
Assalamu'alaikum para readers,Gimana udah ga sabar buat reading episode 5?, so let's go...
Maira POV
Hari ini aku senang banget karena kak ali bakal pulang dari mesir dia sudah selesai studi S1 dan S2 nya di Al Azhar Cairo - Mesir kurang lebih selama 6,5 tahun dan bahkan meraih gelar Summa cumlaude,heung bikin iri aja. Bangga banget deh sama kakak. Pokonya keputusanku udah bulat aku ingin mengikuti jejaknya kuliah di Mesir selesai lulus nanti lagian tinggal Ujian Akhir kan.
Hari ini hari Maira sedang bahagia bukan main, soal nya sudah lama ia tidak melihat kakak semata wayang nya itu,dulu tiap kali pulang pasti kakak nya selalu memberikan oleh-oleh,Di ambilnya foto keluarga yang selalu ia letakkan di atas meja belajar nya lalu Maria tertawa geli sendiri memikirkan kira-kira oleh-oleh apa yang akan di bawa oleh kakaknya.
Saat sedang dengan pikirannya sendiri tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, ketukan itu membuyarkan awang-awang nya.
"Non dipanggil nyonya di suruh ke bawah.."
Kata bik imah pembantu rumah tangga keluarga Maira, Uminya pernah bilang klau bi imah sudah ada disini sejak Maira kecil.
" Na'am ( bhs arab iya ) bi.. maira turun sekarang"
jawab maira lembut sambil meletakkan kembali foto keluarga yang sempat ia ambil tadi.
#ruang keluarga
" Umi maira hari ini ingin ke mall, maira mau kasih kejutan hadiah kak Ali nanti pas dia pulang, boleh ya Umi.. ?"
Maira meminta izin pada Uminya setelah sampai di ruang keluarga.
" Emang mau kasih hadiah apa ke kakak?" tanya Umi tersenyum lembut sambil membelai kepala Maira yang saat ini telah duduk bersandar padanya.
" Nah itu Umi... Maira juga belum tau, kira-kira mau kasih apa ya Umi buat kak Ali..?
Maira meminta solusi pada uminya, pasalnya saat ini ia belum ada ide ingin memberikan hadiah apa.
"Umi kira udah ada pandangan mau kasih apa gitu,,,, ehh ternyata masih belum ada toh." kata uminya kali ini ada sedikit nada meledek sambil menoel hidung mancung milik Maira.
"Umi.. Maira bingung, mau kasih baju ukuran badan kak Ali berapa Kan Maira gatau,terus mau kasih sepatu tapi lupa ukurannya, kalo mau kasih mushaf kak Ali udah hafal luar kepala.. apa dong umi.." rengek Maira manja sambil bibirnya ia manyun kan,
"Kenapa ngga coba kasih jam tangan aja, barangkali kak Ali suka,.. " usul Uminya setelah mendengar keluh kesah Maira.
"Nahhh..itu Umi, Umi emang terbaik sih masalah kalau di ceritain ke Umi pasti langsung clear.." kata maira girang sambil mengacungkan jempol nya.
"Ya udah berangkat sekarang aja mumpung masih jam 9 pagi, nanti sekitar jam 3 sore kak Ali insyaallah udah nyampe, biar diantar mang Rudin nanti ke mall nya.." terang Uminya menyuruh Maira bergegas.
"Na'am Syukron (iya terimakasih) Umi, Maira siap siap dulu, pokoknya Umi memang the best.." ucap maira sambil lalu, namun sebelum ia beranjak ia mengecup pipi Uminya penuh kasih sayang.
Umi yang di kecup pun hanya bisa tertawa melihat tingkah Putri semata wayangnya.
______
Di dalam kamar Maira menyiapkan uang yang akan dia bawa dan buku diary nya,Maira suka sekali membawa diary nya kemanapun dia pergi dia akan mencatat semua hal-hal penting, peristiwa yang terjadi dan apapun yang dia alami pada dairy nya. Semua hal menurut nya sangat romantis apabila di abadikan di atas kertas putih lewat coretan tinta hitam.tak lupa pula ia membawa Ponsel nya hanya untuk jaga-jaga jika ada pesan penting dari Uminya yang masuk.
Setelah semua dirasa siap ia memasukkan semuanya ke dalam tas hitam miliknya.
"Hari ini aku akan catat kejadian apapun yang aku alami ke dalam buku diary ini tanpa terlewatkan satupun" batin maira dengan senyum indah mengembang di bibirnya manisnya. membayangkannya saja sudah asik.
Tak lupa ia memakai niqab juga, Maira memang tidak memakai niqab/cadar saat dirinya di rumah yang hanya ada orang-orang yang satu mahramnya seperti Abi nya, uminya,dan bi imah pembantu rumah tangga nya.
______________
__ADS_1
Di mansion milik Ibu Eldrich
on call__
" Alex bawa beberapa orang ke grand Indonesia shopping town aku tunggu disana" titah Eldrich lalu menutup telepon nya sepihak.
Hari ini ia berencana bertemu beberapa bawahannya si salah satu mall terbesar di Indonesia itu untuk membahas beberapa hal penting mengenai organisasi Mafia yang ada dibawah pimpinannya itu, ia berniat memperluasnya hingga ke Indonesia dan menjadi salah satu orang berpengaruh di negeri ini seribu pulau ini.
Dert..dert.. hp milik nya berdering
" Kami sudah sampai tuan" kata bawahannya.
"Baik langsung masuk ruang VIP yang sudah ku pesan, ada beberapa orangku disana mereka yang akan mengantar kalian" Eldrich menutup telepon nya, mematikan rokok nya dan meneguk segelas wine yang ada di meja kerjanya lalu memakai jas nya dan baru keluar dari mansion ibunya setelah itu.
"Kau mau kemana arne,,,?
Tanya sang nenek yang tengah mengalihkan pandangannya dari koran yang ia baca menatap Eldrich yang kebetulan lewat di samping kursinya.
" Aku ada urusan mendadak nek, aku tidak akan pulang malam aku berjanji" ucap Eldrich sembari menghampiri nenek nya dan mengecup pipinya dengan sayang.
"Apa kau sudah makan,,, kalau belum makan lah dulu kau tidak boleh sakit" ucap nenek nya lagi tangannya membelai wajah tampan Eldrich dengan lembut.
"Sudah nek.. aku berangkat sekarang, nenek jangan lupa untuk makan"
Ucapnya sambil berlalu.
____grand Indonesia shopping.
Mang rudin memarkirkan mobilnya dengan mulus tepat di parkiran bawah tanah grand Indonesia shopping.

" Mang Rudin disini aja, atau kalau mau jalan jalan dulu juga ngga apa, nanti Maira telpon kalo udah selesai" ucap nya sambil beranjak keluar.
"Tunggu sebentar non.." ucap mang Rudin, ia cepat cepat keluar dan membuka pintu untuk Maira,
" Silahkan non..." Ucap mang rudin lagi sambil membungkuk hormat.
" Ngga usah sungkan mang.." ucap maira tersenyum di balik cadar hitam nya.
.
.
.
Setelah berkeliling kurang lebih 1 jam di mall akhirnya maira mendapatkan jam tangan Breitling Navitimer 806 Pre-Owned seharga Rp 56,18 juta

Meskipun terlihat seperti pemborosan tapi Maira sudah menimbang nya sebelum ia membeli jam tangan itu, dulu waktu ada acara keluarga kakak nya selalu memberi nya banyak hadiah, mulai dari baju, buku yang dibawa langsung dari mesir dan bahkan kakak nya membawakan kitab Makanatul Mar’ah Fil Islam (Posisi Wanita dalam Islam), karya Prof.
__ADS_1
Dr. Muhammad Biltaji, Darus Salam, Cairo, Cet.I, 2000. Khusus dari mesir untuk nya dan kitab tersebut sepenuhnya sudah di translate dalam Bahasa Inggris dan Indonesia oleh kakaknya,jadi menurut nya itu sudah sepadan meskipun hadiah kakak nya lebih berkesan dihatinya ia berharap hadiahnya akan berkesan juga di hati kakak tercintanya nya.
Maira berdiri di lantai 2, saat ini ia tengah menikmati keramaian mall,

ia pun mengeluarkan beberapa buku yang tadi ia beli totalnya ada 5 buku,dan tak lupa pula ia mengeluarkan buku diary kesayangannya nya, kemudian mencari kursi untuk ia duduki dan akhirnya dapat 1 kursi kosong. setelah ia duduk jari lentik nya mulai menggoreskan tinta hitam dari ujung pena yang ia gunakan, ia menulis kegiatan hari ini, kemudian selang beberapa menit hp nya berdering..
""Umi"" itu yang tertera dilayar ponsel nya
"Assalamu'alaikum Umi.." Maira mengawali pembicaraan
"Wa'alaikumussalam.. Maira kamu sudah selesai apa belum ini sudah hampir jam 12,,," ucap Uminya dari seberang telepon.
Maira melihat pojok layar hp nya, dan benar saja ini sudah siang mendekati waktu Dzuhur,
"Na'am Umi, Maira pulang sekarang afwan Umi Maira lupa waktu hehe.." sesal Maira ia terlalu asyik tadi.
" Ya sudah cepat pulang kalau sudah dapat hadiahnya, wassalamu'alaikum"
Tutup Uminya.
"Wa'alaikumussalam" balas Maira.
Bergegas memunguti buku bukunya lalu bersiap untuk berdiri,bukunya belum sempat ia masukkan semuanya ke dalam tas. dan saat ia sibuk mencari resleting tasnya dengan keadaan sedang menunduk tiba-tiba ia menabrak seseorang.
"Astaghfirullahal'adzim.." Maira kaget,
Bukunya berpencar dilantai saat ia sedang memunguti bukunya tampak tangan panjang seorang pria sedang membantunya, Maira yang tergesa-gesa tak melihat berapa jumlah bukunya lagi.
" Ini bukumu nona, lain kali hati-hati.. jika kau tak bisa melihat dengan jelas maka lepas saja kain yang menutupi wajah mu itu.." ucap pria itu datar dan agak sinis.
Reflek Maira mendongakkan kepalanya dan ia dapati wajah tampan,menawan, rupawan dengan iris biru indah tengah menatap dirinyanya,
"Astaghfirullahal'adzim..." Maira buru-buru mengalihkan pandangannya, yaallah maafkanlah aku telah berzina pandangan dengan seorang lelaki batin Maira,
"Sorry sir.. " jika dilihat dari bahasa dan wajah lelaki itu maira tau ia pasti seorang turis, jadi ia menggunakan bahasa Inggris untuk menjawabnya.
" Ini bukumu.." kata lelaki itu memberikan 2 buku..
"Thankyou.." ucap maira singkat lalu pergi meninggalkan lelaki itu.
Ya lelaki itu Adalah Eldrich..
Saat Eldrich melangkahkan kakinya ia seperti menginjak sesuatu, ia menurunkan pandangannya.. buku?
Apakah ini buku wanita tadi gumam nya.. ia memungut buku itu lalu buru-buru mengedarkan pandangannya dan ia tak menemukan wanita itu lagi.
jadi ia putuskan untuk menyimpan buku itu.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa dukungan like kritik dan masukan di kolom komentar ya...
Syukron...😊😊😊😊
__ADS_1
*edisi revisi