
pagi ini reno mendapat laporan dari anak buahnya yang kemarin ia minta untuk mencari tau tentang sindy, begitu selesai mandi ia langsung membuka hp nya untuk melihat apa saja yang di laporkan oleh anak buahnya.
seketika mata reno melebar sempurna setelah membaca laporan anak buahnya " ini gak ada yang salah kan ?" tanya reno kepada dirinya sendiri.
bagaimana ia tidak berpikir seperti itu, anak buahnya memberi laporan kalo sindy belum pernah menikah sama sekali dan sekarang ia hidup sendiri di sebuah kontrakan kecil.
karna penasaran reno pun kembali menghubungi anak buahnya untuk memastikan.
š² " halo bos ada apa ?"
š² " itu laporan gak salah kan? lu gak keliru atau salah cari informasi gitu ?"
š² " engga bos, semua yang saya laporin ke anda adalah informasi terpercaya saya jamin saya tidak salah mencari informasi !"
š² " oke deh thanks !"
setelah itu reno pun kembali mengecek isi pesan tersebut, di situ tertulis alamat kontrakan sindy, tempat kerja dan masih banyak lagi.
" apa benar kamu belum nikah sin selama ini? tapi kenapa ?" batin reno berpikir.
" apa setelah kita putus kamu gak pernah menjalin hubungan lagi dengan laki-laki lain ?" ucapnya lagi.
" apa aku masih punya kesempatan untuk milikin kamu lagi sin ?" ucap reno seraya memandangi foto sindy yang dikirimkan anak buahnya.
reno pun berencana untuk menemui sindy siang ini di tempat kerjanya yang tak lain adalah restoran tempat ia bertemu dengan alvin dan dimas dua hari yang lalu.
reno pun segera keluar dari kamarnya karna ia ingin pergi mengecek restoran miliknya sebelum ia menemui sindy siang nanti setelah sampai di anak tangga terakhir ia bertemu sang mami yang hendak pergi juga, karna sekarang waktu menunjukan pukul 09.30 wib.
" mau ke resto ren ?" tanya mami anna kepada reno.
" iya mih, mami mau kemana ?" sahut reno.
" mami ada acara diluar biasalah arisan !' jawab mami anna seraya melangkahkan kakinya menuju pintu keluar di ikuti oleh reno disampingnya.
" gimana ren udah ada calon mantu mami ?" tanya mami anna.
reno tidak langsung menjawab pertanyaan mami nya, ia berpikir apa maminya akan menerima sindy sebagai istrinya mengingat sang mami yang selalu ingin terlihat ferfect sedangkan sindy hanyalah gadis biasa, waktu mereka pacaran pun reno tidak pernah mengenalkan sindy pada sang mami karna takut sang mami tidak merestui.
" ren kok bengong ?" tanya mami anna lagi ketika reno tak kunjung menjawab pertanyaannya.
" emm reno masih usahain mih !" jawab reno
" yaudah kalo gitu mami mau jodohin kamu sama anak temen mami, cantik loh ren lulusan amerika dari keluarga terpandang pula jadi gak malu-maluin buat dikenalin !" jawaban mami anna sontak membuat nyali reno menciut seperti tebakannya kalau sang mami ingin menantu yang bisa di pamerin.
__ADS_1
waktu ia menikah dengan celin pun sang mami selalu memuji menantunya itu kepada teman-teman sosialitanya tapi apa ternyata celin tidak sebaik yang mereka pikirkan.
" mih pliss biarin reno pilih pendamping hidup reno sendiri !" sahut reno memelas.
" pilih yang kaya gimana ren? yang kaya perempuan tukang selingkuh itu ?" tanya mami anna emosi.
" mih apa mami bakal ngerestuin kalo reno pilih wanita dari kalangan biasa aja bahkan dia sebatanh kara ?" ucap reno tanpa menjawab pertanyaan sang mami.
" hahaha jangan bercanda kamu ren, mau taruh dimana muka mami kalo punya menantu kaya gitu !" sinis mami anna.
" kenapa sih mami selalu memandang status sosial ?" tanya reni dengan kesal.
" cukup ren mami gak punya waktu untuk berdebat dengan kamu !" sahut mami anna kemudian langsung memasuki mobilnya.
sementara reno hanya bisa membung nafasnya kasar melihat kepergian sang mami, ini sifat asli sang mami yang selalu melihat seseorang dari kastanya berbeda dengan sang papi yang selalu menerima apa adanya.
reno pun tidak mau memikirkan kelakuan sang mami ia segera melajukan mobilnya menuju resto miliknya setelah itu ia akan menemui sindy, reno tidak peduli kalo sang mami akan menentang hubungannya dengan sindy nanti yang jelas ia akan perjuangin sindy sekarang.
****
sesuai rencana nya tadi sekarang reno tengah menuju restoran tempat dimana sindy bekerja ia akan mengungkapkan semua perasaannya kepada gadis itu.
setelah berkendara kurang lebih 45 menit akhirnya reno sampai di restaurant itu, sebelumnya reno sudah memesan ruang VIP.
" ohh silahkan ikuti saya tuan !" ucap pelayan tersebut dengan ramah.
mereka pun tiba di ruangan yang di pesan oleh reno, sebelum masuk reno berbicara kepada pelayan tersebut " saya ingin di layani oleh sindy amelia !" ucap reno dengan wajah datar.
" tapi tuan...!" ucapan pelayan itu berhenti karna melihat tatapan tajam mata reno.
" baik tuan kalau begitu saya akan memanggil sindy !" sambung pelayan tersebut lalu pamit meninggalkan reno.
sementara pelayan tersebut sedang menghampiri sindy yang sedang membersihan meja " sin ada tamu VIP tapi mau kamu yang layani katanya !" ucap pelayan tersebut.
sontak sindy. menaikan alisnya bingung " siapa ?" tanya sindy.
" gak tau sin ganteng orangnya tapi tatapan matanya serem !" sahutnya berbisik.
" udah sana nanti kelamaan marah lagi orangnya !" sanbung pelayan itu.
" oke deh !" jawab sindy kemudian ia pun segera menuju ruang VIP yang disampaikan temannya tadi
TOK TOK TOK
__ADS_1
" permisi tuan !" ucap sindy setelah ia mengetuk pintu ruangan tersebut.
" MASUK !" terdengar suara bariton dari dalam ruangan tersebut seketika membuat jantung sindy berpacu lebih cepat
CEKLEK
sindy pun membuka pintu ruangan tersebut dan terlihat seseorang yang berdiri membelakanginya " permisi tuan mau pesan apa ?" tanya sindy dengan sopan.
reno pun segera membalikan badannya menghadap sindy seketika mata sindy langsung terbelalak jantungnya pun berdebar kencang melihat lelaki pujaan hatinya ada di hadapannya sekarang.
" hay sin !" sapa reno tersenyum manis ia melupakan bagaimana perlakuan terakhir dia ketika sindy menyapa nya malam itu.
" reno !" lirih sindy tapi masih bisa terdengar oleh reno karna ia sudah mendekat kepada sindy.
" iya sin ini aku, apa aku bisa bicara sebentar sama kamu ?" tanya reno.
seketika sindy pun langsung tersadar dari lamunanya " maaf tuan saya sedang bekerja !" sahut sindy dengan formal karna ia tidak mau terlalu berharap kepada reno.
" kenapa formal gitu sin? kamu lupa sama aku hem ?" tanya reno lembut.
" maaf tuan, jadi anda mau pesan apa ?" jawab sindy tanpa mengidahkan ucapan reno.
reno pun memandang sindy dengan sendu, bukan ini yang ia harapkan " sin pliss aku mau bicara sesuatu sama kamu !" pinta reno dengan wajah memelas menatap sindy nanar.
" maaf tuan kalau tidak ada yang di pesan saya permisi dulu !" ucap sindy pelan dengan suara tercekat menahan tangis.
bukan ia tidak mau bicara dengan reno tapi ia hanya tidak mau kecewa lagi untuk kesekian kalinya. sindy pun membalikan badan berniat meninggalkan reno tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara reno.
" aku kangen kamu ly !" ucap reno memanggil sindy dengan nama kesayangannya yaitu lia, sindy amelia.
Tes
air mata sindy jatuh dengan sendirinya mendengar panggilan yang sudah sangat lama ia rindukan.
" kamu...!'
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
...****************...
selamat hari raya idul adha ššš
NOTED : maaf ya kalo ceritanya kurang menarik, membosankan dan masih banyak typo š dukung terus karya othor ya biar makin semangat up nya šŖ
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak untuk like komen and vote š masukin tab favorit juga ya terima kasih kesayangan ā¤