
tidak terasa sudah satu tahun reno menjalankan pengobatan mau itu medis atau pun tradisional, sindy juga selalu mendampingi reno dia tidak pernah meninggalkan reno sekalipun, saat ia pulang bekerja ia akan kerumah utama keluarga kervinanta untuk mengurus reno.
" ly udah satu tahun aku berobat tapi semua gak ada yang berhasil juga, aku masih tetep lumpuh ly !" ucap reno sedih sekarang mereka sedang duduk di taman belakang dekat kolam renang di rumah reno.
" ren kamu gak boleh ngomong gitu, kamu harus tetep semangat aku akan selalu dampingi kamu jadi kamu gak boleh nyerah, bukankah kata dokter kamu masih bisa jalan lagi walaupun itu membutuhkan waktu yang panjang !" ucap sindy mengelus punggung tangan reno dengan lembut.
reno menatap dalam mata wanita di hadapannya ini, wanita yang selalu setia mendampingi nya dan tidak pernah meninggalkan nya di keadaan apapun, reno merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini karna di cintai oleh wanita seperti sindy.
" ly aku mau kita putus, kamu berhak mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku. kamu udah cukup dewasa ly untuk menikah, aku gak mau terus-terusan menjadi beban di hidup kamu !" ucap reno dengan perasaan perih.
DEG
untuk kesekian kalinya reno berucap seperti itu kepada sindy, sudah sering kali reno meminta putus hanya karna ia tidak mau membebani sindy dengan kondisinya yang seperti sekarang.
dengan menarik nafas dalam sindy mencoba menahan air mata yang akan mengalir jika ia berkedip satu kali saja " ren apa gak cukup perjuangan aku selama ini ke kamu? apa gak cukup semua perbuatan aku sama kamu? apa segitu gak pantesnya aku untuk menjadi pendamping seorang reno kervinanta sampai kamu terus-terusan meminta aku untuk pergi dari kehidupan kamu? aku tulus sama kamu ren gak peduli apapun kondisi kamu, bahkan kalau kamu gak bisa jalan selamanya pun aku bakal tetap mencintai kamu. aku pulang dulu ren lebih baik kamu tenangin diri kamu dulu nanti aku akan kesini lagi !" ucap sindy dengan dada yang semakin sesak menahan agar ia tidak menangis dihadapan reno.
sindy membereskan barang-barang nya dan melangkah keluar dari kediaman kervinanta, sementara reno hanya diam terpaku melihat kepergian sindy, memang ia sudah keterlaluan berbicara hanya karna kondisinya yang lumpuh ia tidak bisa melihat ketulusan sindy.
bukan itu yang ia inginkan sebenernya, ia hanya ingin sindy mendapatkan laki-laki yang pantas menjadi mendampingnya bukan seperti dirinya yang tidak bisa apa-apa.
tanpa mereka sadari sedari tadi ada seseorang yang mendengar semua pembicaraan mereka, ya orang itu adalah mami anna.
mami anna menahan isak tangis nya agar tidak keluar, ia merasa bersalah dengan semua ini andai saja ia tidak egois memisahkan mereka dulu, andai saja ia merestui hubungan mereka disaat mereka kembali di pertemukan, masih banyak andai yang mami anna sesalkan.
mami anna segera menghampiri sang putra yang masih terdiam setelah kepergian sindy " maafin mami ren yang sudah egois, maafin mami yang sudah bikin kamu menderita seperti ini, mami merestui hubungan kalian ren, mami bisa melihat ketulusan sindy selama ini. maafin mami ren !" ucap mami anna dengan terisak seraya memeluk tubuh reno yang membeku ditempat.
reno menatap sang mami tidak percaya " mami serius ngerestui hubungan aku sama sindy ?" tanya reno dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
" iya !" jawab mami anna menganggukan kepalanya dan tersenyum manis, reno segera memeluk sang mami karna merasa bahagia.
" makasih mih makasih reno bahagia banget !" ucap reno menangis bahagia akhirnya hati sang mami luluh juga dan mau merestui hubungan mereka.
šššš
" abang bunda titip adek-adek sebentar ya nak, bunda mau buat susu dulu !" ucap alea.
sekarang usia si kembar sudah satu tahun lebih dan mereka sudah bisa berjalan dan sudah bisa bicara walaupun masih belum jelas.
" siap bunda !" jawab aksa yang sekarang sudah berusia 5 tahun.
" adek abang yang paling ganteng dan cantik sini kita belajar mewarnai !" ucap aksa seraya menggandeng kedua adiknya untuk mengikutinya.
sekarang mereka sedang berada diruangan bermain yang sengaja alvin siapkan untuk anak-anak nya.
aksa memang begitu pintar menjaga kedua adiknya, ia bertingkah lebih dewasa dibanding dengan anak seusia nya " nah kita mulai mewarnai ya !" ucap aksa seraya mewarnai gambar yang sudah ia persiapkan.
" ya ampun nak itu kan gambar abang sayang kok di coret-coret sih ?" ucap alea ketika ia kembali dari membuat susu.
kedua baby sitter nya sedang istirahat, begitulah alea ia lebih suka menjaga anak-anak nya sendiri dan akan menitipkan pada babysitter ketika keadaan urgent.
" gapapa bunda nanti abang bisa bikin lagi, yang penting adek seneng !" alea tersenyum bangga kepada anaknya itu.
" masya allah anak bunda baik banget sih !" ucap alea seraya mencium gemas pipi aksa dan dibalas senyum manis oleh bocah gemoy itu.
alvin masih berada dikantor karna sekarang masih jam satu siang.
__ADS_1
" waktunya bobo siang nak !" ucap alea.
alea pun langsung membawa anak-anak nya kekamar mereka masing-masing pertama alea membawa si kembar ke kamarnya dan menidurkan si kembar setelah si kembar tidur dan dijaga oleh kedua baby sitter nya alea pun membawa aksa ke kamarnya dan menemani anak itu sampai tertidur.
alea memang membiasakan anak-anak nya untuk tidur siang agar tidak terlalu lelah bermain.
ššššš
sementara dimas sedang bahagia karna sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah, setelah sekian lama akhirnya ia dan dinda dipercaya untuk menjadi orang tua.
" sayang jangan lupa di minum susunya ya udah aku buatin tadi, inget jangan capek-capek !" ucap dimas ketika ia mau berangkat kerja.
sekarang dimas sudah tidak bekerja lagi dengan alvin, ia sudah mengambil alih perusahaan keluarganya dan alvin pun sudah mendapat penggantinya.
" iya by aku inget kok !" jawab dinda.
dimas pun mencium kening sang istri dan beralih pada perut sang istri yang sudah mulai membuncit karna usianya sudah memasuki 4 bulan " baik-baik di perut mami ya utun, jangan bikin maminya susah papi sayang dedek !" ucap dimas di depan perut dinda.
sementara dinda sudah terkekeh mendengar celotehan dimas semenjak dirinya hamil " iya papi dedek juga sayang papi !" sahut dinda menirukan suara anak kecil.
" yaudah aku berangkat dulu ya sayang, assalamualaikum !" ucap dimas.
" wa'allaikum salam, hati-hati by !" sahut dinda dan di balas anggukan kepala oleh dimas dan senyum manisnya.
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
...****************...
__ADS_1
noted : maaf ya kalau ceritanya kurang menarik membosankan dan masih banyak typo š dukung terus karya othor ya biar makin semangat up nya šŖ
jangan lupa tinggalkan jejak untuk like komen and vote š masukin tab favorite juga ya terima kasih kesayangan ā¤