Husband In Life

Husband In Life
Sekarang Pilihan Benar


__ADS_3

"Ibu! Ayah!! AKu tidak mau menikahinya! Aku masih sekolah! Aku tidak akan pernah mau merawatnya!" Jeritan dan tangisan yang bergema di telinga Rosa, Membuatnya sangat terganggu.


"Mereka pasti akan menyiksaku,Bu! Mereka hanya Dendam!! Aku sangat Mencintainya! Tapi dia sudah cacat!Aku tidak mau!!"


Rosa merasa sangat muak mendengar suara menyedihkan yang tak jauh dari bangsalnya. Dengan kesal, Rosa membuka mata.


Terlihat langit-langit ruangan bernuansa putih. Lalu, Rosa mengalihkan pandangan kepada tida orang yang tengah berderama.


Mungkin, tangisan Suchi benar-benar tidak berpura-pura karena dia memang sangat takut untuk menikahi pria itu. Tapi Sumarni sengaja memperdebatkan tentang pernikahan di ruangan itu agar Suchi menangis dan menarik simpatinya, lalu berakhir Rosa yang menikah pria cacat itu menggantikan Suchi.


Di masa lalu, Rosa memang tidak menerimanya membuat wajah asli mereka hampir terekspos. Namun,saat itu, Rosa masih polos, dan berfikir bahwa mereka sedang dalam Mood buruk. Jadi, Rosa hanya diam sampai mereka memasang wajah Keduanya kembali.


"ITu salahmu karena menabraknya! Kalau kamu tidak mengikutinya, kejadian ini tidak akan pernah terjadi, SUchii!!!"


Teriakan marah SUmirah seakan merusak gendang telinga Rosa. ia mencoba menutupnya dengan bantal.


Saat Suchi menabrak Pria itu, memang tidak sengaja. Suchi sangat mencintainya. Bisa di katakan Obsesi. Sampai sampai membuntutinya kemana pun. dan pada hari itu, Suchi mengajak Rosa.


Tabrakan terjadi, karena saat itu Suchi kehilangan jejak. Dia membawa mobil dengan kecepatan tinggu, Dan saat target yang dia ikuti terlihat lagi. Suchi tidak bisa mengendalikan rem mobilnya. Kebetulan pria itu keluar dari mobilnya. Sbelum pria itu breaksi, mobil yang Suchi dan Rosa tumpangi langsung menabraknya.


Rosa yang terbentur keras. Rosa sendiri juga tidak bisa membayangkan bagaimana parahnya orang yang di tabrak alias pria itu. Setelah itu, Rosa langsung tak sadarkan diri dan tidak tahu apa apa lagi.


Yang Rosa tahu adalah keluarga Grimsthoon hampir mempenjarakan Suchi, karena kecelakaan itu membuat orang yang paling mereka banggakan pemimpin keluarga mereka mengalami cacat.


Yang paling membuat Rosa kesal karena Suchi tidak mengalami luka parah. DIa hanya tergores di beberapa bagian tubuhnya.


Taryo dan Sumirah tidak terima keluarga Grimsthoon memenjarakan putri mereka. Mereka akan menerima kompensasi selain itu.


Keluarga Grimsthoon sama sekali tidak butuh uang. Karena mereka merupakan keluarga tersukses dan terkaya di kota itu. Dengan itu, Keluarga Grimsthoon berkompromi dengan kompensasi Suchi harus merawat lelaki itu seumur hidupnya. Yaitu dengan pernikahan. Tentu saja membuat Sumirah dan Taryo Shock.


Lelaki itu mengalami cacat pada kedua kakinya. DIa juga di nyatakan mengalami 'PVS'.


Pvs atau Persistent Vegetative State adalah kelainan kesadaran di mana pasien dengan kerusakan otak serius berada dalam kondisi sadar perisal. Namun, tidak menunjukan presepsi dan reaksi kognitif terhadap rangsangan yang ada di sekitarnya.


Rosa mengingatnya di masa lalu, pria itu tidak pernah bangun dari tidur panjangnya. Tapi, Rosa lebih baikmemilih menikah dengannya. Walaupun menanggung kebencian keluarga Grimsthoon, mereka tidak akan menyiksanya. Pria itu juga tidak akan menyakitinya. Dia tidak bangun, bagaimana bisa ia menyakiti Rosa?.

__ADS_1


Saat itu, Rosa tidak jadi menikahinya, Entah bagaimana caranya Sumirah dan Taryo bisa lolos. Namun, Keluarga Grimsthoon menjadi sangat membenci keluarga Rosa ini.


Marga keluarga palsunya adalah Luxury, Dan Keluarga asli Rosa adalah Jeremyandra.


Kenapa berbeda? tentu saja ada alasan tertentu. Nama Panjang Rosa adalah Rossalina Andara. Namun di masa lalu, Jaenal hanya memberikan nama Rosallina. Mereka tidak menyebutkan nama belakangnya. Jadi saat itu Rosa hanya mengira dia termasuk ke dalam marga Luxury.


Padahal bukan begitu. Taryo dan Sumirah tidak bisa mengganti Marga asli Rosa dan tidak bisa menempatkan marganya di namanya. Jadi, mereka hanya menyingkatnya.


Rosa menduga, Taryo dan Sumirah mengetahui kondisi pria itu saat mereka menuju ruang bangsalnya. Keluarga mereka yang bermarga Grimsthoon memberitahukan Suchi untuk segera menikah dengan pria itu.


Rosa dan dia berada di rumah sakit yang sama. Sumirah sengaja meledakkan amarahnya di ruangan Rosa. dan sekarang, perdebatan mereka masih berlanjut. Kesabaran Rosa hilang. Tapi, Rosa harus menahannya.


"Ada apa ini?" pertanyaan Rosa dengan nada khas orang bangun tidur, membuat mereka berhenti berdebat.


mereka bertiga saling melihat ekspresi wajah mereka satu persatu. Wajah Suchi yang masih bercucuran air mata. Wajah Sumirah yang marah. Dan wajah Taryo yang suram.


Saat melihat Rosa, ekspresi Sumirah memulih. "Apakah kami mengganggu tidurmu?"


Tentu saja!


Rosa memasang wajah cemas saat bertanya seraya menatap Suchi yang tengah berlutut.


Sebelum Sumirah menjawab, Suchi beranjak menghampiri Rosa. Ia menaikai brankar yang Rosa tempati dan memeluknya sambil menangis keras.


"Ka-Kak... hiks, tolong... aku hiks. aku tidak mau menikahinya. Hiks, Aku takut...."


Rosa mengusap punggungnya yang ingin sekali ia tusuk. Rosa ikut menangis persis sama seperti kejadian di masa lalu.


"si-Siapa? Hiks, kamu kenapa harus menikah dengannya? Hiks, apakah kamu akan meninggalkanku?"


"Pria yang aku Tabrak, Kak.. hiks. aku memang mencintainya. Tapi, aku tidak mau menikahinya. hiks. A-apakah kakak mau membantuku?" Suchi melepaskan pelukannya sambil menatap Rosa dengan penuh Harapan.


"Suchi! apa yang kamu bicarakan?! Kamu tidak bisa mengorbankan kakakmu atas kesalahanmu! Kakakmu akan menikahi Satria seminggu lagi!" Teriak Sumirah marah. sengaja,agar Rosa lebih mengerti arah pembicaraan Suchi.


Rosa menghapus air matanya dengan lembut "Apakah kamu ingin aku yang menikahinya?" Tanya Rosa to the point. Tapi, wajahnya masih terlihat polos.

__ADS_1


Mata Suchi langsung berbinar. Tapi ucapan Sumirah meredupkannya kembali. "Tidak! Kenapa kamu mengatakan itu Rosa?"


Rosa memandang Sumirah Polos "Karena aku kasihan dengan Suchi, Bu."


"Hiks, Tolong aku kakak. aku akan memberikan apapun, asal kaumenggantikanku untuk menikah dengannya, hiks. Aku , aku juga akan menggantikanmu menikahi Satria. Wajah kita mirip. Mereka tidak akan mengetahuinya. Tolong.Kak,hikss...."


sialan! ini memang maumu kan?


"..walaupun aku tahu kamu sangat menyukai Satria, tapi aku tidak akan menyukainya...."


"Bohong!" batin Rosa berdecak Kesal.


"....saat aku sudah menikah dengan Satria, kamu masih bisa bertemu dengannya, tapi kamu harus menggantikanku kak...Tolong...."


"Tanpa menangis menjijikkan seperti itu pun, aku akan menikahinya daripada sama si Satria pria bajingan itu!" Gumam Rosa kembali.


"Suchi!! APA-APAAN KAMU!!" Raung Taryo ikut memarahi. Suchi memeluk Rosa lagi. Dia memang benar benar takut terlihat sangat takut dengan Taryo.


Tapi, Teriakan Taryo seharusnya sengaja membuat Rosa bertambah simpati kepada Suchi.


Rosa melepaskan pelukannya. Lalu memegang bahunya seraya menatap Rosa cemas dan sedih "apakah kamu tidak akan menyesal jika aku menikahi dia yang kamu cintai?"


Suchi menggeleng keras "Tidak.KaK! Aku tidak akan menyesal! Tidak akan pernah! Aku juga tidak akan mencintai Satria setelah aku menikah dengannya!"


Kalau begitu aku akan membuatmu sangat menyesal! Rosa tersenyum dingin di belakang punggung Suchi saat dia memeluknya lagi.


Rosa melepaskan pelukannya. Lalu memiringkan kepalanya seraya menyeringai. "Benarkah?"


Suchi tersentak kaget melihat seringaiannya. Sebelum dia melihat lebih jelas, Rosa langsung mengubahnya dengan cemberut.


Suchi menggelengkan kepala dengan kaku seakan tengah menghapus ilusi seringaian Rosa. Lalu dia tersenyum lembut "Tentu saja"


Rosa menunduk. Air matanya jatuh. Setelah menghapusnya dengan Punggung tangannya, Rosa mengangkat kepala menatap mereka satu persatu dengan lemah. Namun senyuman tak terlihat di sudut bibirnya mempunyai makna tersembunyi.


"Baiklah,Suchi, Ibu,Ayah, aku bersedia menikah dengannya."

__ADS_1


******************


__ADS_2