Hijrah Ku Karena Mu

Hijrah Ku Karena Mu
Diary Maira (2)


__ADS_3

Pagi hari di Mansion keluarga Maira


.


.


.


Maira sedang duduk termenung di dalam kamarnya, setelah selesai shalat dhuha ia kembali merenungi Nasib buku diary nya,


" kira-kira siapa yang nemu ya kalo memang benar-benar ketinggalan di mall,


Dan kalaupun jatuh siapa yang ambil,," gumamnya sedih.


"Semoga aja orang baik yang nemu,,," Maira tetep berusaha optimis bahwa suatu saat nanti bukunya bakal kembali padanya.


Maira beranjak melepas mukena yang ia pakai,


Saat sedang melipat mukena nya tiba-tiba pintu kamar nya diketuk pelan kemudian terdengar suara seorang pria yang tidak asing


" Maira apa kakak boleh masuk,,?"


Yup itu adalah suara kakak nya yang paling ganteng dan keren.


" Iya kak masuk aja.." sahut Maira dari dalam, tak lama kemudian pintu terbuka tampaklah seorang laki laki tengah tersenyum lebar sambil membawa sebuah buku yang lumayan tebal berwarna biru muda, maira yang melihatnya heran kenapa kakaknya membawa buku kemari, belum terjawab rasa penasaran nya tiba-tiba kakak nya menyodorkan buku itu padanya


" Ini...." sambil menyodorkan buku


" Buat Maira kak..?" Ucapnya tampak bingung tidak mengambil buku yang disodorkan kakaknya.


" Iya buat Maira, kemarin katanya buku diary Maira ilang, kakak kasih yang baru sama- sama dari mesir 2 hari yang lalu kakak minta tolong temen kakak yang ada di mesir buat cariin buku yang merk nya sama ternyata di indo ada yang jual cuma beda warna sedikit .." Jelasnya


( Beda sedikit gimana.. biru muda sama coklat ya bedanya jauhlah..)


"ya Allah kak nggak usah repot-repot, Maira kan bisa beli sendiri nanti.." tolak Maira


" Jadi ngga diterima nih, tangan kakak pegel lo ini.." ucapnya pasang tampang memelas.


Maira yang menyadari itu langsung mengambil buku yang disodorkan kakaknya.


"Ya udah Maira terima, makasih banyak ya kak..." Ucap maira menampakkan senyum indah nya sambil mencium sampul buku itu.

__ADS_1


Ali yang melihatnya pun merasa lega, setidaknya ia bisa mengurangi sedikit rasa sedih adik nya.


" Jadi ngga ada pujian nih..." Sambung Ali sambil menaik turunkan alisnya,


" Pujian apa kak..." Ucap maira bingung mengerutkan alisnya


" Ya biasanya habis bilang makasih terus..,,," sambung Ali mulai kesal,


" Oh... Makasih banyak kak Ali yang paling baik dan tampan suka menabung di warung warung masih lajang di usia matang kapan nikahnya keburu tua dan ngga laku nanti..hahaha" tawa Maira puas menggoda kakak nya.


Ali yang mendengarnya hanya tersenyum kecut,namun sekali lagi ia senang melihat adiknya tertawa lagi seperti ini.


-Mansion Keluarga Kusuma/ rumah ibu Eldrich di Indonesia


Eldrich sarapan pagi sambil terbayang foto Maira apalagi matanya itu sangat istimewa, ia senyum-senyum sendiri ketika mengingat nya.


"Wait wait.. ada apa dengan diriku ini... Aku hanya tertarik tidak lebih dari itu okay,,," gumam Eldrich menekan kan dirinya, tapi mata Maira memang telah benar-benar menghipnotisnya.


" Kamu kenapa Arne?? Tanya nenek nya, belum sempat Eldrich membuka mulutnya untuk menjawab nenek nya sudah berasumsi sesuka hati.


" oowh nenek tau kau pasti sedang naksir seorang gadis benarkan... " Tanya nenek nya antusias sambil tersenyum penuh makna yang sulit untuk dideskripsikan.


" No.. no.. no nenek jangan berasumsi yang ngawur, mana ada naksir seorang gadis, gadis mana coba." Ucap Eldrich kesal bercampur gugup harus bagaimana ia menutupi raut wajahnya yang gelagapan ini.


" Nenek aku bersungguh-sungguh, tidak ada hubungannya dengan seorang gadis,,," ucap nya penuh yakin, padahal jantungnya masih berdebar tak karuan akibat salah tingkah.


" Baiklah Arne jika kau tidak mau mengakuinya sekarang, tapi jika suatu hari kau ingin curhat pada nenek, katakanlah jangan dipendam.." ucap nenek nya sambil beranjak menuju wastafel.


__Dikamar Eldrich


.


.


.


Setelah selesai sarapan Eldrich kembali membaca buku diary Maira karena ia masih penasaran dengan cerita-cerita Maira yang lain.


" Benar-benar seperti novel tapi ini terasa lebih hidup, seolah olah aku ikut kedalam ceritanya dan cara penyampaiannya bagus rasanya seperti mendengar orangnya langsung yang bercerita.." ucap Eldrich


10 menit kemudian..

__ADS_1


" Huh sudah habis..." Katanya sambil membalik balik halaman kosong.


"wah ternyata memang sudah habis" ucapnya lagi.


Mata Eldrich tertuju pada lembar terakhir yang ada yang di sana tertulis:


25 agustus 09:00


_hari ini aku akan membeli sesuatu untuk kakak tercinta ku sebagai hadiah,karena hari ini kak Ali pulang dari mesir setelah setelah 6,5 tahun menyelesaikan master nya di sana, dan hari ini aku ingin memberinya hadiah kecil yaitu sebuah jam tangan, aku akan mencarinya di mall.... Lets go


25 Agustus 11:45


huf setelah lebih dari 2 jam akhirnya aku baru mendapatkan hadiah nya yaitu sebuah jam tangan merk Breitling Navitimer 806 Pre-Owned seharga Rp 56,18 juta aku membelinya dengan uang tabungan pribadi ku bukan uang dari Abi ataupun dari Umi mungkin bagi sebagian orang mengira aku berbohong, tapi itu benar aku tidak berbohong aku mulai menabung saat usiaku 7 tahun dari uang 50.000 hingga 100.000 ribu an, sebenarnya Abi sudah bilang jika mau menabung tinggal minta saja padanya, katanya uang saku Ku tetap uang saku Abi tidak mau aku kekurangan. tapi baginda nabi mengajarkan harus berhemat karena orang yang berlebihan adalah temannya setan aku tidak mau berteman dengan setan, waktu di madrasah Abi pernah bilang semasa kita tidak terlalu berlebihan dan masih dalam batas yang wajar itu tidak apa, tapi aku tetap tidak mau, manusia kan gampang khilaf jika tidak dibiasakan berhemat.


meskipun tadi Umi memberiku kartu ATM nya tapi akan aku kembalikan nanti setelah pulang ke rumah, aku sebenarnya tidak pernah keluar sendiri apalagi ditempat umum yang ramai seperti ini, tapi aku siapkan diriku untuk berani karena manusia selamanya tidak bisa bergantung kepada orang lain, jadi aku harus bisa bergantung pada diriku sendiri yah meskipun tempat ini membuatku tidak merasa nyaman banyak orang yang memandangku aneh, apalagi tadi pas aku memilih jam tangan, mereka seperti menatap ku aneh,,, biarlah aku tidak pernah merasa sendiri karena allah selalu menyertai setiap langkahku, Allah lah yang memberiku kepercayaan diri untuk menutup aurat melalui kitab suci yang diturunkan Lewat Nabi muhammad SAW Nabi yang paling mulia diantara para nabi,,,


Untuk hadiahnya sejujurnya aku belum pernah memberikan hadiah kepada kakakku, ini yang pertama kalinya malahan dia selalu memberiku kejutan-kejutan tak terduga, meskipun hanya sebuah jam tangan yang tidak seberapa dibandingkan hadiah yang selalu ia berikan di setiap ulang tahunku aku harap hadiah kecil ini berkesan.aku sebenarnya sangat sedih karena tidak bisa memberikan kejutan yang baik padanya, tapi sekali lagi aku harap hadiah kecil ini akan benar-benar berkesan, sekarang sudah jam 12: 05 Umi sudah menelpon menyuruhku cepat pulang jadi aku akan pulang sekarang lalu melanjutkan menulisnya nanti di rumah..._


" Tanggalnya tidak asing,,," Eldrich kembali mengingat ingat.. ia berfikir keras untuk mengingat tanggal yang ada dalam Diary Maira.


" ahhh aku ingat jadi waktu itu dia tergesa gesa karena Ibunya menyuruhnya cepat pulang,,,"


"dan hari itu dia membeli hadiah untuk kakaknya.. sungguh manis sekali" batin Eldrich setengah tersenyum.


Tiba-tiba Hp nya berdering membuyarkan acara senyum-senyum salting nya.


" Tuan muda saya sudah mendapatkan tambahan informasi tentang keluarga Al faroughi, persis seperti yang anda minta kemarin.." tanpa basa basi orang suruhannya itu langsung to the point mengatakan maksud nya menelpon Eldrich,


" Bagus,Kirim saja lewat E-mail.."


" Baik tuan.."


Eldrich menutup telepon nya.


Ia melihat keluar jendela menerawang jauh disana..


" Besok sudah mulai kerja ya.." gumam nya membuang nafas kasar.


tanpa terasa ternyata besok merupakan awal perjalanan panjang nya di Indonesia.


______

__ADS_1


*edisi revisi


__ADS_2