
"Baguslah kalau begitu. Aku juga sudah mengajukan cuti ku beberapa hari yang lalu. Dan hari ini adalah hari terakhirku bekerja. Selanjutnya aku akan mulai bekerja seminggu setelah menikah. Aku sudah sangat tidak sabar sekali untuk menjadi suami mu. Menikahi mu adalah impian terbesar dalam hidupku," jawab Hakim membuat Sukma benar-benar berada di atas awan.
Hakim memang pandai sekali dalam menaklukkan hati Sukma. Ia benar-benar mampu membuat Sukma takut akan kehilangannya.
***
Hari pun berlalu dengan cepat. Pagi ini Sukma dan Hakim akan pergi ke gedung pernikahan mereka untuk melakukan pemeriksaan sebelum menikah.
Sukma terlihat sangat bahagia sekali. Ia dan Hakim memiliki banyak waktu untuk bersama.
Setiap Hakim berkunjung ke rumah Sukma, pasti ada-ada saja seorang warga yang datang untuk menanyakan sesuatu. Entah itu mencari keberadaan Bagus, atau hal-hal yang tidak penting lainnya.
Karena sibuk akan menikah, Hakim pun tidak memiliki waktu untuk mengunjungi mertuanya. Lagi pula, saat ini calon ayah mertuanya sudah berada di rumah. Kios bakso milik Murni pun sudah mulai tutup untu sementara.
Akhirnya hari yang di tunggu pun sudah tiba. Hari dimana Sukma dan Hakim akan melangsungkan pernikahan mereka. Saat ini, Sukma pun tengah di rias oleh MUA untuk acara pernikahannya. Acara yang sangat penting dalam hidupnya.
Setelah lima jam di rias, Sukma pun sudah siap menuju gedung pernikahan. Dengan cantik dan anggun, Sukma pun turun dari mobil rombongan pengantin dan memasuki gedung pernikahan yang di dalamnya sudah ada Hakim dan keluarga bayarannya tengah menunggu kedatangan Sukma dan keluarganya.
Mata Hakim terbelalak saat melihat Sukma dengan cantik dan anggunnya berjalan menghampirinya. Nampak di sisi kiri dan kanan Sukma kedua orang tuanya mengantarkannya menuju tempat ijab kabul.
Wajah Bagus, sang ayah sangat-sangat bahagia sekali. Berbeda dengan wajah Murni yang datar. Jelas sekali jika ia tidak senang dengan di adakan nya pesta pernikahan ini.
Hakim yang menyadari itu nampak memberi kode kepada calon mertuanya itu untuk tersenyum. Dan meskipun terpaksa, Murni pun akhirnya menyunggingkan senyumannya.
"Sukma, kamu cantik sekali," bisik Hakim membuat wajah pipi Sukma merah merona.
__ADS_1
"Makasih mas. Kamu juga sangat tampan sekali," jawab Sukma membalas pujian suaminya itu.
"Bagaimana? Apa acara ijab kabulnya sudah bisa kita mulai?" tanya penghulu yang bertugas untuk menikahkan keduanya.
"Sudah pak," jawab Hakim dan Sukma bersamaan.
Akhirnya, dengan membaca doa terlebih dahulu, Hakim pun berjabat tangan dengan Bagus, ayahnya Sukma. Sempat salah beberapa kali karena gugup, akhirnya Hakim pun berhasil mengucapkan ijab dan kabul dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu tersebut yang langsung di jawab sah oleh para tamu undangan yang hadir di sana.
"Alhamdulillah.. Kalau begitu mari kita sama-sama berdoa untuk pasangan suami istri ini. Semoga saja mereka di berikan keturunan yang saleh dan saleha. Di berikan keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah," ucap penghulu tersebut yang di amin kan oleh semua tamu undangan.
Setelah acara ijab kabul mereka selesai, kini giliran resepsi pernikahan mereka. Para tamu undangan pun bergantian untuk mengucapkan selamat kepada kedua pengantin yang sedang berbahagia itu. Nampak semua tamu undangan pun hadir, tak terkecuali dengan Riky yang saat itu datang bersama dengan Celine, calon istrinya.
"Pak Hakim.. Selamat ya atas pernikahan anda dengan Sukma. Saya doakan semoga kalian cepat mendapatkan momongan dan kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," ucap Riky menjabat tangan Hakim.
"Sama-samma.. Sukma, selamat ya atas pernikahan mu dengan Hakim. Doa yang sama saya berikan untukmu," ucap Riky menjabat tangan Sukma.
"Makasih pak. Makasih banyak sudah mau datang di acara pernikahan saya," jawab Sukma yang tau betul tak ada rasa bahagia sedikitpun yang terpancar dari wajah atasannya itu.
"Sama-sama. Oh ya Sukma, ini saya juga mau berikan kamu undangan pernikahan saya dengan Celine. Dan tak lupa ini Celine, calon istri saya," ucap Riky memperkenalkan Celine kepada Hakim dan juga Sukma.
"Wah, rupa-rupanya ada yang nggak mau kalah juga nih. Selamat ya pak. Saya doakan acarnya berjalan lancar sampai hari H," ucap Hakim menjabat tangan Riky kembali.
"Amin terima kasih. Ya sudah, kalau begitu kami permisi dulu," balas Riky lalu menggandeng tangan Celine yang terlihat sangat bahagia itu meninggalkan pelaminan.
__ADS_1
'Jadi pak Riky juga akan menikah? Tapi kenapa selama ini ia masih saja mengejar-ngejar ku?' batin Sukma heran.
Dari kejauhan, Riky yang tengah menikmati hidangan makan pun terus memperhatikan Sukma yang terlihat sangat cantik dari kejauhan. Hatinya begitu perih sekali saat melihat betapa bahagianya Sukma bersanding dengan laki-laki pilihannya itu.
"Sayang.. Kamu kenapa? Kenapa selalu memperhatikan pengantinnya?" tanya Celine yang mulai risih.
"Ah, siapa yang memperhatikan pengantinnya. Aku hanya memperhatikan pelaminannya saja. Sepertinya jika digunakan untuk pernikahan kita itu akan sangat bagus. Aku mau kamu mencari tau siapa wedding organizer nya dan kita akan gunakan jasanya," ucap Riky membuat Celine sangat senang sekali mendengarkannya. Ia tak menyangka jika Riky akan tertarik dalam mengurus pernikahannya.
"Benarkah? Baiklah, kalau begitu kita akan menggunakan jasa wedding ini. Aku akan mencari tahu nya nanti. Aku sangat senang sekali jika kamu memiliki kepedulian untuk acara pernikahan kita," ucap Celine sangat-sangat bahagia sekali.
Ia tidak tau saja jika Riky mengatakan hal seperti ini agar ia tidak curiga saja jika dirinya sedari tadi memperhatikan Sukma yang terlihat sangat cantik sekali.
Pesta pernikahan Sukma dan Hakim pun selesai di gelar dengan lancar dan tanpa kendala. Kini para tamu undangan pun sudah pulang. Termasuk Riky dan Celine.
"Hakim, Sukma ini ada hadiah dari ayah dan juga ibumu," ucap Bagus sesaat mereka akan pulang ke rumah.
"Hadiah? Hadiah apa ini yah?" tanya Sukma sembari mengambil sebuah amplop putih dari tangan sang ayah.
"Buka saja," jawab Murni dengan wajah datarnya.
Sukma pun membuka amplop tersebut dan sesaat kemudian, ia pun termangu sembari menutup mulutnya.
"Ini buat aku?" tanya Sukma dengan mata yang mulai basah.
"Iya, itu untuk kamu sayang. Sekali lagi selamat ya. Sebentar lagi akan ada mobil yang menjemputmu. Ayah dan ibu pamit pulang dulu," ucap Bagus nampak sangat bahagia sekali.
__ADS_1
"Ayah, ibu makasih," jawab Sukma memeluk kedua orang tuanya bergantian.
Dan benar saja, setelah orang tua Sukma dan orang tua Hakim pulang, sebuah mobil pengantin pun datang dan langsung membawa mereka ke sebuah tempat yang telah diimpikan oleh Sukma sedari dulu.