Husband In Life

Husband In Life
Kembali ke 2011


__ADS_3

Di sebuah ruangan vip rumah sakit, terdapat gadis remaja yang tengah mengalami koma. Dahinya di lilit perban.


Wajahnya sangat pucat. Tapi, sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.


Sinar matahari sore menembus ke arah jendela di ruangan itu.


Sehingga menyinari setengah badan gadis itu.


Beberapa menit kemudian. Jari jari yang diam kaku gadis itu tergerak. Bulu mata lentik hitam dan panjangnya bergetar.


Kelopak matanya mulai terbuka.


Tangannya yang masih kaku terangkat, untuk menutupi matanya yang silau karena sinar matahari.


Gadis di bangsal mencoba bangun untuk duduk. Mata dingin hitamnya, menatap sekeliling dengan pandangan bingung.


"Aku belum mati? Kenapa aku ada di rumah sakit?"


Rosa melihat sekeliling ruangan rumah sakit itu. Lalu, Rosa melihat tangannya yang terlihat lebih kecil.


Tidak ada luka apapun. Badannya terasa beda dan aneh. Rosa merasa, badannya tidak sekecil ini.


Meskipun lemas, Rosa tidak memiliki rasa sakit yang


menyiksa. Seperti saat berada di ruangan sempit yang


beberapa tahun ia tempati. "Kenapa ini?" Gumamnya pelan dengan suara yang masih serak.


Rosa menyentuh wajahnya sendiri. Sangat halus dan lembut. Tidak ada rasa sakit, tidak merasa ada bekas luka apa pun. Rosa yakin, ia seharusnya sudah mati. Meskipun diselamatkan, Rosa tidak akan pernah di layani semewah ini.


Mereka akan menempatkannya di tempat mengerikan. Rosa melihat sebuah kelender mini di atas nakas. Ada yang aneh? Rosa segera mengambilnya, melihatnya lebih jelas.lalu, mata Rosa membulat tidak percaya.


"2011?!"


Ada apa dengan tahun di kalender ini?! Tidak mungkin salahkan? seharusnya sekarang tahun 2021!


Rosa terdiam. Mencoba mencerna sesuatu. Tiba-tiba matanya berbinar.


"apakah aku kembali ke 10 tahun yang lalu?" Rosa bergumam bingung namun senang.


Selain kalender, perubahan seluruh badannya menjadi bukti jelas. Sekarang badan itu masih remaja dan lebih mungil. Keyakinan Rosa mungin sekitar 80%.


"Oh tuhan?! Apakah aku kembali ke masa lalu? Apakah do'aku terkabulkan?"  Rosa hampir menjerit kesenangan.


Namun, ia tahan untuk memastikan 20% nya.


Rosa mencoba menurunkan kakinya menginjak lantai. Ia mencabut infus di tangannya. Rosa mencari kaca untuk melihat wajahnya sendiri. Ia berjalan ke kamar mandi. Setelah langkahkan kakinya dengan beberapa langkah yang sulit, Rosa akhirnya mencapai pintu dan masuk.


Di sana terdapat kaca yang lumayan besar. ROsa merasa senang. Ia langsung menghampiri kaca itu.


Gadis di cermin adalah dirinya saat berumur 17 tahun, Rosa yang masih polos.


Wajahnya yang seharusnya lebam, banyak bekas luka, menjadi mulus. Rambut hitanmnya, kecantikannya, yang Rosa banggakan kembali.


Rosa benar-benar terlahir kembali. Rosa memperkirakan, dia di rumah sakit ini karena tabrakan yang di sebabkan Suchi.


Suchi sendiri yang mengemudi.namun, Risa yanng terluka parah.


Suchi menabrak seorang pria yang ia cintai, sehingga pria itu cacat dan koma.


Dan pria itulah yang sekarang menjadi tujuanku.

__ADS_1


Seharusnya, Rosa menikah dengan Satria sekitar satu minggu lagi.


Ya, nikah muda. Karena perjodohan dan kesepakatan oleh kakeknya dan kakek Satria. Dulu, Rosa di beri dua pilihan. Antara memilih lelaki cacat


untuk menanggung keselahan Suchi. Dan lelaki yang hampir sempurna, ya tentunya cinta pertama Rosa.


Tentu saja, dulu Rosa memilih yang kedua. Namun, berakhir dengan penyesalan.


Lalu saat ini, aku akan lebih memilih dan merawat pria cacat itu. Aku tidak akan pernah sudi lagi mengulangi kesalahan yang sama.


Mengingat mereka di masa lalu, Rosa tersenyum miring.


"lihat saja, aku akan membalaskan semua penderitaanku. Aku


tidak akan membiarkan kau mengambil milikku lagi." Rosa tertawa dingin.


Setelah puas berkaca,Rosa kembali ke bangsal. Merebahkan kembali badannya yang belum pulih.


Pikiran Rosa menerawang merencanakan berbagai rencana untuk pembalasan dan hidup selanjutnya.


Ceklek


Suara pintu membuyarkan lamunan Rosa. Rosa menoleh melihat tida orang keluarganya. Keluarga palsu.


Ayahnya,ibunya, dan adik perempuannya yang sangat baik. Mereka tengah memerankan perannya.


Jika di lihat, wajah khawatir mereka terlihat tulus, Rosa selalu mempercayainya di masa lalu. Padahal jika di amati lebih lama, wajah khawatir mereka adalah kepura puraan.


Rosa menutupi wajah dinginnya menjadi polos.


"ya tuhan, nak! Apakah kamu sudah tidak apa apa? Apakah masih ada yang sakit?" Tanya ibu palsunya dengan khawatir dan mata berkaca kaca.


Aku terharu "kami sangat mengkhawatirkanmu, nak. Ayah takut kamu tidak akan bangun."


"tidak apa-apa bu, ayah. Aku sudah merasa baik," jawab Rosa lembut.


Seenggaknya, aku berberap mengikuti akting mereka.


Ibu palsu Rosa berpura pura melotot dengan mata sangat khawatir, melihat infus yang sudah terlepas dari tangan Rosa.Aku ngerasa merinding melihat matanya seakan keluar.


"Rosa! Kenapa infusnya di lepas!?" Pekik wanita itu dengan cemas. Ugh, telingaku sakit. Rosa menunduk takut, matanya berkaca kaca,


"maaf,bu. Aku tidak tahu bagaimana membawanya ke toilet."


Wanita itu menghelan nafas, "baiklah. Tidak apa apa. Nanti, ibu panggilkan suster, untuk memasangkannya lagi."


Rosa mengangguk pelan.


"kakak, hiks. Maafkan aku, hiks. Seharusnya aku yang


berada di posisimu. Aku sangat sedih melihatmu terluka," Isak gadis yang sedari tadi diam menatap Rosa dengan bersalah.


Rosa mengalihkan atensinya kepada gadis itu. Rosa mencibir melihatnya menangis seakan tersakiti.


"Ya, kalau lukaku lebih parah, dengan senang hati aku akan bersedia menerimamu di posisiku." batin Rosa mengoceh


"udahlah, Suchi. Kamu ga salah kok" Rosa mengusap bahunya dengan lembut sambil menahan rasa jijik. Percakapan yang Rosa ucapkan kepada mereka saat ini adalah ucapannya di masa lalu yang tidak Rosa ubah.


Rosa hanya akan mengikuti alurnya dulu, melihat mereka dulu, baru Rosa hancurkan pada akhirnya.


Suchi mengangkat kepalanya dan mengangguk mendengar ucapan Rosa. Matanya memerah, tangisannya menyedihkan.

__ADS_1


Jika Rosa yang dulu, mungkin Rosa akan ikut bersedih. Menghiburnya, menenangkannya. Tapi, saat ini, ingin muntah dan sangat jijik melihat wajah polosnya.


Rosa tidak kalah memasang wajah yang lebih polos. Ia akan menipu mereka. Ia juga akan berpura pura lema, Penurut. Seperti dulu.


"kalau begitu, kamu beristirahat kembali. Kami akan


menjengukmu kembali nanti malam. Lalu ,ibu akan


..membawakanmu makanan," tuturnya lembut.


Rosa menahan untuk tidak memutar bola matanya. Jadi ia hanya mengangguk.


"kakak, cepet sembuh,ya....," ucap Suchi lembut


Tapi, Rosa sudah tahu isi hatinya. Suchi mengutuknya untuk lebih menderita.


Rosa tersenyum semanis gula. Mungkin jika di pertahankan lebih lama, semut akan berdatangan mengerumininya.


Kedua orang tua palsu di depan Rosa mengusap pelan rambut Rosa bergantian dengan penuh kasih sayang.


Lalu, ketiga orang itu pergi keluar. Rosa merasa ruangan terasa segar kembali, setelah kepergian mereka.


Kedua orang tadi yang Rosa anggap ayah dan ibunya saat dulu, merupakan paman dan bibinya.


Rosa dan Suchi memang mirip, seperti saudari kembar.


Walaupun begitu, wajah Rosa lebih cantik dan menarik dari pada wajah Suchi.


Mereka mirip karena paman Rosa-Taryo dan ayah Rosa-Jaenal, lalu bibi Rosa-Sumirah dan ibu Rosa-Sumarni adalah saudara/I kembar.


Sumirah merupakan adik kembar Sumarni yang dulunya sangat mencintai Jaenal- ayah Rosa. Sama halnya dengan Taryo dia mencintai Sumarni-ibu Rosa. Cinta mereka rumit dan sangat terbelit belit.


Kedua orang tua Suchi tidak bisa menggapai cintanya di masa lalu. Apa lagi, mereka putus asa saat ibu dan ayah Rosa menikah.


Taryo dan Sumirah menanamkan kebencian di hati mereka kepada kakak kembar mereka sendiri. Apalagi kekayaan Jeremyandra terwarisi Oleh Jaenal.


Lama, tida lama. Taryo dan sumirah bersatu dan menikah.


Entah kenapa mereka bisa menikah di keadaan patah hati, pasti mereka mempunyai rencana yang sama untuk menghancurkan keluarga kembarannya- keluarga asli Rosa.


Hanya saja, mereka selalu gagal. Karena cinta antara ayah dan ibu Rosa sangat dalam. Apalagi perlindungan mereka sangat kuat.


Itulah kisah cinta mereka. Kenapa Rosa tahu? Tentu saja di kehidupan masa lalu, semuanya terbongkar. Hampir tidak ada yang tidak Rosa ketahui tentang masa lalu kedua orang tuanya, paman bibinya dan rencana jahat mereka.


Sebelumnya, Sumirah dan Sumarni hampir bersamaan ketika mengandung. Sumarni yang mengandung Rosa dan Sumirah yang mengandung Suchi.


Ibu dan ayah Rosa sangat baik kepada adik mereka. Namun, mereka sebaliknya. Sangat munafik. Dapat di katakan dalam istilah 'air susu di balas air comberan'.


Mereka selalu memakai topeng ramas di balik wajah aslinya. Sehingga, di mana saat Rosa dan Suchi sudah lahir, beberapa bulan kemudian, ayah dam ibu Rosa Kecelakaan mobil. Saat itu Rosa masih bayi. Namun, hanya Rosa yang selamat. Jaenal meninggal di tempat. Sedangkan Sumarni di rawat darurat.


Hanya tentang sebab kematian mereka, Rosa belum tahu lebih dalam. Walaupun dengan kedeok kecelakaan, semua cerita yang Rosa dengar tentang kecelakaan itu, seakan ada sesuatu di baliknya Sangat janggal.


Sumarni berpesan, agar identitas Rosa menjadi kembaran Suchi. Karena dari bayi dan wajah keduanya mirip. Selain itu, Sumirah dan Sumarni dengan sengaja menamai 'Rosa-Suchi' seakan kembaran.


Setelah mengucapkan pesan terakhirnya, ibu Rosa itu


meninggal. Sumirah dan Taryo tertawa bahagia di atas kematian kedua orang tua Rosa.


Rosa sangat mempercayai ketiga keluarganya di masa lalu. Karena saat dulu, Sumirah tidak pernah membedakan dia dan Suchi. Mereka sangat baik.


Lalu, Rosa menyadari, kebaikan mereka palsu. Mereka hanya ingin warisan yang ia miliki. Karena, Rosa adalah pewaris Perusahaan Jeremyadnra yang sebenarnya.

__ADS_1


Rosa mengetahui semua itu, saat Rosa sudah mulai di siksa di kehidupan sebelumnya. Sekarang, Rosa tidak bodoh lagi.


Kehidupan keduanya di mulai, untuk memulai cerita dan kehidupan baru. Lalu, Rosa akan membalaskan dendamnya, membuat mereka lebih menderita daripada penderitaannya di kehidupan sebelumnya.


__ADS_2