Hijrah Ku Karena Mu

Hijrah Ku Karena Mu
Hilangnya Diary Maira


__ADS_3

Hallo asslamualaikum readers yang budiman jumpa lagi kita di episode ke 6


ok tanpa basa basi lagi lanjuttt...


_______________________


16:45 wib


_Kamar Maira


.


.


Maira nampak sedang bingung mencari cari sebuah buku bersampul coklat lebih tepat nya buku itu adalah diary nya, ia membongkar tas nya mengeluarkan semua isi tasnya mencari dengan teliti ia juga mengeluarkan ke-5 buku yang baru ia beli di mall tadi pagi tapi nihil tak nampak pun buku diary kesayangan ny, ia hampir nangis, dan pada akhirnya butiran bening yang sudah sejak tadi mengambang di pelupuk matanya pun kini jatuh membasahi niqab yang ia pakai.


"Yaallah.. kemana buku diary nya, kenapa ngga ada... " Hiks hiks... Isak maira,


sedangkan dia ruang keluarga Al faroughi


Diruang keluarga itu kini tampak ramai pasalnya kakak maira yang telah menyelesaikan study nya di Mesir itu sudah pulang.Ali tampak semangat menceritakan momen-momen seru yang ia lalui selama menimba ilmu di kairo, tapi sejak tadi bercerita ada yang mengganjal rasanya, oh iya dimana Maira batinnya, Ali celingukan mencari keberadaan adik perempuannya yang tadi dia izin ke kamar untuk mengambil sesuatu tapi kenapa belum kembali. Ali bertanya-tanya kenapa adiknya itu lama sekali?,


Ya tadi sebelum ke kamar Maira memang ikut nimbrung sebentar setelah itu ia izin ke kamar sebentar...( Hehe ngambil hadiah ceritanya gaes..๐Ÿ˜‹)


" Umi, Maira kok lama banget ya dikamar, tadi katanya cuma sebentar.." tanya Ali, ia sedikit kesal dengan adik nya itu, bagaimana tidak.. kakak nya yang ganteng ini kan baru pulang dari negara orang yang jarak nya ber mil mil jauh nya, apa dia ngga kangen gitu sama kakak nya, bukanya ditemenin ngobrol malah Ditinggal ke kamar, Ali terus ngedumel ngga jelas dalam hatinya seperti anak kecil karna sedari tadi dicuekin oleh adik semata wayang nya itu.


" Iya nih, ngga biasanya Maira lama kalo ngambil sesuatu, Umi samperin ke kamarnya kalo gitu" uminya berlalu meninggalkan ruang keluarga menuju kamar Maira.


#di kamar Maira


Saat Maira sedang menangis sesenggukan tiba-tiba pintu kamar nya diketuk pelan,


Itu pasti Umi, batin Maira tau kalau ia lama pastinya Uminya akan menyusul dirinya ke kamar.


"Sayang Umi masuk ya,"


dan memang benar ternyata itu Uminya.


" iya Umi, " ucap maira membenahi niqab dan hijabnya serta mengelap air matanya,


Uminya pun masuk dan sedikit terkejut mendapati anak bungsunya itu terlihat seperti habis menangis.

__ADS_1


"Loh kok anak cantik Umi nangis ada apa sayang,cerita dong..? Ucap Uminya menghampiri maira dan mengusap kepala Maira.


" Hiks.. hiks Umi..." (ยด;๏ธต;`) Tangisnya pecah ketika Uminya menyentuh kepalanya.


"Kenapa sayang..." Uminya mulai khawatir.


" Hiks.. buku diary Maira Umi, hilang..."


Ucap maira sambil memeluk uminya.


" Kok bisa hilang sayang,,? Udah dicari apa belum,,?


"Udah Umi, tapi ngga ada... Terakhir tadi maira bawa ke mall waktu beli hadiah buat kakak..."


" Ketinggalan mungkin, kalau ngga jatuh di mall barangkali. yaudah ngga papa, besok beli lagi ya,,,? Bujuk Uminya.


" Tapi kenangan yang tertulis disana berharga Umi, ngga bisa di beli huhuhu.. Hiks.."


Saat maira sedang bercerita pada Uminya tiba-tiba kakaknya main nyelonong masuk ke kamar nya.


" Eh Umi... Hehe maaf ngga ngetuk pintu, soalnya aku penasaran kok Umi lama ngga turun-turun,," ucap Ali salting, ia kemudian mengalihkan pandangan dari uminya ke adik tersayang nya,


Maira tertawa kecil mendengar kelakar kakaknya.


" Nah putri Umi kan cantik kalau tersenyum gitu, nanti minta kakakmu beliin buku diary lagi, udah ya jangan nangis sayang, Umi kebawah dulu.. "


Uminya beranjak dari duduknya.


"Nak hibur adikmu.." pesan uminya pada Ali saat berpapasan di ambang pintu hendak keluar. Ali hanya mengangguk dan tersenyum.


Ali yang sejak tadi mematung di depan pintu lalu berjalan ke arah Maira dan duduk di pinggir ranjang tepat disamping Maira duduk.


" Kenapa kok adik ku yang cantik ini nangis, cerita dong ke kakak,.." bujuk Ali pada Maira.


" Kakak inget kan buku diary yang kakak kasih ke Maira waktu ulang tahun maira ke 15,,,? Tanya maira membuka pembicaraan


" I..iya inget, emang kenapa ra, kok tiba-tiba nanyain buku diary, maira mau kakak beliin lagi?" Ali penasaran wong di suruh cerita kok tiba-tiba adiknya malah nanyain tentang buku diary.


" Buku diary Maira yang itu hilang kak,,,hiks hiks,," Maira menangis lagi sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Ali pun refleks merangkul bahu maira dan menyandarkan Maira di bahunya, ia tidak bisa melihat adiknya menangis benar-benar tidak bisa.

__ADS_1


" Kok bisa hilang, emang Maira taruh dimana,,? Tanya Ali lembut.


" Tadi maira bawa ke mall pas Maira beli hadiah buat kakak, trus sampe rumah Maira cari di tas tempat taruh buku itu tapi ngga ada,," ucap Maira keceplosan..


" H..hadiah, buat kakak?? Apaan ra, kakak ngga salah denger kan,?" Ali antusias setelah mendengar adik semata wayangnya itu akan memberikannya sebuah hadiah.


Tak ada jawaban dari Maira.


" hadiah.. mana hadiah nya kakak mau liat, mana..mana.. mana, " rengek Ali di buat-buat seperti Anak kecil.


"Pppfftttt,haha... kakak kaya anak kecil deh, merengek ngga jelas, " ucap maira tak bisa menahan tawanya ketika melihat tingkah kakaknya.yang udah hampir berkepala 3.


Kesedihannya perlahan hilang berkat tingkah konyol yang dilakukan kakaknya.


akhirnya maira beranjak dari tempat ia duduk menuju meja belajarnya dimana tempt ia meletakkan hadiah yang sudah ia siapkan untuk kakak tercinta.


" Ini kak..." Ucap maira sambil tangan kanannya mengulurkan sebuah kotak persegi berwarna hitam dengan pita diatasnya,


Ali menerimanya dengan senang hati, ia amat sangat bahagia dan membuka hadiah itu dengan perasaan antusias.


"wiihhhh jam tangan, bagus banget, kakak coba ya" ucap Ali menatap Maira dengan mata berbinar tak sabar untuk mencoba hadiah pemberian adiknya.


" subhanallah keren banget Ra,ini seriusan kmu yang pilih sendiri bukan Umi kan hayooo ngaku" selidik Ali yang setengah tak percaya kalo adiknya itu memang yang benar-benar memilihnya sendiri.


"ih iya bener aku lah yang pilih, bukan Umi, meskipun yang kasih ide hadiah nya Umi sih hehe" cengir Maira.


"tapi tapi aku sendiri kok yang pilih ke tokonya langsung" ralat Maira berusaha meyakinkan kakak nya.


"gemes banget sih, ini adik siapa sihhh... gausah cepet gede ya" Ali mencubit dua pipi Maira gemas.


"kakak sakit... " Maira mengusap dua pipinya bersamaan.


Rasa sedih maira perlahan lahan mulai sirna melihat wajah kakaknya yang bahagia menerima hadiah darinya..


Author mohon dukungannya ya berupa saran dan kritik di kolom komentar dan like sebanyak banyak nya,


Syukron akhi wa ukhti...


Terimakasih banyak, ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ™


*edisi revisi

__ADS_1


__ADS_2