
Semalaman Sukma tak bisa di buat tidur oleh ulah suaminya itu. ******* kenikmatan itu masih terngiang-ngiang di telinganya.
Sedangkan Hakim masih tertidur dengan nyenyak nya dengan di temani oleh wanita yang ia sewa semalam.
***
Keesokan paginya, Sukma langsung menghubungi Hakim. Namun meskipun telah mencobanya berkali-kali, namun tak satupun panggilannya di angkat oleh calon suaminya itu. Bahkan pesannya pun juga tidak di baca dan di balas sama sekali.
"Ya ampun mas? Dimana kamu sebenarnya? Apa yang telah kamu lakukan semalaman dengan perempuan itu?" gumam Sukma dengan mata yang masih bengkak karena tidak tidur dan juga menangis semalaman.
Karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Hakim, Sukma pun akhirnya memutuskan untuk mandi dan berangkat ke kantornya.
Ada jadwal meeting yang harus ia hadiri pagi ini. Maka dari itu, mau tak mau, Sukma harus berangkat ke kantornya hari ini.
"Loh Suk? Mata mu kenapa merah dan juga gitu? Kamu habis menangis kah nak?" tanya Bagus yang saat ini tengah duduk di meja makan.
"Ah nggak kok yah. Siapa yang nangis? Semalam itu aku begadang nonton drakor sedih," alasan Sukma yang pastinya tidak benar.
"Sukma, kamu itu kan harus bekerja, kenapa harus nonton film-film seperti itu sih?" giliran Murni menegur anaknya.
"Ya mau gimana lagi bu, habis filmnya seru banget, dan teman-teman aku sudah menontonnya semua. Kan nggak enak jika aku hanya diam di saat mereka membicarakan tentang drama itu," jawab Sukma melanjutkan sandiwaranya.
"Terserah mu sajalah Suk. Kamu memang selalu punya banyak alasan untuk menjawab semua ocehan kami," balas Murni melanjutkan makannya.
Tak ada yang tau jika sebenarnya gadis cantik itu menangis karena mendengar suara kenikmatan calon suaminya dengan wanita lain.
"Ya sudah bu, yah, aku berangkat kerja dulu ya," pamit Sukma menyudahi makannya.
"Loh, kenapa buru-buru sekali? Itu habiskan dulu makanan mu Sukma," protes Murni namun tak dituruti oleh anaknya itu.
"Udah kenyang bu. Aku pamit ya," balas Sukma menyalami tangan kedua orang tuanya itu.
Sembari dalam perjalanan ke kantor, Sukma terus berusaha untuk menghubungi Hakim. Namun ternyata hasilnya sama saja, Hakim sama sekali tidak menjawab panggilannya dan juga tidak membalas pesannya.
__ADS_1
Sedangkan beberapa saat kemudian, di penginapan, Hakim baru saja bagun dari tidurnya.
MAsih dengan keadaan yang bertelanjang, Hakim pun langsung membuka ponselnya dan mendapati banyak sekali pesan dan juga panggilan dari calon istrinya. Tak hanya Sukma, ternyata calon ibu mertua yang juga merupakan selingkuhannya juga menelpon dan mengiriminya pesan singkat.
Dengan menarik nafas terlebih dahulu, Hakim pun mulai membaca isi pesan tersebut satu persatu.
"Apa maksudnya ini? Kenapa Sukma menghubungiku pagi-pagi sekali? Apa terjadi sesuatu padanya?" tebak Hakim lalu kembali memutuskan untuk menghubungi Sukma lagi.
Langkah Sukma yang saat ini baru saja turun dari mobil onlinenya itu pun seketika terhenti saat mendengar bunyi ponselnya.
"Mas Hakim? Darimana saja kamu mas? Kenapa kamu baru menghubungiku?" gumam Sukma lalu mengangkat panggilan dari calon suaminya itu.
"Halo sayang selamat pagi," sapa Hakim menyapa wanita cantik itu.
"Pagi mas," jawab Sukma tingkat.
"Sayang kamu menelfon ku dan mengirimi ku pesan pagi-pagi sekali ada apa? Apa ada sesuatu yang penting?" tanya Hakim yang belum menyadari jika semalam ia lupa memutus panggilannya dengan Sukma.
"Tidak, aku hanya kangen sama kamu. Kamu dimana mas? Apa kamu akan pulang ke Jakarta hari ini?" tanya Sukma memilih untuk tidak membahas masalah semalam dengan Hakim melalui panggilan telefon.
"Tapi mas, kenapa tidak kamu selesaikan saja pembicaraannya hari ini? Aku benar-benar sangat merindukanmu," balas Sukma lagi.
"Hmmmm, aku akan coba ya sayang. Akan aku usahakan pulang secepatnya," ucap Hakim yang sepertinya harus kembali mengatur waktu dengan calon mertuanya.
"Baiklah. Ya sudah, kalau begitu, Kamu hati-hati di sana," jawab Sukma lalu mematikan panggilannya.
"Hhhhhhhh, apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Sukma terlihat tidak tenang.
Ia harus segera menyelesaikan masalah ini secepatnya dengan Hakim secepatnya.
Tak lama kemudian, Sukma pun tiba di kantor tempat ia bekerja. Baru saja ia akan masuk ke dalam kantor, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Sukma pun memutuskan untuk berhenti dan mengangkat panggilannya.
"Halo pak, selamat pagi?" ucap Sukma menjawab panggilannya.
__ADS_1
"Halo Sukma selamat pagi. Sekarang kamu lihat ke arah kiri, disitu ada mobil warna hitam. Masuklah ke dalam, saya menunggumu di mobil itu," perintah Ricky yang membuat Sukma bingung.
"Tapi kenapa pak? Kenapa saya harus masuk ke mobil itu?" tanya Sukma penasaran.
"Sudah, masuk saja. Nanti kamu akan tau," jawab Ricky lagi.
Akhirnya, Sukma pun melangkahkan kakinya menuju mobil yang di katakan oleh atasannya itu.
Setibanya di sana, dengan ragu-ragu Sukma membuka pintu bagian penumpang bagian depan.
"Sukma," sapa Ricky yang sudah duduk di bangku kemudi.
"Pak, ada apa ini? Kenapa bapak tidak mengenakan pakaian kantor?" tanya Sukma semakin penasaran.
"Saya hari ini tidak masuk kantor, maka dari itu saya tidak mengenakan pakaian kantor," jawab Ricky tersenyum.
"Lalu? Apa hubungannya dengan saya pak? Apa bapak membutuhkan sesuatu?" tanya Sukma lagi.
"Yaps, kamu benar sekali. Saya memang membutuhkan sesuatu. Saya membutuhkan kamu untuk menemani hari saya ini. Maka dari itu, saya memanggilmu kesini," ucap Ricky sembari memasang sabuk pengamannya.
"Maaf pak, saya nggak bisa. Saya ada meeting pagi ini," ucap Sukma menolak untuk pergi dengan atasannya itu.
"Kamu tenang saja Sukma. Kamu tau sendiri kan, jika perusahaan ini adalah milik orang tua ku. Meskipun aku bukan CEO, tapi aku bisa melakukan apapun di kantor itu, termasuk membawamu pergi bersama denganku di jam kerja. Jadi nggak ada alasan lagi untuk tidak mau ikut dengan ku," ucap Ricky menaik turunkan alisnya.
"Hhhhhh, baiklah, saya akan menemani bapak," balas Sukma menyerah.
"Bagus. Kalau begitu, pasang sabuk pengaman mu, kita akan jalan-jalan keliling kota hari ini,"
"Baiklah pak," balas Sukma lagi.
"Eh tunggu, Sukma, sepertinya ada yang berbeda dengan wajahmu. Kamu, mata mu kenapa sembab dan merah gitu Sukma? Kamu habis menangis?" tanya Ricky baru sadar.
"Sukma tak memberikan jawaban apa-apa. Ia hanya diam sembari langsung menundukkan pandangannya.
__ADS_1
"Sukma jawab, apa kamu habis menangis semalaman?" tanya Ricky lagi.