Ibu Sambung Aksa

Ibu Sambung Aksa
aksa yang dewasa


__ADS_3

# HAPPY READING #


.


.


.


" abang sudah siap belum nak ?" tanya alea kepada aksa yang sedang merapihkan penampilan nya karna mereka akan berlibur ke rumah abah mukhtar dan umma aisya.


" sebentar lagi bunda abang sisir rambut dulu !" jawab aksa.


" sini bunda bantu !" ucap alea seraya menghampiri sang putra.


" gak usah bunda abang bisa sendiri bentar lagi juga selesai kok, nah Done !" ucap aksa lalu meletakan kembali sisirnya ke tempat semula.


" BUNDA ABANG UDAH BELUM ?" pekik alvin dari ruang keluarga.


" SEBENTAR PAH !" sahut alea ikutan memekik.


" hihi tuh kan bunda papa mah gak sabaran orangnya !" ucap aksa seraya terkikik mendengar pekikan sang papa.


" biarin aja lah udah biasa papa mah !" jawab alea seraya menggandeng tangan aksa menuruni anak tangga.


" UNDA !" pekik si kembar.


" loh kenapa kok dede nangis ?" tanya alea ketika melihat azela yang sesegukan.


" biasa bun rebutan mainan !" jawab alvin.


" terus papa diemin ?" tanya alea memandang dengan tatapan menyelidik ke arah alvin dan di balas dengan cengengesan oleh bapak tiga anak itu, bukan tidak mau memisahkan tapi alvin sengaja ingin anaknya bisa saling belajar mengalah tapi yang ada malah jadi nangis.


" udah sini dek sama abang aja jangan nangis lagi, nanti hidungnya mampet dede jadi susah nafasnya !" bujuk aksa menghampiri adik perempuannya itu.


" abang arka juga gak boleh jahilin dedenya lagi kasian tuh dedenya jadi nangis kan !" ucap aksa kepada arka dengan lembut seraya terus memeluk adik perempuannya.

__ADS_1


alvin dan alea begitu bangga terhadap aksa yang selalu sabar menghadapi adik-adiknya yang jahil.


" jela ada yang tenen bang !" sahut arka dengan cadel ( zela aja yang cengeng bang )


" iya tapi arka gak boleh jail sama adiknya harus bisa jagain adiknya ya !" ucap aksa.


" iya abang maap !" jawab arka menundukan kepalanya, aksa memang tidak pernah membentak kedua adiknya ia selalu berkata lembut anak berusia 5 tahun itu memang sangat dewasa dan pintar melebihi anak seusianya.


" jadi ke rumah nenek sama kakek gak nih ?" tanya alvin.


umma aisya dan abah mukhtar memang sudah pindah rumah ke daerah bogor karna abah ingin menghabiskan masa tuanya disana, sementara a fahri dan aldian tetap menempati rumah yang di jakarta dan sekarang mereka janjian untuk mengunjungi umak dan abah mumpung lagi liburan dan alvin pun sudah mengambil cuti.


" jadi dong pah !" jawab ketiganya kompak.


" ole let's go !" seru alvin.


mereka pun langsung menuju mobil dengan alvin yang menyetir ia sengaja tidak memakai supir, fahri dan aldian sudah lebih dulu tiba di bogor sejak kemarin.


" bismillah !" ucap mereka bersamaan dan alvin pun langsung menjalankan mobilnya.


" oiya bang kemarin bunda bilang sama papa kalau guru abang nyuruh abang masuk ke sekolah dasar ya ?" tanya alvin melirik sekilas kepada sang putra yang duduk dibelakang.


" iya pah !" sahut aksa singkat.


" terus menurut abang gimana? umur abang kan baru 5 tahun dan baru beberapa bulan lagi 6 tahun apa abang gak keberatan kalau langsung sekolah dasar ?" tanya alvin sementara alea hanya menyimak saja karna ia yakin aksa bisa memilih yang terbaik.


" abang terserah papa sama bunda aja, kalau papa sama bunda nengijinkan abang ya abang gak masalah kalau harus langsung sekolah dasar !" jawab aksa.


alvin sendiri bingung mau menjawab apa sebagai orang tua ia senang anaknya mempunyai kepintaran luar biasa tapi di sisi lain ia juga tidak ingin membuat aksa tertekan dan tidak merasakan masa kecilnya.


" kalau menurut bunda semua keputusan ada ditangan abang, kan yang akan menjalani semuanya abang nanti, bunda sama papa gak akan maksa abang untuk langsung masuk sekolah dasar karna bunda sama papa juga ingin abang menikmati masa kanak-kanak abang seperti yang lain. kita akan tetap dukung keputusan abang apapun yang abang inginkan jadi abang gak perlu merasa terbebani oleh tawaran ini !" jelas alea panjang lebar ketika ia melihat raut bingung di wajah suaminya.


" boleh abang pikirin dulu bun ?" tanya aksa dengan lirih.


" boleh sayang justru itu harus, abang gak perlu takut untuk menyuarakan keinginan abang karna bunda dan papa akan selalu mendukung apapun keputusan abang selagi itu tidak melanggar agama dan undang-undang hehhe !" jawab alea terkekeh diakhir kalimat agar aksa tidak tegang karna pembicaraan ini.

__ADS_1


" makasih bunda papa !" ucap aksa dan di balas anggukan dan senyum oleh alvin dan alea.


setelah itu mereka terus melanjutkan obrolan sementara si kembar sedang asik dengan layar ipad yang aksa berikan untuk menonton vidio pembelajaran seperti mengenal hewan, buah dab lain-lainnya


alvin dan alea memang membatasi anak-anak mereka bermain gadget , dan sekalinya bermain gadget pun untuk belajar.


*******


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam mereka pun akhirnya tiba di halaman rumah abah mukhtar dan umma aisya yang nampak asri dengan berbagai tanaman di depannya. di sebelah kanan ada pohon mangga, jambu air dan pepaya sedangkan di sebelah kirinya ada berbagai macam tanaman hias dan ada kolam ikan juga.


di teras rumah terlihat abah mukhtar yang sedang duduk di bangku yang sengaja di letakan di situ untuk bersantai.


begitu melihat mobil anak dan menantunya datang abah mukhtar pun berteriak memanggil istrinya karna fahri dan aldian sedang keluar di suruh oleh umma.


" assalamualaikum kakek nenek !" ucap aksa, arka, dan zela seraya berlari menuju kakek dan neneknya.


" wa'allaikum salam cucu nenek, ya allah nenek kangen banget !" ucap umma aisya dengan girang seraya memeluk ketiga cucunya.


" gak ada yang mau peluk kakek nih ?" tanya abah mukhtar dengan wajah yang sengaja di buat memelas sontak saja ketiganya langsung berpindah memeluk sang kakek.


akvin dan alea segera menyalami kedua nya setelah tadi menurunkan barang terlebih dahulu dari bagasi.


" abah umak sehat ?" tanya alvin setelah menyamali keduanya.


" alhamdulillah sehat nak !" jawab abah mukhtar dianggukin oleh umma aisya.


" masuk-masuk pasti capek abis perjalanan, nenek udah bikinin es campur tadi !" ucap umma asiya kepada ketiga cucunya.


" ayo masuk nak istirahat dulu !" sambung abah mukhtar seraya melangkahkan kakinya memasuki rumah di ikuti oleh alvin dan alea.


mereka pun mengobrol di temani oleh es campur dan risol bikinan umma aisya, ketika mereka lagi asik mengobrol ada yang mengucapkan salam dari luar rumah.


' ASSALAMUALAIKUM...!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


noted : maaf ya kalo ceritanya kurang menarik, membosankan dan masih banyak typo 🙏 dukung terus karya othor ya biar makin semangat up nya 💪


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK UNTUK LIKE KOMEN AND VOTE 🙏 MASUKIN TAB FAVORIT JUGA YA TERIMA KASIH KESAYANGAN 🙏 ❤


__ADS_2