
________
Hari ini Eldrich tampak gagah dan menawan, ketampanannya meningkat 180° jika biasanya Eldrich sudah tampan tingkat dewa hari ini mungkin para kaum hawa yang melihatnya akan pingsan tak berdaya karena pesonanya, meskipun aura yang dikeluarkannya dingin namun itu lah yang menjadi daya tariknya. Hari ini dia mengenakan baju formal berwarna navy dengan celana senada,lengkap dengan dasi yang terikat rapi di leher kokoh nya.
Dia berjalan dengan gagah turun ke garasi dan memilih salah satu koleksi Tesla miliknya yang dirasa sesuai dengan bajunya pagi ini.
seingat nya mobil ini model lama tapi ia tak peduli dengan tahun produksi nya selama ia suka modelnya makan akan ia pakai.
Acara pembukaannya dimulai kira-kira pukul 9:00 wib,
" Masih ada waktu" batin Eldrich sambil melirik jam tangannya yang menunjukkan waktu 7:25 wib.
Eldrich berjalan keluar garasi menuju ruang makan untuk sarapan karena sejak tadi pagi-pagi sekali dia sibuk memilih baju yang pas untuk digunakan jadi agak sedikit telat sarapannya.
" Wahhh... Tampan sekali cucu oma, sini oma pingin peluk.." Eldrich pun hanya bisa pasrah tatkala nenek tercintanya memeluk nya dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah tampan milik nya,
" Nenek geli,,aku ini sudah bukan anak kecil loh masa masih dicium cium,"
ucap Eldrich mulai risih.
" Uhh padahal aku masih ingin lama-lama memeluk dan mencium mu hahaha" ucap nenek nya tertawa lepas,
" Apakah kau sudah sarapan.." tanya sang nenek.
" Belum, makanya aku kemari, apakah nenek sudah sarapan?..." Eldrich balik bertanya, sambil memeluk tubuh neneknya dari belakang,
" Aku sudah sarapan dari tadi pagi, Arne sini duduk, nenek akan membuatkan mu soup.."
" Nenek tidak perlu repot-repot, makanan yang dimasak pelayan sudah begitu banyak, ayolah nenek duduk saja OK... Nenek tidak boleh capek, aku akan makan makanan yang tadi di buat pelayan saja..." Ucap Eldrich meyakinkan snag nenek yang hendak membuatkannya soup.
Eldrich tidak mau nenek nya capek karena dirinya, yah sebenarnya nenek nya sudah cukup dibuat kesal karena kelakuan Eldrich yang setiap malam lembur dan tidur larut malam hingga dinihari nenek nya selalu mengomel dan bolak balik ke kamar Eldrich untuk memastikan jika cucunya yang super bandel ini sudah tidur, dan Eldrich selalu akting berbaring di ranjang ketika nenek nya mengecek apakah dirinya sudah tidur atau belum, dan jika Eldrich ketahuan masih berada di depan laptopnya maka neneknya akan mengomel.
8:40 wib
Eldrich sudah dalam perjalanan menuju ke kantor, endingnya ia tidak jadi sarapan di rumah dikarenakan kebanyakan bercanda dengan neneknya,
__ADS_1
ia kini telah sampai didepan kantor yanng bisa dibilang sekarang miliknya... ( KUSUMA GROUP ) itu yang tertulis di lobi kantor, setelah membacanya Eldrich berjalan dengan santai memasuki lobi kantor.
Banyak bodyguard suruhan papanya yang menjaga pintu masuk semuanya membungkuk sopan tatkala dirinya melangkah masuk,
" Welcome Sir ( selamat datang tuan) " ucap mereka kompak, Eldrich hanya mengangguk sambil berlalu, ia diantar ke sebuah ruangan yang tampak nya sebuah aula untuk diskusi terbuka tempatnya mirip seperti milik kantornya yang ada di new York, sangat mengejutkan ternyata kantor cabang ini cukup besar dan fasilitas nya lumayan, bisa dilihat dari gaya dekorasi dan konsep kantor, Eldrich adalah seorang pengamat yang sangat baik hanya dengan mengamati sedikit saja ia sudah bisa menilai bahwa kantor ini cukup layak untuk dirinya perjuangkan kedepannya.
Saat masuk ruangan itu ( aula diskusi )
Semua orang berdiri dan membungkuk sopan menyambut dirinya,
Acara dimulai dengan pembawa acara yang naik podium menyampaikan keseluruhan acara yang akan dijalankan hari ini ia menyampaikan semuanya menggunakan bahasa Inggris, dan setelah ia tanya kepada beberapa bawahannya ternyata untuk memasuki kantor ini atau menjadi karyawan disini harus menguasai bahasa Inggris dan harus bisa membaca dan menulis bahasa Inggris dengan baik dan benar, standar yang bagus menurutnya itu cukup baik jadi dia tak perlu repot-repot berbahasa Indonesia tentunya.
" Baiklah sekarang mari kita sambut CEO baru perusahaan kita Mr. Eldrich Kusuma Bezos, kepada tuan Mr. Eldrich dipersilahkan menaiki podium" ucap sang pembawa acara.
Kini tiba saat dimana dirinya dipersilakan menaiki podium, dan ketika ia melangkah menuju podium semua orang menatap nya kagum, pesona dan karisma yang ia miliki memang lebih ampuh dari pelet, sangat muda karismatikmenawan, rupawan, ditambah badan yang tinggi seperti model Hollywood dan mata birunya yang menghipnotis siapa saja yang memandang nya.
Meskipun dirinya cukup mendapat apresiasi dari seluruh karyawan perusahaan tapi untuk para pemegang saham di perusahaannya ia masih dianggap anak-anak, wajahnya masih baru dan asing,apalagi dia masih terbilang sangat muda dan memang selama ini ia tidak pernah menampakkan dirinya pada publik saat dirinya menjadi CEO di The Golden Eagle Group ( nama perusahaannya yang ada di New York ) ia lebih senang bermain dibalik layar, dan karena kemisteriusannya ia diakui di seluruh dunia karena kehebatannya dalam membantai saingan bisnisnya, banyak tender yang ia menangkan dan banyak proyek proyek besar yang berhasil ia selesaikan dengan hasil yang menakjubkan dibawah kepemimpinannya dan yang paling penting nama nya saat bermain di underground adalah Roule itu adalah penggalan dari nama nya Eldrich Arne Kusuma Roule Bezos, jadi tak banyak yang tahu kalau itu dirinya.
Dan baru kali ini di Indonesia ada orang yang berani sekali tidak mengakuinya,
semua orang sontak langsung mengikuti kemana arah jari telunjuk Eldrich, suasana yang tadi heboh dan biasa biasa saja tiba-tiba menjadi hening atmosfir ruangan itu berubah dengan sangat signifikan,
"Konsep kerjanya mudah saja, pertama: patuh dan bekerja keras, aku tidak suka orang yang tidak taat aturan tapi suka bersantai seenaknya ketika bekerja, tidak punya prinsip dan disiplin waktu, menyia nyiakan waktu untuk hal yang tidak penting. Kedua: aku paling benci dengan orang berkhianat jadi usahakan tidak merusak kepercayaan ku karena sekali salah satu dari kalian berkhianat maka kalian akan lihat dia tidak akan lagi berdiri di bumi ini, juga tidak di neraka maupun surga, tapi orang itu akan hilang ditempat yang lebih mengerikan di banding alam baka"
Lanjut Eldrich dengan seringai di ujung bibirnya, semua orang diam, suasananya sangat sunyi melebihi malam, bahkan jika mereka ingin membenahi posisi duduk merekapun tidak berani, benar benar atmosfir nya sesak.
" Yang ketiga: Mohon kerjasamanya,,,
Aku harap kalian bisa diajak kerjasama kedepannya.
Ke empat: kerahkan kreativitas, kualitas, kuantitas, skill, yang kalian miliki mulai saat ini jangan takut untuk berkarya bahkan aku lebih senang lagi jika diantara kalian ada yang keluar dari sini dan membuat perusahaan sendiri dan bilang "saya siap menjadi pesaing anda" dengan suka cita aku akan mendukung dan bisa jadi menjadi backing yang kuat, Dan ketika kalian down ingat apa tujuan awal kalian datang ke perusahaan ini, misalnya kalian datang karena mencari uang untuk berkeluarga atau menghidupi keluarga, ingin tour keliling Eropa, atau pergi travel ke tempat-tempat yang indah, atu bisa jadi lebih besar dari itu, kami bisa saja mewujudkan impian kalian meskipun tidak semuanya setidaknya salah satu diantaranya, dengan syarat kalian harus benar-benar mempersiapkan dan bahkan menjalankan,dan melakukan semua yang perusahaan ini perlukan, jika perusahaan ini maju bukan hanya nama perusahaan ini yang akan melambung tapi kalian pula yang akan mendapat kehormatan dari kerja keras kalian sendiri, dan jika dilihat dari fasilitas dan interior dari setiap ruangan di perusahaan ini sudah 90% sangat baik hanya tinggal 10% lagi untuk melengkapi kekurangannya yaitu karyawan yang berkualitas, memiliki kuantitas, tidak berhenti untuk maju dan berinovasi, berevolusi dari nol menuju masa keemasan/ kejayaan kalian dan perusahaan ini, dan jangan lupa selalu bekerja sama dan utamakan solidaritas ...... SEKIAN TERIMAKASIH"
meskipun di awal ia menciptakan image yang menyeramkan dan terkesan garang tapi ia mampu menetralisir nya dengan kata-kata motivasi untuk karyawan nya agar lebih maju lagi, seketika itu juga riuh tepuk tangan menggema di seluruh ruangan itu ketika dia turun dari podium semuanya kagum terhadap Eldrich ia memiliki kepribadian yang sulit ditebak, terutama karyawan perempuan mereka dari tadi terus menggigit jari seolah gemas dengan pesona milik Eldrich. Ditambah lagi tadi dia mengucapkan ( sekian terimakasih ) menggunakan bahasa Indonesia meskipun ada sedikit aksen Inggris nya namun sudah cukup enak untuk di dengar, itu sebuah kejutan kecil namun sangat berkesan di hati para karyawan.
Setelah diantar keruangan miliknya, dia kini tengah duduk di kursi kebesarannya, dilihatnya sekeliling ruangan itu, sudah direnovasi dengan mengganti warna cat dinding dan mengganti semua dengan barang-barang yang baru, ia tidak mau duduk di kursi ataupun bekerja di atas meja yang pernah ditempati orang lain alias bekas orang lain, kursi yang ia duduki saat ini khusus dipesan dari Perancis, sedangkan meja kayu kokoh dengan kaca digital yang dipesan khusus dari amerika dengan sentuhan klasik bercampur tekhnologi terkini, yap kenapa dikatakan digital karena meja itu sudah seperti smartphone jika Eldrich meletakkan jempolnya pada pojok meja khusus sensor sidik jari maka meja itu akan menyala bisa disebut tablet berukuran jumbo didalam sana terdapat beberapa pengaturan semacam aplikasi untuk desain karena Eldrich tidak hanya menekuni bisnis namun juga arsitektur dan design digital, bukan hanya aplikasi desain saja tapi ada banyak aplikasi lain yang merupakan kepentingan untuk perusahaan.
Sebenarnya meja itu sama dengan meja yang dimilikinya di New York hanya saja bentuknya sedikit lebih kecil, meja itu mungkin tampak seperti meja biasa dengan kaca berwarna hitam mengkilap mirip seperti kaca smartphone.
__ADS_1
Sore hari jam 17:15
Matahari tampak mulai tenggelam perlahan namun pasti, meninggalkan semburat indah berwana orange yang lama kelamaan berubah pekat hingga terlihat berwarna merah.
" Hufff.. lelah sekali, biasanya aku bekerja lebih keras dari ini tapi kenapa yang ini beda sekali..." Ucap Eldrich menghela nafas kasar dan membanting dirinya di atas sofa.
ia melonggarkan dasinya, memejamkan mata nya sejenak, kemudian membukanya kembali.
" Hm senja ya..." Gumamnya
Entah kenapa kemudian dia teringat kata-kata Maira dalam buku diary nya
- kau tau apa yang paling indah selain matahari terbit,,,?
Yaitu senja, semburat merah di langit, dengan awan yang saling merangkul indah itu adalah mahakarya yang tidak bisa digambar manusia dan merupakan seni terindah yang dilukis oleh tuhan yang maha kuasa, dan jika kau sedang merindukan seseorang lihatlah cahaya matahari yang mulai redup itu, bayangkan wajahnya terukir disana serta senyumnya yang terpahat sempurna di atas Cahaya yang sebentar lagi sirna tergantikan malam gulita.
Kau tau kenapa perpisahan harus digambarkan sebagai senja? Karena jika kau menyukai matahari terbit yang merupakan awalan untuk membuka aktivitas setiap pagi dan di artikan sebagai sebuah pertemuan, maka kau juga harus menyukai senja nya yang mengakhiri terang menuju malam yang gulita, meskipun ada rembulan malam tetap cahaya tak seterang mentari pagi dan cahaya senja di sore hari, begitupun dengan pertemuan jika kau amat sangat menyukai pertemuan itu maka sukai lah juga perpisahan nya, bagaimana pun bentuk dan cara perpisahannya karena itu semua adalah takdir jika ada sebuah pertemuan maka akan diakhiri dengan sebuah perpisahan dan diawali lagi dengan pertemuan dan terus berlanjut.
__ siang tidak berlangsung lama begitupun malam tidak akan lama,
Pertemuan tidak akan bertahan lama dan perpisahan juga sama,
karena dia selalu merindukan pertemuan. Jadi sukai lah pertemuan meskipun caranya tidak selalu menyenangkan karena kau bisa saja menyesal ketika perpisahan datang. Dan juga sukai lah perpisahan karena dengan adanya perpisahan maka dipertemuan selanjutnya akan lebih syahdu karena dipertemukan dalam keadaan rindu yang mendalam -
Jakarta 2 januari 2020 22:59 wib
Eldrich hanya tersenyum simpul mengingatnya.
" apakah diantara kita bisa disebut dengan sebuah pertemuan?
aku berharap jawabannya adalah iya, dan aku tidak akan mengizinkan pertemuan ini berakhir, meskipun hanya buku diary mu saja itu sudah cukup.
Aku harap kita akan benar-benar bertemu Maira,,,, cepat atau lambat" ucapnya sambil terus memandang matahari yang sudah benar-benar tenggelam..
_______
*edisi revisi
__ADS_1