi dan memejamkan matanya sejenak, lalu memutuskan untuk menghubungi seseorang kepercayaan nya.


on call__


"cari tahu informasi apapun itu tentang perusahaan yang sudah aku kirim namanya lewat pesan, 1 jam dari sekarang" titah Eldrich seraya menutup panggilan sepihak.


"huh bikin frustasi aja.., sepertinya aku harus mencuci muka biar kembali segar" Eldrich beranjak menuju toilet.


tak lama kemudian seorang pramusaji pria membawakan beberapa makanan sesuai pesanan Eldrich, tak seperti jet pribadi kebanyakan yang pramusajinya seorang wanita,hanya saja Eldrich kurang nyaman dengan wanita apalagi untuk penerbangan panjangnya saat ini.bukan masalah normal atau tidaknya Eldrich sebagai seorang pria, tentu saja ia sangat normal hanya saja kebanyakan wanita yang berusaha mendekatinya selalu menyimpan maksud tertentu, entah itu ingin uang nya, mata-mata yang dikirim oleh pesaing bisnisnya atau bahkan pernah seorang assassin atau pembunuh bayaran. oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Eldrich hanya akan menempatkan orang-orang yang memang sudah ia percayai sejak sebelum berkecimpung dalam organisasi darah ini.


belum sampai 1 jam orang kepercayaan Eldrich sudah mengirimkan file yang berisi informasi lengkap tentang perusahaan yang akan dia tempat di Indonesia, dari mulai informasi penting sampai yang ga penting pun ada. di ketahui Direktur yang menjabat saat ini sering menggunakan dana perusahan untuk bergonta-ganti wanita sesukanya, bahkan yang lebih busuk lagi Laporan keuangan perusahaan juga di manipulasi yang paling parahnya lagi adalah perusahaan ini sudah menunggak pajak beberapa tahun terakhir dan sering sekali menyuap polisi dan pegawai pajak untuk bungkam.


"sial...kacau banget,ini sih udah jatuh ketimpa gajah" sungut nya frustasi.


sudah 4 jam ia berkutat dengan MacBook nya, menyusun langkah apa saja yang harus dia lakukan terhadap perusahaan busuk itu. setelah dirasa pas Eldrich menutup MacBook nya dan menutup matanya.


10 menit kemudian dia membuka matanya dan beralih menatap keluar jendela pesawat, nampak mentari mulai menampakkan batang hidungnya di bawah sana.ia hanya tersenyum simpul menikmati sunrise yang indah sambil pikirannya terus berpikir kenapa dalam hidupnya semua terasa sulit dan menyesakkan.


Tak lama kemudian karena lelah Eldrich pun akhirnya terlelap dengan damai.


Makasih gaes udah sempetin waktu kalian untuk baca novel ku,(☆▽☆)


Jangan bosan-bosan ya...


*btw episode 1,2 udah aku revisi Lo, awalnya novel ini terbit 2019. rencananya mau aku revisi semua episodenya dan lanjutin ceritanya....


edisi author comeback ༼ ⁠つ⁠ ⁠◕⁠‿⁠◕⁠ ⁠༽⁠つ setelah sekian lama novel ini mangkrak.

__ADS_1


__ADS_2