
____
Dan pada akhirnya ia bertemu lagi dengan Majidov di sebuah Bar, lalu bergabung dengan organisasi yang Majidov pimpin dan hidup bebas, meskipun demikian ada hal yang paling menyakitkan baginya yaitu adalah ia tak diperbolehkan untuk menemui ibunya oleh ayahnya, bahkan untuk mendengar suaranya saja ia harus rela mempertaruhkan nyawa untuk menyusup ke rumahnya sendiri.
terkadang saat sudah berhasil menyusup, Eldrich akan berdiri di dekat jendela kamar ibunya saat ayahnya tak ada di rumah, ia sudah seperti pencuri yang harus mengendap-endap dirumahnya sendiri. untungnya ayahnya tak pernah mengetahui aksinya itu, ia tak sembarangan menyusup, ia akan menyusup saat ayahnya benar-benar pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis dan itupun saat ia sangat-sangat merindukan ibunya.
Aktivitas itu berlangsung hingga ia berhasil mendirikan perusahaannya sendiri tepatnya selama 2,5 tahun ia berjuang melawan semua halang dan rintang yang tak sedikit yang hampir membuat nya tak berhasil mendirikan Golden Eagle, ya itulah nama perusahaan kebanggaan nya yang ia mulai di New York, baru setelah itulah ayahnya mau mengakuinya kembali itupun ia tak langsung diakui dengan mudah, bahkan ayahnya sendiri pernah mencoba untuk menghancurkan perusahaan nya,sungguh ironis sekali. Jika saja ibu dan kakaknya tak memohon dengan sangat pada ayahnya agar mengakuinya kembali, standar ayahnya memang sangat tinggi untuk dirinya buktinya dia memberikan syarat yang gila padanya jika ia ingin diakui kembali sebagai salah satu bagian dari keluarga besar Bezos yaitu harus memiliki perusahaan sendiri dengan kemampuannya sendiri, tak cukup sampai disitu perusahaan nya pun harus di akui global dan memiliki cabang tak hanya di satu negara tapi di banyak negara, dan saat itu Eldrich sempat depresi berat hingga mau gila rasanya.
Keberhasilan nya pun ia dapat karena ada bantuan dari Majidov yang saat itu memiliki perusahaan yang tak seberapa besar yang merupakan perusahaan pembuatan berbagai macam minuman beralkohol dengan kualitas sedang untuk di ekspor ke luar negeri, lalu Eldrich mengusulkan agar mereka membuat cabang di Amerika karena disana dirasa cukup strategis untuk bisnis di bidang ini.
Majidov pun menerima usulan Eldrich untuk membuat cabang baru di New York, jadi dalam rencananya Eldrich yang akan menghandle cabang yang akan ia dirikan di New York sedangkan Majidov akan tetap di Rusia. Tanpa basa basi Majidov pun menyetujui usulan Eldrich pada saat itu, karena sejujurnya Majidov mengakui kecekatan cara berbisnis Eldrich dengan segudang ide brilian dan menjanjikan yang tak pernah ia ungkapkan secara lisan.
Dalam waktu 1 tahun di Amerika Eldrich mulai diakui oleh para investor dan banyak pemilik perusahaan besar yang ingin menjadikan nya sebagai bawahan ataupun tangan kanan, bahkan tak sedikit yang menginginkan Eldrich sebagai menantu dan meng iming imingi Eldrich sebuah perusahaan jika ia mau menjadi menantunya saat itu tepat di usianya yang ke 22 tahun, Tapi semua itu Eldrich tolak ia bersikeras untuk tetap ingin mengembangkan perusahaan nya agar menjadi salah satu top global,itu semua karna taruhan dengan ayah nya ia sudah bertekad matipun tak akan mundur. Dan para investor pun tak ada pilihan lain selain tetap bekerja sama dengan Eldrich dengan mengatasnamakan perusahaannya yang masih kecil saat itu, keuletan dan kerja keras nya pun tak mengkhianati dirinya dan juga Majidov, banyak investor dari perusahaan besar yang mempercayakan proyek-proyek berjumlah milyaran hingga triliunan padanya karna selain ahli di bidang bisnis dan manajemen, Eldrich juga sangat ahli di bidang arsitektur. banyak bangunan bangunan dan gedung pencakar langit dengan desain yang unik dan inovatif adalah hasil karya tangan nya.
__ADS_1
Banyak sekali perusahaan yang puas atas hasil dari karyanya salah satunya adalah
Powerhouse Telemark, di Norwegia
Banyak kawan pasti banyak lawan itu pun yang dialami Eldrich, tak sedikit yang ingin memusnahkan dirinya dan rekan-rekan kerjanya. banyak dari kalangan gangster di Amerika dikerahkan hanya untuk membunuhnya namun Eldrich selalu lolos meskipun ia selalu terluka entah itu tusukan pisau ataupun peluru yang menembus beberapa bagian tubuhnya. Dan saat itulah Tangan Eldrich mulai sering bersimbah darah, bukan darahnya melainkan darah dari para cecunguk yang ingin melenyapkannya, alih-alih ingin menghabisi Eldrich tapi kenyataannya mereka seperti menghantarkan nyawa secara cuma-cuma. Banyak sekali julukan yang di dapat nya seperti Demon king, Black murder (karena Eldrich menyukai warna hitam dan selalu memakai setelan hitam ketika melakukan aksinya), Lucifer,Azazel.. dann banyak lagi. Tiada hari yang dilaluinya tanpa membunuh seseorang, semakin hari ia semakin haus akan darah dan menjadi semakin bengis, ia mulai jarang membunuh ketika perusahaannya mulai besar urusan bantai membantai ia serahkan pada Majidov dan organisasi bawah tanahnya, itupun Majidov yang minta agar Eldrich fokus pada perusahaannya saja untuk masalah eksternal di luar perusahaan serta keamanan nya agar diserahkan pada Majidov dan Eldrich pun dengan sedikit berat hati menyetujui nya. 2 tahun setelah nya perusahaannya sudah berdiri megah dengan tinggi gedung 115 lantai.
tepat di hari acara peresmian perusahaannya, kakak serta ayahnya datang ke acara tersebut tidak hanya itu bahkan ayahnya mengumumkan secara resmi bahwa seorang Eldrich Bezos adalah putra bungsu nya, saat itu perasaan Eldrich bercampur aduk, dari rasa marah, benci,terharu kesal, dan senang (akhirnya dirinya diakui) menjadi 1 sesak di dada ia rasakan. Sejak saat itulah, sejak ia resmi kembali ke keluarga nya ia tak pernah lagi membunuh, Eldrich sudah berhenti menjadi pemain lapangan dan lebih senang menjadi orang yang bermain di balik layar agar tak berurusan dengan ayahnya lagi.
Karena informasi yang bocor itu, inilah yang terjadi setelah ayahnya tau ia dilempar ke Indonesia (T_T), dan untungnya hanya 1 informasi yang ayahnya tau. jika semuanya terbongkar mungkin ayah nya akan benar-benar mengubur nya hidup-hidup saat ini.
__Flashback end
__ADS_1
setelah mengingat semua itu ia hanya tersenyum sendiri, ada rasa lega menjadi dirinya yang sekarang, rasanya jauh lebih baik, mendapatkan suasana yang baru dan bersama orang yang baru. bisa di bilang orang-orang di Indonesia very nice menurut nya karena selama dirinya disini agak sulit menemui klub malam yang dibuka dengan bebas seperti saat dirinya berada New York maupun Las Vegas yang ia dapati setiap harinya tempat judi dan night club buka dimana-mana,dan berkat itu ia jadi tak pernah berjudi dan mabuk mabukan lagi.
Eldrich beranjak dari tempat duduknya mengambil buku diary Maira yang ia letakkan di dalam laci mejanya, lalu membuka halaman yang terdapat banyak fotonya dan mengambil salah satu foto maira dan menatap nya lama sekali.
" layakkah aku bersanding dengan mu, dan layakkah aku mengagumi mu, rasanya diriku yang hina ini tak layak untuk semua itu.." ucap nya pelan.
rasanya jurang perbedaan antara dirinya dan Maira sangat besar, Maira adalah seorang gadis suci bersih bak kertas putih yang belum ternoda oleh hitam nya tinta, sedangkan dirinya adalah kertas dengan banyak tumpahan tinta dan bukan hanya tinta hitam saja tapi juga tinta merah yang sampai kapanpun tak akan bisa di hapus. Haruskah dia menyerah? rasanya perasaan Eldrich pada Maira seperti "Epilog tanpa prolog" Kisah yang tak pernah di mulai Namun harus berakhir tanpa kata selesai.
"Tapi bagaimana ini semakin aku berusaha untuk tidak memperdulikan mu, aku malah semakin menginginkan mu"
"pantaskah pendosa seperti ku menginginkan bidadari surga seperti mu?"
"Dasar laki-laki brengsek.." Eldrich mengumpat dirinya sendiri.
__ADS_1
_____
*edisi revisi