
setelah selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga, mami anna terus saja mengajak sindy mengobrol ternyata selain baik hati sindy juga asik untuk menjadi teman ngobrol.
" ly perasaan dari tadi aku di cuekin terus sama kamu ?" protes reno yang merasa di abaikan oleh sindy dari pertama wanita itu tiba.
" gak usah lebay deh ren, lagian bukannya kamu udah minta putus sama sindy tadi siang ?" ucap mami anna meledek reno.
" lah lah becanda itu mah mih, ly jangan diambil hati ya omongan aku tadi kamu kan tau aku kaya gimana !" jawab reno dengan panik.
sedangkan mami anna hanya mencibir sang putra tanpa suara karna jengah melihat ke bucinan anak nya itu, sementara papi Robi terlihat sangat bahagia karna melihat sang istri yang sudah seperti dulu lagi senang bercanda dan menggoda sang putra.
" hihi apa sih kamu ren, lagian aku udah biasa kamu ngomong gitu !" jawab sindy terkekeh melihat wajah panik calon suami nya itu.
" ahh kamu emang terbaik ly !" sahut reno senang.
" jadi ini gimana kelanjutanya ?" tanya papi robi yang sedari hanya diam.
" ya jelas lah pih reno mau yang jenjang yang lebih serius lagi. reno mau nikahin sindy secepatnya !" jawab reno dengan semangat yang menggebu.
" oke gimana kalau bulan depan ?" tanya papi robi.
" kelamaan pih besok gimana ?" tanya reno dengan tatapan polosnya dan langsung mendapat tabokan maut dari mami anna.
" heh kamu pikir ngurus pernikahan gampang apa? kalau cuma nikah doang sih bisa aja, tapi mami gak mau ya kalau calon mantu mami cuma dikasih pesta sederhana doang, mami mau pesta yang besar-besaran kalau perlu kita bikin 7 hari 7 malam !" cerocos mami anna sedangkan sindy hanya bisa meringis haru karna sekarang ia tau sifat mami anna yang sebenernya penuh kasih sayang.
" iya iya ih, mami balik lagi jadi hulk !" ucap reno dengan lirih di akhir kalimat.
" mami denger ya ren !" sahut mami anna menatap tajam sang putra sementara reno hanya bisa cengengesan.
" yaudah berati bulan depan ya? biar mami sama papi yang urus semuanya kalian tinggal terima beres aja !" ucap papi robi.
" dan kamu sindy mami minta mulai sekarang kamu gak usah kerja lagi di restaurant itu, mami mau kamu mulai perawatan biar tambah cantik nanti pas acara !" ucap mami anna.
sindy hanya diam bingung mendengar ucapan mami anna, kalau ia tidak bekerja bagaimana ia bisa makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. reno yang melihat raut wajah sindy pun mengerti.
__ADS_1
" kamu jangan khawatir ly, mulai sekarang kamu udah jadi tanggung jawab aku jadi semua kebutuhan kamu aku yang akan nanggung, dan mulai besok sebaiknya kamu pindah ke apartement aku, rumah kontrakan kamu terlalu sempit ly aku gak tega sama kamu ?" ucap reno.
" tapi aku kan belum jadi istri kamu ren, jadi kamu belum berkewajiban memenuhi kebutuhan aku, aku gak enak sama kamu !" ucap sindy menundukan kepalanya.
" gak usah gak enak sin duit reno itu banyak jadi dia gak akan miskin kalau cuma menuhi kebutuhan kamu doang, udah abisin aja isi ATM nya si reno !" ucap mami anna mengompori.
" cih sifat matre mami keluar !" cibir reno sementara mami anna hanya menatap sengit sang putra.
" udah gak usah dipikirin pokoknya kamu tinggal ikutin aja apa kata aku !" ucap reno.
sindy menganggukan kepalanya menuturuti kemauan reno dan mami anna " iya deh !" ucap sindy pasrah.
" dan kamu juga harus cepet sembuh ren !" ucap sindy.
" itu pasti sayang apalagi nanti aku bakal diurus kamu terus nanti pasti cepet sembuhnya !" sahut reno dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda sindy.
" ganjen !" umpat mami anna.
šššššš
" sudah pah, papa udah selesai kerjaannya ?" tanya alea karna sebelumnya alvin memang sedang mengecek email yang di kirim oleh asisten pribadinya yang baru bernama mike..
" udah sayang, sini sayang !" ucap alvin menyuruh alea duduk di sebelahnya.
" mas kangen banget sama kamu sayang, maaf ya kalau sekarang mas jarang ada waktu buat kamu kerjaan mas numpuk sayang !" ucap alvin memeluk tubuh alea ketika alea sudah duduk disampingnya.
" gapapa mas lea ngerti kok, yang penting mas jaga kesehatan mas jangan terlalu dipaksain yang ada nanti mas jadi drop !" ucap alea mengelus rahang alvin dengan lembut.
" kamu pasti capek ya ngurus anak-anak sendiri dan mengurus rumah juga !" ucap alvin.
alea langsung terkekeh mendengar ucapan alvin " haha capek dari mananya sih mas? kan lea di bantu sama dua babysitter dan di rumah juga ada bibi dua jadi alea santai dong. justru harusnya lea yang ngomong gitu mas pasti capek seharian kerja belum lagi kalau harus lembur !" ucap alea.
alvin menatap alea penuh cinta ia sangat beruntung bisa mendapatkan alea yang sangat lemah lembut, seandainya dulu ia tidak menolak perjodohan dari orang tuanya dan memilih pacaran dengan siska hingga akhirnya ia di jodohkan dengan meira.
__ADS_1
sebenarnya dulu mama ratna dan papa bara lebih dulu menjodohkan alvin dengan alea tapi berhubung mereka putus komunikasi dengan abah mukthar jadinya mereka menjodohkan alvin dengan meira dan akhirnya mereka menikah, baru setelah beberapa tahun kemudian papa bara bertemu kembali dengan abah mukhtar pas disaat status alvin sudah menjadi duda maka dari itu papa bara menagih janji nya dengan abah mukhtar untuk menjodohkan anak mereka.
" istri mas makin cantik !" ucap alvin setelah itu ia langsung menyerang bibir alea ( skip othor masih polos š¤ )
setelah melakukan adegan 21+ alea pun tertidur di pelukan alvin.
CUP
alvin mencium kening alea dengan penuh cinta " I LOVE YOU BUNDA DARI ANAK-ANAK KU !" ucap alvin setelah itu ia pun menyusul sang istri ke alam mimpi.
ššššš
" masih sakit perutnya sayang ?" tanya dimas seraya mengusap perut dinda..
" udah mendingan by !" sahut dinda.
" utun bobo ya nak kasian maminya kesakitan, anak papi pinter !" ucap dimas di depan perut dinda.
dinda memang tidak bisa tidur karna bayi yang berada diperutnya terus saja bergerak aktiv walaupun baru menginjak usia lima bulan tapi bayi itu sudah sangat lincah di dalam perut nya.
" hihi lucu banget sih kamu by kalau manggil dedeknya !" dinda selalu terkekeh saat dimas memanggil calon buah hati mereka dengan sebutan utun.
" hahahh udah sekarang kamu bobo gak baik bumil begadang !" sahut dimas.
dimas memang sudah menjadi lebih dewasa sejak menikah walaupun tidak menghilangkan mulut bon cabenya tapi ia sudah mengurangi kadar kerecehanya, tapi itu tidak berlaku kalau sedang bersama kedua temannya ia akan menjadi dimas yang sesungguhnya.
setelah memastikan dinda tertidur dimas pun beranjak dari kasur karna harus menyelasaikan pekerjaan nya.
" huufft enakan jadi asisten si alvin gue kaga puyeng mikirin tanda tangan, pantes si alvin suka marah-marah kalau kerjaan gue berantakan kualat gue ama dia !" keluh dimas.
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
...****************...
__ADS_1
noted : maaf ya kalo ceritanya kurang menarik, membosankan dan masih banyak typo š dukung terus karya othor ya biar makin semangat up nya šŖ
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK UNTUK LIKE KOMEN AND VOTE š MASUKIN TAB FAVORIT JUGA YA TERIMA KASIH KESAYANGAN š ā¤