Hijrah Ku Karena Mu

Hijrah Ku Karena Mu
Calon Kakak ipar


__ADS_3

_______


Pagi hari di mansion keluarga Al Faroughi..


Ali sudah siap dengan jas hitam dan celana bahan berwarna senada membuatnya tampak gagah.


" Mau kemana al, tumben udah rapi, ngga kaya biasanya, mau ada acara..? " Tanya Uminya yang sedang duduk diruang tengah ketika Ali melangkahkan kakinya turun dari tangga,


" Iya Mi,Ali ada wawancara hari ini.." jelasnya singkat.


" Wawancara???" Uminya tampak bingung.


" Oh iya maaf Mi lupa, Ali belum cerita sama Umi, jadi gini Mi sebenernya Ali ngelamar kerja Mi dan 2 hari yang lalu Ali ngirimin surat lamaran lewat e-mail, karena di perusahaan itu lagi nyari karyawan, ya kan daripada Ali belum ada kerjaan jadi coba-coba lah Mi siapa tau kedepannya Ali bisa buka usaha sendiri, doain ya Mi semoga anak Umi yang ganteng ini lolos wawancara" jelas Ali antusias dengan duduk disebelah Uminya sambil memegang kedua tangan Uminya penuh kasih sayang.


Uminya tersenyum penuh arti


" Iya itu pasti Umi doain tanpa dimintai pun, Umi selalu doain kamu sama Maira, semoga kamu selalu berhasil, tidak harus kaya ataupun banyak harta berlebih karena sesuatu yang berlebihan itu allah membencinya.." ucap Uminya sembari meraih kepala Ali dan mencium kening putra sulungnya itu penuh cinta.


" Ehem.. pagi-pagi kakak sudah dapat satu ciuman dan pelukan dari umi, masa aku enggak.. " Maira tiba-tiba muncul dan duduk di sofa yang ada di depan tempat Uminya.


" aduhai putri Umi ini manja ya... " Ledek uminya,


" Biasa Umi, sepertinya ada bau-bau kecemburuan.." sambung Ali mendukung uminya memojokkan maira,


" Umi.. kakak,,,, " Maira akhirnya merajuk.


Tawa pun mulai pecah dari pihak yang sudah sukses membuat maira merajuk yaitu Uminya dan kakaknya,


" Ada apa ini, sepertinya seru... Abi ikut nimbrung ah??" Tiba-tiba Abi Maira datang membawa secangkir kopi lalu duduk disebelah Maira,


" Boleh banget Bi, tambah seru...." Belum ucapan Ali selesai Maira sudah menyela ucapan kakaknya.


" Seru apanya... Abi masa kakak sama umi ngeledekin aku," ucap Maira mengadu pada Abunya.


" Tenang aja Abi ada di kubu putri jelita Abi,


Lagian kamu Al kapan nikahnya umur udah mau 30 belum juga nikah, udah ketinggalan sunah Rasulullah harusnya umur 25 .." ucap abinya sambil menyeruput kopi yang tadi di bawanya.


" Bener Al,Abi sama Umi kan pengen punya cucu" tambah uminya


" Nah iya kak, Maira juga pengen punya ponakan yang lucu-lucu gitu,," tambah maira tak mau kalah untuk memojokkan kakaknya.


" Loh loh kok kalian bertiga jadi menyerbu saya, wah nggak adil.... Umi juga kok ikutan sih" Ali mulai kesal pasalnya dirinya dikeroyok 3 orang sekaligus bahkan Uminya ikutan.


" Biar Umi sama Abi ada di pihak Maira sekarang yeay," ucap Maira girang Umi dan abinya hanya tersenyum melihat tingkah dua buah hati mereka yang sedang beradu mulut, sedangkan mereka berdua hanya ikut ikutan.


" Besok Abi jodohin sama anaknya kyai Jamaluddin, gimana.." tanya abinya menggoda Ali


" Abi.... " Ali tersipu malu, pasalnya dulu waktu dia kelas 3 SMP dia pernah naksir sama anaknya kyai jamal pengasuh pesantren tempat Maira menimba ilmu saat ini, namanya yang tak lain adalah Zahra Khairunnisa. Bahkan terang terangan dia bilang ke abinya bahwa jika dewasa nanti dia akan menikahi putri bungsu kyai jamal yang bersuara merdu itu.


Kini semuanya menertawakan Ali yang masih tersipu malu. Suasana keluarga Maira memang seperti itu selalu hangat di pagi hari.


" Oh iya tadi Abi denger kamu ngomongin soal kerjaan tadi.." tanya Abinya


Ali pun menceritakan detail nya dari A sampai Z.


" Abi nggak pernah maksa kamu buat kerja di perusahaan milik Abi tapi suatu saat kamu harus siap, karena perusahaan itu nantinya kamu juga yang bakalan mengolah nya setelah kamu berkeluarga nanti"


" Biar buat maira aja Bi nanti aku bangun perusahaan sendiri.." kata Ali mantap


" Maira kan perempuan pasti kalau udah berkeluarga ikut suaminya nah tinggal kamu"


" Apa yang dibilang Abi bener kak" kata Maira setuju dengan ucapan abinya.


" Kalau Abi boleh tau, kamu melamar di perusahaan apa " tanya abinya


" Emm.. nanti kalau aku diterima baru aku kasih tahu deh hehe." ucap Ali nyengir kuda, lagian nanti udah bilang nama perusahaannya malah ga lolos lagi kan ga lucu.


" Sekarang mulai ada rahasia sama abi, dulu naksir sama anaknya kyai jamal aja jujur banget,," ledek abinya


Ali hanya berdehem mendengar ucapan abinya, ia malu setengah mati jika mengingat nya.


" Abi,umi kalau gitu Ali berangkat dulu, doain ya mi, bi assalamu'alaikum.." ucap Ali sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya


" Hati-hati Al, jangan ngebut ngebut bawa mobilnya.." pesan sang umi.

__ADS_1


" Iya mi..."


_ Mansion keluarga KUSUMA


9:00 wib


Eldrich sudah siap dengan setelan jas dan celana bahan berwarna senada yaitu warna abu-abu


Pukul 9:25 wib


Eldrich sampai di kantornya, beruntung jalanan jakarta tidak macet jadi perjalanan 25 menit saja ia sudah sampai,


Ketika ia sampai lobi, dirinya melihat banyak sekali yang datang untuk wawancara hari ini, semua yang datang heran melihatnya mereka pun mulai berbisik-bisik terutama para pelamar wanita.


" Eh liat tuh ada cogan..." Kata salah seorang wanita yang datang untuk wawancara hari ini.


" Kayaknya orang penting deh, pake di kawal gitu," bisik teman yang di sebelahnya


para bodyguard Eldrich buru-buru berlari ke pinggir dan berbaris rapi lalu membungkuk hormat saat Eldrich lewat begitupun para karyawan yang dibelakang mereka berbaris rapi dan mempersilahkan Eldrich dan dua pengawal kepercayaannya memasuki lift khusus CEO. Sebelum memasuki lift Eldrich memutar badanya menghadap para karyawannya


" Untuk besok dan seterusnya, tidak perlu berlebihan seperti ini"


" Baik tuan.." jawab mereka hampir serempak.


" Nanti bawakan data semua calon karyawan yang akan diwawancarai hari ini " perintah nya pada salah seorang yang ada di belakang nya


" Baik.." ucap salah satu dari mereka.


Didalam ruangannya, Eldrich sedang fokus membaca laporan minggu ini dari perusahaannya yang di NY ( new York )


Tiba-tiba pintu diketuk.


" Masuk.." ucap Eldrich singkat


" Laporan yang tuan minta tadi pagi.." ucap wanita yang Eldrich ketahui merupakan sekretaris nya saat ini dengan nada dibuat agak manja manja cari perhatian.


" Letakkan di atas meja " ucap Eldrich masih tetap menatap laptopnya tanpa mengalihkan pandangannya sejengkal pun dari layar MacBook nya, jarinya terus mengetik.


Sekretaris wanita yang tadi mengantarkan laporan pun hanya bisa menggigit bibirnya sambil meremas rok bagian bawahnya gemas melihat Eldrich, pasalnya ia semakin tampan saat sedang serius begini.


" Sampai kapan kau akan berdiri di situ,,?


Sekretaris itu terkesiap ketika suara bariton Eldrich menyapa telinga nya.


" Maaf tuan " ucapnya membungkuk dengan sengaja agar Eldrich melihat belahan dadanya.


Bukannya tertarik Eldrich malah kesal dan jijik melihatnya,


Astaga dasar wanita murahan...


" Haruskah aku menyuruhmu keluar hah!!! " bentak Eldrich mulai kesal.


" Maafkan atas kelancangan saya tuan.." ucap sang sekretaris mulai takut dan berbalik badan Hendak keluar, namun ketika dirinya sampai didepan pintu tiba-tiba


Eldrich mengatakan sesuatu yang membuat wanita itu lemas seketika.


" Maaf tapi saya tidak suka yang namanya kata dua kali, mulai besok kau tak usah kerja disini lagi, dan ini uang untuk pesangon mu..." Ucap Eldrich tegas sembari melemparkan cek yang disana tertulis senilai 300 juta


Sekretaris itu dengan kaki bergetar dan kepala menunduk tak berani bertatapan langsung dengan mata Eldrich, perlahan mulai berjalan lalu berjongkok dan tangan kanannya mengambil cek itu air matanya mengalir karena menyesal, namun ketika melihat isi cek yang begitu besar hatinya sedikit senang tapi mana mungkin didepan CEO nya iya akan tertawa senang, ia harus tetap berpura pura.


" Hapus air matamu buaya mu, aku jijik melihatnya" ucap Eldrich menusuk.


_____


Setelah reda rasa kesalnya ia pun mulai mengecek satu persatu nama calon karyawan yang akan bekerja di perusahaanya, tidak banyak yang lolos sampai ke tahap wawancara ternyata, perusahaannya hanya butuh 15 orang sedangkan yang di wawancara saat ini ada 35 orang. Eldrich terus membuka map demi map namun ia dikejutkan dengan salah satu map yang disana tertulis namanya Muhammad Ali Al Faroughi,tak banyak nama keluarga Al Faroughi apa lagi di Indonesia jadi Eldrich yakin 100% kalau ini memang Kakaknya Maira.


"Jadi dia ikut wawancara,?" tiba-tiba muncul sebuah ide konyol dalam benaknya.


" kalau ingin mengetahui tentang Maira lebih lanjut maka aku harus dekati dulu kakaknya bukan?.. ya itu satu- satunya cara.." gumam Eldrich, dia juga membaca biodatanya dengan lengkap. Ternyata


Lebih tua 3 tahun dari aku.


tanpa pikir panjang lagi dia menekan beberapa angka guna menghubungi bawahannya.


" Carikan seseorang di ruang wawancara yang bernama Muhammad Ali Al Faroughi, bawa dia kemari, ingat perlakukan dia dengan baik," Eldrich menutup sambungan teleponnya lalu duduk kembali di kursi kebesarannya dengan senyum penuh kemenangan.

__ADS_1


" Satu langkah untuk mendapatkan mu"


Gumamnya.


Diruang wawancara.


" Maaf apakah anda yang bernama Muhammad Ali al faroughi?


" Ya benar saya" ucap Ali


" Bisakah anda ikut saya sebentar "


" Oh baik.."


Ali pun dibawa dari lantai 7 ke lantai 20 tempat dimana ruangan khusus CEO berada.


" Maaf kalau boleh tau kenapa saya dibawa ke lantai 20 ya?" Tanya Ali was was.


"CEO kami ingin bertemu secara pribadi dengan anda.." ucap bawahan Eldrich yang dari atas sampai bawah memakai setelan serba hitam itu.


Ali tak banyak tanya, dia diam dan terus memperhatikan angka yang terus naik dan hingga akhirnya sampailah dilantai yang dituju pintu lift terbuka dan bawahan Eldrich mempersilahkan Ali keluar, mereka pun berjalan ke arah kanan dari tempat lift berada, tidak lama sampailah didepan pintu berwarna coklat tua yang di depan pintunya tertulis (ruang pimpinan).


" Silahkan tuan" ucap bawahan itu,


" Terimakasih," ucap Ali singkat, sambil menyembunyikan sedikit gugup nya karena tiba-tiba CEO perusahaan itu ingin bertemu.


Ali masuk dengan perlahan hingga hampir tak bersuara sama sekali, ia berjalan beberapa langkah namun orang yang dikata CEO tadi tidak nampak Karena dia duduk menghadap ke arah kaca besar yang menampilkan pemandangan kota Jakarta dan membelakangi Ali.


" Morning sir" ucapnya memberanikan diri


Eldrich masih tetap tak bergeming dari posisinya.


" Apakah anda memanggil saya tadi " tanya nya lagi.


" Your right,,, " ucap Eldrich sembari membalik kursinya.


Ali cukup terkejut, ternyata CEO nya merupakan seorang pria yang kelihatannya masih muda. meskipun masih muda tak dapat di pungkiri aura nya luar biasa berwibawa.


" Kalau boleh saya tau kenapa anda memanggil saya" tanya Ali sekali lagi.


" Baiklah kita langsung pada intinya saja, saya ingin anda menjadi Sekretaris saya" ucap Eldrich to the point


" Tapi kenapa anda memilih saya, kalau saya boleh tahu apa alasannya?" Ali tampak penasaran dengan Alasan CEO muda itu kenapa tiba-tiba ingin menjadikan dirinya sebagai sekretarisnya.


" Jawabannya simpel, karena saya sudah lihat profil pendidikan anda dan anda juga menguasai 3 bahasa jadi saya pikir cocok untuk sekretaris CEO perusahaan internasional.. bagaimana, apakah anda terima tawaran saya, soal gaji tentu gaji anda akan di atas rata" ucap Eldrich


" Berikan saya waktu 5 detik untuk berfikir" ucap Ali


Eldrich sedikit terkejut dengan jawaban Ali, apa jadinya jika jenius bertemu jenius .


" 1..... 2..... 3....... 4...... 5..." Eldrich berhitung


" Baik saya terima, kapan saya bisa mulai bekerja,,,?" Ucap Eldrich mantap


" Terserah, sekarang juga bisa.."


" Baiklah, apakah tidak ada tanda tangan kontrak atau semacamnya,,,?" Tanya ali lagi


" Saya percaya anda, tapi untuk formalitas kontrak nya akan menyusul besok." Ucap Eldrich sambil tersenyum ramah


" Oh perkenalkan, saya Eldrich kusuma Bezos.. panggil saja Eldrich, kau lebih tua 3 tahun dariku jadi tidak usah terlalu formal, kecuali dalam acara tertentu" ucap Eldrich mengulurkan tangannya.


" Aku Muhammad Ali Al faroughi, panggil saja Ali, anda rupanya pebisnis termuda yang pernah saya jumpai, senang berkerja untuk anda" balas Ali tersenyum tak kalah ramah.


" Baiklah saya akan panggil anda brother Ali, sebenarnya saya juga punya kakak laki-laki tapi dia di Jerman.. jadi saya harap anda mau jadi kakak kedua saya, mohon bantuannya..?Ucap Eldrich berusaha mencairkan suasana.


" Haha dengan senang hati.." jawab Ali dengan sedikit tawa.


Baru bertemu mereka sudah mulai akrab satu sama lain.


Dua pemuda tampan ini meskipun beda usia tapi tinggi badan mereka hampir sama apalagi tingkat ketampanan nya, Ali khas blasteran indo - arab sedangkan Eldrich indo - Jerman, benar-benar dua pemuda tampan dengan pesona masing-masing.


____________


*edisi revisi

__ADS_1


__ADS_2