Husband In Life

Husband In Life
Fakta mengejutkan


__ADS_3

Rosa tidak tahu bahwa pernikahan sepupunya bukanlah kebahagiaan, namun itu adalah penyesalan.


Meskipun dia tahu Juba, Rosa tidak tidak akan peduli, itu bukan urusannya. Yang menjadi urusannya sekarang adalah lelaki yang berbaring di hadapannya.


Dia menjadi terbiasa merawatnya, termasuk memandikannya. Walaupun awalnya dia yang malu sendiri, Rosa akan menutup mata dengan wajah memerah.


Tidak ada yang membantunya, karena tanggung jawab benar-benar sudah di serahkan kepada dia sepenuhnya.


Tiga hari ini, dia juga tidur di ranjang yang sama. Namun memakai pembatas, bukan apa apa, Tapi Rosa takut ketika ia tidur ia akan melakukan gerakan tidak sadar dalam tidurnya, karena memang saat tidur dia tidak bisa diam.


Rosa tidak mengalami mimpi buruk lagi dari malam pertama kali tidur di rumah ini, apa lagi dia merasa nyaman tidur sepanjang dengan Ibrahim, Rosa merasa aman dan lega.


Tiba-tiba sebuah pikiran terlintas, Rosa melirik kalungnya yang masih tergantung di leher. Lalu, beralih pada kedua tangannya, Rosa mengenalkannya da... Berhasil.


Matanya berbinar berhasil.


Ia dengan cepat meraih gelas kosong, Lalu air yang mengalir itu di arahkan pada gelas kosong hingga penuh.


Setelah selesai, Rosa meminumnya sedikit, Rasanya seperti pertama kali. Manis dan segar.


Dengan senyum masih mengembang, Rosa melirik Ibrahim semangat "Apa kamu mau mencobanya? ini sangat segar!" Tanyanya antusias


Rosa memberikan minum kepada Ibrahim, tentu saja lewat selang yang terdapat di dalam tubuh pria itu. Dia harus memberinya sedikit sedikit.


Selama proses memberi minum, Rosa mengamati lekuk wajahnya sedikit mendekat.


Alis seperti pedang, tebal dan hitam, mata tertutup rapat, bulu mata tidak lentik ke atas, namun lurus ke bawah tapi panjang

__ADS_1


Rosa tidak tahu setajam apa jika kelopak matanya terbuka. Hidung mancung, bibir tipis pucat, Fitur wajahnya sangat indah, membuat siapa pun tidak bisa berpaling.


Selama proses memberi minum, Rosa mengamati lekuk wajahnya sedikit demi mendekat.


alis seperti pedang, tebal dan hitam, mata tertutup rapat, bulu mata tidak lentik ke atas namun lurus ke bawah tapi panjang.


Rossa tidak tahu setajam apa jika kelopak matanya terbuka hidung mancung, bibir tipis pucat titik fitur wajahnya sangat indah membuat siapapun tidak bisa berpaling.


Rossa tersadar ia tersipu sendiri dan menjauh.


gelasnya sudah kosong Rosa memberinya minum semuanya efeknya sangat cepat wajah pucatnya lebih baik dan segar.


Rossa tersenyum cerah "aku akan memberimu air ini setiap hari agar badanmu tetap segar".


"kapan kau bangun?" ekspresi Rosa menjadi melankolis. lalu tersenyum pahit " tapi tidak apa jika kamu tidak bangun pun, aku tetap akan merawatmu, semoga saja aku tidak berubah pikiran jika itu terjadi. "


Rossa mengamati cover buku yang ternyata tentang bisnis. walaupun tidak mengerti Rosa mencoba membacanya, tapi sebelum itu dia melirik Ibrahim terlebih dahulu.


"ah maaf aku lupa meminta izinmu" katanya seraya terkekeh.


Rossa mendekat dan duduk di samping ranjang "harus boleh ya? karena aku sudah mengambilnya"


Rossa membuka halaman pertama buku itu lalu tersenyum cerah.? aku akan membacakannya untukmu! ".


Rossa mulai membaca dengan volume yang hanya terdengar dua orang. dia membaca seperti menceritakan kisah dongeng sebelum tidur kepada anak kecil.


******

__ADS_1


pernikahan suci sampai ke telinga keluarga Grimshtoon sehingga membuat semua wajah orang di keluarga itu suram.


begitu pula dengan Charles, dia memandang dingin pada surat resmi pernikahan di tangannya.


keluarga luxury sengaja memperlihatkannya agar keluarga Grimshtoon tidak menuntut atau menukar dosa dan suci kembali.


"kakek, bolehkah aku mengatakan sesuatu?"


suara lembut Rossa menyadarkan semua orang yang tengah berekspresi gelap sambil menatap kertas di tangan Charles. mereka menoleh pada gadis di belakang yang berdiri seraya menatap kertas itu.


"kakek?" beo Ryan lalu menatap tajam Rossa.


"kenapa?" tanya Rosa polos.


"siapa yang mengizinkanmu memanggil itu?" cetusnya dingin.


"kakek yang mengizinkannya, Rian diam jangan membuat masalah "tegas Charles tanpa mengalihkan pandangannya.


Ryan diam sambil menatap Rossa dingin Charles mendongak ke arah Rossa "apa yang ingin kamu katakan?"


"Satria suami suci yang sekarang merupakan anak tidak sah keluarga ferguso dan kakaknya Chandra merupakan pewaris yang seharusnya. dia selalu ingin merebutnya, jadi kakek bisa membantu menetapkan bara sebagai pewaris agar semua usaha Satria sia-sia. "


" dari mana kau tahu? "Charles mengerti kenapa Rossa mengatakan ini jadi dia hanya penasaran dari mana Rosa mengetahuinya.


Rossa tersenyum santai "aku sudah dijodohkan dengannya dari kecil jadi aku mengetahui semua tentangnya".


bohong dia mengetahui di kehidupan sebelumnya suara author bergema.

__ADS_1


semua orang di sana tidak mengerti kenapa Rossa membicarakan fakta mengejutkan ini titik namun Charles tersenyum penuh arti "baiklah, kamu ternyata tahu bagaimana mengalahkan musuh lewat belakang."


__ADS_2