
mami anna dan papi Robi sudah tiba di rumah sakit sejak setengah jam yang lalu, sementara Reno terus menemani Sindy dan selalu mengusap pinggang sindy yang terasa panas.
sekarang sindy sedang berjalan bolak-balik di ruangan nya supaya pembukaan nya cepat bertambah.
" sayang kenapa gak mau operasi aja sih ?" tanya Reno untuk yang kesekian kalinya karna ia merasa tidak tega melihat sindy kesakitan. sebenarnya sudah dari lama Reno menyarankan agar sindy melahirkan dengan cara operasi caesar tetapi sindy menolak karna ingin melahirkan secara normal.
" engga bang, justru di sini aku bisa ngerasain berjuang ngelahirin anak kita. walaupun sama saja dengan operasi caesar perjuangan nya. selagi aku bisa aku akan melahirkan dengan cara normal !" ujar sindy sambil terus mengelus mengelus perut nya.
" tapi abang gak tega ngeliat kamu kesakitan kaya gini sayang !" sahut Reno dengan wajah sendu.
" gapapa bang. yang penting abang temenin aku terus !" ucap sindy tersenyum tipis di bibir pucat nya.
tiga jam berlalu waktu sudah menunjukan pukul 14.30 wib. Rasa mulas yang sindy rasakan semakin cepat pertanda sebentar lagi anak yang berada dalam kandungan nya akan segera lahir.
dokter felicia memasuki ruangan sindy untuk memeriksa pembukaan di jalan lahir sang bayi.
" periksa dulu ya sin pembukaan nya !" ucap dokter feli seraya memasang sarung tangan khusus.
sindy merebahkan tubuh nya di brankar dan dokter feli pun segera memeriksa keadaan sindy.
" udah pembukaan 8 sin bentar lagi ya !" ucap dokter feli diangguki oleh sindy.
" berapa lama lagi fel?? gue gak tega ngeliat sindy kesakitan kaya gini !" tanya Reno denga raut wajah khawatir.
" paling satu jam lagi, di bawa jalan-jalan aja kalo engga jongkok ya !" sahut dokter feli.
" aku tinggal dulu ya nanti satu jam lagi aku balik !" pamit dokter feli dan berlalu keluar ruangan.
" sabar ya sayang !" ujar Reno seraya mengusap peluh di dahi sindy.
sindy mengganguk dan tersenyum menatap Reno " iya bang !" jawab sindy.
" anak papa kalo mau keluar yuk cepetan kasian tuh mama nya kesakitan !" seru Reno bicara di depan perut sindy.
sindy hanya mampu tersenyum karna ia tidak kuat hanya untuk sekedar bicara.
" Ren mami ke kantin dulu ya mau beli makanan !" ucap mami anna.
" iya mih, Reno titip minuman ya mih !" sahut Reno dan diangguki oleh mami anna dan papi Robi mengikuti mami anna untuk ke kantin.
" sayang mau makan gak ?" tanya Reno mendapat gelengan kepala dari sindy.
" mau minum aja bang !" jawab sindy lirih. dengan sigap Reno pun mengambil botol minum yang terletak di meja di samping nya.
__ADS_1
" nih sayang !" ucap Reno menyodorkan air mineral ke arah sindy dan membantu sindy untuk minum.
" makasih bang !" ucap sindy sesudah selesai minum.
" udah sayang ?" tanya Reno diangguki oleh sindy.
" bang perut aku makin sakit !" ringis sindy memejamkan mata nya.
" sabar ya sayang, inhale exhale sayang, aku yakin kamu kuat !" ucap Reno.
*
*
*
satu jam berlalu sindy sudah berada di ruang persalinan. karna air ketubannya pun sudah pecah.
" ikutin aba-aba dari aku ya sin, jangan ng*d*n dulu !" ujar dokter feli diangguki oleh sindy.
sementara Reno sudah menampilkan raut wajah tegang melihat sindy terus meringis kesakitan.
" semangat sayang kamu pasti bisa !" ujar Reno menyemangati sindy.
_
lima belas menit kemudian terdengar suara tangis bayi membuat semua orang menghela nafas lega.
" selamat sindy Reno anak kalian perempuan !" ucap dokter felicia.
" anak kita sayang !" seru Reno meneteskan air mata nya seraya mencium kening sindy penuh kasih sayang.
" di bersihin dulu ya dedek nya !" ujar dokter feli menyerahkan bayi tersebut kepada salah satu suster yang membantu proses persalinan.
dokter felicia melanjutkan tugas nya untuk membersihkan rahim sindy.
setelah selesai sindy pun kembali di pindahkan ke ruang perawatan nya, selang lima belas menit kemudian bayi mereka pun tiba diantar oleh suster dan dokter feli.
" nih Sin anak kalian cantik kaya kamu !" ujar dokter feli seraya menyerahkan bayi tersebut kepada sindy.
" aku permisi dulu ya, nanti biar di bantu suster untuk memberi ASI pertama !" pamit dokter feli berlalu keluar ruangan.
setelah mendapat arahan dari suster sindy pun segera memberikan ASI pertama nya kepada sang putri, suster pun pamit keluar.
__ADS_1
" cantik banget cucu oma !" ucap mami anna.
" kamu udah siapin nama ren buat cucu papi ?" tanya papi Robi melirik Reno sekilas karna ia lebih tertarik memandang cucu cantik nya.
" udah pih !" sahut Reno sambil menyuapi apel ke mulut sindy.
" siapa ?" tanya papi Robi dengan pandangan yang tetap ke arah cucunya.
"SYAZANI NUR ALBIRRU KERVINANTA artinya anak cerdas yang membawa kebaikan di keluarga kervinanta !" ucap Reno dengan bangga. karna ia sudah menyiapkan nama sang anak dari jauh-jauh hari.
" bagus nama nya, pinter kamu pilih nama !" sahut papi ferdi memandang remeh pada Reno.
" Reno gitu loh !" ucap reno sombong.
" cantik nya cucu oma, selamat datang di keluarga kervinanta baby sya !" ujar mami anna memandang baby sya penuh haru.
" mami mau gendong dong sin !" ucap mami anna ketika melihat baby sya sudah berhenti menyus*.
" boleh mih !" sahut sindy lalu memberikan baby sya kepada mami anna dan langsung di sambut dengan senang hati oleh mami anna.
" tadi papi udah kabarin fani kata nya lusa baru bisa pulang karna masih ada kerjaan di sana yang gak bisa di tinggal !" ucap papi Robi.
" oiya aku belom ngabarin duo curut !" sahyt Reno menepuk kening nya karna melupakan kedua sahabat nya. bisa ngamuk mereka kalau engga di kabarin. pikir Reno.
karna memang Alvin dan Dimas sudah mewanti-wanti untuk mengabari jika sindy melahirkan. dan sekarang Reno lupa karna fokus dengan sindy.
" bentar ya sayang aku telpon Alvin sama Dimas dulu !" ijin Reno diangguki oleh sindy. lalu Reno pun segera keluar ruangan untuk mengabari kedua sahabat nya.
benar saja Alvin dan Dimas sangat antusias untuk melihat baby mereka kalau saja Reno tidak melarang kedua nya pasti mereka akan segera ke rumah sakit.
Reno bilang besok aja menjenguk nya karna ia tidak tega dengan sindy, pasti kalau kedua sahabat nya datang sindy tidak akan bisa beristirahat mengingat sudah sedari pagi sindy menahan sakit.
dengan tidak rela kedua nya pun meniyakan ucapan Reno karna bagaimana pun mereka paham keadaan Reno yang mengkhawatirkan sindy.
*
*
*
noted : maaf ya kalo ceritanya kurang menarik, membosankan dan masih banyak typo š dukung terus karya othor ya biar makin semangat up nya šŖ
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK UNTUK LIKE KOMEN AND VOTE ⤠MASUKIN TAB FAVORIT JUGA YA TERIMA KASIH KESAYANGAN ā¤ š š„°
__ADS_1