
lima hari kemudian setelah Eldrich memutuskan masuk islam_
" Kau ingin mengadakan syukuran, makan-makan begitu maksudmu?" Tanya Ali saat Eldrich mengusulkan bahwa ia ingin membuat acara syukuran dengan semua karyawan yang ada di kantor ini dan mengundang beberapa orang penting dari perusahaan lain tujuannya untuk mempererat hubungan kerja sama.
" Iya bagaimana pendapatmu tentang itu, kau juga bisa mengajak keluarga mu kan,,, ini kesempatan yang bagus agar mempererat silaturahmi kita sebagai sahabat, dan aku akan mengajak nenekku.."
Dalam kamus Eldrich maksudnya adalah, agar ia bisa melihat Maira untuk yang kedua kalinya dan juga bisa mengenal keluarganya jadi ia bisa tahu seperti apa keluarga Maira agar kelak dirinya bisa mewujudkan impian nya, yah meskipun niat nya sedikit melenceng tapi ia bersungguh-sungguh dengan gadis itu, ia ingin gadis itu yang jadi belahan jiwanya, dan betapa ia berdoa setiap malam untuk itu, ia sangat berharap Allah mengizinkan pertemuan ini.
Yang jelas pada intinya ini hanyalah modus dari seorang Eldrich_
" Itu hal yang bagus, jadi apa kau sudah ada tempat atau angan-angan tentang acaranya?" Tanya Ali penasaran dengan rencana Eldrich.
" Sudah, bahkan aku sudah menyiapkan tempatnya, undangan nya, aku juga sudah menentukan tanggal acaranya, dan yang terpenting aku sudah memberitahu seluruh karyawan perusahaan untuk datang pada acara itu di hari Jum'at malam Sabtu besok. dimana acaranya akan di mulai pada pukul 18:00 wib kita akan shalat berjamaah bagi yang Muslim dan bagi yang non muslim bisa tetap menunggu di hotel, acara inti akan di mulai setelah isya' bagaimana...??" Jelas Eldrich panjang lebar dengan penuh semangat meminta pendapat dari Ali.
Ali hanya diam tak bisa berkata-kata, dalam hati Ali kalau sudah di rencanakan kenapa baru sekarang minta pendapat nya, aishh dasar anak ini.
" Kalau sudah di rencanakan kenapa baru minta pendapat... Dasar.." Ali melangkah hendak kembali ke ruangan nya.
" Hehe... Maaf brother, kau kan sibuk..." Eldrich meringis.
Besok adalah hari H nya, jadi semua orang hari ini sibuk karena Weekend sabtu-minggu libur jadi Eldrich menyuruh semua karyawannya untuk memaksimalkan pekerjaan mereka hari ini.
___
Pukul 16:00 WIB
Eldrich sedikit berlari menuju ruangannya, ia belum shalat ashar tadi selesai meeting ia tidak sempat mampir di masjid karena saking lelahnya, sebenarnya Eldrich tau sesibuk dan se lelah apapun itu ia seharusnya tidak meninggalkan shalat tadi meskipun tidak terlambat semenit pun tapi ia sudah merasa sangat kehilangan sekarang, ia berharap Ali belum shalat jadi ia bisa shalat berjamaah berdua,
Tak tak tak... Suara sepatu pantofel milik Eldrich terdengar nyaring karena ia berlari sedikit lebih kencang dari yang tadi dan....
Brakkk..
"Astaghfirullahal'adzim...." Ali sangat kaget pasalnya ia mendengar suara keras pintu membanting tembok.
"Eldrich... Ah hampir saja jantungku keluar,,," suara Ali terdengar sangat syok sekali, tangan nya memegang dadanya, jantung nya berdebar kencang saat ini, ia berjongkok menenangkan dirinya, lalu berdiri menutup MacBook nya.
Eldrich berusaha mengatur nafasnya kembali.
" Afwan (maaf) brother, a.. apakah brother sudah shalat ashar?kalau belum ayo berjamaah denganku .." tanya Eldrich dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal.
" Belum, baiklah ayo shalat bersama dan lain kali telpon saja aku jangan berlari seperti itu lagi dan menggebrak pintu, jantungku ini lemah... Masih untung tidak keluar, kalau aku terkena serangan jantung bagaimana? Aku kan masih belum menikah.." Ali menggerutu sambil berlalu ke kamar mandi.
" Makanya cepat menikah brother dan jadikan aku paman..." Teriak Eldrich dari luar.
___
setelah shalat, mereka berdua lanjut bercengkrama membicarakan banyak hal tentang pekerjaan hingga Eldrich beberapa kali bertanya tentang Islam yang memang dia belum paham sampai matahari tenggelam, lalu shalat Maghrib berjamaah di masjid dan pulang setelah makan malam.
Hari ini benar-benar menjadi hari yang sangat melelahkan bagi Eldrich bukan hanya untuk nya tapi untuk semua karyawan kantor yang sudah turut bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan yang harusnya di urus hari Sabtu, setelah pulang Eldrich merebahkan badannya sejenak lalu memejamkan matanya namun saat matanya sudah terpejam tiba-tiba saja wajah berbalutkan cadar milik Maira berkelebat di matanya.
"Astaghfirullahal'adzim.. ya Allah, maafkan aku ya Allah, maaf ya Allah....." Eldrich istighfar berkali-kali dan memohon ampun, tidak seharusnya ia memikirkan seorang gadis yang belum halal baginya dirinya tersadar ia bukanlah yang dulu yang bebas memikirkan siapapun dan berbuat apapun sesuka hatinya, dia yang sekarang sudah punya aturan dan peraturan yang harus ia taati. Dan lagi Maira bukanlah gadis sembarangan yang bisa ia pikirkan bahkan ia rindukan seenak hatinya.
Tiba-tiba ia teringat salah satu kata-kata di buku Maira yang ia baca tempo hari.
_Tiada kata seindah do'a,
tiada syair seindah dzikir,
Dalam sujud syahdu
Ku panjatkan syukurku
Atas Rahmat dan karunia-Mu_
Kalaulah setiap kata adalah doa maka aku hanya ingin mengatakan, semoga kelak Allah menjadikan mu pelengkap ruang jiwaku, menjadikan lentera iman dalam jiwaku seterang matahari, dan menjadi wanita yang akan ku ajak memperjuangkan agama Allah, gumam Eldrich.
Malam itu Eldrich lalui dengan syahdu lewat sujud dalam tahajud yang ia lakukan semata untuk meminta agar Allah tidak menggoyahkan imannya yang baru ia bangun dan berdoa untuk keluarga nya yang ada di Jerman serta nenek nya agar diberi kesehatan dan umur panjang serta memberinya kesempatan kepada keluarganya untuk minta maaf karena selama ini ia banyak salahnya terutama pada ayah dan ibunya.
Pagi harinya setelah shalat subuh Eldrich tidak tidur lagi seperti yang dilakukan kebanyakan orang, melainkan ia pergi ke ruang gym pribadi nya, lagi-lagi ia bersyukur Allah memberi nya harta lebih, hingga ia bisa membuat ruangan gym untuk dirinya kalau tidak pasti ia harus repot-repot ke tempat gym umum dan bayar pastinya,
Good life, good life
Allah I want to thank You for the good life
I want to wake up in the morning with the sun
Wear a smile, go out and have some fun
__ADS_1
Going to take away the worries on my mind, oh
Put them to one side
'Cause everyday is like a brand new story
With unwritten lines
And no matter the weather
It's going, going to be alright
Sembari nge-gym Eldrich mendengarkan lagu milik Harris jung yang berjudul Good life, sesekali dirinya juga ikut menyenandungkan lirik demi lirik yang dinyanyikan oleh penyanyi asal Inggris itu dengan penuh semangat.
7:10 wib Eldrich mengakhiri gym nya, sebenarnya tubuhnya masih ingin bercengkrama dengan alat-alat di ruang gym guna membakar lemak yang ada di tubuhnya. Sejak tiba di Indonesia ia sudah jarang nge-gym karena pagi-pagi sekali ia harus pergi ke kantor dan selalu bangun terlambat, sedangkan di New York ia setiap hari selalu menghabiskan 2-3 jam di tempat gym.tapi semenjak dia masuk Islam ia tak pernah bangun terlambat lagi karena setiap jam 4 ia akan bangun untuk shalat tahajud dan shalat subuh di jam 5.
Rasa segar dari air putih mengalir di tenggorokan nya terasa sangat dingin dan nikmat.
"Alhamdulillah" gumam nya.
"El apa kau sudah sarapan?" Tanya nenek nya yang tiba-tiba datang dari arah ruang keluarga.
"belum aku sama sekali belum menyentuh nasi nek,,,"
"Kalau begitu ayo kita sarapan bersama"
"let's goooo.." Eldrich mengekor di belakang neneknya.
di meja makan__
"nenek ambilkan yang banyak ya,,,"
Saat tangan nenek nya ingin mengambilkannya nasi Eldrich buru-buru mencegah.
" W-wait, hold on tahan dulu nek, aku harus diet nek, pola makan ku sudah sangat tidak teratur sejak pertama datang ke Indonesia, jadi nek biar aku yang ambil sendiri ya,," pinta Eldrich halus.
" Ah dasar.., tapi jangan terlalu sedikit kau bisa kurus,,," omel neneknya.
" Nenek, ini tidak kurus tapi berotot lihat perut ku sixpack, lengan ku yang kekar, dan otot dadaku... Wahhh perfect sekali jika aku keluar tanpa mengenakan baju pasti gadis-gadis akan berteriak histeris.." Eldrich tak henti-hentinya memuji ototnya sambil memperlihatkan otot-otot itu pada Nenek nya, gak ada akhlak emang.
" Memangnya kau akan betulan tidak pakai baju, issh memalukan, sudah sana makan pilih makanan mu sendiri..." Ucap neneknya tak habis pikir dengan tingkah cucunya yang satu ini.
Setelah sarapan ia lalu mandi, hari ini Eldrich mengenakan pakaian casual kaos pendek warna putih lalu ia padukan dengan jaket Denim serta celana jeans dan tak lupa pula sepatu casual keluaran Gucci tak lupa pula kaca mata melengkapi nya. Setelah siap Eldrich turun ke garasi. hari ini tujuannya berpenampilan casual adalah untuk jalan-jalan keliling Jakarta sendirian tanpa dikawal ia ingin hari ini menjelajahi tempat-tempat yang waktu itu belum sempat ia kunjungi.
" Arne.. kau mau kemana,,," teriak neneknya saat Eldrich hendak berjalan keluar Mansion.
" Aku ingin jalan-jalan nek, nenek mau ikut?" Tanya Eldrich.
" Ah tidak, ya sudah berhati-hati ingat ini Indonesia bukan new York jadi jangan ngebut ngebutan.." pesan neneknya.
"Haha baiklah nek, oh ya nenek jangan lupa malam ini ada acara, pilihlah baju yang bagus aku sudah belikan beberapa...." Teriak Eldrich yang sudah di ambang pintu.
08:00 Mansion keluarga Al faroughi
" Kak, nanti malam beneran jadi acaranya?" Tanya Maira pada Ali yang sibuk dengan laptopnya.
" Iya Keluarga kita di undang, kau juga harus ikut Mai,," jawab Ali tanpa menoleh
" Apa nanti disana ada banyak orang?, kalau aku ikut aku pasti ga punya teman bicara, kakak udah pasti sibuk sama banyak tamu perusahaan,," ucap Maira murung.
" Kan ada Umi, tenang aja nanti kakak sempetin waktu buat nemenin kamu keliling hotel Mai, tau ga hotel nya sangat mewah dan high class,kamu nyesel kalo ga ikut, bawa juga kamera mu pasti disana view nya Betulan bagus" Ucap Ali berusaha meyakinkan Maira.
"Emm... baiklah, tapi kakak Janji ya....nanti temani Maira"
"Iya janji" Ali mengusap kepala adiknya itu gemas.
Tak lama Abi dan uminya nimbrung, mereka mulai membicarakan kantor Eldrich lalu pestanya dan kemajuan yang dialami bisnis Abinya, namun ditengah-tengah pembicaraan tiba-tiba handphone Ali berdering.
_________Eldrich________
Itu yang tertera di layar ponselnya.
" Abi, Umi, sebentar Ali angkat telpon dulu, dari bos"
Abinya yang faham langsung mengangguk.
" Assalamualaikum, El ada apa..." in call
__ADS_1
___📞"Wa'alaikumussalam, brother apa Sekarang ada waktu luang sampai siang" tanya Eldrich dari seberang.
" sekarang? Sebenarnya aku tidak terlalu sibuk sih, ada apa memangnya.."
___📞" itu sebenarnya aku ingin jalan-jalan tadi tapi aku melupakan sesuatu, aku kan tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia dan aku tak bisa membaca tulisan Indonesia,,"
" Lalu, kau kan bisa menggunakan google translate El" Ali memberi saran,
___📞" brother kau ini tidak peka sekali, aku itu ingin ditemani maksudku aku kesepian butuh teman, segitu teganya kau padaku brother,,"
" Aish dasar anak ini,,, ya sudah katakan dimana lokasimu sekarang aku akan kesana,,,"
___📞" hehe begitu kan enak, lokasinya di kafe xxxxx, brother lebih baik kau kesini ojek online saja soal nya tadi aku bawa mobil sendiri jadi biar pulang nanti ku antar"
"Terserah mu lah... Ya sudah kalau begitu aku otw sekarang,, assalamu'alaikum"
___📞" di tunggu brother, wa'alaikumussalam.."
Panggilan berakhir.
" Telepon dari siapa kak,,,," tanya Maira,
" Dari bocah tengil.." jawab Ali singkat,
" Hah??...." Maira mengerutkan keningnya,
"Iya kakak serius, ini bocah tengil banget...." Menahan tawanya.
" Owh... Iya,,," Maira mengiyakan dengan tampang polos nya yang tidak tahu apa-apa.
Ali yang melihat itu tawanya meledak seketika.
"Bha...ha ha ha ha...,,,"
" Why..." Maira nampak bingung karena kakak nya tiba-tiba tertawa,,,
"Tidak ada, kenapa adik kakak polos sekali hah?" gemas Ali sambil mencubit pipi Maira,
" Awww... Kakak sakit, ish dasar " si empunya tentunya tak mau kalah dan..
Buk...buk..buk...
3 pukulan mendarat di bahu kanan Ali.
"Ha..ha..ha... Ya sudah kakak mau keluar dulu,,,, Assalamu'alaikum, eh nanti jangan lupa bilangin sama Abi Umi kalo kakak keluar,,,"
" Na'am ( iya ) wa'alaikumussalam warahmatullahi wa barrakatuh"
_____________________________________
Tibalah waktunya acara makan malam, tapi jika disebut dengan makan malam biasa ini terlalu besar, semuanya di dekor sangat mewah bisa dibilang ini adalah acara formal perusahaan karna banyak orang-orang penting yang datang.
Eldrich tentu saja menyapa para tamu tamu penting dengan ramah, banyak dari mereka yang membawa keluarga nya bisa dibilang hampir semua, dan ada satu hal yang membuat Eldrich risih, yaitu banyak dari para tamu pentingnya itu berbondong bondong memperkenalkan putri mereka setelah tahu bahwa Eldrich masih lajang dan belum menikah bahkan pacar pun tidak punya.
Sejujurnya Eldrich ingin kabur dari situ, sungguh tatapan para putri tamunya itu seperti penuh hendak ingin memakannya, dan pada akhirnya ia pun meninggalkan meja tersebut dengan alasan ingin menyapa tamu undangan yang lain.
"sir, before I want to apologize because maybe this is not polite, but I have to resign from this table to greet other invited guests, do you all mind if I resign for a moment..." Ucap Eldrich sopan
Artinya: tuan sebelum nya saya ingin meminta maaf karena mungkin ini tidak sopan, tapi saya harus mengundurkan diri dari meja ini untuk menyambut tamu undangan lainnya, apakah kalian keberatan jika saya mengundurkan diri sebentar.
" Ah tentu tuan Eldrich, silahkan..."
Eldrich membungkukkan sedikit kepalanya tanda hormat lalu pergi dari meja itu.
Finally akhirnya ia sudah bebas, Sekarang yang harus ia lakukan adalah mencari Ali, Karena sebentar lagi adzan Maghrib.
Saat Eldrich sedang celingukan mencari dimana Ali tiba-tiba ada suara yang sangat familiar di telinga nya memanggil namanya..
" El sebelah sini..." Panggil suara tersebut.
Eldrich tau suara siapa itu, namun saat ia menoleh matanya secara tak sengaja beradu pandang dengan seseorang yang selama ini selalu membuat jiwanya bergetar.......
.
deg...deg...deg... jantung nya berdegup kencang....
__
__ADS_1
*edisi revisi