Ibu Pelakor Terkejam

Ibu Pelakor Terkejam
Bab 6


__ADS_3

"Apa ayah sudah coba hubungi saudara ibu yang di sana?" tanya Sukma lagi.


Ia tampak masih ragu. Sukma takut jika ibunya kali ini berbohong.


***


"Belum, memang untuk apa nak? Kan tadi ibumu sudah bilang jika dia akan ke rumah saudaranya yang di sana," jawab Bagus tanpa tau maksud dari Sukma yang sebenarnya.


"Ya bukan gitu yah maksud aku yah. Cuma lebih baik dipastikan saja apa ibu sudah sampai apa belum," ucap Sukma lagi.


'Ya tuhan, bagaimana caranya aku mengatakannya kepada ayah?' batin Sukma bingung.


"Ya sudah, begini saja, ayah tau kamu itu pasti mengkhawatirkan ibumu. Bagaimana kalau kamu saja yang menghubungi tante mu dan menanyakan keberadaan ibumu," usul sang ayah yang sebenarnya juga malas untuk berbicara dengan saudara sang istri.


"Hhhhhh.. Baiklah yah, biar aku yang menghubungi tante Sinta," ucap Sukma lalu masuk ke kamarnya untuk mengambil ponsel miliknya.


Tak lama kemudian, panggilan pun terhubung, dan tanpa basa basi, Sukma langsung menanyakan keberadaan sang ibu.


"Kenapa kamu malah menanyakan ibumu sama Tante? Bukannya ibumu sudah bilang jika dia tidak akan berhubungan lagi dengan kakaknya ini," jawab Sinta sinis.


Karena itulah sebenarnya ayah Sukma tidak mau untuk menelpon kakak iparnya itu.


Begitu juga dengan Sukma. Sebenarnya ia juga malas untuk menghubungi tantenya itu, tapi ia terpaksa karena ingin memastikan jika sang ibu benar-benar mengunjungi sang kakak ke kampung halamannya.


"Bukan begitu tan, semalam ibu bilang jika ia akan ke Bogor untuk menemui tante. Ibu bilang jika tante akan menjual salah satu tanah nenek yang di sana," jelas Sukma mencoba untung tetap tenang dan menjaga kesopanannya.


"Hahaha, jangan gila Suk. Tanah apa yang akan di jual? Bukankah semua tanah peninggalan nenekmu sudah di jual oleh ibumu itu? Bahkan, sedikit saja ibumu itu tidak membagi hasil penjualan tanah itu kepada tante," ucap Sinta membuat Sukma terkejut.


'Kalau ibu tidak ke Bogor, lalu ibu pergi kemana? Apa jangan-jangan ibu pergi sama......' batin Sukma mulai tidak tenang.


"Tapi tan, jika ibu tidak ke Bogor, lalu ibu kemana?" tanya Sukma mulai cemas.

__ADS_1


"Ya mana tante tau. Mungkin saja ibumu itu pergi sama selingkuhannya kali. Kan ibumu juga sudah biasa pergi-pergi seperti ini," jawab Sinta membuat Sukma tambah terkejut.


"A.. A.. Apa maksud tante menuduh ibuki seperti itu?" tanya Sukma penasaran.


"Sudah, tante mau istirahat, lebih baik kamu tanyakan saja sama ayahmu," jawab Sinta lalu menutup teleponnya.


"Tan tunggu tan.. Halo.. Tante," ucap Sukma masih berharap jika panggilannya masih terhubung.


"Apa maksud dari perkataan tante Sinta baru saja? Aku harus menanyakannya langsung sama ayah," gumam Sukma lalu segera berlari meninggalkan kamarnya.


Sementara itu, di sebuah penginapan, sepasang kekasih beda usia baru saja selesai mengisi perut mereka dengan makana yang baru saja mereka pesan melalui online.


"Sayang, gimana? Kamu senang nggak bisa berduaan denganku seperti ini lagi. Kalau di ingat-ingat, sudah lama ya kita tidak menghabiskan waktu seperti ini," ucap Hakim lalu menyuap makanannya.


"Ya jelaslah aku senang sekali. Sudah lama kita tidak seperti ini," balas Murni lalu menyuap makanannya.


"Kamu tenang saja, setelah aku dan Sukma menikah nanti, kita akan memiliki banyak waktu untuk bersama," sambung Hakim.


Lima belas menit kemudian, baik Hakim ataupun Murni telah selesai mengisi perutnya.


Disaat mereka akan memulai aktifitas selanjutnya, tiba-tiba saja ponsel milik Hakim berdering.


"Siapa sayang?" tanya Murni melihat ke arah ponsel Hakim.


"Sukma," jawab Hakim setelah melihat layar ponselnya.


"Ada apa lagi sih anak itu menghubungimu malam-malam begini?" umpat Murni kesal.


"Entahlah. Kamu diam dulu ya, aku akan mengangkat panggilannya dulu," jawab Hakim menekan tombol hijau di layar ponselnya.


"Ha.. Halo sayang ada apa? Kenapa kamu meneleponku malam-malam begini?" tanya Hakim berusaha untuk tetap tenang.

__ADS_1


"Kamu dimana mas? Apa tadi waktu kamu bertemu dengan ibu, ibu mengatakan jika dia akan pergi kemana?" tanya Sukma seketika membuat Murni yang mendengar pertanyaan Sukma menjadi cemas.


Murni takut jika Sukma ternyata telah tau jika ia tidak berada di Bogor.


"Ti.. Ti.. Tidak. Memang ibu pergi kemana? Apa ibu belum pulang?" tanya Hakim seolah-olah tidak tau.


"Belum. Ibu bilang sama aku dan ayah jika ia pergi ke Bogor, tapi, tanteku yang di Bogor mengatakan jika ibu tidak berada di sana," jawab Sukma benar-benar membuat Murni panik mendengarnya.


"A.. A.. Aku benar-benar tidak tau ibu pergi kemana. Hmmmm, apa kamu sudah menghubungi ibu?" tanya Hakim mulai panik. Ia sendiri juga takut jika Sukma tau jika ia saat ini tengah besama dengan calon mertuanya itu.


"Sudah, tapi ponselnya tidak aktif. Hmmmmm mas, kamu.. Kamu benar-benar di Bandung kan? Kamu nggak bohong kan sama aku?" tanya wanita cantik itu lagi.


"I..I..Iya, aku benar-benar di Bandung. Kamu nggak percaya sama aku?" jawab Hakim gelagapan.


"Nggak, bukan gitu. Aku percaya. Ya sudah, kalau gitu aku tutup dulu ya panggilannya. Selamat istirahat sayang," ucap Sukma lalu mematikan panggilannya begitu saja.


"Bagaimana ini Kim? Sukma sudah tau jika aku sebenarnya tidak ke Bogor," tanya Murni terlihat cemas sekali.


"Aku sendiri juga bingung Mur. Jalan satu-satunya adalah kamu terpaksa pulang malam ini juga. Aku tidak mau jika Sukma mencurigai mu dan akhirnya dia menyelidiki semuanya. Kamu kan tau sendiri Sukma itu seperti apa orangnya. Dia pasti akan mencari tau tentang semua ini hingga ia mendapatkan jawaban atas rasa curiganya itu," jelas Hakim membuat Murni kesal.


Ia sangat kesal sekali kepada Sukma. Entah kenapa anak itu harus menghubungi kakaknya yang di Bogor. Begitu batinnya.


Akhirnya, karena terpaksa, Murni pun harus rela meninggalkan Hakim pada malam itu. Niatnya untuk memadu kasih pun harus sirna seketika karena ulah anaknya sendiri.


Sepanjang perjalanan, Murni tampak kesal sekali.


Sementara itu, Sukma yang masih penasaran dengan apa yang di katakan tantenya tadi pun memutuskan untuk menanyakannya langsung kepada sang ayah.


"Jadi apa yang ingin kamu tanyakan sama ayah nak?" tanya Bagus yang tengah duduk di depan tv sembari menikmati segelas kopi hitam.


"Gini yah, tadi aku baru saja menghubungi tante Sinta, dia bilang ibu tidak ada di sana. Selain itu, tante Sinta juga bilang jika ibu sudah biasa tidak pulang seperti ini. Ayah, katakan padaku, apa yang di katakan tante Sinta itu benar? Apa ibu pernah berselingkuh sebelumnya?" tanya Sukma membuat Bagus kembali teringat kejadian beberapa tahun yang lalu, tepatnya satu tahun sebelum Sukma lahir ke dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2