
"Halo ma.. Ada apa?" tanya Riky yang belum tau apa maksud dari sang mama menghubunginya.
"Riky kamu dimana? Papa memintamu untuk pulang sekarang," jawab sang mama semakin menambah rasa penasaran laki-laki tampan itu.
***
"Ada apa? Aku sibuk sekali hari ini," jawab Riky ketus. Laki-laki tampan itu sangat malas jika harus berurusan dengan papanya.
"Mama nggak mau tau ya Riky. Dari pada ribut, mending kamu ikutin saja kata mama ini. Segera pulang dan temui papa mu," balas wanita paruh baya itu lagi.
Akhirnya, dengan keberatan Riky pun kembali meninggalkan kantor dan kembali pulang ke rumahnya.
Sepanjang perjalanan, ia selalu memikirkan Sukma. Wanita yang sebentar lagi akan menikah itu benar-benar telah memuatnya kehilangan fokus dalam segala hal. Sepertinya Riky sangat-sangat keberatan seal dengan pernikahan yang akan dilangsungkan oleh Sukma.
Satu jam kemudian, Riky pun kembali tiba di rumahnya dan langsung masuk ke ruangan kerja sang papa dengan wajah malas dan dinginnya.
"Mama memberi tahuku jika papa memintaku untuk pulang. Ada apa?" tanya Riky tanpa basa-basi.
"Ya, papa memang menyuruh mu untuk pulang karena ada hal yang ingin papa sampaikan sama kamu," jawab Wijaya, papanya Jerry.(Anggap aja nama papanya Riky Wijaya ya. Aku lupa soalnya)😅
"Bicara apa? Kenapa tidak melalui telpon, kenapa nggak nanti, atau besok saja?" tanya Riky balik.
"Tidak bisa. Riky kita to the point saja. Papa mau bilang sama kamu jika pernikahan mu dengan Celine akan di langsungkan dua minggu lagi. Jadi papa minta kamu untuk tidak lagi mengejar-ngejar Sukma. Kamu tau sendiri kan jika Sukma akan menikah," ucap Wijaya membuat Riky terkejut.
"Apa? Me.. Menikahi Celine? Nggak, aku nggak mau menikah dengannya," jawab Riky menolak mentah-mentah permintaan papanya itu.
__ADS_1
"Kamu nggak bisa lagi menolaknya Rik. Lagi pula apa kurangnya Celine sih? Dia itu sudah cantik, baik, dan juga pintar. Jika di bandingkan dengan Sukma, Celine lebih unggul dari segala-galanya," ucap laki-laki paruh baya itu lagi.
"Aku tau itu pa. Bahkan aku sangat tau. Tapi ada satu yang Sukma miliki tapi tidak dimiliki wanita lain termasuk Celine. Jadi jangan pernah paksa aku untuk menikahi Celine, karena aku tidak akan pernah mau," tegas Riky lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ruang kerja papanya itu.
"Ya sudah, kalau begitu mulai detik ini semua fasilitas mu, mulai dari mobil, pakaian, ponsel dan lain-lainnya," ucap Wijaya dengan dingin.
Mendengar ancaman dari Wijaya pun, Riky pun mengehentikan langkah kakinya dengan tangan yang terkepal.
"Baik! Aku akan menikahi Celine," ucap Riky menatap Wijaya dengan tatapan mematikan.
Mau tak mau, Riky terpaksa harus menuruti kemauan sang papa untuk menikahi Celine. Bukan karena ia takut jatuh miskin, tetapi karena ia tak mau jauh dari Sukma.
Dengan ia menolak untuk menikahi Celine, itu berarti ia tidak akan bekerja lagi di perusahaan milik papanya. Dan itu juga berarti ia akan lebih sulit untuk bertemu dan berkomunikasi dengan Sukma.
"Bagus.. Kamu memang anak yang pintar," puji Wijaya dengan senyuman yang mengambang.
Baru saja Riky sampai di kamarnya, ia pun langsung mendapatkan panggilan telfon dari Celine. Riky sudah tau persis apa maksud dan tujuan Celine menghubunginya saat ini.
"Halo, ada apa?" tanya Riky mengangkat panggilan dengan terpaksa.
"Halo sayang, papa kamu baru saja memberi tahukan kepada papa ku jika kamu mau menikahiku. Kamu tau, aku sangat-sangat senang sekali. Akhirnya dua minggu lagi kita akan menjadi suami istri," ucap Celine dengan senangnya.
"Kamu menelfon ku hanya mengatakan hal tidak penting seperti ini?" tanya Riky membalik.
"Ya.. Ya.. Ya sebenarnya nggak itu aja sih. Aku mau ngajak kamu buat fitting baju pengantin hari ini. Bagaimana? Kamu bisa kan?" ajak wanita cantik itu dengan sangat-sangat semangat sekali.
__ADS_1
"Aku nggak bisa. Kamu pergi saja sendiri," tolak Riky mentah-mentah.
"Yah, kok nggak bisa sih? Kita itu akan menikah sebentar lagi lo sayang. Bagaimana kamu bisa sesantai ini?" protes Celine kesal.
"Aku bilang nggak bisa ya nggak bisa. Kamu ngerti kan kalo aku sibuk? Kalo kamu mau ya,pergi saja sendiri," ucap Riky lagi.
"Ya sudah, kalau kamu nggak mau, aku akan bilang sama papa kamu. Biar kamu di marahin sekalian," balas Celine membuat Riky kesal dan mengepalkan tangannya.
"Hhhhhhhh, ok. Satu jam lagi aku tiba di rumah mu," ucap Riky yang akhirnya mengalah.
"Yes, ya sudah, kalo gitu aku tunggu ya sayang. I love you," balas Celine lalu mematikan panggilannya.
"Arrrrgggghhhhhhh," amuk Riky menghempaskan ponsel yang baru saja ia gunakan ke dinding.
"Riky.. Kamu kenapa? Kenapa kamu membanting ponsel milikmu?" tanya Talita, wanita yang telah melahirkan Riky. (Author lupa nama ibunya Riky siapa. Maaf ya jika namanya ke ganti.) 😅
"Ma, mama kenapa nggak bilang kalo papa mau jodohin aku dengan Celine?" tanya Riky tak menggubris pertanyaan sang mama.
"Loh? Bukannya perjodohan kamu dan Celine memang sudah lama di rencanakan. Mama sama papa sudah bilang berkali-kali kan sama kamu?" tanya Talita balik.
"Tapi berkali-kali juga aku sudah menolaknya. Kenapa kalian para orang tua terus memaksakan keinginan kalian masing-masing sih?" protes laki-laki tampan itu.
"Sudah lah Rik. Apa yang kami lakukan ini adalah yang terbaik untukmu. Celine adalah anak yang baik. Dia cantik, pintar dan juga kaya. Lalu kamu mau cari yang bagaimana lagi sih nak?" tanya Talita lagi.
"CK... Celine memang cantik, baik, pintar dan juga kaya. Tapi sayang sekali aku tidak nyaman dengannya. Aku sama sekali tidak mencintainya. Tapi mama sama papa tenang saja. Aku akan menuruti apa mau kalian. Tapi jangan salahkan aku rumah tangga ku dengan Celine nantinya tidak akan membuat dia bahagia," jawab Riky lalu meninggalkan mamanya yang masih mematung mendengar kata-kata anaknya itu.
__ADS_1
"Riky tunggu, kamu mau kemana?" teriak Talita namun tidak di acuhkan oleh Jerry.
Sementara itu, Hakim saat ini tengah sibuk dengan pekerjaannya. Di saat kesibukannya itu, Hakim teringat dengan Sukma yang sampai detik ini sama sekali menghubunginya..