
Rosa memasuki kamarnya, ia sungguh sangat rindu. Baik warnanya, kasurnya, pernak pernik atau hiasan yang Rosa buat sendiri. Semuanya ia Rindukan.
Mata Rosa berkaca kaca tanpa sadar. Dulu, selama hampir tida tahun, hampir setiap hari Rosa tidur di lantai dengan keadaan sakit, dingin, dan lapar.
Rosa sangat menderita. ia selalu membayangkan bagaimana hangat dan nyamannya tidur di kasur.
Rosa dengan langkah pelan berjalan ke tempat tidurnya. Lalu, ia merebahkan diri dengan terlentang seraya melihat langit langit kamar yang bernuansa biru.
sSudah empat hari sejak Rosa mengatakan setuju untuk menikah dengan dia. Ia juga baru saja pulang dari rumah sakit. Luka Rosa Sudah sedikit mengering. Dan tubuhnya sudah lumayan pulih.
Besok adalah hari pernikahannya yang akan di laksanakan di kediaman Grimsthoon. Ketika Rosa setuju, Sumirah dan Taryo langsung mengabari keluarga Grimsthoon. Mereka langsung menyatakan segera menikah dan di laksanakan secepatnya.
Pria itu sudah pulang kembali ke rumahnya. Tinggal di rumah sakit pun percuma. Sudah banyak jenis dokter untuk mengobatinya. Tapi, mereka menyatakan hal sama - tidak bisa menyembuhkannya. Dia tidak bangun. Tapi, jika dia bangun pun, kedua kakinya tidak bisa berjalan. Mereka hanya menunggu keajaiban.
Keluarga Grimsthoon juga sudah pasrah. Mereka hanya ingin Rosa menikahi secepatnya untuk bertanggung jawab menanggung kesalahan Suchi.
Mereka tidak tahu bahwa Rosa sebagai mempelai wanita- bukan pelakunya. Rosa juga akan berganti identitas dengan Suchi. Itulah permohonan Suchi, Sumirah, dan juga Taryo.
Keluarga Grimsthoon pasti akan lebih membenci keluarga Luxury jika saja suatu hari mereka tahu keluarga Luxury menipu mereka dan tahu identitas asli Rosa.
Rosa tidak takut. Ia tidak bersalah di sini. Ia hanya akan membawa nama keluarga Luxury menjadi perisai. Mereka benar benar bertukar posisi. Rosa akan membuarkan dua kekasih di masa lalu itu menikah. Ia akan membiarkan mereka bahagia terlebih dahulu.
Rosa tidak terburu buru untuk membalas perbuatan mereka di masa lalu.
Harinya masih panjang.
Suchi akan menikah tiga hari setelah pernikahannya. Suchi pun memakai identitas Rosa di depan keluarha Saputra.
Rosa ingin tertawa saja bila membayangkan jika Satria tahu yang ia nikahi bukan dirinya. Dulu, Satria menerima perjodohan itu bukan Rosa yang mendapatkan warisan. Tapi , Saham yang Rosa dapatkan di Perusahaan Jamesandra Tidaklah kecil. Wajar saja, Rosa putri Jamal-Ayahnya.
Suchi juga mendapatkan beberapa persen saham dari ibunya sebagai imbalan Sumarni yang merawat Rosa tapi mereka tidak puas. Sumarni dan Taryo rela memperlakukan dan memprioritaskan Rosa lebih baik dari Suchi.
Mereka hanya ingin hartanya. Begitu pula Suaminya Satria. Saat Rosa memergoki mereka berselingkuh, dari sana mereka merobek topeng wajahnya. Mereka mulai menyiksa Rosa. Itu juga karena mereka tidak tahan dengannya. Bertahun tahun, Satria memakai segala cara agar Rosa bisa mendatangani warisan itu, membagi sebagian yang Rosa miliki. Tapi, Rosa bersyukur pada dirinya sendiri. Di saat seperti itu ia tidak dengan bodohnya memberikan harta peninggalaan kakek dan orang tuanya di masa lalu.
Selama penyiksaan itu, kebencian Rosa semakin besar. Selama itu juga, ia mengetahui berbagai fakta menyakitkan yang sekarang Rosa ketahui. Tida tahun mereka mengurung menyiksa, mengancamnya agar Rosa memberikan harta itu. Karena Rosa adalah kunci dari semua harta itu.
Sebenarnya Rosa sangat trauma dan kelelahan dengan mental semua itu. Apalagi penyiksaannya yang sangat menyakitkan selalu membuatnya terbayang bayang. Selama di rumah sakit, Rosa selalu bermimpi buruk. Ia juga sedikit takut bertemu dengan Satria karena pria itu sangat mengerikan.
Sekarang, Rosa tidak akan menyesali pilihannya, Rosa lebih baik hidup dengan pria cacat itu. Setidaknya, dia tidak akan menyakitinya walaupung menanggung kebencian keluarganya. Itu tidak masalah.
Rosa akan mengubah alur. Ia tidak akan pernah membiarkan alur yang sama dengan kehidupan pertamaku. Ibrahim Grimshtoon. Nama lelaki yang merupakan calon suami Rosa. SOsok tampan berumur 22 tahun, Tubuh tegap, penampilan selalu rapi dan apik. Ia merupakan tuan muda Grimsthoon yang menjadi favorit semua gadis hampir di seluruh kota. Karena tentu saja sudah sangat terkenal.
__ADS_1
Tapi, Kecelakaan itu membuatnya jatuh sejatuh jatuhnya. Orang yang selalu memujinya, berpaling Sanjung menjadi ejekan.
kebanggaan Keluarga Grimsthoon tidak ada lagi. Rosa menyaksikannya di kehidupan pertamanya. Seandainya Rosa mempunyai kekuatan dan adanya keajaiban, Rosa ingin membuatnya bangun, bangkit kembali.
Rosa akan merawatnya seumur hidup. Lamunan Rosa buyar ketika mengingat sesuatu yang ia lupakan. Rosa segera beranjak menghampiri lemari bajunya. Ia mencari sesuatu. Setelah di temukan, Terlihatlah sebuah kotak berukuran sedang yang sangat berharga baginya.
Rosa duduk di sisi tempat tidur seraya memeluk kotak berwarna hitam itu, ia menangis. Kotak itu adalah peninggalan ibunya yang sangat berharga. Dulu, Sumirah memang memberikannya kepadanya tanpa tahu isinya. Tapi, setelah mereka tahu, bibinya itu membujuk Suchi untuk mengambilnya kembali.
Suchi menangis tersedu-sedu hanya karena ingin barang yang sama dengan yang Rosa punya. Karena memang barang itu tidak ada di toko manapun. Saat itu, Rosa dengan bodohnya memberikan barang itu begitu saja hanya karena belas kasihan. Dengan sia sia, benda itu di hilangkan oleh Suchi.
ROsa mencengkram kotak itu erat ketika mengingatnya. Lalu ia mengambil sebuah kunci kecil yang berada di laci. Dengan gerakan pelan Rosa membuka gembok yang telah mengunci di tangannya.
setelah terbuka, terlihatlah sebuah kalung giok berwarna biru laut dengan ukiran bulat lonjong. Tali kalung itu berwarna hitam. Rosa mengusapnya lembut. IA Mengamatinya. Jika dilihat lebih dekat isi di dalam batu giok itu seakan akan terdapat air yang sangat jernih di dalamnya.
Rosa melihatnya takjub. Apakah ini nyata?
Rosa terus mengagumi kalung itu. Ia memakainya sendiri di leher. setelah itu, Rosa menghampiri cermin dannn.
Sangat Cocok
Rosa merasa sangat senang. Dulu, ia tidak sempat memakainya. ia hanya sekilas dan disimpan kembali. Tidak lama, kalung itu berada di tangan orang serakah itu dan menghilang. Rosa merebahkan dirinya kembali di kasur seraya menggenggam erat kalung yang ada di lehernya. Kesedihan Rosa hilang di gantikan dengan kegembiraan.
Dengan senyuman Di wajah cantiknya. ROsa tertidur tanpa melepas genggaman kedua tangannya di kalung yang berada di lehernya.
*********
Di ruangan lain, seorang gadis yang masih dengan nyenyaknya tertidur merasakan suasana dan rasa sejuk yang menyegarkan baginya. Terdengar suara air mengalir. Angin sepoi Sepoi menerbangkan anak rambut dan menerpa wajahnya. Udara di sekitarnya sangat harus dan sangat membetahkan bagi siapa saja yang menciumnya.
Dia Rosa. Dengan mata terpejam, Rosa merasa heran. Bukankah aku sedang di kamar? mengapa aku merasa berada di tempat terbuka dan bukan di dalam rumahnya?
Tempat tidurnya tidak empuk, malah terasa menggelitik. Rosa benar benar binggung. Dengan Perasaan, dia membuka mata. Bukanlah langit langit kamarnya. Namun yang terlihat adalah langit sungguhan berwarna biru. Rosa langsung terbangun dengan kaget. Yang ia tiduri bukanlah kasur, namun rumput yang hijau dan bersih.
Lalu, Tidak jauh dari sampingnya, Rosa melihat air terjun kecil di danau, terlihat banyak air di bawahnya. Airnya yang jernih dan biru. sehingga bebatuan di bagian dasar bahkan sangat dasar itu terlihat dengan jelas oleh mata.
Rosa melihat ke arah lain. Hanya ada beberapa pohon. Bukanlah danau yang tumbuh di pohon itu, Namun bunga berwarna warni indah memenuhi setiap batang pohonnya.
Selain itu, Tidak ada apa apa lagi. Sejauh mata memandang, hanya jenis pohon tersebut dan rerumputan segar yang terlihat. Rosa merasa ketakutan dan kebingungan mengapa aku berada di dsini? Apakah aku sedang di Syurga? Tapi..... Bukankah aku sudah terlahir kembali?.
Bagaimana dengan balas dendamku? Aku belum membalas perbuatan mereka terhadapku. Rosa menggeleng gelengkan kepala. Biarlah, aku tidak peduli. Walaupun selamanya aku tinggal di sini, dengan senang hati aku menerimanya.
Rosa berdiri. Ketakutannya menjadi ke kaguman. Ia menghampiri air terjernih yang belum pernah ia lihat selama di dunia. Rosa berjongkok dan menyentuhnya. DIngin,Namun nyaman dan menenangkan.
__ADS_1
Rosa merasa haus melihat air di hadapannya. Apakah ini tidak apa apak kalau aku minum? Rosa meyakinkan diri sendiri dan meminumnya menggunakan tangan. Setelah Menenggak, matanya berbinar-binar. Airnya Manis!.
Itu bukanlah manis gula atau pun madu. Namun, ini adalah manis alami yang membuat Rosa kecanduan untuk meminumnya terus menerus. Rosa meminum sebanyak Tida kali. Walaupun ingin lebih, ia tidak boleh serakah, ia belum tahu tempat ini, jadi tidak boleh sembarangan.
Rosa tidah tahu, apakah karena air ini? Badannya terasa sangat segar. Sisa rasa sakit di kepalanya menghilang. Rosa menyentuh kalung di lehernya, Namun tidak ada. ia meraba raba dan benar benar mencari di seluruh badannya namun hasilnya tetap nihil.
Dengan panik ia mencarinya di tempat ia tertidur. Tiba tiba pandangan Rosa menjadi gelap. Ia lalu mabruk tak sadarkan diri, Rosa perlahan kembali menghilang di tempat itu.
**************
Saat Rosa membuka matanya kembali, ia sudah berada di dalam kamarnya, Rosa tertunduk dengan ekspresi linglung.
"Apakah tadi mimpi?" Gumam Rosa yang sedari tadi bergumam karena merasa tadi bukan lah mimpi.
Tapi..... Manis dan kesegaran air itu masih tersisa di mulutku!
Rosa menyentuh benda di lehernya
"Kalung Ini?"
Pikiran Rosa sangat rumit. Ia melepas kalungnya. Lalu ia melihat kembali lekat lekat kalung di tangannya. ROsa Sseperti melihat air di danau itu.
Apakah tadi bukan mimpi? atau memang nyata? Kalau begitu... Kalung ini pasti terdapat ruang di dalamnya " Gumamnya sambil terus memandangi kalung tersebut.
Rosa yakin dengan tebakannya. Memang tidak ada yang mustahil. Keajaiban selalu terjadi.Rosa berguling guling di kasur dengan gembira karena mendapatkan keajaiban yang nyata.
Aku Bisa ke tempat itu lagi kan?" Ucapnya yang masih terpaku pada kalung tersebut.
Rosa tersenyum cerah membayangkannya. Hari sudah terlihat gelap. ROsa berjalan ke kamar mandi. Walaupun masih segar, ia masih ingin mandi.
Rosa melihat dirinya sendiri di cermin. Bukan lagi wanita kurus mengerikan. Tapi, gadis cantik dengan hitam lurus sepunggung. Mata Aprikot bulat berair. Bulu mata panjang. Hidung lurus kecil mancung. Bibir mungil merah muda. Dagu Sedikit lancip. Pipi tirus berisi dengan kulit mulus tanpa jerawat. Bahkan pori pori tidak terlihat sama sekali.
mengingat orang yang menghancurkan wajah di masa lalu, Rosa mengepalkan tinjunya dengan erat, matanya mendingin. Rosa merasakan air mengalir di tangannya, ia mengangkat tangannya lalu tercengang.
Air yang sama persis dengan yang ada di ruangan kalung itu mengalir begitu saja muncul di telapak tangan rosa. Ia mengepal kembali ROsa melihatnya takjub, ternyata air lebih banyak mengalir.
Karena sangat di sayangkan banyak air yang terbuang. Rosa melonggarkan kepalannya, Perlahan lahan aliran air itu mengecil mengikuti kepalan tangan rosa yang sudah melonggar hingga air itu pun berhenti mengalir.
Rosa hampir melompat lompat karena kegirangan yang tidak cocok dengan usia aslinya, Tidak ada yang tidak takjub, senang, melihat keajaiban di dunia ini seperti kisah kisah dalam Film Avengers yang pernah ia lihat dahulu.
Rosa tertawa bahagia. ia merasa sangat beruntung kembali di usianya itu, di mana kalung yang ia pakai belum berada di tangan orang yang salah. tapi Rosa masih merasa bingung, kenapa kalung itu terlihat ajaib? Apakah ibunya dulu Wonder Women? Atau ibunya Cat Women? Ah sudahlah Tidak ada yang tau kecuali Author.
__ADS_1
Rosa tidak mau berfikir terlalu banyak. Yang pasti, Ibunya sangat menyayangi dan memberikan barang berharga itu kepadanya.
dengan suasana hati yang baik, Rosa mulai mandi sambil bersenandung, Tinggal belasan jam lagi ia akan di jadikan istri oleh pria cacat yang tidak akan bangun dan tidak akan menyakiti dirinya.. Dan tak lupa Rosa selalu menyelipkan kata Balas dendam setiap Kegiatan yang dia lakukan....