Ibu Pelakor Terkejam

Ibu Pelakor Terkejam
Bab 15


__ADS_3

Setibanya di kamar, Murni langsung mengirim pesan kepada calon menantunya itu. Ia meminta Hakim untuk menemuinya besok di kios bakso.


Sedangkan Sukma, langsung beristirahat karena ia sangat lelah sekali untuk hari ini.


***


Di dalam tidurnya, Sukma bermimpi jika Hakim tengah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan seorang wanita yang tidak nampak wajahnya.


Di mimpi itu dilihatkan jika Sukma tengah berada di sebuah rumah yang sama sekali ia tidak tau itu rumah siapa. Sukma yang kebingungan terus berjalan menyusuri ruangan yang ada di rumah itu. Didalam mimpi itu Sukma seolah tengah mencari sesuatu, namun ia tidak tau apa yang tengah ia cari pada saat itu. Hingga tiba beberapa saat kemudian, Sukma pun tiba di depan sebuah pintu kamar yang di dalamnya terdengar suara sepasang kekasih tengah melakukan suatu aktifitas yang intim. Karena penasaran, Sukma pun mencoba untuk membuka pintu kamar yang ternyata tidak di kunci. Betapa terkejutnya Sukma saat melihat calon suaminya tengah bermain ranjang dengan seorang wanita. Sukma yang shock langsung masuk dan memanggil nama calon suaminya itu. Namun, seolah-olah Hakim dan wanita itu sama sekali tidak bisa melihat maupun mendengar suara Sukma. Di saat Sukma telah hampir sampai dan ingin melihat siapa wanita itu, tiba-tiba saja ia terbangun dengan keringat yang sudah sangat banyak.


"Huh, Huh.. Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu? Kenapa rasanya begitu nyata sekali? Bahkan mataku pun juga basah seolah-olah aku benar-benar sedang menangis. Tak hanya itu, hatiku juga rasanya sakit sekali. Pertanda apa ini?" gumam Sukma dengan nafas yang terengah-engah.


Sukma memutuskan untuk mencuci mukanya di kamar mandi. Namun, sebelumnya Sukma tak lupa mengecek jam di ponsel pintar miliknya.


Beberapa saat kemudian pun Sukma merasa jika ia haus. Dirinya pun kemudian berjalan keluar kamar untuk mengambil segelas air putih. Namun, saat melewati kamar sang ibu, Sukma tertegun. Ia merasa mendengar sebuah suara yang terdengar cukup intim. Suara kenikmatan sepasang manusia yang tengah memadu kasih.


"Siapa di dalam? Dengan siapa ibu melakukannya? Apa ayah sudah pulang?" tanya gumam Sukma keheranan.


Karen merasa risih, Sukma pun beranjak meninggalkan tempat ia berdiri saat ini. Ia pun melanjutkan niatnya untuk mengambil segelas air dan kembali ke kamarnya.


"Kok aku nggak tau ya jika ayah sudah pulang?" gumam Sukma heran.


Beberapa saat kemudian, gadis cantik yang akan melepas masa lajangnya itu pun akhirnya kembali tertidur, sedangkan di kamar lainnya, Hakim masih bertarung dengan calon ibu mertuanya.


Cukup lama mereka bermain, Hakim pun akhirnya melakukan pelepasannya untuk yang ke sekian kali di kepunyaan calon mertuanya itu. Hingga sebelum subuh, Hakim pun meninggalkan rumah tersebut. Di saat Hakim hendak pergi, ia tak sadar jika ada seorang warga yang akan ke masjid melihat dirinya keluar dari rumah Sukma.


"Hhhhh, dasar si Sukma. Tampangnya aja yang polos, tau nya malah bawa laki-laki lain masuk ke rumah," gumam warga tersebut lalu melanjutkan jalannya.

__ADS_1


Pagi pun menyingsing. Sukma yang masih tertidur lelap terbangun oleh bunyi alarm dari ponselnya.


Sukma pun menggeliat dan mulai meregangkan badannya. Selanjutnya Sukma langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sedangkan Murni, wanita paruh baya itu masih tertidur lelap di atas ranjangnya. Ia baru bisa tidur setelah azan subuh berkumandang. Tepatnya setelah ia selesai melakukan hubungan terlarang dengan calon menantunya.


"Ibu mana ya? Apa belum bangun kali ya?" gumam Sukma yang telah siap untuk berangkat kerja.


"Bu... Ibu.. Ibu masih di dalam?," panggil Sukma mengetuk pintu kamar ibunya itu.


"Ada apa sih Sukma? Ibu ngantung banget ini," jawab Murni dari dalam kamarnya.


Sukma pun langsung teringat dengan kejadian semalam. Dimana Sukma menganggap jika sang ibu tengah melepas rindu dengan suaminya.


"Nggak ini, aku mau pamit kerja dulu bu. Bilangin sama ayah juga ya bu. Aku berangkat dulu," balas Sukma hendak melangkahkan kakinya.


"Ayah mu belum pulang Sukma. Jangan ngawur deh kamu. Udah sana berangkat kerja, ibu mau lanjut tidur dulu," ucap Murni membuat darah Sukma berdesir. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saat ibunya mengatakan jika ayahnya masih berada di luar kota.


Hari ini Sukma ke kantor dengan menggunakan taksi online. Kemaren Hakim memberi tahukannya jika ia tidak bisa menjemput dan mengantarkan Sukma ke kantor.


Hakim beralasan jika ia harus mengantar kedua orang tuanya ke terminal.


Sepanjang perjalanan, Sukma masih saja terpikirkan ucapan sang ibu yang mengatakan jika ayahnya masih berada di luar kantor. Sukma yang masih bingung pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang ayah tercinta.


Setelah memastikan sang ayah masih berada di luar kota, Sukma menjadi marah terhadap wanita ang telah melahirkannya itu.


'Bisa-bisanya ibu membawa laki-laki lain ke rumah kita di saat ayah tenfahberjuang mencari nafkah buat kita bu,' batin Sukma merasa kecewa.

__ADS_1


.


.


"Sukma," panggil Riky yang kebetulan juga baru saja tiba.


"Pak Riky," balas Sukma yang hendak melanjutkan kembali langkah kakinya.


"Hmmmm, Sukma tunggu," panggil Riky memegang lengan wanita cantik itu.


"Ada apa pak? Tolong lepaskan saya. Tidak enak jika di lihat orang lain," ucap Sukma setengah berbisik.


"Sukma, saya nggak akan melepaskan kamus sebelum kamu memaafkan saya," ucap Riky dengan posisi masih memegangi lengan Sukma.


"Maafkan apa sih pak? Emang bapak punya salah apa sama saya?" tanya Sukma pura-pura tidak tau.


"Sukma jangan seperti orang bodoh seperti ini. Saya mohon maafkan saya Sukma," ujar Riky lagi. Ia tak peduli jika menjadi pusat perhatian bagi karyawan lainnya.


"Ok, baiklah. Saya maafkan bapak. Bapak puas? KAlau begitu tolong lepaskan saya," ucap Sukma menarik paksa lengannya dari tangan Riky.


"Sukma tunggu. Kamu mau kemana?" teriak Riky lagi.


Hanya dalam hitungan jam, berita tentang kedekatan Sukma dan juga Riky sudah menjadi topik hangat di karyawan lainnya. Banyak dari mereka yang mendukung hubungan Sukma dengan Riky. Namun tak sedikit juga dari mereka yang iri dengan kedekatan mereka..


Disaat Riky baru saja selesai meeting, ponselnya pun tiba-tiba saja berdering.


Karena yang menelponnya adalah sang mama, Jerry pun bergegas untuk menjawab panggilan tersebut.

__ADS_1


"Halo ma.. Ada apa?" tanya Riky yang belum tau apa maksud dari sang mama menghubunginya.


"Riky kamu dimana? Papa memintamu untuk pulang sekarang," jawab sang mama semakin menambah rasa penasaran laki-laki tampan itu.


__ADS_2